
hari berlalu tinggal tiga hari lagi menuju hari resepsi pertunangan abizar dan mel. segala persiapan telah dirampungkan. nyonya rossa juga sibuk mengkoordinir persiapan acara ini. ia sibuk dengan ponselnya menghubungi orang satu ke orang yang lain. nyonya rossa akan membuat persiapan yang sempurna jangan sampai ada yang kurang. seluruh kerabat juga akan datang saat acara resepsi pertungan abizar dan mel.
siang ini abizar akan menuju rumah mel. tak lupa ia berhenti dipinggirkan jalan membeli habis pentol pedas makanan kesukaan sang kekasih. 8 porsi pentol pedas kini ada ditangan abizar. ia kemudian melajukan mobilnya menuju rumah mel. sesampai disana ia turun dari mobil dan masuk keruma mel dan tidak mendapatkan sosok mel disana.
"ehh tuan abi" ucap dina
"dimana mel" ucap abizar
" dia sedang memasak mie goreng didapur" ucap dina
"untuk siapa? " ucap abizar
"untuk kami yang disini tuan" ucap dina.
"ini buat kalian, dan mulai besok jgn pernah menyuruhnya hubungi aku jika kalian ingin makan" ucap abizar sambil menyerahkan bungkusan pentol besar
"banyak sekali tuan, terima kasih" ucap dina
abizar menyusul mel yang sedang berada didapur sambil masak mie instansi goreng. ia tidak menyadari keberadaan abizar. ia masih fokus dengan masakannya. abizar semakin mendekat dan depan pelan-pelan memeluk mel dari belakang.
"kau sibuk sekali sayang" ucap abizar sambil meletakkan dagunya dibahu mel
"ahh, tidak mas aku hanya tiba-tiba ingin makan mie goreng" ucap mel
"kau ngidam sayang, padahal aku belum melakukannya" ucap abizar
"dasar, mas bicara apa sih" ucap mel sesekali merasa geli karena merasa abizar meng•ndus lehernya.
"aku merindukanmu" ucap abizar sambil mengeratkan pelukannya
"aku juga" ucap mel menyelesaikan masakannya
"mana buktinya" ucap abizar
"emm... apa selalu harus ada bukti" ucap mel
"tentu saja sayang, kau tau aku sudah tidak sabar menunggu tiga hari lagi" ucap abizar sambil melepas ikatan rambut mel
"mas, apa yang kau lakukan, aku akan gerah saat rambutmu digerai" ucap mel
"aku sedang latihan melepaskan ikatan rambutmu dan...... " ucap abizar
"dan apa, apa mas ingin spatulaku ini terbang" ancam mel
"sayang, kau tidak boleh jadi istri yang galak nantinya" ucap abizar
"tergantung mas" ucap mel
"tergantung apa sayang" ucap abizar sambil tangannya mulai naik ke atas dan menciumi rambut mel
"nanti juga kau paham sayang" abizar
akhirnya mie goreng mel selesai dan abizar melepas pelukannya dari belakang, ia juga tergoda dengan mie goreng buatan mel. walau ia belum pernah mengkonsumsi mie instansi sebelumnya.
"sayang bagaimana persiapan pertunangan kita" ucap abizar
"hampir rampung mas kira-kira 90%, tadi mama mengatakan padaku melalui telepon dan mengirim foto seserahan yang begitu banyak mas" ucap mel sambil menunjukkan foto tersebut pada abizar
"apa kau bahagia sayang dengan. semua ini" ucap abizar
"sangat bahagia mas, tapi seserahannya banyak sekali mas" ucap mel
"kau seperti tidak mengenal mama saja" ucap abizar.
"mas mau mencicipi mie goreng buatanku" ucap mel
"tentu saja, iya tadi aku membeli pentol pedas untukmu tadi aku taruh diluar" ucap abizar
"pasti enak dicampur mie goreng" ucap mel
"jangan dong sayang, aku kan ingin sepiring berdua denganmu" ucap abizar
"mas harus belajar makan sambel dan pedas" ucap mel
"baiklah, tapi sedikit saja" ucap abizar
mel pun menuju keruang tamu dimana dina sedang menikmati pentolnya sambil memeriksa laporan penjualan dan lula sepiring mie goreng untuk dina.
"bagaimana enak tidak din" ucap mel
"enak mbak" ucap dina
"kurir sedang mengantar barang, kalau yang lain kan sedang cuti Mbak" ucap dinda
"baiklah ini mie goreng untukmu" ucap mel sambil memberikan sepiring mie goreng
"terima kasih mbakku" ucap dina
mel pun kembali kedapur sambil membawa pentol pedasnya yang membuat ia semakin kelaparan. setelah itu ia mengajak abizar ke meja makan.
"mas, tidak sibuk" ucap mel
"untukmu seluruh waktuku akan aku berikan" ucap abizar
"ayo kita makan daripada nanti mie girangnya dingin" ucap mel
mel melakukan sesuai permintaan abizar untuk sepiring berdua.
"suapi aku" ucap abizar
"hah? apa" ucap mel terkejur
"ayo suapin atau aku akan menciummu"ucap abizar
"saat kita menikah kau ingin bulan madu dimana"ucap abizar sambil mulutnya menerima sendok suapan dari mel
"terserah mas saja" ucap mel
"apa kau tidak punya impian dimana akan bulan madu" ucap abizar
"tidak aku lebih suka berkumpul dengan keluarga dirumah" ucap mel
"tapi aku ingin kita bulan madu sayang hanya kau dan aku" ucap abizar
"ia mas, aku ikuti mas saja" ucap mel.
"sayang, mie buatannya enak sekali, tapi parade saat kau memasak untukku jangan menaruh sambal" ucap abizar
"aku suka makanan pedas mas, lihatlah kau bilang pedas tapi mas menghabiskan mieku" ucap mel
"maaf sayang, ini gantinya buatmu" ucap abizar sambil menc•um pipi mel
"dasar ambil kesempatan" ucap mel
"aku hanya mengurangi rasa pedasku dengan menc•ummu apa itu salah" ucap abizar
"tentu saja salah mas" ucap mel
"kau memaksaku makan pedas" ucap abizar sambil mengusap keringat di wajahnya dan mengipas-ngipas mulutnya
mel bangkit dari duduknya dan mengambil toples kecil berisi gula. dan memberikan ujung jarinya gula dan mengisap jarinya yang belumur gula.
"apa yang kau lakukan sayang" ucap abizar
" aku sering melakukan ini saat merasa pedas waktu aku kecil, cobalah mas" ucap mel
abizar menggunakan kesempatan ini untuk mengerjai mel. ia meminta menggunakan jari mel menyuap gula kemulutnya. dengan alasan tangannya pedas terkena sambal saat makan mie goreng, padahal sebenarnya abizar menggunakan sendok.
"sayang, bisakah kau membantuku mengambil gulanya" ucap abizar
"kenapa harus jariku, nanti kau menggigit jariku" ucap mel
"tanganku pedas terkena sambal lihatlah keringatku saja tidak bisa aku membersihkannya" ucap abizar
mel melihat ada benarnya abizar tidak menyapu keringatnya dengan apapun. mel pun mengambil sapu tangan miliknya dan menghapus keringat yang ada di wajah tampan kekasihnya itu sambil menatap dalam pria tersebut.
" aku tampankan" ucap abizar
"siapa yang bilang" ucap mel
"kau melihatku sampai seperti itu" ucap abizar
"ia aku terpesona dengan CEO galak" ucap mel sambil mencubit kedua pipi abizar dan berlalu
mel mencuci kembali tangannya ia kembali duduk berhadapan dengan mel. ia kemudian melumuri salah satu jarinya dengan gula. dan mengarahkan jarinya kemulut abizar. abizar membuka mulutnya dan menerima jari mel berlumuran gula masuk kedalaman m•lutnya. ia.abizar seperti mendapatkan sebuah lolipop manis dan membayangkan hal lain.
"mas, lepaskan jariku" ucap mel kesal karena jarinya pegal dimainkan abizar dim•lutnya.
akhirnya abizar tersadar dari lamunan sendiri
"mas lepaskan jariku atau aku akan memasukkan p•ring ini kem•lutmu juga" ucap mel mulai kesal.