
setelah selesai mengerjakan pekerjaannya mel langsung menyegarkan tubuhnya dengan mandi kemudian makan malam seorang diri. kemudian ia mendapat chat dari abizar yang mengatakan esok siang mereka akan ke butik untuk merancang gaun pengantin yang akan mel kenakan disaat mereka menikah nanti.
mel pun membuka beberapa referensi gaun pengantin melalui internet. tapi ia tidak menemukan yang pas sesuai impiannya sejak lama.
ia pun mencari secarik kertas sketsa yang pernah ia buat dan ia simpan dilaci nakas yang ada disamping tempat tidurnya. ia masih ingat ada kertas yang terlipat disebuah buku diary berkunci tersebut dengan motif bergambar hello kitty . sketsa yang pernah ia buat saat masih kecil. mel membuatnya saat ia menonton tv bertema tuan putri dan ia ingin menjadi tuan putri suatu saat nanti. mel lalu mengambil kunci tersebut di keranjang kecil yang ada di atas meja riasnya. setelah menemukan kunci tersebut ia membuka buku diary tersebut. dan sketsa itu masih berada disana dan masih terlihat rapi disela lembar diary.
"aku mau jadi tuan putri dipernikahanku dengan gaun ini dan mas abi jadi pangerannya" batin mel
mel mengambil sketsa tersebut dan menyimpannya ditasnya.ia berniat akan menunjukkan pada disainer besok. ia ingin perancang busana tersebut mengabulkan impiannya.
setelah menemukan dan menyimpan sketsa tersebut kemudian ia membaringkan tubuhnya dan seketika ia sudah terlelap.
pagi harinya seperti biasa mel disibukkan dengan pekerjaannya begitu juga dengan abizar. mel hanya mengirim abizar chat ucapan selamat pagi sambil menyendokkan nasi goreng kemulutnya.
waktu terus berjalan mel masih sibuk membalas chat para pelanggannya. bahkan ia tidak menyadari kedatangan abizar.gadis itu masih tetap fokus pada layar laptopnya. hingga suara sejalan menyadarkan gadis cantik itu.
ehemmm!!
mel memutar kirinya dan melihat ternyata abizar sudah ada disana.
"mas sudah lama" ucap mel
"baru saja, kau begitu serius menatap laptopmu itu" ucap abizar sambil menarik bangku untuk duduk didekat mel
"banyak orderan mas, ibu-ibu PKK kecamatan memesan baju seragaman" ucap sambil meregangkan badannya.
"tapi sayang kau harus jaga kesehatan" ucap abizar
"oya apa hari ini kita jadi kebutik" ucap mel
"tentu saja jadi sayang, aku ingin kau melihat dan mencoba gaun yang ada disana" ucap abizar
"aku mandi dulu ya mas, rasanya sangat gerah sekali hari ini" ucap mel
"aku mau ikut" ucap abizar menggoda mel
"no" ucap mel singkat kemudian bangkit dari kursinya
"nanti setelah menikah aku ingin setiap hari m•ndi bersamamu" ucap abizar
"terserah" ucap mel lalu berlalu menuju kamarnya dan tidak lupa menguncinya.
setelah melihat mel masuk abizar juga bangkit dan menuju kamar mel. ketika ia mencoba membuka handel pintunya ternyata gadis itu tidak lupa mengunci pintunya.
"s•al, kenapa dia selalu ingat mengunci pintu kamarnya" batin abizar.
setelah menunggu beberapa saat mel keluar dari kamarnya, ia melihat abizar sudah berdiri didepan pintu kamarnya.
"mas, sedang apa? " ucap mel
"aku tadinya mau mendobrak pintu kamarmu, karena kau selalu mengunci kamarmu" ucap abizar.
"kenapa harus didobrak"ucap mel
"karena aku bagaikan suami yang terusir dari kamar" ucap abizar
"mas belum suamiku jadi tidak boleh masuk kekamarku" ucap mel
"tapi duluan aku pernah tidur Dikamarmu kenapa sekarang tidak boleh" ucap abizar
"dulu itu ada orang yang hujan-hujanan seperti anak kecil lalu pingsan dan menyusahkanku" ucap mel.
"kau tega sekali sayang mengatakan itu padaku" ucap abizar
"itu kenyataan mas, ya sudah ayo kita keburu sekarang sebentar lagi jam macet" ucap mel
"tapi kita makan siang dulu ya" ucap abizar
"ya mas, aku ingin makan nasi padang" ucap mel
"ok" ucap abizar singkat.
mereka pun menuju rumah makan Padang langganan mel sesampai disana mereka memesan beberapa menu dan gadis itu makan dengan lahap sampai nasibnya berwarna merah karena cabai yang banyak yang mel letakkan dipiringnya.
"awas saja saat dibutik perutmu sakit" ucap abizar
"aku sudah baca bismillah sebelum makan sayang, jadi aman" ucap mel
"apa ada yang ketinggalan" ucap abizar
"aku cari permen mas" ucap mel
"untuk apa" ucap abizar
"biar batasnya segar tidak bau rendang" ucap mel
"sini aku bisa membantu menghilangkannya" ucap abizar dengan akal l•ciknya
"bagaimana caranya" ucap mel
"sini mendekatlah" ucap abizar
"tidak mau" ucap mel yang sudah tau maksud abizar
"ya sudah" ucap abizar.
akhirnya mereka sampai sibutik tersebut. mereka turun dari mobil dan sedikit berjalan karena parkir sedikit jauh dari lokasi butik. mereka disambut ramah oleh karyawan butik tersebut.
"selamat datang tuan dan nona" ucap karyawan butik
abizar dan mel hanya menjawab dengan senyuman dan lalu mengatakan sudah membuat janji dengan wildan sang desainer. abizar dan mel dipersilahkan masuk keruangan bos mereka langsung. mel dan abizar disambut sangat antusias oleh sang desainer.
"selamat datang tuan abizar dan nona... " ucap wildan
"mel" ucap melati
"ini beberapa rekomendasi gaun terbaru dan terbaik kami tahun ini" ucap wildan sambil menunjukkan beberapa album foto berisi beragam model gaun pengantin.
"pilihkan yang terbaik untuk calon istriku" ucap abizar
"nona silahkan pilih, nanti kita akan coba fitting contoh gaun yang ada dibutik" ucap wildan
"apa kau bisa mendesign gaun impianku" ucap mel
"tentu saja nona, kami sangat senang bisa merancang sesuai keinginan klien kami" ucap wildan
mel pun membuka tasnya dan mengambil secarik kertas usang dan memberikan kepada sang perancang.
"ini gaun impianku apakah kau bisa mewujudkannya" ucap mel
"apakah nona yang membuat sketsa ini" ucap wildan
"ia aku yang membuatnya saat usiaku sembilan tahun" ucap mel
"wah, nona sangat hebat ini gaun yang luar biasa tapi apa boleh saya memberi saran" ucap wildan
"tentu saja" ucap mel
"bagaimana jika saya menambah kesan modern pada gaun ini" ucap wildan
"tentu saja boleh" ucap mel
"ok nona, nanti saya akan membuat sketsa baru dan akan memperlihatkannya kepada anda ketika sudah selesai" ucap wildan
"terima kasih" ucap mel yang begitu senang Karena sang perancang menerima masukan dan sketsanya.
"bagaimana sekarang kita coba gaun terbaru yang ada disini dan tuan abizar anda juga bisa mencoba jas rancangan kami" ucap wildan
"boleh juga" ucap abizar
"nanti kami akan mengabadikan foto kalian seperti foto prewedding" ucap wildan
"terima kasih" ucap abizar
mel ikut dengan sang perancang keruang ganti untuk membantunya memakai gaun terbaru butik tersebut, begitu juga dengan abizar ia akan mencoba jas milik butik tersebut. tidak berapa lama mel sudah siap dengan gaunnya dengan mahkota diatas kepalanya bak seorang putri. ketika abizar sedang fokus keponselnya membalas chat dari arnold. ia tidak menyadari ratunya sudah ada didepannya.
"tuan, nona mel sudah selesai" ucap wildan.
abizar mengalihkan pandangannya ke arah suara wildan. dan seketika jantungnya berdetak dan senyum tersimpul diwajahnya.
"dia pengantinku" ucap abizar.
melihat abizar yang semakin tampan dengan setelan jas rancangannya begitu juga mel yang begitu cantik dengan gaunnya. sang desainer langsung mengabadikan foto mereka berdua