
kondisi kaki mel sudah jauh lebih baik hari ini hanya saja rendy melarang mel untuk bekerja. rendy hari ini akan pulang ke Indonesia dengan stephani karena ia memang sudah mengambil cuti dan juga ibunya yang kurang sehat mengharuskan ia untuk kembali sejenak ke Indonesia.
"mel, apa kau akan baik saat aku dan stephani tinggalkan"ucap rendy
"tidak Kak, aku sudah jauh lebih baik" ucap mel
"aku akan membawa stephani karena mama merindukannya"ucap rendy
"ia kak aku mengerti dan pasti akan merindukannya" ucap mel
"ya sudah hati-hati dirumah dan jangan buka pintu kepada orang yang tidak kau kenal"ucap rendy
"ia tapi lusa aku ada jadwal seminar" ucap mel
"asal kakimu sudah tidak bengkak kau boleh bekerja" ucap rendy
Rendy pun memesan taksi dan mereka pergi kebandara tanpa diantar oleh mel. mel menutup kembali pintu rumah lalu ia mengambil cemilan didalam kulkas dan icecream coklat lalu duduk didepan tv sambil menikmati acara tv dengan suasana sepi dirumah.
"sepi juga mereka tidak ada" batinnya
hingga waktu berlalu begitu cepat dan malampun menjelang. mel yang dulunya biasa tinggal sendiri saat dirumah orang tuanya tidak terlalu merasa takut untuk sendirian dirumah. hingga ketukan pintu rumah sedikit membuat ia terkejut saat ia akan masuk kekamar untuk tidur. tidak ada suara orang hanya ketukan pintu.
"siapa ya, malam-malam bertamu" batin mel
ia berjalan menuju arah pintu dengan kaki yang masih sedikit terpincang. ia membuka pintu dan melihat abizar dihadapannya.
"mau apalagi?" ucap mel
"kita perlu bicara" ucap abizar
"suami dan anakku sedang tidak ada dirumah, jadi aku tidak bisa menerima kedatanganmu" ucap mel
"mel, sudahlah hentikan sandiwaramu itu, aku sudah tau semua termasuk siapa stephani sebenarnya" ucap abizar
"aku tidak ingin berbicara denganmu, pergi" ucap mel
abizar menahan pintu saat mel hendak menutup paksa pintu rumahnya. akhirnya abizar menang dan masuk kedalam rumah, mel hampir terjatuh karenanya.
"maaf aku tidak bermaksud melukaimu" ucap abizar
"awww, kakiku" ucap mel menangis kesakitan
"apa begitu sakit, apa kita perlu pergi kerumah sakit" ucap abizar khawatir
"kau saja yang pergi" ucap mel
"mana mungkin aku meninggalkanmu yang kesakitan" ucap abizar
"bukannya dari dulu seperti itu dilukai lalu ditinggalkan" ucap mel
"mel, kenapa kau hanya mengingat kesalahanku saja" ucap abizar.
"pergi dari sini aku mau tidur" ucap mel
"aku tidak akan pergi sebelum kak memaafkan kesalahanku" ucap abizar
"ok aku maafkan sekarang kau bisa pergi" ucap mel
"bukan seperti itu, kau juga kenapa pura-pura sudah menikah dan punya anak" ucap abizar
"aku tidak pura-pura stephani itu anakku" ucap mel
"mel, kembalilah padaku beri aku satu kesempatan lagi" ucap abizar.
"gampang sekali bagimu" ucap mel
"mel aku masih mencintaimu dan begitu merindukanmu" ucap abizar.
"lupakan" ucap mel
abizar yang awalnya memiliki jarak dari mel mulai mendekat pada wanita yang begitu lama ia rindukan. ia membuka kemeja yang ia kenakan dan bert•••jang dada dihadapkan mel.
"apa yang kau lakukan, pakai bajumu lagi" ucap mel mundur dan takut dengan tindakan abizar
"pergi dari sini, atau aku akan teriak" ucap mel
abizar membuatnya takut, ia terus mundur hingga tubuhnya menyentuh dinding.
"berhenti disitu mas" ucap mel tanpa ia sadari
"aku tau kau juga pasti merindukanku sayang" ucap abizar begitu senang mel memanggilnya seperti dulu.
"aku mohon pergi mas" ucap mel lagi dengan panggilannya seperti biasa kepada abizar.
abizar merapatkan tubuhnya ketubuh mel bahkan sudah menempel. abizar mengunci tubuh mel. wanita itu tidak bergerak. abizar dengan cepat menc•um bibir merah mel, air mata mel mengalir tetapi abizar tidak memperdulikannya. ia menuntut balasan dari mel dengan terus menc••bui mel. hati mel menghangat dan ia juga merindukan abizar. mel membalas ci•man p•nas yang abizar berikan. abizar melepas kuncian tubuh mel. tangannya bergerak aktif menuju kancing piyama mel dan ia berhasil membuka satu persatu dan melepas pakaian atas mel. lalu tangan itu aktif kearah dib•kong mel dan m•emasnya masih dengan keadaan mereka berdiri. c•mbuan itu sampai ke d•d• mel dan meninggalkan banyak kiss•••ck disana. abizar sudah tidak tahan lagi menyalurkan semuanya. ia menggendong mel ala bridal style menuju sebuah kamar dan meletakkan mel diatas ranjang dan melanjutkan c•mb•an p•nasnya pada mel. hingga mel tersadar dalam buaian abizar saat tangan abizar menyentuh bagian s••••tivenya yang masih memakai celana piamanya.
"jangan mas, aku mohon" ucap mel
"aku sudah tidak t•han lagi mel" ucap abizar
" apakah cintamu seperti ini sekarang" ucap mel
mendengar ucapan mel, abizar menghentikan perlakukannya dan mengambil selimut untuk menutupi bagian tubuh atas mel. abizar pun menuju kamar mandi. ia mencuci mukanya dan menyesal tidak bisa menahan dirinya.
ahhhhhh!!!
"kenapa aku tidak bisa menahan diriku" ucap abizar sendiri.
ia pun keluar dari kamar mandi dan melihat mel sudah memakai piyamanya kembali.
"maafkan aku tidak bisa mengontrol diriku" ucap abizar
"aku juga bersalah disini, lebih baik kau pergi sekarang dan lupakan semua" ucap mel sambil air matanya mengalir.
abizar berlutut didepan mel yang sedang duduk ditepi tempat tidur.
"aku mohon beri aku satu kesempatan lagi mel, aku mengaku bersalah padamu, aku sangat mencintaimu" ucap abizar
"bagaimana dengan sherly, kau tidak memikirkan perasaannya" ucap mel
"aku tidak mencintainya mel, percayalah" ucap abizar
"selesaikan dulu urusanmu dengannya, aku tidak mau jadi orang ketiga dihubungan orang lain" ucap mel
"apakah setelah itu ada kesempatan lagi untukku" ucap abizar
"tergantung usahamu" ucap mel
"aku akan membuktikan sebanyak yang kau inginkan, dan kejadian tadi tidak akan aku lakukan lagi sampai kita menikah" ucap abizar
"aku butuh waktu untuk stephani karena dia sudah menjadi bagian hidupku" ucap mel
"apa kau mulai mencintai rendy" ucap abizar
"kau pasti sudah tau jawabannya" ucap mel
"beri aku kesempatan aku berjanji tidak akan melakukan kesalahan padamu" ucap abizar
"berjanjilah pada dirimu" ucap mel
"panggil aku seperti tadi, kau tadi memanggil aku mas seperti dulu, saat m•ndes•h tadi kau memanggilku mas sangat seksi" ucap abizar menggoda mel untuk mencairkan suasana.
"dasar m•sum" ucap mel
"baiklah aku akan menemanimu dirumah, aku akan tidur diluar" ucap abizar
"kau harus pulang" ucap mel
"kakimu itu sedang bengkak" ucap abizar
"aku sudah jauh lebih baik, tidak baik kita berdua dirumah" ucap mel
"tidak aku akan tidur disofa titik" ucap abizar lalu keluar kamar mel
"minta maaf tapi tetap keras kepala menyebalkan sekali" batin mel kesal