Mafia's woman

Mafia's woman
Menyembunyikan Fakta



Jam sudah menunjukkan pukul 6.00 PM, tapi Kenrick masih belum datang membuat Evelyn begitu khawatir dengan keadaan laki-laki tersebut. Ucapan Maxi terus saja berputar di kepalanya yang membuat ia semakin mengkhawatirkan laki-laki tersebut.


“Kemana saja laki-laki itu,” cemas Evelyn yang sedari tadi tidak bisa tenang karena Kenrick yang baru saja pulang. Biasanya laki-laki tersebut akan pulang pukul 4.00 atau jika akan lembut dia selalu mengabari Evelyn, namun sampai sekarang laki-laki tersebut tak kunjung memberinya kabar.


Dengan gelisah Evelyn terus mengganti saluran televisi tanpa melihat apa yang di tampilkan layar kaca itu. Suara deru mobil membuat Evelyn segera berjalan ke arah depan, bertepatan dengan Evelyn yang hendak membuka pintu utama, pintu tersebut sudah lebih dulu terbuka.


“Kenrick,” panggil Evelyn saat melihat kedatangan Kenrick, Evelyn segera berlari ke arah laki-laki tersebut lalu mencium laki-laki tersebut mengungkapkan rasa leganya karena Kenrick sudah pulang. Hal itu tentu saja membuat Kenrick mengerutkan keningnya bingung melihat reaksimu.


“Ada apa, Sayang?” tanya Kenrick dengan kening yang berkerut bingung setelah ciuman mereka terlepas. Tak biasanya Evelyn akan bersikap seperti itu, meskipun sudah mengungkapkan perasaannya namun wanita tersebut masih bersikap cuek padanya tentu saja tingkah Evelyn sekarang membuatnya bingung.


"Tidak, aku hanya mengkhawatirkanmu,” ucap Evelyn pada Kenrick yang membuat Kenrick tersenyum mendengarnya karena Evelyn yang mengkhawatirkannya.


Di belakang Kenrick, Sean berdiri dengan mengalihkan pandangannya tak ingin menatap kemesraan kedua atasannya tersebut. Merasa hanya akan mengganggu kemesraan tersebut Sean memutuskan untuk pergi dari sana.


“Tuan saya pergi dulu,” pamit Sean yang sama sekali tidak di hiraukan oleh Kenrick jadi ia memilih untuk segera pergi dari sana.


“Hahaha! Aku sangat senang mendengar itu. Seandainya aku bisa mendengarnya setiap hari,” ucap Kenrick dengan tawanya yang sama sekali tidak Evelyn hiraukan. Kini ia masih menatap Kenrick dengan tatapan serius dan khawatirnya yang belum sepenuhnya luntur.


"Kenrick, apa kau baik-baik saja?” tanya Evelyn masih dengan khawatir pada Kenrick. Mendengar kekhawatiran Evelyn, laki-laki tersebut menangkup bahu Evelyn sambil tersenyum dengan begitu manis dan menenangkan pada wanita di depannya tersebut.


“Aku baik-baik saja. Lagi pula kenapa kau terlihat begitu khawatir? Ini bukan pertama kalinya aku pulang malam,” ucap Kenrick dengan kerutan di keningnya melihat Evelyn yang terlihat begitu khawatir.


"Apa yang salah? Aku hanya mengkhawatirkanmu saja. Apa tidak boleh?” tanya Evelyn dengan sinisnya. Lihatlah kini sikap wanita tersebut sudah kembali lagi seperti semula yang membuat Kenrick hanya bisa menggeleng melihatnya.


“Tidak salah. Hanya tidak biasa saja,” ucap Kenrick yang masih mempertahankan senyumannya. Yang malah membuat Evelyn berdecak melihatnya.


“Kau juga tak biasanya pulang terlambat tanpa memberitahu aku, membuat ku khawatir saja,” rutuk Evelyn melampiaskan kekesalannya pada laki-laki di depannya tersebut.


“Baiklah aku minta maaf, lain kali aku tak akan mengulanginya lagi dan akan selalu memberi kabar jika terlambat satu menit saja. Kau tak perlu merajuk. Ayo ke kamar,” ajak Kenrick. Kenrick merangkul pinggang Evelyn membawa wanitanya tersebut menuju kamar kalian. Evelyn pun memeluknya dari samping, menghirup wangi bercampur keringat Kenrick yang sangat khas.


Saat sampai di kamar mereka, Evelyn mendudukkan tubuhnya di kursi dekat jendela yang memperlihatkan indahnya kota di malam hari. Kenrick kini tengah membersihkan tubuhnya sambil berendam untuk menghilangkan lelahnya.


"Apa aku harus menanyakannya pada Kenrick? Tapi laki-laki itu terlihat begitu lelah,” tanya Evelyn yang tengah bermonalog pada dirinya sendiri, memikirkan ucapan Maxi juga masalah yang tengah Kenrick hadapi. Evelyn ingin jika Kenrick bisa berbagai beban dengannya karena menurutnya itulah tugas seorang pasangan. Saling melengkapi dan berbagai beban.


Evelyn terus memikirkan hal tersebut antara bertanya atau tidak. Tanpa Evelyn sadari ternyata Kenrick sudah selesai dengan kegiatannya dan kini laki-laki itu tengah berjalan ke arah Evelyn dengan handuk di tangannya.


“Keringkan rambutku, Sayang,” pinta Kenrick membuyarkan lamunan Evelyn, sambil mengulurkan handuk yang ia bawa. Malas mengambil head layer akhirnya Evelyn hanya mengambil handuk kecil yang Kenrick sodorkan untuk mengeringkan rambutnya. Kenrick segera duduk di bawah Evelyn dengan begitu manis.


"Kenrick,” panggil Evelyn dengan ragu. Wanita tersebut menghentikan ucapannya yang membuat Kenrick mengerutkan keningnya karena Evelyn masih saja diam tanpa melanjutkan ucapannya.


“Kenapa sayang?” tanya Kenrick dengan lembut agar Evelyn melanjutkan ucapannya.


"Mengapa kau belakangan ini terlihat sibuk?” tanya Evelyn masih dengan mengeringkan rambut Kenrick dengan begitu lihainya.


“Bukankah aku sudah mengatakan, jika hanya masalah pekerjaan,” ucap Kenrick yang tak ingin jika Evelyn kembali membahas masalahnya itu. Evelyn menghembuskan nafasnya, karena Kenrick yang masih belum terbuka padanya dan masih menutupi tentang masalah yang tengah dihadapi..


"Kau yakin? Kau sedang tidak menyembunyikan apapun dariku?” tanya Evelyn dengan tatapan curiganya pada Kenrick. Evelyn bahkan menghentikan gerakan tangannya yang tengah mengeringkan rambut laki-laki di depannya tersebut.


“Ada apa denganmu hari ini Evelyn?” tanya Kenrick merasa curiga jika ada yang tidak beres dengan wanitanya tersebut.


"Aku baik-baik saja,” ucap Evelyn datar dan melanjutkan kegiatannya untuk mengeringkan rambut Kenrick. Namun kini sikap Evelyn begitu berubah. Bahkan kini Evelyn sudah berubah menjadi dingin.


"Lihatlah, bagaimana hubungan ini akan baik-baik saja. Jika kita tak saling percaya dan terbuka?” tanya Evelyn dengan helaan napas lalu segera pergi dari sana. Namun Kenrick malah menahannya hingga Evelyn terjatuh dalam pangkuan Kenrick yang sudah duduk di tempat Evelyn tadi.


"Kenrick, lepaskan aku,” marah Evelyn pada Kenrick. Ia cukup kecewa pada Kenrick yang tak mau jujur dan terbuka padanya.


“Bagaimana jika aku tak ingin?” tantang Kenrick yang sudah berhasil mengendalikan emosinya. Kini laki-laki tersebut menatap Evelyn dengan tatapan menggodanya.


"Kenrick, apa yang kau inginkan?” tanya Evelyn kesal karena Kenrick tak juga melepaskannya meskipun ia sudah meronta agar di lepaskan.


“Dirimu,” birisk Kenrick dengan nada sensualnya sambil meniup telinga Evelyn yang membuat wanita tersebut meremang karena ulah laki-laki tersebut.


"Ck jangan macam-macam Kenrick, cepat lepaskan aku,” paksa Evelyn dengan tegasnya.


“Bagaimana jika aku tak mau?” tantang Kenrick dengan seringainya yang masih saja menahan Evelyn dalam pangkuannya.


"Kenrick,” panggil Evelyn dengan suara yang dibuat sekecil mungkin.


“Yes, Baby,” jawab Kenrick yang malah membuat jantung Evelyn rasanya tak aman saat ini saat mendengar bagaimana laki-laki tersebut memanggilnya dengan begitu lembut dan sensual. Kenrick mendekatkan wajahnya padamu hendak mencium Evelyn. Evelyn memejamkan matanya menerima ciuman Kenrick yang begitu lembut.


“Evelyn aku benar-benar menginginkanmu malam ini,” ucap Kenrick yang sudah tak bisa lagi menahan gejolak dalam tubuhnya yang meminta untuk segera dipuaskan.


"Kenrick aku….” ucapan Evelyn terhenti karena ia yang tak mampu untuk melanjutkan ucapannya lagi.


“Kenapa? Bukankah kita sudah pernah melakukannya?” ucap Kenrick yang masih saja memaksa Evelyn agar wanita tersebut mau untuk menerima permintaannya.


"Aku malu,” ucap Evelyn pelan yang masih bisa didengar oleh Kenrick. Mendengar ucapan gadis tersebut membuat senyuman Kenrick terbit di wajah laki-laki tersebut. Merasa gemas dengan tingkah Evelyn.


“Percayalah padaku,” ucap Kenrick meyakinkan.


Setelah mengatakan hal tersebut Kenrick langsung membawa Evelyn ke arah ranjang dan menggagahi wanitanya tersebut. Mencapai kenikmatan mereka.


***


Thanks For Reading All.


Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Jangan lupa buat Vote, komen, dan like ya.


Tambah ke perpustakaan dan jangan lupa buat Follow akun ku ya.


Bentar deh aku juga bawa cerita temen aku nih, selagi nunggu kisahnya yang Evelyn dan Kenrick yang begitu penuh tantangan dan perdebatan ini. Mending kalian juga mampir ke cerita teman aku yang gak kalah bagusnya, cerita yang tentunya akan bikin kalian betah di sana, tapi jangan lupa buat balik ke cerita aku ini ya, wkwk.


So jangan lupa mampir ya. Mampir juga ke karya aku yang lain guys.


See you next chapter all.