Mafia's woman

Mafia's woman
Sarapan Pagi



Mansion mewah yang sudah lama tak pernah Evelyn lihat kini akhirnya ia lihat juga. Mansion mewah dengan banyak pilar besar yang kini menjulang di depannya terlihat begitu megah. Setelah perjalanan yang begitu lama kini akhirnya mereka sampai di mansion Kenrick yang berada di Las Vegas.


Sesuai yang telah mereka rencanakan untuk kembali ke Las Vegas saat selesai dengan urusan Karel. Kini mereka akhirnya sampai juga di Mansion Kenrick. Rasanya kini Evelyn sudah begitu lelah. Apalagi dengan perutnya yang semakin membesar.


Tak terasa, waktu begitu cepat berlalu. Hingga usia kandungannya kini sudah memasuki awal 6 bulan saja. Tak terasa hanya tinggal kurang dari 4 bulan saja mereka akan bisa melihat anak yang sudah mereka tunggu-tunggu kehadirannya.


“Nyonya, selamat datang kembali,” ucap Sean yang kini menyambut mereka dengan senyumannya saat melihat kedatangan Evelyn juga rombongan.


“Terima kasih Sean. Lama tidak bertemu sepertinya kau semakin kurus saja Sean. Kau harus makan yang banyak Sean, perhatikan kesehatanmu,” ucap Evelyn yang mulai memberikan nasihat pada Sean. Bahkan kini wanita itu baru saja datang namun sudah begitu keras pada bawahannya itu.


Sean yang mendengar ucapan Evelyn hanya terkekeh sambil menganggukkan kepalanya. Akhir-akhir pekerjaannya begitu menumpuk sehingga ia sering melupakan makan juga istirahat nya. Kenrick yang melihat interaksi keduanya hanya bisa memutar bola matanya malas sambil menghembuskan nafasnya kasar. Rasa cemburu nya tak dapat ia sembunyikan.


 “Ayo masuk, kau harus istirahat. Kau pasti lelah,” ajak Kenrick yang mulai gerah sendiri melihat interaksi antara Sean juga Evelyn yang kini semakin dekat.


Meskipun ia tahu baik Sean ataupun Evelyn tak akan mengkhianatinya namun tetap saja, ia rasanya begitu cemburu melihat Evelyn bersama dengan Sean. Tak dapat disembunyikan Kenrick tetap saja merasa takut. Namun ia tak akan perhitungan dengan Sean ataupun Evelyn, selama mereka masih di batas wajar.


“Sean, aku masuk dulu,” ucap Evelyn sambil melambaikan tangannya pada Sean. Lalu setelahnya segera pergi bersama dengan Kenrick memasuki kamarnya untuk istirahat. Karena ia juga sudah begitu lelah setelah penerbangan selama hampir enam jam rasanya ia kini begitu lelah. Sepertinya ia terkena jet lag.


“Kenrick besok sepertinya kita harus check up dan mengatur ulang jadwal kelas kehamilan juga olah raga ibu hamil,” ucap Evelyn mengingatkan pada suaminya tersebut saat mereka baru saja memasuki kamar mereka.


 “Aku akan mengantarmu, tapi setelah aku mengurus urusan kantor. Kau tahu kita pindah secara mendadak bukan? Jadi aku harus mengurus pemindahan direktur kemarin untuk kembali ke New York,” ucap Kenrick menjelaskan yang Evelyn balas dengan anggukan semangat.


Ia mengerti, pasti karena keputusannya ini membuat mereka jadi begitu sibuk. Jadi tentu Evelyn akan mengerti bagaimana posisi suaminya itu.


“Terima kasih Kenrick,” ucap Evelyn sambil memeluk Kenrick dengan begitu erat lalu segera melepaskannya dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai membersihkan tubuhnya. Barulah Evelyn berjalan ke arah ranjang untuk mengistirahatkan tubuhnya. Sedangkan Kenrick sekarang bergantian untuk membersihkan tubuhnya.


Evelyn rasanya sudah begitu lelah. Hingga baru saja ia merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya. Evelyn langsung masuk ke alam mimpinya.


Kenrick yang baru saja selesai dengan kegiatannya langsung menoleh ke arah Evelyn dengan senyumannya melihat istrinya itu yang sudah tertidur dengan begitu lelapnya. Kenrick mengecup puncak kepala Evelyn lembut lalu segera ikut masuk ke dalam pelukan istrinya itu dan ikut memasuki alam mimpinya.


***


Pagi-pagi sekali kini Evelyn kini sudah bangun. Bahkan wanita tersebut kini ikut menyiapkan sarapan bersama dengan para chefe yang memang sengaja Kenrick kerjakan untuk mengurus dapur di rumahnya. Para chefe ataupun pelayan sedari tadi mengawasi Evelyn, karena takut terjadi sesuatu pada Nyonya rumah mereka. Jika terjadi sesuatu pada Evelyn bisa dipastikan Kenrick akan begitu marah pada mereka.


“Nyonya, biar saya saja yan melakukannya,” tawar seoaran chefe perempuan dengan taklut-takut saat melihat Evelyn yang kini tengah memotong-motong kentang yang akan ia gunakan sebagai Home fries.


Wanita hamil tersebut kini bahkan terlihat begitu lues dalam mengolah masakannya namun tetap saja para pelayan juga koki yang mengawasinya begitu waspada. Ia masih tak ingin untuk mati sekarang jadi lebih baik mereka mengawasi Nyonya rumah mereka dengan baik.


“Nyonya, tak perlu membuat terlalu banyak. Biar kami yang menyiapkan sarapan untuk yang lain. Nyonya hanya perlu memasak untuk Nyonya dan Tuan saja. Jika Nyonya mau biar kami juga yang memasak untuk Anda dan Tuan Nyonya,” ucap koki perempuan tersebut yang Evelyn balas dengan gelengan.


“Kalian terlalu banyak berbicara. Lebih baik kalian membantuku untuk memotong kentang nya. Ini biar aku yang memasak nya,” ucap Evelyn sambil membawa kentang yang sudah ia potong-potong ke arah kompor untuk mulai memasaknya.


Di lain tempat kini Kenrick merabah sampingnya. Namun saat tak mendapati istrinya di sana dengan segera laki-laki tersebut membuka matanya dan benar saja Evelyn sudah tak ada di sampingnya.


Laki-laki tersebut segera bangun dari posisi nya dan berjalan ke arah luar kamar. Namun ternyata disana juga tak ada pelayan Evelyn yang membuat Kenrick menghela nafasnya lega.


Berpikir jika Evelyn sedang jalan-jalan karena pelayannya pun tak ada di sana. Akhirnya Kenrick memutuskan untuk menuju ke arah kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.


Evelyn kini sudah selesai dengan cara memasaknya. Kini ia tengah menghidangkan makanan diatas meja makan.


“Wah, wangi sekali,” ucap Sean yang baru saja datang dan berjalan ke arah Evelyn dengan senyumannya.


“Duduklah, aku juga menyiapkan sarapan ini untuk mu. Kau harus mencobanya karena aku yang memasaknya,” ucap Evelyn dengan senyumannya yang membuat mata Sean memelotot mendengarnya. Dengan semangat laki-laki tersebut mulai mencoba makanannya.


“Enak. Kau ternyata juga jago memasak?” tanya Sean yang malah membuat Evelyn terkekeh mendengarnya.


“Apa ini?” tanya Steve yang baru saja datang dan menatap meja makan yang kini sudah tersaji empat piring berisi sarapan yang sudah disediakan.


“Duduklah. Aku juga menyiapkan untuk mu,” ucap Evelyn yang mendapatkan senyuman lebar dan begitu semangat dari Steve yang langsung duduk di samping Evelyn.


“Makanan kali ini begitu khusus. Karena Nyonya yang memasak nya sendiri,” ucap Sean yang membuat Steve memelotot mendengarnya. Ia cukup terkejut karena ternyata Nyonya rumahnya itu juga bisa memasak.


“Ini sangat enak Eve,” ucap Steve yang membuat Evelyn hanya tersenyum mendengarnya.


“Ada apa ini? Mengapa begitu ramai?”bedanya Kenrick yang baru saja datang dengan pakaian formal nya.


Laki-laki tersebut kini sudah terlihat begitu tampan dengan jas nya yang kini dikesampingkan di lengannya dan dasi nya yang belum terpasang dan kancing bagian atas nya yang terbuka. Melihat kedatangan suaminya itu, Evelyn tersenyum dengan begitu lembut.


“Duduklah. Aku memasak sarapan untuk kalian,” ucap Evelyn yang kini membuat Kenrick menatap istrinya itu dengan tatapan terkejut.


“Siapa yang memperbolehkan mu melakukannya?” marah Kenrick yang baru saja duduk di tempatnya kini bahkan sudah berdiri kembali dan menatap tajam pelayan yang hanya menundukkan kepalanya takut.


“Sudah lah Kenrick, tak perlu marah. Aku yang menginginkannya,” ucap Evelyn sambil menarik Kenrick agar laki-laki itu kembali duduk di tempatnya semula.


“Tidak. Kau tak boleh melakukannya lagi. Aku tak ingin jika kau sampai kenapa-napa karena memasak, dapur sangat berbahaya,” ucap Kenrick memperingati yang membuat Evelyn mengangguk sambil tersenyum.


“Baiklah. Sudah tak perlu marah lagi. Lebih baik kau segera memakannya,” ucap Evelyn yang untuk kali ini lebih memilih untuk mengalah. Hari masih pagi jadi ia tak ingin ada keributan. Disaat seperti ini memang lebih baik mengalah saja.


***