CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
peri penyelamat



hari ini mel kembali kerutinitasnya menjadi reseller walau dengan produk yang berbeda dari sebelumnya. melayani pesanan secara online dan ataupun secara offline. mel sekarang juga menggunakan media sosial. mulai bisa beradaptasi dengan produk fashion. dan bulan ini mel sudah bisa membeli laptop baru untuk menunjang pekerjaannya.



mel juga memakai produk fashion tersebut. dan mel juga sekarang mulai percaya diri bergaya ala model untuk mempromosikan produk yang ia jual.ia begitu tenggelam dalam orderan pelanggan yang mulai membanjiri lapak barunya. suara bunyi chat datang bertubi-tubi ke media sosialnya ataupun keponselnya.para pelanggan mulai tertarik dengan lapak barunya bahkan pelanggan lamanya juga memesan. mel sangat bersyukur dan mulai bisa melupakan kejadian-kejadian yang menyakiti perasaan.


mel banyak mendapatkan dukungan dari tuan mandala, tari, arnold dan para pelanggannya.


"pokoknya aku tidak mau lagi dikenal karena hal yang tidak baik"ucapnya dalam hati.


pagi sampai dengan malam mel sibuk membalas chat orderan, mempacking pesanan pelanggannya, dan mengirim paket menggunakan jasa ekspedisi. ketukan pintu mengalihkan perhatiannya


"ya siapa"? tanya mel dari dalam rumah


"tari yang cantik" ucap tari.


"sibuk amat sampai aku chat dan panggilan telepon dariku kau acuhkan"ucap tari kesal


"maaf sayangku"ucap mel lalu memeluk sahabatnya itu.


"mel, sepertinya kau harus punya karyawan"ucap tari


"aku bisa melakukan semuanya sendiri ri"ucap mel.


"bagi-bagi rezekilah dengan orang lain, lagi pula kau bisa sakit karena kelelahan" ucap tari


"akan aku pikirkan"ucap mel cepat


"pokoknya aku tidak mau kau terlalu sibuk dan tidak membantu mempersiapkan pernikahanku


"ucap tari


"ia bawel"ucap mel sambil sambil mencubit hidung tari.


"iya, besok kau harus menemaniku untuk Photo prewedding"ucap tari


"tidak... tidak... aku tidak mau jadi nyamuk dan jomblo ngenes lagi"ucap mel menolak.


"please mel kau itu kan temanku yang cantik walau jomblo" ucap tari


"kau ini memuji setinggi langit lalu menjatuhkan aku digrobak cilok"ucap mel kesal


mereka kemudian tertawa terbahak dengan kekonyolan mereka. kedua gadis itu asik berbincang sampai lupa waktu bahkan char dan panggilan arnold tidak dipedulikan oleh tari. tunangan arnold itu hanya merasa sudah berpamitan itu sudah cukup. lalu arnold datang menjemput tari.


"ri... ri...!!!panggil arnold


"eh, sayang usah datang"ucap tari dengan senyum manisnya.


"sayang kenapa tidak menjawab telepon dan chatku aku khawatir sayang"ucap arnold


"maaf sayang aku sedang asik ngobrol dengan jomblo" ucap tari


"aku lagi... aku..lagi"ucap mel malas


"sayang, kau membuat mel ngambek lebih baik kita pulang ini sudah malam dan bunda juga khawatir padamu"ucap arnold


"baik sayang, dadada jomblo besok jangan lupa temenin aku ya sayang" ucap tari menggoda mel.


"kak ar lebih baik kau cepat menikahi gadis ini, lalu jadikan ibu rumah tangga yang banyak anak biar ga gangguin aku terus " ucap mel


"tentu aku akan buat dia punya banyak anak dariku"ucap arnold sambil tertawa.


"dasar pasangan gila, sepertinya kak ar ketularan gila dari tari"ucap mel dalam hati.


sedangkan ditempat lain. abizar dan perusahaan diambang kehancuran. para investor menarik sahamnya karena profit penjualan menunjukkan penurunan. banyak produk yang tidak laku dipasaran akibat skandalnya yang viral. abizar diambang kebangkrutan.masalah datang bertubi-tubi kepadanya bahkan ia belum berbaikan dengan papanya. egonya terlalu tinggi merasa dirinya tidak bersalah. apalagi dia melihat papanya dengan gadis itu membuatnya abizar menabuh genderang perang pada papanya dan gadis itu.


keesokan harinya mel sudah ditawan oleh arnold dan tari. bahkan pasangan ini sudah datang pagi-pagi sekali.


"hoam... eh kenapa kalian sudah datang sepagi ini"ucap mel sambil menguap


"ya dong preweddingnya kan seharian outdoor dan indoor diberbagai tempat " ucap tasya semangat.


"kalian berdua harus didenda karena mengganggu tidur orang, aku tidak mau ikut aku mau tidur"ucap mel sambil kembali menguap.


"mel yang cantik kau harus membantuku dan sekalian belajar saat kau menikah nanti. ucap tari


"aku tidak mau ribet sepertimu"ucap mel yang masih ngantuk


"mel, ayo donk kau tega terhadapku"ucap tari memelas.


"ok... ok...ibu peri akan kabulkan keinginanmu nak" ucap mel


"terima kasih ibu peri, mandi sana trus dandan yang cantik"ucap tari


"misi buk numpang tanya, yang mau prewedkan Ibuk kok saya yang dandan" ucap mel


"dasar kau ini"ucap tari.


hari ini cukup melelahkan dari ambil gaun dibutik, pergi kebridal untuk foto indoor, pergi kepantai untuk foto outdoor dan semua baru selesai pukul delapan malam. tari menghampiri mel.


"terima kasih mel kesayanganku" ucap tari


"ia cantik, kau sungguh serasi dengan kak ar cantik dan tampan". ucap mel sambil senyum kagum.


"ahh kau ini bisa saja, aku jadi malu" ucap tari


"oya ri, kenapa kau memutuskan menikah secepat ini, kenapa kau tidak menunggu kuliahmu selesai dan mendapatkan gelar doktermu ri" tanya mel.


"ahh lama mel"jawab tari


"kau ini ngebet sekali dengan kak ar" ucap mel


"kak ar itu cinta pertamaku mel. susah payah aku membuat pria dingin itu bertekuk lutut kepadaku, dia tidak menembak ku tapi melamarku" ucap tari


"kau benar-benar mencintainya ri"ucap mel


"tentu saja mel, walau kami jarang bersama dia sangat sibuk dan kaku baru-baru ini saja ia menunjukkan kebucinannya padaku" ucap mel


"sudah ku duga Kak ar jadi barbar karena tertular olehmu karena saat pertama aku bertemu dengan tunangannya itu dia kaku dan dingin"ucap mel


"karena cinta jadi ketularan gilanya mel, suatu saat kau pasti merasakannya dan juga akan bahagia "ucap tari.


"kak ar, aku pulang naik taksi saja ya aku ingin pergi kesesuatu tempat setelah ini" ucap mel


"biar kami mengantarmu mel" sambil menyuapi tari ucap kak ar


"tidak usah kak, sepertinya bakal lama aku ingin bertemu kak Ricky dicafenya "ucap alasan mel


"ya sudah kalo begitu, tapi ingat kau harus hati-hati"ucap arnold.


sebenarnya mel tidak berniat kemanapun setelah ini ia Hanya tak enak hati kepada pasangan ini yang terlihat sangat kelelahan.


"lebih baik aku pulang sendiri kalian mereka sudah kelelahan, tapi kenapa pasangan ini tetap mesra begini buat aku iri saja"batin mel


mel berpisah dengan tari dan arnold direstoran. mel lalu mengambil ponselnya disakunya lalu memesan ojek online. mel tidak mungkin jalan kaki tidak berapa lama ojek sampai mel naik diboncengan setelah sebelumnya memakai helm yang diberikan abang ojek padanya.


ditengah Jalan mel melihat sebuah mobil mewah yang sedang diikuti tiga sepeda motor melintas melewati mel.


"aku seperti mengenal mobil itu, tapi dimana"batinnya


tiga sepeda motor tersebut memberhentikan paksa mobil tersebut.


"pak ayo kita tolong"ucap mel


"wah rampok itu mbak saya takut Kita cari jalan lain aja " katanya sang ojol.


"saya turun disini saja pak, ini ongkosnya"ucap mel. dan ojek tersebut segera berlalu.


ia memperhatikan seseorang yang keluar dari mobil ternyata tuan galak yaitu abizar.


"ahh malas sekali aku menolongnya, tapi kasian juga" ucapnya mel dalam hati


mel lalu mengambil ponselnya lalu menghubungi arnold dan meminta arnold datang ketempat ini setelah menjelaskannya terlebih dahulu. ia berlari mendekat kearah dimana abizar berada. kawanan sepeda motor tersebut ingin merampok abizar. mereka memukuli abizar.


"hei....berhenti.. pergi kalian atau aku lapor polisi" ucap mel


"hei kau perempuan jangan ikut campur atau kau tau akibatnya"ucap salah satu perampok


"wah.. kau menyepelekanku beraninya main keroyokan"ucap mel


"kau punya nyali juga, kau juga cantik nanti kau dapat giliran sayang" ucap perampok lainnnya


"sayang kepalamu, sepertinya aku harus olahraga malam untuk melunturkan lemak ditubuhku" ucap mel maju sambil menggerakkan dan membunyikan lehernya


dan benar saja abizar melihat mel berani beradu dengan 6 orang seorang diri. abizar hanya terlihat diam karena seluruh arah tubuhnya sakit akibat pukulan perampok tadi.


gadis itu juga terkena tendangan diwajah dan perutnya. tetapi gadis itu tak menyerah walau terluka. hingga bisa melumpuhkan mereka. ia terduduk merasakan sakit. abizar menghampiri mel ingin membantunya. tiba-tiba salah satu perampok bangkit mengambil balok hendak mengarahkan pukulan kearah abizar.


awassss!! teriak mel dan bangkit menjadikan dirinya benteng untuk melindungi abizar.


seketika mel ambruk akibat pukulan balok mengenai kepala dan punggungnya hingga kesadarannya hilang dari belakang kepalanya mengeluarkan darah. saat salah satu perampok hendak melarikan diri. polisi datang bersama arnold meringkus kawanan perampok tersebut.


mel!!! ucap arnold sambil mengambil alih tubuh mel dari dekapan abizar. ia langsung menggendong mel membawanya ke mobil tanpa memperdulikan abizar.


arnold masih sangat kesal dan kecewa kepada abizar setelah mendengar pengakuan tari tentang apa yang dilakukan abizar pada mel beberapa waktu lalu. arnold juga sudah mengatakan semua kepada tuan mandala setelah mendengar semuanya pada tunangannya.


"mel bertahanlah, kakak akan membawamu kerumah sakit sekarang" ucap arnold kepada gadis yang tidak sadarkan diri. ia menyalakan mesin mobilnya dan melaju menuju rumah sakit sambil menghubungi tari.


abizar masih berdiri sambil terdiam ditempat tadi."Aq sudah berhutang nyawa pada gadis itu, dia menyelamatkanku"batinnya


"dimana mel, apa lagi yang kau lakukan pada gadis itu. tanya seseorang yang sangat abizar kenal suaranya sambil pria paru baya itu mencari keberadaan mel dan mendekat kearah abizar.


"dia dibawa kerumah sakit oleh arnold pa" ucap abizar pelan dan masih dalama rasa bersalahnya


"rumah sakit ???" ucap tuan mandala.


"dia terluka karena menyelamatkanku" ucap abizar.


"dasar anak tidak berguna, kenapa kau masih disini, apa kau tidak merasa bersalah sedikitpun kepadanya" ucap tuan mandala


"cepat antarkan aku kerumah sakit sekarang kalo terjadi sesuatu pada gadis itu aku benar-benar akan membunuhmu tak perduli sekalipun kau adalah anak kandungku "ucap tuan mandala.


dirumah sakit mel sedang ditangani oleh dokter dan para suster. arnold kini ditemani tari tunangan. lalu dokter keluar dari ruang IGD.


"bagaimana keadaan mel dok" ucap arnold


"gadis itu mengalami cedera parah dikepala terjadi pendarahan diotaknya akibat pukulan benda tumpul dan harus segera dilakukan tindakan operasi untuk menghentikan pendarahan yang terjadi diotaknya.ucap sang dokter.


"lakukan apapun untuk menyelamatkan gadis itu, aku akan menjamin segala biayanya" ucap tuan mandala yang tiba-tiba muncul".


"baik, saya akan berusaha menyelamatkan gadis itu tuan kami akan segera membawanya keruang operasi" ucap dokter dan berlalu dari mereka.


tiba-tiba tari menghampiri abizar


"kenapa kau selalu jahat kepada sahabatku, aku akan benar-benar membuat perhitungan padamu jika terjadi sesuatu pada mel"ucap tari mengungkapkan isi hatinya sambil menangis dan kembali ke arah arnold sambil terus menangis memeluk tunangannya menumpahkan kesedihannya.


pintu ruang IGD terbuka beberapa suster membawa brankat dimana seorang gadis yang terbaring tidak sadarkan diri dengan perban dipalanya dan beberapa alat medis yang melekat ditubuhnya menuju ruang operasi.


abizar menatap lekat gadis yang selama ini menjadi musuh besarnya malah menjadi peri penyelamat baginya.


Dilain sisi nyonya rossa dan katrine baru memasuki rumah sakit setelah mendapatkan kabar dari tuan mandala.


nyonya rossa menghentikan langkahnya saat melihat suaminya mengikuti brankat yang membawa seorang gadis yang sedang tidak sadarkan diri.


"pa, apa dia mel sigembul kita"ucap nyonya rossa.


"ya Ma gadis ini sigembul kita melati putih " ucap tuan mandala.


"pa, gadis ini yang menolong mama saat dirampok kemarin dan ia sempat terluka, dia mau dibawa kemana pa"ucap nyonya rossa yang sudah berlinang air mata sambil mengusap lembut pipi mel.


"dia akan dibawa ke ruang operasi ma, ada pendarahan diotaknya"ucap tuan mandala


"apa??? ucap nyonya tiada sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya ia tak percaya dengan apa yang sedang terjadi pada mel.


"maaf tuan dan nyonya pasien harus segera kami bawa keruang operasi"ucap seorang perawat menyelah.


"baik sus"ucap tuan mandala.


nyonya rossa berhambur kepelukan tuan mandala. ia begitu sedih mengetahui keadaan mel.


"pa dia peri penyelamat kita pa, demi mama demi abi dia rela terluka pa mama tidak bisa memaafkan diri mama jika terjadi sesuatu pada dirinya " ucap nyonya Rosa dengan sedihnya.