
karena dari kemarin abizar dan mel tidak jadi ke mall untuk melihat cincin dan segala persiapan pertunangan mereka. hari ini mereka memutuskan untuk pergi mencari segala keperluan mereka. mel mengajak serta orang tua baru baby audrey yaitu tari dan arnold. mel mengajak mereka karena lebih berpengalaman dan pasti lebih seru jika bisa pergi bersama para sahabat menurut mel. pukul sepuluh pagi abizar sudah sampai dirumah mel. mereka sarapan bersama mel membuat abizar omelet sosis keju.
"mmm ini enak sekali sayang" ucap abizar sambil menyendokkan omelet yang sudah ia potong sebelumnya kemulutnya
"terima kasih" ucap mel sambil tersenyum
"perutku pasti akan buncit setelah menikah karena kau pandai memasak" ucap abizar
"mas ini, masakanku biasa saja, Mama jauh lebih hebat dariku soal masakan" ucap mel
"oya sayang, kalau kita menikah kau ingin punya anak berapa" ucap abizar
"mmm aku ingin seorang anak perempuan dan seorang anak laki-laki" jawab mel
"kenapa sedikit sekali aku ingin punya lima anak" ucap abizar
"apa? mas tidak salah" ucap mel
"tidak sayang, aku ingin rumah kita ramai jadi setiap tahun kita harus punya bayi" ucap abizar santai
"kau saja mas yang hamil" ucap mel
"mana bisa aku hamil sayang itu tugasmu aku hanya membantu membuat adonannya" ucap abizar
"mas ini, malu dong kalo didengar orang" ucap mel
"kenapa harus malu sebentar lagi kita kan menikah" ucap abizar
"aku tidak mau terlalu banyak anak nanti aku jadi gend•t" ucap mel
"kau kan memang sudah gend•t dari dulu sayang kenapa kau malu" ucap abizar tanpa ia sadari
"apa? mas bilang aku gend•t" ucap mel mulai kesal
"ia sayang kau memang gend•t" ucap abizar sambil memasukkan suapan terakhir omelet dipiringnya sambil tersenyum.
"kau cari masalah denganku abizar, enak saja dia mengatai aku gend•t" batin mel
dan ia berlalu dari meja makan.
"astaga apa yang aku lakukan aku mengatakan mel gend•t tanpa sadar pasti ia sudah naik sasak padaku"batin abizar.
abizar menyusul mel, ia melihat mel mengambil p•sau panjang yang sepertinya masih baru dari lemari.
"apa yang mau dia lakukan, bawa pisau mau apa" batin abizar sudah cemas. mel mengarah ke arah abizar dengan p•saunya yang mengkilap itu.
"mas" ucap mel
"ia.... sayang, kau mau apa bawa-bawa p•sau begitu" ucap abizar mulai takut karena mel memainkan pisau kearahnya
"awas" ucap mel
"kau mau apa sayang" ucap abizar yang sudah keringat dingin dan mundur kebelakang karena mel maju kearahnya dan masih memainkan P•sau tersebut
"awas mas, kau menghalangi jalanku aku mau masak dan mengambil sayuran dikulkas" ucap mel menunjuk kulkas yang ada dibelakang abizar
abizar salah duga dan ia menghembuskan nafasnya dengan kasar ia menduga mel mengarahkan pisau ingin melukainya.tapi bagaimana mungkin mel tega melakukannya pikir abizar.
setelah berjibaku didapur akhirnya mel selesai masak dan membereskan dapurnya kemudian ia akan mandi. saat akan masuk kekamar.abizar memanggilnya
"mel, aku ingin minta maaf" ucap abizar
"minta maaf untuk apa" ucap mel
"untuk yang tadi aku mengatakanmu gend•t" ucap abizar
"ia" ucap mel
"kau masih marah"!ucap abizar
"tidak" ucap mel
"kenapa singkat sekali jawabnya, mel aku menyesal maaf ya sayang" ucap abizar
"ok" ucap mel
"sayang" ucap abizar
"aku mau mandi" ucap mel
"ikut" ucap abizar
mel langsung menjewer telinga abizar. ia sebenarnya masih kesal dengan abizar tapi mel sangat tidak sanggup marah dengan abizar dalam waktu yang lama.
"siap sayang, aku akan menunggu disini" ucap abizar takut
setelah selesai mandi dan bersiap mel dan abizar menuju rumah tari dan arnold untuk menjemput mereka. setelah menjemput arnold tari dan babynya mereka melaju ke arah mall.
hampir tiga puluh menit mereka pun sampai, tari memberikan Baby audrey ke mel.
"hei, apa-apaan ini kenapa audrey kau beri padaku" ucap mel
"kau kan mengajakku jadi kau yang gendong audrey selama kita belanja, anggap saja latihan jadi orang tua" ucap tari
"kau curang sekali" ucap mel
"mumpung ada baby sister gratis, mami mau me time" ucap tari lalu menggandeng arnold
"sudah berikan audrey padaku" ucap abizar
"apa mas bisa menggendong bayi" ucap mel
"tentu dengan bantuan baby wrap" ucap abizar
mel memberikan audrey kepada abizar. bayi itu tidak nangis dan tampak nyaman digendong abizar sambil menggandeng mel. kini abizar terlihat seperti hot daddy yang sedang menemani istri dan anaknya ke mall. semua orang yang melihat menyangka mereka adalah sebuah keluarga bahagia. sedangkan tari dan arnold entah pergi kemana meninggalkan baby audrey bersama mel dan abizar.
mel dan abizar menuju butik galeri diamond, ia berencana membeli sepasang diamond untuk pertunangan mereka. abizar meminta mel memilih sendiri diamond yang ia inginkan. dan pilihan mel jatuh pada sepasang cincin simple bermata satu.
"sayang, kenapa tidak memilih yang lebih mewah dan mahal" ucap abizar
"aku lebih suka ini mas simple dan lagi cincin dari mama juga sudah ada" ucap mel
"ambil satu lagi saja kalau begitu, kau tidak perlu takut aku bangkrut karena membelikanmu cincin sayang" ucap abizar
"tidak mas, keperluan kita masih banyak ini saja cincin hanya simbol yang terpenting itu ini" ucap mel sambil menunjuk dada abizar
"kau sekarang romantis sekali sayang, aku jadi makin cinta" ucap abizar sambil mengecup puncak kepala mel
"ya sudah Mbak kami beli yang ini saja " ucap mel
setelah mendapatkan cincin yang mereka inginkan. abizar membayar dan mereka keluar dari butik itu. Baby audrey sudah tertidur digendongan abizar. mel melihat tidak ada keluhan dari abizar selama menggendong baby audrey.
"suami idaman" batin mel
"bagaimana kalau kalau kita istirahat dulu mas" ucap mel
"kau lelah" ucap abizar
"bukan aku tapi mas"ucap mel
"sini biar aku gantian yang menggendong audrey, si tari itu pasti sengaja tidak membawa stoller anaknya, dasar suami istri itu mengerjai kita mas" ucap mel kesal
"tidak apa-apa sayang anggap saja kita sedang latihan, bagaimana menurutmu apa aku sudah pantas menjadi seorang hot daddy" ucap abizar
"sudah sangat pantas, sebentar mas aku mau menghubungi tari dulu kita mau ke butik kan untuk melihat kebaya dan setelan jas untukmu mas" ucap mel
"ia sayang" ucap abizar
sebelum mel menelepon tari. pasangan orang tua muda itu muncul dengan byk paper bah ditangani keduanya.
"mel sayang, terima kasih ya karena kalian menjaga baby audrey papi maminya jadi bisa shopping" ucap tari
"dasar orang tua aneh main tinggal anak aja" ucap mel
"anggap latihan dong mel, seru kan kalau punya bayi" ucap tari
"aku dan mas abi yang mau bertunangan kenapa jadi kalian yang berbelanja" ucap mel
"sekali-sekali buat happy emak anak satu bolehlah mel, oya apakah audrey rewel" ucap tari.
"lihat dia tidur digendongan mas abi, hampir saja mas abi menyusui audrey jika kalian tidak datang" ucap mel
"sorry mel, ohh lucunya anakku pengertian sekali mami papinya butuh shopping, terima kasih para baby sister gratis" ucap tari.
"sini tuan berikan audrey pada saya" ucap arnold.
arnold pun mengambil putrinya dari gendongan abizar dan melanjutkan perjalanan mereka untuk kebutik untuk melihat kebaya mel dan butik untuk mencari setelan jas abizar juga untuk acara pertunangan mereka. setelah itu mereka akan makan siang bersama untuk mengejar waktu.
setelah seharian semua yang diperlukan sudah mereka dapatkan. audrey yang sudah bangun dan sudah selesai menyusu pada maminya. bayi itu begitu senang dan riang saat menangkap sosok abizar. Bayi itu ingin dekat dan minta digendong oleh abizar.
"hei anak bayi, kau sudah mengerti pria tampan rupanya ya tapi please jangan ikuti jejak Mamimu ya nak" ucap mel sambil mengelus pipi chubby audrey.
kini audrey berada digendongan abizar yang duduk disamping kemudi arnold.karena melihat abizar kelelahan arnold menggantikan abizar mengemudi mobil. mereka yang didalam mobil terus tertawa karena audrey yang seperti mengagumi ketampanan abizar.bayi itu terus menyentuh wajah tampan abizar.