
cukup lama sherly dan mel mengobrol untuk detail persiapan pernikahan sherly dan rendy walaupun, hanya sederhana sherly tetapi harus mempersiapkan segalanya dan ia ingin melakukannya sendiri. mereka duduk diruang makan.
sherly terus bertanya tentang rendy kepada mel.
"sher..kau akan mengerti kak rendy dengan sendirinya. aku jadi tidak enak hati jika memuji atau lebih tau tentang kak rendy" ucap mel
"tidak apa mel, kau kan dekat dengan kak rendy dan keluarganya jadi kau harus membantuku agar bisa menempatkan diri" ucap sherly
langkah mel yang akan menuju dapur terhenti.
"kau bisa menanyakannya kepada tari ataupun stephani sher, ayo kita buat cemilan kesukaan stephani dan kak rendy" ucap mel
"kau cantik mel, baik, penyayang pinter masak kenapa tidak mau dengan kak rendy malah memilih....." ucap sherly
"ehh...kau!! aku mendengar kata-katamu jangan memprovikasi kekasihku" ucap abizar kesal menyambung ucapan sherly dan ikut disebelah sherly
"aku kan berkata yang sebenarnya" ucap sherly tak mau kalah
"kau saja dulu mengejar-ngejarku" ucap abizar
"itu masa lalu aku anggap aku sedang s*al" ucap sherly
"kau ini benar-benar" ucap abizar geram
"mel, aku hanya beri saran kau harus memikirkan 3000 kali untuk menikah dengan pria ini" ucap sherly sambil menatap tajam abizar.
mel hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah abizar dan sherly. hingga adu mulut antara sherly dan abizar terhenti karena terdengar suara mobil masuk pekarangan rumah mel.
"sepertinya pangeranku sudah datang" ucap sherly senang sambil beranjak dari duduknya
"pangeran dari hongkong" ucap abizar
"mass..." ucap mel memperingatkan
"kau membela mereka sayang" ucap abizar
"tentu saja.. mereka pasangan yang dipertemukan oleh waktu yang tepat" ucap mel sambil meletakkan cemilan sore yang baru saja masak diatas meja kemudian berlalu dari abizar menyusul sherly.
abizar akhirnya ikut menyusul para gadis yang telah meninggalkan dirinya sendiri didapur. ia melihat keakraban mereka bertiga.
" aku masak cemilan untuk kita semua sebaiknya kita masuk dulu" ucap mel
" mas rendy, aku mau belajar masak dengan mel karena aku tidak bisa masak" ucap sherly
"nanti juga terbiasa kok sher, aku senang mendengarmu ingin belajar masak" ucap rendy
"aku kan mau jadi istri yang baik, tapi mas rendy tidak labilkan tiba-tiba meninggalkanku" ucap sherly
"kau menyindirku lagi?" sambung abizar kesal
"hei!, siapa yang menyindindirmu aku hanya memastikan hati mas rendy itu sudah jadi milikku seutuhnya" ucap sherly
" sudah-sudah ayo kita masuk dulu sambil ngobrol kita ngemil dan minum teh" ucap mel melerai perdebatan sherly dan abizar
"pokoknya kau harus dipikir 3000 kali ya mel kalau perlu pergi keperamal" ucap sherly
rendy hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan sherly sang calon istri ia lebih menarik tangan sherly untuk masuk kerumah mel.
sore menjelang setelah sepakat dengan segala persiapan yang telah dibicarakan sherly pulang bersama rendy. setelah rendy dan sherly pulang mel masuk kembali kerumah dan akan membereskan dapur untuk membersihkan sisa piring dan gelas. sedangkan abizar masih memilih untuk tetap tinggal dirumah mel. abizar berpikir mel terpengaruh dengan ucapan sherly dan menghampiri gadis itu. ia melihat mel sedang mencuci piring.
"sayang" ucap abizar sambil m*meluk mel dari belakang dan menghujani pipi mel dengan c*uman
" mas jangan begitu, nanti ad yang lihat jadi salah paham tentang kita " ucap mel
"tidak apa-apa biar saja curiga agar kita cepat dinikahkan" ucap abizar tanpa menghentikan aktifitasnya dan semakin mempererat pelukannya
"mas lepas dong, lihatlah aku sedang cuci piring" ucap mel
mel menutup keran dan segera menyudahi pekerjaannya. gadis itu mencoba melepaskan diri dari abizar. tetapi dengan sigap abizar memutar tubuh mel menghadap dirinya.
"tatap aku mel, apa kata-kata sherly mempengaruhimu sayang" ucap abizar
"kata-kata apa mas" ucap mel berkilah
"jangan cari alasan atau pura-pura tidak tau sayang" ucap abizar
"aku tidak terpengaruh pada siapapun mas" ucap mel
"kalau begitu ayo kita menikah sekarang" ucap abizar
" bukan seperti itu mas" ucap mel
"jadi seperti apa sayang, katakan padaku apa yang harus aku lakukan padamu" ucap abizar
"aku butuh waktu" ucap mel
" kau masih meragukanku?" ucap abizar
"tidak" ucap mel tegas
"terus tunggu apa lagi" ucap abizar
"tunggu sampai kak rendy dan sherly menikah dan aku akan tenang karena stephani sudah yang menyayanginya" ucap mel
"apa kau mulai mencintai rendy dan menyesal kembali padaku" ucap abizar
"sudah pulang sana, aku malas bicara padamu karena kau tidak mengerti apa yang aku rasakan" ucap mel kesal sambil melepas pelukan abizar pada pinggulnya
"ok, maaf aku salah, aku akan mengikuti semua maumu sayang please jangan marah padaku" ucap abizar meraih kedua tangan mel
"sherly dan kak rendy mungkin baru pengenal tetapi mereka memiliki ikatan dan keyakinan satu sama lain, jika kita seperti itu dari dulu mungkin kita sudah menikah dari dulu kan mas bahkan kita pernah bertunangan" ucap mel
"maafkan aku mel aku tidak bermaksud seperti itu sayang" ucap abizar
"kalau mas yakin kita berjodoh pasti kita berjodoh" ucap mel
sedangkan sherly dan rendy berhenti dikedai es cream. rendy menggandeng tangan sherly dan menarik kursi untuk wanita cantik itu.
"kau mau makan icecream" ucap rendy
"mau mas tetapi sedikit ya aku takut g*ndut" ucap sherly
"kau harus siap g*ndut sayang karena kau nanti pasti hamil anak-anak kita" ucap rendy
"nanti mas rendy berpaling kalau aku tidam cantik lagi" ucap sherly
"tentu tidak kau pasti tetap akan cantik" ucap rendy
sambil makan icecream rendy dan sherly sambil bercerita tentang diri mereka satu sama lain sambil diselingi tawa canda. rendy juga bercerita tentang ibu stephani yang telah tiada dan ia juga menceritakan hubungannya dengan mel dengan sejujur-jujurnya pada sherly agar wanita yang kini jadi calon istrinya tidak akan bertanya-tanya atau menimbulkan praduga antara dirinya dan mel terutama.
"aku harap kau bisa menyayangi stephani seperti putrimu sendiri" ucap rendy
" tentu saja mas aku kan menyanyanginya walau aku bukan calon ibu yang sempurna tetapi aku akan berusaha mas" ucap stephani
"dijerman kita akan tinggal bertiga dan ada nanny yang merawat stephani sedari ia baru lahir" uca rendy
"aku akan belajar mas untuk menyesuaikan diri" ucap sherly
"aku yakin kau akan cepat beradaptasi sherly" ucap rendy sambil meraih tangan sherly
"terima kasih mas kau memilihku" ucap sherly
"aku yang seharusnya berterima kasih padamu mau menerimaku dan stephani" ucap rendy tersenyum