CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
melepas rindu



"hei sudah jangan pelukan terus, belum muhrim" ucap tari


mel melepas pelukannya dari abizar dan mengajak abizar duduk untuk makan.


"kalian tega sekali padaku" ucap mel


"ini semua, ide abizarmu itu" ucap tari


"kau senang sekali ya dokter tari" ucap mel


"tentu, mereka sudah dua hari disini" ucap tari


"apa?, jahat sekali" ucap mel kesal


"blacklist saja jadi calon suami" ucap tari


"sembarangan sekali kau" ucap abizar


"idemu kali ini akan aku pikirkan ri" ucap mel


"ar, kondisikan istrimu itu" ucap abizar


"mami!! " ucap arnold


"selesai makan kita jalan-jalan ya sayang" ucap abizar


"tidak aku masih marah dengan mas abi" ucap mel


"jangan marah sayang, aku hanya bercanda" ucap abizar


"hari ini kalian mengisap disini ya ri, nanti kak ar dan mas abi tidur dikamar sebelah" ucap mel


"boleh juga kita sudah lama tidak tidur bersama dan ngobrol sampai malam" ucap tari.


"aku merindukanmu sayang, kenapa kau malah memilih tari" ucap abizar


"kau mau digrebek satuan komplek mau tidur dilamar yang sama dengan mel, kita ini buka. mau camping" ucap tari


"ide bagus, anggap saja camping" ucap abizar


"dasar g•la" ucap tari.


setelah makan tari dan arnold memilih kelakar sambil menidurkan audrey putri mereka sedangkan mel dan abizar duduk diteras.


"kau tidak merindukanku" ucap abizar


"tadi rindu sekarang tidak, mas sengaja membohongiku" ucap mel


"maaf ya sayang, yuk kita jalan keluar sebentar" ucap abizar


"mau apa?" ucap mel selidik


"tentu aku mau menci•mmu" ucap abizar


"mas, malu nanti didengar tari dan Kak ar" ucap mel


"kau tidak curiga, mereka tidak bersuara sama sekali disalam jangan-jangan sedang membuatkan audrey adik dikamarmu" ucap abizar


"tariii!!, tidak bisa mereka melakukannya dikamarku, aku saja belum" ucap mel tanpa sadar


"apa??, wah kau selama aku tinggal banyak kemajuan sayang" ucap abizar


"mas abi bicara apa?" ucap mel


"sabar ya sayang sebentar lagi kita menikah" ucap abizar


"mas abi bicara apa?, ayo kita kenalan melihat mereka" ucap mel bangkit dari duduknya


"jangan sayang, mereka sudah halal jadi suami istri dan menjadi kewajiban jadi kau tidak perlu ikut andil didalamnya" ucap abizar


" itu kamarku" ucap mel


"pahala buat suami istri" ucap abizar


mel akhirnya mau ikut dengan abizar mereka berkeliling kota dengan mobil abizar. pria itu terus menggenggam tangan gadis kesayangannya itu.


"tari tadi merekam semua aktivitasnya hari ini, termasuk kepasar naik sepeda" ucap abizar


"sekalian olahraga mas dan juga ada orang yang sangat cemburu jika aku naik ojek" ucap mel


"baguslah jika kau menuruti perkataanku sayang" ucap abizar


"kita mau kemana mas" ucap mel


"bagaimana kalau kita kepinggir pantai" ucap abizar


"malam-malam seperti ini" ucap mel


"dulu juga kita pertama kali bertemu malam seperti ini dipantai" ucap abizar


"terserah mas saja" mel


"mari kita bernostalgia sayang" ucap abizar sambil mengkerlingkan matanya.


"aku ngantuk sekali, tahan mel jangan sampai kau tertidur dimobil ini, akan ada singa mengamuk" batin mel


akhirnya mereka tiba dipinggir pantai, abizar tidak memperhatikan gadis yang sedari ia genggam dan ia cium tangannya sudah terlelap disebelahnya.


"dasar tukang tidur" batin abizar sambil mengusap kepala mel


ia mencoba membangunkan mel, menggoyangkan tubuh gadis itu, bukannya terbangun malah abizar mendengar mel mulai mendengkur.


"mel, ayo bangun atau aku akan menc•ilmu sekarang juga" ucap abizar


tapi mel tidak mengindahkan ucapan abizar. sang CEO yang tergoda b•bir merah tipis mel yang sedang tidur dengan manyun seperti menantangnya untuk melakukannya.


"baiklah jika kau yang meminta sayang"batin abizar


abizar mendekat kearah wajah mel dan memperhatikan wajah calon istrinya itu yang tetap cantik walau sedang tidur. secara tiba-tiba kedua tangan mel memegang kepala abizar lalu menc•um b•bir abizar lebih dulu dengan sangat dalam setelah itu melepaskan p•gutan itu.


"sayang, kau sedang mimpi j•rok sepertinya awas saja jika kau berani memimpikan pria lain, kau membuat aku tidak tahan" batin abizar


mel terbangun saat merasa tubuhnya tertindih dan ia terkejut saat melihat posisi abizar sudah diatas tubuhnya.


"mas, kau mau apa" ucap mel sambil mendorong abizar kuat


"aku?? aku tidak melakukan apapun" ucap abizar


"kenapa kau ada menindih tubuhku, kau pasti cari kesempatan saat aku tidur" ucap mel kesal.


"jangan sembarangan tadi kau yang menc•umku lebih dulu" ucap abizar


"mana mungkin, aku saja sedang tidur" ucap mel.


"jadi maksudmu aku ambil kesempatan begitu" ucap abizar kesal karena dituduh


"tentu saja mas" ucap mel


"kau jahat sekali aku mana pernah melakukan tanpa ijinmu lebih dulu" ucap abizar.


"pernah"ucap mel


"kapan?" ucap abizar


"sering" ucap mel


"dasar tukang fitnah, dan tadi kau memimpikan siapa sampai menc•um paksa aku" ucap abizar


"apa?? aku tidak mimpi apapun dan tadi mas bilang apa menc•um paksamu?".ucap mel


"ia kau ternyata sangat m•sum sayang" ucap abizar


"aku tidak seperti itu, pasti mau membayangkan apa yang dilakukan tari dan arnold dikamarmu" ucap abizar


"mereka benar-benar pasangan l•knat mengotori kamarmu saja" ucap mel


abizar hanya diam dia menyandarkan kepalanya ke stir kemudinya, mel merasa bersalah kepada abizar. apakah yang ia lakukan salah menuduh abizar. tetapi abizar tadi menindihnya. ia juga tidak bisa mengingat tentang mimpinya tadi sehingga menc•um abizar. mel pun mengalah meminta maaf kepada abizar tidak baik rasanya abizar baru saja kembali tetapi mel malah mengajaknya bertengkar.


"mas abi, aku minta maaf" ucap mel


"kau sudah ingat mimpimu itu" ucap abizar kesal


"aku tidak bisa mengingatnya, tapi aku memang mengantuk karena terlalu lelah hari ini" ucap mel


"jadi kau memimpikan siapa tadi mel" ucap abizar


"tidak ada memimpikan siapapun mas" ucap mel


"sudah ayo kita pulang ini sudah pukul 24:00wib malam" ucap mel


"kau harus dihukum" ucap abizar


"kenapa harus dihukum, aku kan tidak sadar lagi pula kau menang banyak mas" ucap mel


"tadi kau yang menc•umku sekarang giliranku menc•immu seperti tadi" ucap abizar


"seperti apa?" ucap mel


"sangat dalam dan tadi kau sangat mes•m sayang" ucap abizar


"enak saja aku tidak begitu, mas pasti mengarang cerita kali ini" ucap mel


"tidak, sudah jangan banyak bicara sekarang giliranku" ucap abizar


abizar pun langsung menc•um b•bir mel seperti yang mel lakukan tadi. c•uman yang begitu dalam dan menuntut balasan. bahkan mel tidak menyadari c•uman abizar sudah turun ke leher jenjangnya dan meninggalkan k•ssm•rk disana. mel tersadar saat abizar mencoba salah satu kancing bajunya.


"jangan mas, cukup disini saja" ucap mel


"maafkan aku sayang, aku terbawa suasana" ucap abizar memeluk mel.


merekapun membenarkan posisi duduk mereka dan memilih untuk pulang dengan suasana mereka yang begitu canggung setelah c•uman itu. mel hanya diam dengan abizar menggenggam tangannya sambil menyetir.


"maafkan aku sayang, aku janji tidak akan melakukannya lagi sebelum kita menikah ok" ucap abizar.


mel mengangguk dan meyakini ucapan seorang abizar yang merupakan pria yang begitu ia cintai.