
mel dan abizar sudah tiba dibandara, mel jalan cepat dan mendahulu abizar bahkan ia berlari sambil mencari keberadaan sherly. abizar harus ikut berlari jua mengejar mel.
melihat sherly, wanita cantik itu sedang ceck in tiket pesawatnya.
"sherly!!!" panggil Mel
"mel, kenapa kau ada disini" ucap sherly
"tentu saja aku Lesing karenamu" ucap mel
"darimana kau aku sedang berada disini" ucap sherly
"mas abi" ucap mel
saat seketika abizar tiba saat mel dan sherry sedang berbicara.
"jadi kalian?" ucap sherly menunjuk ke arah mel dan abizar secara bergantian
"hanya kebetulan kami bertemu" ucap mel berkilah
"aku akan kembali ke Indonesia" ucap sherly
"kenapa kau pulang?" ucap mel
"karena kehadiranku tidak diharapkan disini" ucap sherly
"jangan berkata begitu" ucap mel
"aku telah mengejar lelaki tua ini yang banyak tingkah seperti dia" ucap sherly menunjuk abizar
"enak saja" ucap abizar
"kau saja lelah apalagi aku" ucap sherly
"hei, kalian berbicara sisipan orangnya" ucap abizar kesal
"aku mau cari dokter seperti mas Rendy yang baik hati" ucap sherly
"Kak Rendy itu itu yang terbaik sher" ucap mel
"aku sudah tau semuanya mel, jadi aku putuskan mengejar duda tampan anak satu yang baik hati itu" ucap sherly
"dasar, cepat sekali kau berpindah haluan" ucap abizar
"menunggumu aku bisa keriput dan tua" ucap sherly
"aku doakan kau bahagia sher" ucap mel
"aku juga begitu, dan jangan percaya dengan om-om disebelahmu itu" ucap sherly
"kau ini sembarangan sekali, ingat kau pernah tergila-gila padaku" ucap abizar
"anggap saja itu khilaf terbesarku dalam hidup" ucap sherly
"dasar wanita aneh" ucap abizar
"ya sudah aku pergi dulu, dan kau abizar awas jika kau menyakiti wanita sebaik mel" ucap sherly
"kau tenang saja, dia tidak akan aku lepas lagi" ucap abizar
mel memeluk sherly, ia merasa sedikit bersalah pada wanita berambut indah itu dan ia berpikir sherly pergi disebabkan oleh kehadiran mel. sherly melambaikan tangannya kepada abizar dan mel. setelah bayangan sherly tidak terlihat abizar memutuskan mengantar abizar. dimobil hanya ada kebisuan abizar sempat melirik kearah mel dan melihat wanita yang ia cintai itu berpikir akan sesuatu.
"kau tenang saja sherly tidak akan apa-apa dia sudah biasa keliling dunia" ucap abizar memecah kesunyian didalam mobil
"ahh, aku tidak memikirkan itu, hanya saja aku kasian padanya karena kau mengacuhkannya" ucap mel
"aku sudah mengatakan padanya bahwa aku aku hanya mencintaimu sedari awal, tetapi doa tidak mau menyerah" ucap abizar
"kenapa kau tidak memberinya kesempatan, dia sepertinya wanita yang baik dan berkelas" ucap mel
"itu tidak cukup mengalihkan hatiku kepadamu sayang, dan mulai saat ini stop membicarakan orang lain" ucap abizar
"kenapa" ucap mel
"itu hanya akan membuat kita bertengkar, dan kita akan menunggu Rendy setelah itu aku akan membawamu pulang" ucap abizar
"aku belum siap menyakiti hati kak Rendy dan juga stephani" ucap mel
"biar aku yang bicara langsung pada rendy" ucap abizar.
"terlalu kejam rasanya saat aku bersedih mereka selalu disisiku dan sekarang aku ingin meninggalkan mereka" ucap mel
"bukan karena itu, kau tidak akan mengerti naluriku kepada stephani seperti naluri seorang ibu" ucap mel
"tidak perlu dibahas, kita tunggu saja mereka kembali, dan aku serius akan membawamu mel" ucap abizar.
mereka pun tiba dirumah mel tingggali. dan abizar ikut turun dan masuk kedalam rumah. ada perasaan tidak nyaman dihati mel jika abizar menginap disini lagi, apalagi ini bukan rumah miliknya tetapi rumah rendy.
"mas jangan bermalam disini lagi ya" ucap mel
"kau mengusirku" ucap abizar
"bukan begitu maksudku, ini rumah Kak Rendy tidak baik kita tinggal disini tanpa status yang jelas" ucap mel
"kau kenapa mel, kau bahkan tinggal bersama Rendy selama lima tahun tanpa ikatan juga" ucap abizar
"maksudku bukan seperti itu, ini bukan rumahku mas"ucap mel.
"baiklah aku tidak akan bermalam disini tapi aku akan selalu datang Kesini" ucap abizar
"ya mas" ucap mel
"mel, kau seperti masih ragu padaku, aku akan memberikan kau waktu sampai Rendy kembali" ucap abizar
"apa aku tidak boleh menjaga hatiku agar tidak terluka lagi mas" ucap mel
"ia mel, aku mengerti dan aku meminta maaf padamu atas kesalahanku" ucap abizar
"beri aku waktu mas, kita jalani saja seperti ini agar kita tidak menyesal dikemudian hari" ucap mel
"baiklah jika itu yang kau inginkan, aku akan berusaha meyakinkan mu dan membuktikan bahwa aku menyesal" ucap abizar
"mau aku buatkan kopi" ucap mel
"boleh" ucap abizar
mel pergi kedapur untuk membuatkan abizar secangkir kopi, tetapi pikirannya masih ke sherly. ia merasa kasian dan merasa bersalah pada wanita itu. sampai tangannya terkena air panas karena tidak fokus saat membuat kopi untuk abizar.
aww!!! teriak mel
abizar yang mendengar teriakan mel dari arah dapur. langsung menghampiri mel.
"apa yang terjadi mel" ucap abizar khawatir
"tidak mas, tanganku hanya terkena air panas sedikit" ucap mel sambil menghembus tangannya
"astaga mel, lihat tanganmu merah begini, apa Rendy menyimpan obat-obatan dirumah" ucap abizar.
"ada dilaci sebelah kulkas" ucap mel
abizar langsung berjalan kearah laci tersebut dan membuka laci tersebut dan benar adanya ada berbagai obat disana termasuk salap untuk luka bakar. abizar membaca petunjuk penggunaannya. setelah itu ia mengoleskan salapa tersebut ketangan mel sambil meniup tangan mel agar tidak perih. mel memperhatikan kehawatiran abizar padanya dan abizar begitu telaten mengoleskan salap tersebut. setelah itu ia meminta mel duduk disofa dan ia memutuskan membuat kopinya sendiri.
"mel pasti melamun lagi, dia memikirkan apa sebenarnya sejak pulang dari bandara" batin abizar
"ya sudah mas, aku mau tidur mas bisa pulang sekarang" ucap mel
"aku mana bisa meninggalkanmu dalam keadaan seperti ini" ucap abizar
"aku baik-baik saja, nanti sore juga baikan" ucap mel
"itu luka bakar bisa infeksi jika kau tidak tepat mengobatinya" ucap abizar
"jadi?? " ucap mel
"aku akan membawamu kedokter dan tetap tinggal disini" ucap abizar
mel. hanya pasrah karena benar adanya ia sangat membutuhkan abizar disini untuk membantunya. ia bangkit dari duduknya dan akan berjalan menuju kamarnya. saat akan melangkahkan kakinya abizar berujar padanya.
"mel, sherly hanya aku anggap adik, kau tidak perlu merasa bersalah padanya" ucap abizar
"maksudnya apa mas" ucap mel tanpa melihat wajah abizar.
"aku tau sedari pulang dari bandara aku melihat kau seperti terus berpikir dan aku tau kau memikirkan sherly" ucap abizar
"ia mas, aku dan dia sama-sama wanita jadi itu wajar" ucap mel
abizar memeluk mel dari belakang dengan erat dan meletakkan dagunya dibahu mel.
"mel, aku sangat mencintaimu aku tidak bisa hidup tanpamu, aku mohon jangan tinggalkan aku dengan alasan apapun" ucap abizar dengan suara terisak dan mel bisa merasakan suara yang bergetar karena menahan tangis itu.