CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
bumil aktif



hari minggu ini tari datang kerumah mel ditemani suaminya , tari ingin mengajaknya membeli perlengkapan acara tujuh bulanan kehamilannya. ia menghubungi mel mengatakan ia sudah didepan rumah gadis itu. mel lalu menghampiri tari dan masuk ke mobil tersebut.


"pagi bumilku yang syantiikk dan gendut" ucap mel


"pagi juga tante jomblo" ucap tari


"hei, kau jangan sering mengejekku nanti anakmu bisa mirip denganku" ucap mel


"wajah boleh sih, tapi kelakuan jangan sampai soalnya minus" ucap tari


"enak saja baik hati begini" ucap mel


"hari ini kita belanja keperluan 7 bulananku ya mel aku Booking kau seharian" ucap tari


"Klo dibooking aku boleh pasang tarik donk" ucap mel


"dasar perhitungan sudah jadi bos" ucap tari


"semua harus jelas ri kalau masalah cuan" ucap mel


"sayang lihat mel jahat padaku" ucap tari


"dasar tukang ngadu" ucap mel


kini mereka sudah berada dipusat perbelanjaan tari begitu lincah dengan perut buncitnya. ia berjalan didepan dengan aku dan kak ar dibelakang mengikutinya. masuk dari satu toko satu ketoko yang lain. semua toko ia kelilingi. ia menyerahkan shopping bah kepadaku dan Kak Ar.dia ratunya hari ini.


"sepertinya kata-kata kak Ricky benar, aku memang seperti madu diantara mereka, astaga amit-amit aku tidak mau jadi pelakor" batin mel sambil ia menggeleng-gelengkan kepalanya.


"hei jomblo, kau kenapa" ucap tari melihat mel geleng-geleng kepala


"tidak" ucap mel


"kau pasti ingin hamil sepertiku kan" ucap tari


"kau gila masa aku ingin hamil, menikah saja belum" ucap mel


"siapa tau kau ingin jadi maduku seperti difilm" ucap tari


"tidak lucu" ucap mel kesal


"maaf.. maaf aku hanya bercanda mel" ucap tari


"sayang, jangan begitu" ucap arnold


" lebih baik kita makan dulu" ucap tari


mel hanya mengangguk tanda setuju ia masih kesal dengan candaan tari tersebut. ia tidak mau dianggap pelakor.sesampai direstoran mereka memesan beberapa makanan dan minuman sambil menunggu makanan datang. mel memainkan ponselnya.


"sudah jangan marah lagi, aku kan hanya bercanda" ucap tari


" ia ri" ucap mel


"tapi wajahmu masih kesal" ucap tari


"tidak ri" ucap mel sambil menampilkan senyumnya.


"berarti setelah ini kita masih bisa lanjut belanja lagi donk" ucap tari


"astaga apa kau tidak lelah ri, melihat kau berjalan aku yang sesak nafas" ucap mel


"no, stok tenagaku masih banyak mel" ucap tari


"tetapi kau tidak boleh terlalu lelah" ucap mel


"benar sayang kau tidak boleh terlalu lelah aku kasihan melihat kau dan anak kita" ucap arnold


"hua....hua.... dengarlah nak papimu dan tantemu jahat pada mami" ucap tari


"cep... cep..ok sayang kau masih boleh shopping kami akan menemanimu" ucap arnold


"dan kau mel, apa kau tega dengan aku dan keponakanmu" ucap tari


"baiklah ini demi keponakanku, aku tidak mau dia ileran saat lahir karena maminya tidak diijinkan shopping" ucap mel sedikit kesal.


"terima kasih tante jomblo" ucap tari.


makanan mereka datang dan sangat banyak. mel terkejut meja mereka penuh seperti makan untuk 5 orang.


"siapa yang memesan sebanyak ini" ucap mel


"aku" ucap tari santai


"kau hamil sih hamil tapi jangan ngamuk begini" ucap mel


"aku dan anakku makan dua orang mel sayang" ucap tari sambil mengambil makanan dipiring hingga penuh.


"kali ini kau seperti kesurupan ri" ucap mel


"ini stok agar aku kuat shopping sampai nanti malam" ucap tari


"nanti kau akan jadi g•ndut seperti badut" ucap mel


"orang hamil kan emang g•ndut" ucap tari


"bagaimana kau setelah melahirkan kau tambah g•ndut dan tidak bisa kurus lagi" ucap mel menakuti tari


"pasti bisa bun" ucap tari


"yakin" ucap mel


"sayang lihat mel jahat" ucap tari


"kita satu sama tadi kau begitu padaku" ucap mel lalu memeluk bumil kesayangannya


"dasar, tapi lanjut shopping aku serius tidak bercanda" ucap tari.


setelah selesai makan mel mengikuti tari kembali. dari toko satu ke toko yang lain naik turun lift hingga berakhir didepan toko perlengkapan bayi.


"sayang ayo kita kesana" ucap tari


"tidak, pemali belum lewat 7 bulan" ucap arnold


"tapi sayang, lihat-lihat saja bolehkan" ucap tari


"tidak, Mama sudah berpesan padaku" ucap arnold


"aku sangat ingin kesana dari kemarin" ucap tari membujuk.


"tidak, sekali tidak tetap tidak ini juga sudah malam kita lebih baik pulang" ucap arnold


"sabarlah ri, dengarkan suami dan orang tuamu ya nanti saat sudah lewat tujuh bulan aku akan menemanimu lagi" ucap mel


"benar" ucap tari


"aku berjanji demi bumil paling cantik sedunia" ucap mel


"baiklah ayo kita pulang" ucap tari


"nah itu dong istriku dan calon mami yang baik" ucap arnold memeluk istrinya


"sayang, nanti sampai dirumah pijat kakiku, sekarang kakiku sudah sangat sakit dan pegal" ucap tari tersenyum


"susah pegal masih mau lanjut shopping sih bun" ucap mel


"bawaan bun" ucap tari.


mereka keluar dari pusat perbelanjaan saat sudah jam delapan malam, hobby shopping tari begitu gila bahkan semakin gila saat dia hamil. arnold dan mel akan jadi korbannya untuk menuruti dan mengikuti kemana arah kakinya melangkah bahkan perut buncitnya tak menghalangi hobbynya itu bahkan kakinya dua kali lebih lincah kalau urusan shopping bawaan hamil yang aneh. saat mobil melaju meninggalkan tempat mereka berbelanja tadi. tari meminta sesuatu kepada suaminya


"sayang, anak kita sepertinya lagi ingin makan bakso deh" ucap tari


"jangan ngarang bun, kau tidak ingat makan sebanyak apa tadi direstoran" ucap mel


"pokoknya aku mau makan bakso diujung jalan itu" ucap tari merajuk


"kita bungkus saja ya sayang, ini sudah malam nanti kau dan anak kita masuk angin" ucap arnold


"kalau makan dirumah tidak enak sayang" ucap tari


"kita makan disana ya please" ucap tari membujuk suaminya arnold


"kenapa kau melihatku kak, fix aku harus menuruti bumil ini" ucap mel


"hore terima kasih papa terima kasih tante jomblo" ucap tari menurunkan suara anak kecil


mobil berhenti diulang bakso pinggir jalan yang diminta tari. mereka duduk lalu memesan bakso.


"bang baksonya 4 , yang 2 mangkuk buat pedes ya pakai telur, pakai mie dan tetelan yang banyak dan teh manis dinginnya 4" ucap tari kepada tukang bakso.


"siap neng" ucap tukang bakso


"sayang kenapa 4 mangkuk kita hanya bertiga" ucap arnold


"satu mangkuk lagi untuk anak kita sayang" ucap tari tersenyum manja pada arnold


"kau suka sekali membawa keponakanku, mana mau bayi dalam perut mau makan bakso katakan saja kau tidak cukup satu mangkuk " ucap mel


"kau ada benarnya mel, aspirasimu aku terima" ucap tari


"biarkan saja mel, sampai rumah dia pasti akan diare karena terlalu banyak makan sambel" ucap arnold


"sabar pak, ini cobaan keep strong semangat" ucap mel


"bang cepetan dong, aku sudah lapar orang hamil diduluanin dong" ucap tari sambil mengusap-ngusap perut buncitnya


"astaga kau buat malu saja ri" ucap mel sambil geleng kepala melihat sahabatnya ini.