
Evelyn kini tengah duduk di dekat danau buatan yang berada di taman tengah rumah nya. Sebelumnya ia jarang ke tempat ini. Danau tersebut berada di bagian tengah mengingat mansion Kenrick memang memiliki arsitektur yang melingkah dengan bagian tengah yang dijadikan taman dan danau buatan.
Sebelumnya Evelyn hanya pernah melihatnya dari atas kamar mereka. Dan kini akhirnya Evelyn memutuskan untuk pergi ke taman tersebut sambil menikmati udara segar di taman. Evelyn kini memilih untuk duduk di paviliun sambil menikmati teh juga buah miliknya.
“Sudah begitu sore, apa Kenrick belum pulang?” tanya Evelyn pada pelayannya yang kini menemaninya di paviliun taman tersebut.
“Belum Nyonya, jika sudah datang. Pasti Tuan langsung mencari Anda,” ucap Vira yang membuat Evelyn mengangguk mendengar ucapan dari pelayan yang dulunya merupakan wanita Kenrick itu.
Evelyn kini memilih untuk memainkan ponselnya untuk melihat-lihat media sosial karena terlalu bosan karena tak ada yang ia lakukan. Hingga ia tak sengaja melihat sebuah foto anjing yang terlihat begitu lucu. Ia jadi ingin memeliharanya.
“Aku akan mengatakan pada Kenrick untuk memelihara anjing,” ucap Evelyn dengan senyumannya sambi melihat foto-foto anjing yang berada di akun tersebut.
Para pelayannya kini hanya diam saja sambil memperhatikan apa yang Evelyn lakukan. Tak ingin ikut terlibat dengan Evelyn jika mereka tak diajak berbicara, begitu sopan karena tak ingin mengganggu ketengan Nyonya rumahnya itu.
“Wah kucing ini juga begitu bagus, sepertinya aku juga harus memelihara kucing,” ucap Evelyn yang kini kembali tersenyum.
Tangannya untuk bergulir menjelajahi media sosial nya. Sesekali melihat barang-barang lucu untuk bayi membuat mata nya begitu berbinar. Evelyn bahkan terus tersenyum dengan begitu lebar nya melihat barang-barang tersebut. Terlalu tergoda dengan barang tersebut akhirnya Evelyn langsung memakainya.
Perkembangan teknologi yang semakin canggih kini memang membuat semua menjadi mudah. Bahkan untuk berbelanja kini mereka tak perlu repot untuk pergi ke toko ataupun mall. cukup dengan memesannya melalui ponsel saja mereka sudah bisa menikmati layanan pesan antar dengan mudah.
“Nyonya. Kau di sini? Aku mencarimu dari tadi dan kau ternyata ada di sini,” ucap Steve yang baru saja datang dengan membawa sebuah kotak dan langsung meletakkan kotak tersebut di depan Evelyn.
Evelyn yang bingung mengerutkan keningnya bingung sedangkan Steve kini tengah meminum teh yang berada di atas meja. Karena memang tersedia banyak gelas di sana dan teh yang berada di teko.
“Apa ini?” tanya Evelyn menaikkan sebelah alisnya bingung melihat kotak di depannya itu.
“Paket untuk mu. Aku tak tahu jika belakangan ini kau sudah belanja online,” ucap Steve yang membuat Evelyn mengangguk dan tersenyum. Tanpa ada rasa curiga sedikitpun pada paket tersebut karena memang belakangan ini Evelyn sering berbelanja online dan ia berpikir jika itu memang pesanan miliknya.
“Aku begitu malas untuk keluar dan berbelanja akhir-akhir ini dan aku banyak melihat barang lucu di online jadi aku membelinya,” jelas Evelyn yang membuat Steve menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Nyonya rumahnya itu.
“Tapi tadi kau berbelanja dengan Sean,” ucap Steve yang kini malah memicingkan matanya curiga pada Evelyn yang kini hanya memutar bola matanya mendengar ucapan Steve yang seolah mencurigakan.
“Sean sedang dilema jadi aku mengajak nya jalan-jalan,” jelas Evelyn yang kini semakin membuat Steve penasaran mendengar ucapan Evelyn.
“Ada apa dengannya? Tadi saat di depan juga aku melihatnya terlihat berbeda,” ucap Steve.
Tadi ia sudah bertanya pada Sean namun laki-laki itu malah hanya menatapnya dengan datar. Karena merasa takut akhirnya Steve tak lagi bertanya dan memilih untuk pergi meskipun sebenarnya ia masih penasaran. Karena Evelyn yang membahasnya ia jadi penasaran kembali sekarang dan memutuskan untuk bertanya pada Evelyn.
“Hanya sedang ada pikiran saja,” jelas Evelybn yang kini membuat Steve berdecak mendengar nya karena Evelyn yang berusaha menutupi darinya. Namun karena tak ingin untuk mendesak Nyonya nya itu akhirnya ia memilih diam saja.
Steve masih setia berada di sisi nya sambil menikmati waktu istirahat nya. Laki-laki tersebut pasti kini tengah lelah mengingat ia sudah bekerja dari pagi karena tugas yang diberikan oleh Sean.
“Aku berencana akan memelihara kucing dan anjing,” ucap Evelyn membuka pembicaraan setelah dari tadi mereka hanya diam saja.
Steve mengerutkan keningnya. Lalu Evelyn menunjukkan foto hewan yang sedari tadi menarik perhatiannya.
“Internet seperti ini sepertinya sangat tidak cocok dengan mata Anda Eve,” ucap Steve yang justru kini membuat Evelyn menaikkan sebelah alisnya mendengar ucapan dari Steve.
“Jika kau suka kau langsung membelinya. Bukankah Tuan bisa bangkrut karena matamu itu?” tanya Steve yang kini justru membuat Evelyn terkekeh mendengar ucapan Steve.
“Apa Kenrick bisa miskin hanya dengan membeli kucing atau anjing?” sinis Evelyn yang mendapatkan gelengan dari Steve yang kini ikut terkekeh mendengar ucapan Evelyn.
“Siapa yang tahu kau malah melihat indah nya kapal pesiar dan kau justru menginginkannya,” ucap Steve dengan tawanya.
Mendengar ucapan Steve kini Evelyn terdiam dalam waktu yang cukup lama. Steve kini bahkan menghentikan tawanya saat melihat Evelyn yang terdiam. Kini ia seperti merasa jika ia sudah salah berbicara.
“Setelah mendengar ucapanmu aku jadi ingin membelinya. Aku akan memintanya nanti pada Kenick,” ucap Evelyn dengan begitu santainya kini justru membuat Steve memelototkan matanya mendengar ucapan Evelyn yang terdengar begitu mudah untuk Evelyn mengucapkan nya.
Jika Kenrick tahu usulan ini darinya sepertinya ia bisa berada dalam bahaya. Steve jadi berpikir untuk hati-hati dalam berbicara mulai sekarang.
“Tidak perlu membeli sesuatu yang tidak perlu Nyonya,” ucap Steve yang berusaha untuk menenangi dengan senyuman nya.
“Nyonya ini cutter nya,m” ucap Vera yang baru datang dan segera memberikan apa yang Evelyn minta untuk nya.
“Tak perlu khawatir Steve. Aku hanya bercanda,” ucap Evelyn yang merasa terhibur dengan wajah Steve yang terlihat ketakutan.
Evelyn kini memilih untuk membuka kotak di depannya itu dengan senyumannya. Ia jadi tak sabar melihat barang apa yang datang. Namun saat Evelyn membuka nya, Evelyn langsung melemparkan kotak tersebut.
“Akhir,” teriak Evelyn sambil berdiri. Steve yang terkejut juga ikut berdiri.
Dan kini dapat ia lihat tangan Evelyn yang sudah penuh dengan darah. Para pelayan Evelyn yang melihatnya pun tak kalah terkejutnya. Mereka segera menghampiri Evelyn dan melihat tangan Evelyn. Berbeda dengan Steve yang kini langsung mengambil kotak tersebut yang ternyata penuh dengan kaca. Bahkan di bagian dalam kotak seperti di bungkus dengan kaca.
Jelas ini adalah teror.
***