Mafia's woman

Mafia's woman
Ulah Ronald



“Evelyn Apa yang kalian lakukan?” suara bentakan yang begitu keras itu menyadarkan Evelyn dan langsung  membuat wanita tersebut mendorong Ronald menjauh, Ronald hanya tersenyum penuh kemenangan.


Evelyn menatap tajam ke arah Ronald, di luar yang ia pikirkan Ronald kini malah kembali memancing kemarahan Kenrick dan menjadikannya umpan.


“Beraninya kau mencium kekasihku,” marah Kenrick yang kini sudah mencekal kerah baju Ronald lalu memukul wajah laki-laki itu hingga tersungkur di lantai. Namun, senyuman licik Ronald itu masih tetap tertahankan berbeda dengan wajah Kenrick yang sudah memerah.


"Kenrick, sudah ayo pergi,” ucap Evelyn berusaha untuk menenangkan laki-laki nya itu. Evelyn menarik tangan Kenrick, membawa laki-laki itu untuk pergi.


Selama di perjalanan yang mencekam tak ada yang membuka pembicaraan hingga mereka sampai di mansion besar milik Kenrick. Kenrick langsung menarik Evelyn menuju kamar mereka.


Kenrick melepaskan cekalan tangannya pada Evelyn saat mereka sudah berada di kamar, laki-laki itu menghempaskan Evelyn kasar.


“Apa yang kau lakukan dengan Ronald?” tanya Kenrick dengan tatapan menentangnya pada Evelyn.


"Kami hanya berbincang Kenrick,” ucap Evelyn dengan lembut, Ia tak ingin ikut terpancing emosi dengan laki-laki tersebut. Evelyn tahu jika menanggapi Kenrick dengan emosi yang ada mereka akan benar-benar bertengkar. Evelyn berusaha untuk bersabar menghadapinya.


“Benarkah? Tapi yang aku lihat sepertinya kau tengah selingkuh,” ucap Kenrick dengan senyuman sinisnya. Evelyn menarik nafasnya dalam berusaha untuk mengontrol dirinya, walau kini rasanya ia begitu marah dengan tuduhan Kenrick tersebut.


“Apa kau ingin bermain ranjang dengan laki-laki lain? Ah aku tak tahu jika kau juga seorang wanita murahan,” ucap Kenrick dengan seringainya, senyuman sinis terlihat di wajah laki-laki tersebut. Evelyn yang mendengar ucapan Kenrick sudah mengepalkan tangannya marah. Kini ia tak bisa lagi menahannya, ucapan Kenrick tersebut benar-benar sudah melukainya.


"Haha...Ya aku memang wanita murahan. Kenapa? apa masalahmu? Kau ingin membatalkan pernikahan?” tanya Evelyn dengan amarahnya yang sudah memuncak. Harga dirinya benar- benar di injak-injak oleh laki-laki tersebut. Kenrick bahkan mengatakannya tanpa beban dan penyesalan.


“Haruskah aku membatalkannya dan menjualmu ke rumah bordil?” tanya Kenrick dengan seringai nya yang sama sekali tidak membuat Evelyn takut melihatnya. Bahkan kini wanita tersebut sudah menatap Kenrick dengan tatapan menantangnya.


"Tak masalah jika kau membatalkannya. Dan bawa aku ke rumah bordil,” sarkas Evelyn tanpa rasa takut sama sekali karena ia tahu jika Kenrick tak akan melakukannya, dan jika Kenrick benar melakukannya maka itu akan bagus karena ia bisa kabur dari laki-laki tersebut.


"Aku ingin tahu apa kau mampu membawaku kesana,” sinis Evelyn dengan begitu menantangnya seolah tahu jika Kenrick tak akan berani untuk melakukannya.


“Sepertinya aku terlalu memanjakanmu. Hingga membuatmu lupa, siapa aku,” marah Kenrick yang kini sudah mencekal tangan Evelyn dengan tubuhnya yang kini sudah menindih tubuh Evelyn. Menatap wanitanya tersebut dengan tatapan mengintimidasi namun Evelyn malah sama sekali tidak merasa takut dan terintimidasi dengan tatapan tersebut.


"Ya, aku lupa jika kau adalah seorang iblis dan baiklah jika kau ingin melakukannya. Bukankah lebih baik hidup bebas seperti itu?” tanya Evelyn tajam pada Kenrick yang kini berusaha untuk tetap tidak menyakiti Evelyn.


“Sialan kau jlang, beraninya kau!” maki Kenrick yang kini membuat Evelyn langsung mendorong Kenrick dengan sisa tenaga yang ia punya hingga akhirnya kini ia berhasil terlepas dari kurungan laki-laki itu.


Evelyn kini malah berjalan keluar yang membuat Kenrick murka, laki-laki tersebut dengan segera menarik Evelyn untuk kembali keranjang mereka.


“Mau kemana kau?” marah Kenrick.


“Bukankah kau akan menjualkan ke rumah bordil? Aku akan pergi ke sana,” ucap Evelyn dengan begitu santainya. Kenrick yang mendengar nya mengusap wajah nya kasar.


“Kau lihat, bukankah kau hanya akan menambah masalah sekarang? Berhentilah bersikap keras kepala! Dengan kau mendatangi Ronald dia hanya berpikir aku tak bisa menyelesaikan ini dan memintamu untuk menemuinya,” ucap Kenrick yang salah paham dengan maksud Evelyn datang menemui Evelyn.


Setelah mengatakan hal tersebut Kenrick segera pergi dengan kemarahannya, tapi Evelyn menahan tangan laki-laki itu.


"Kenrick berhentilah bersikap seolah kau penguasa. Berhentilah untuk arogan… Aku melakukannya hanya untuk membantu mu,” ucap Evelyn dengan tajam yang kini sudah berusaha untuk menenangkan amarahnya. Meskipun ia masih begitu marah dan kesal dengan ucapan Kenrick yang mengetahuinya wanita murahan.


“Bagaimana kau bisa mengatakan ini? Setelah kau mengatakan jika kau mencintaiku?” tanya Kenrick tersenyum dengan sinis nya.


"Saat itu…Anggap saja semua itu hanya bualan saja,” ucap Evelyn dengan asal yang kini malah membuat Kenrick menundukkan kepalanya sambil tersenyum dengan sinisnya.


“ Apa begitu mudah bagimu untuk berhenti mencintaiku?” tanya Kenrick dan mengalihkan tatapannya pada Evelyn dengan senyuman sinisnya.


"Lalu apa aku harus bertahan dengan laki-laki sepertimu?” tentang Evelyn yang sudah kehabisan akal untuk membujuk Kenrick dan meredakan amarah laki-laki tersebut. Ia begitu lelah jika terus saja beradu argumen dan saling menyalahkan.


“Ya kau harus bertahan dengan ku dan segala sikapku,” tegas Kenrick.


Laki-laki tersebut kini menatap Evelyn dengan begitu lekat. Evelyn kini terduduk di sofa berjauhan dari Kenrick yang memilih duduk di ranjangnya.


"Lihatlah, bukankah kau yang keras kepala?” tanya Evelyn dengan senyuman sinisnya.


Evelyn kini menarik nafas nya dalam lalu membuangnya dengan perlahan. Dengan langkah pasti ia berjalan ke arah Kenrick lalu duduk di samping laki-laki tersebut yang kini hanya menatapnya dengan tajam dan penuh permusuhan.


"Apa yang salah hanya dengan memaafkan Ronald dan berdamai dengannya?” tanya Evelyn dengan lembut, ia berusaha untuk bersikap lembut pada Kenrick dan mengajak laki-laki tersebut berbicara baik-baik.


Evelyn tahu Kenrick tak akan luluh jika mereka terus saling adu nada berbicara dan saling meninggikan suara jadi harus ada yang mengalah, dan kini sini Evelyn yang harus mengalah karena ia yang waras.


“Salah, semua salah!” ucap Kenrick yang sontak membuat Evelyn menaikkan alisnya bingung. Ia kini jadi penasaran, masalah apa yang mereka hadapi hingga membuat Kenrick begitu membenci Ronald aura permusuhan Kenrick seolah begitu kental pada laki-laki itu.


"Ronald adalah orang yang baik,” puji Evelyn yang kini justru membuat senyuman sinis terlihat jelas di Kenrick karena tak setuju dengan ucapan Evelyn.


“Cih! kau pikir dia baik? Jika dia adalah orang yang baik. Dia tak mungkin membunuh kakakku!” tegas Kenrick yang berhasil membuat Evelyn terdiam mendengar pengakuan Kenrick tentang alasannya membenci Ronald.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita aku yang lain yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.