Mafia's woman

Mafia's woman
Mengungkapkan Perasaan



Saat mobil sudah berhenti di depan sebuah restoran berbintang yang begitu mewah Evelyn mengerutkan kening. Tanpa bertanya Evelyn mengikuti Kenrick yang merangkul pinggangnya posesif memasuki restoran berbintang tersebut.


Di dalam, Evelyn tidak melihat siapapun kecuali pelayan serta para pengawal. Seorang pelayan menghampiri mereka sambil tersenyum manis dan lebih dulu berjalan ke arah meja yang telah dihias dengan lilin-lilin cantik.


“Duduk lah, Sayang,” ucap Kenrick sambil menarik kursi untuk wanita tersebut, melihat sikap manisnya membuat Evelyn tersenyum tanpa sadar namun keningnya berkerut sempurna, merasa bingung dengan perlakuan manis Kenrick.


"Terima kasih,” ucap Evelyn tulus saat ia sudah duduk di kursinya.


“Tentu,” ucap Kenrick dan berlalu menuju kursinya yang berhadapan dengan Evelyn. Wanita tersebut melihat ke sekeliling yang tampak sepi. Tak ada pengunjung lain selain mereka. Evelyn begitu ingat jika restoran ini adalah milik Kenrick yang laki-laki tersebut buat dengan namanya.


"Kau menutup seluruh restoran ini?” tanya Evelyn dengan kerutan di keningnya.


“Khusus untukmu,” ucap Kenrick dengan senyumannya sambil mengedipkan sebelah matanya mata Evelyn yang kini sudah melongo mendengar jawaban dari laki-laki di depannya tersebut.


"Kenrick, apa kau tidak berlebihan?” tanya Evelyn yang merasa apa yang Kenrick lakukan saat ini sangat berlebihan karena hanya sekedar untuk makan malam saja laki-laki tersebut sampai menutup restorannya. Ia tahu laki-laki tersebut tak akan bangkrut hanya karena menutup restorannya malam ini tapi tetap saja bagi Evelyn ini begitu berlebihan.


“Tidak jika itu untukmu,” ucap Kenrick dengan begitu santainya. Evelyn hanya bisa menggeleng mendengarnya hingga seorang pramusaji datang dengan makanan pembuka yang mereka bawa. Sebelumnya Kenrick yang sudah memilih menu untuk makan malam mereka saat laki-laki tersebut datang dan meminta restorannya tersebut untuk nya malam ini makan bersama dengan wanitanya tersebut.


"Untuk apa semua ini? Apa kau sedang berusaha mengambil hatiku?” tanya Evelyn dengan menyipitkan matanya, tatapan wanita tersebut kini begitu menyelidik pada Kenrick. Mendengar hal tersebut Kenrick terkekeh membuat Evelyn kesal karena merasa Kenrick tengah mempermainkannya.


“Anggap saja begitu,” ucap Kenrick dengan santainya sambil memakan makanan pembuka yang dibawakan oleh pelayan tersebut. Seorang pramuniaga kini berdiri tak jauh dari mereka untuk sekedar membantu menuangkan air atau lainnya.


"Anggap saja?” tanya Evelyn dengan tatapan tak percaya nya. Menatap Kenrick dengan tatapan melongonya. Bagaimana bisa laki-laki tersebut mengatakan hal tersebut dengan begitu santainya.


“Tunggu lah setelah selesai makan. Kau akan segera tahu,” ucap Kenrick akhirnya yang memilih untuk mengakhiri pertengkaran mereka. Kenrick hanya ingin makan malam yang tenang dan romantis dengan wanitanya tersebut tanpa ada perdebatan yang sering mereka lakukan.


Evelyn akhirnya memilih diam, tak bisa lagi memaksa Kenrick dan memilih menikmati makanannya dengan tenang. Setelah selesai dengan segala hidangan yang disajikan hingga hidangan penutup, sepasang kekasih yang akan segera menikah tersebut mengelap mulut mereka.


Evelyn hanya terdiam menunggu Kenrick membuka suaranya. Kenrick berdiri lalu berlutut di sampingnya membuat Evelyn mengerutkan kening bingung.


“Evelyn aku tak tahu bagaimana cara mengucapkan kata-kata manis. Hanya saja yang perlu kau tahu. Aku mencintaimu, entah sejak kapan,” ucap Kenrick dengan tiba-tiba yang membuat Evelyn terkejut mendengarnya namun mendengar kata ‘entah kapan’ membuatnya cukup kesal, tapi Evelyn menghargai usaha laki-laki tersebut. Hingga tak terasa, matanya kini mulai berkaca-kaca.


“Evelyn, will you marry me?” tanya Kenrick dengan bersungguh-sungguh. Kenrick menyodorkan sebuah kotak berwarna biru tua yang berisi kalung dengan liontin sederhana yang terdapat pink diamond di dalamnya. Evelyn menutup mulutmu dengan tidak percaya. Evelyn tak menyangka akan mendapatkan hal indah ini, di saat mereka menikah pun hanya demi pamannya.


Evelyn bukannya tak tahu seberapa mahal berlian yang terdapat pada liontin tersebut. Namun yang membuatnya terharu adalah apa yang saat ini Kenrick lakukan. Ia berpikir pesta pertunangan mereka hanya sebagai formalitas dan konsumsi publik mengingat ia adalah orang yang berpengaruh.


Namun bagaimana dengan saat ini? Tak ada media ataupun orang berpengaruh saat ini. Dan itu membuktikan jika Kenrick tulus pada Evelyn, itulah yang membuat Evelyn terharu. Kenrick yang tak pernah mengungkapkan cintanya dan masih bimbang dengan cintanya kini malah mengungkapkan cinta padanya.


“Kali ini aku tak akan memaksamu, jika kau ingin pergi, maka pergilah aku akan melepaskan mu dan tak akan memaksamu,” ucap Kenrick saat melihat raut wajah kebingungan dari wanita di depannya tersebut. Evelyn menggigit bibir bagian dalamnya mendengar ucapan Kenrick tersebut ia semakin di buat bingung.


“Namun jika kau memilih untuk tetap tinggal, jangan harap aku akan melepaskan mu,” ucap Kenrick melanjutkan ucapannya.


Evelyn menarik nafasnya dalam. Untuk kali ini biarkan ia mengikuti kata hatinya bukan lagi logikanya.


"Aku…Mau menikah denganmu,” ucap Evelyn dengan senyumannya. Ya hatinya menginginkan Kenrick, walau logikanya memintanya untuk tidak bersama dengan laki-laki yang berbahaya tersebut. Namun kali ini ia ingin bahagia dengan laki-laki tersebut, laki-laki yang berhasil masuk ke dalam hatinya dan memperbaiki hatinya yang sudah pecah tersebut.


“Terima kasih,” ucap Kenrick dengan begitu tulusnya, kini ia semakin mengeratkan pelukannya pada Evelyn yang hanya diam tak menjawab hingga Charles melepaskan pelukannya dan mencium puncak kepala Evelyn sayang.


“Aku memang bukanlah laki-laki yang sempurna. Tapi bersediakah kamu melengkapi kekuranganku?” tanya Kenrick dengan tatapan seriusnya. Kini ia sudah menggenggam tangan Evelyn dengan begitu eratnya seolah tak akan melepaskan genggaman tangannya tersebut. Karena pada akhirnya Evelyn memang tak akan lepas dari genggaman Kenrick, karena wanita tersebut lah yang sudah memilihnya.


"Ya kau memang tidak sempurna. Dan aku akan melengkapinya. Kekuranganmu mungkin cukup banyak. Tapi kau tahu kelebihanku juga banyak,” ucap Evelyn dengan begitu santainya yang membuat Kenrick terkekeh mendengar gurauannya itu.


“Aku tak tahu jika calon istriku punya tingkat percaya diri yang tinggi,” ucap Kenrick dengan tawanya yang di balas dengan acuh oleh Evelyn sambil melepaskan tangannya dari Kenrick.


"Karena kau belum mengenalku dalam,” ucap nya dengan santai yang di jawab dengan anggukan oleh Kenrick. Kini ia kembali duduk di tempatnya sambil menatap wanitanya tersebut dalam.


“Maka biarkan aku menjadi pelengkap mu dan aku mengetahuinya lebih jauh,” ucap Kenrick yang mendapatkan anggukan dari Evelyn.


"Menjadi pelengkapmu adalah tugasku dan aku akan membiarkanmu mengetahui tentangku lebih baik.” ucap Evelyn dengan senyumannya sambil mengelus tangan Kenrick yang kini berada di atas meja. Ia masih tak menyangka rasanya jika pada akhirnya ia akan menerima laki-laki yang sudah membawanya secara paksa tersebut.


“Kita sebagai pasangan dipersatukan memang untuk saling melengkapi. Jika kau terlalu sempurna maka bagian mana yang harus aku lengkapi? Dan bisa saja dengan kesempurnaanmu itu, kau malah membuangku,” sinis Evelyn di kalimat terakhirnya yang malah membuat Kenrick terkekeh mendengar ucapan wanitanya tersebut.


“Aku tidak akan pernah membuangmu. Jika aku laki-laki sempurna, maka aku akan menyempurnakan kekuranganmu. Hingga orang akan iri melihat pasangan yang sempurna seperti kita,” tegas Kenrick yang rasanya kini membuat Evelyn melambung tinggi dengan kupu-kupu yang berterbangan mendengar ucapan Kenrick yang begitu manis tersebut.


“Ah iya, untuk apa kau melakukan semua ini? Padahal kita akan segera mengadakan pesta pertunangan,” ucap Evelyn dengan kerutan di keningnya.


“Aku hanya ingin melakukannya dengan tulus, agar kau tak berpikir aku melakukannya untuk formalitas,” ucap Kenrick yang begitu tepat sasaran seolah laki-laki tersebut bisa membaca pikirannya.


Setelahnya mereka melanjutkan obrolan mereka dengan sesekali bercanda dan tertawa bersama menikmati waktu makan malam mereka bersama.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita teman aku yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.