CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
meja hijau



besok tari akan menghadapi sidang meja hijau, ibu satu anak itu begitu kerepotan. selain kuliah dia juga harus mengurus suami dan bayinya ditambah tugas peraktek dari kampusnya dan sambil mengerjakan skripsinya. secara bersamaan selama ini. dan besok adalah tari akan menghadapi sidangnya. ia banyak mendapat dukungan dari keluarganya untuk menyelesaikan pendidikannya. arnold juga setia membantu istrinya jika terdapat kendala dan kesusahan yang dirasakan oleh istrinya begitu juga mel sebagai sahabat. ia membantu tari mencari bahan materi, membantu mencari ide dan setia menemani tari mencari bahan untuk referensi ditoko buku.


seperti malam ini tari sedang berada dirumah mel mengerjakan bahan untuk seminar hasilnya karena kini baby audrey akan rewel jika tidak diperhatikan oleh mamynya. jadi tari pergi kerumah mel agar lebih berkonsentrasi dalam mengerjakan persiapan untuk esok.


kini tari sedang membuat PowerPoint dilatopnya sedangkan mel membantunya melakukan print untuk para dosen pengujinya.


"sebentar lagi kau sah menjadi dokter tari" ucap mel


"ya setelah perjuangan yang menguras tenaga" ucap tari


"hahaha kau berlebihan bukannya memang seharusnya, kau saja yang menikah disaat kuliah" ucap mel


"kalau aku menikah menunggu aku bergelar dokter kak ar mu itu akan diambil orang" ucap tari


"hahaha gercep ya bun" ucap mel


"lulus, punya suami dan punya ank foto wisudaku nanti komplit" ucap tari


" ia kau benar ri" ucap mel


"saat hamil audrey aku harus tetap kuliah dan belajar Praktek dirumah sakit, aku sempat takut audrey kenapa-kenapa karena aku terlalu lelah" ucap tari


"tapi Alhamdullilah ri, dia sehat cantik dan tanpa kekurangan sesuatu apapun" ucap mel


"hanya kelahirannya membuat orang panik, aku hampir melahirkan dibandara" ucap tari


"ia kalau sempat itu terjadi nama anakmu pasti diambil dari salah satu nama maskapai" ucap mel


"enak saja kau" ucap tari.


mereka tertawa mengingat semua kenangan perjuangan tari. ibu satu anak ini berhasil melaksanakan dan menyelesaikan kewajibannya sebagai seorang mahasiswa.


seluruh print yang dibutuhkan sudah dijilid oleh mel. bahan presentasi juga sudah selesai tinggal mempersiapkan diri agar staminanya tetap vit dan lugas dalam menjawab dan mempertanggungjawabkan jawaban hasil skripsinya yang akan di pertanyakan sang penguji. setelah itu tari minta dijemput oleh suaminya.


arnold datang hampir dua puluh menit lamanya tari menunggu sambil mengantuk.


"ri, Kak ar sudah datang pulanglah" ucap mel


"terima kasih ya mel, besok kau harus datang bersama papinya audrey dan juga ankku" ucap tari


"rame amat" ucap mel


"aku ingin kalian jadi orang pertama yang tau aku berhasil menyelesaikan sidangku" ucap tari


"baiklah mama muda yang paling cantik yang sebentar lagi jadi dokter, sukses ya sayang" ucap mel kemudian memeluk tari.


akhirnya tari dan arnold pulang mel pun menutup pintu pagar dan pintu rumahnya dan masuk untuk beristirahat.


keesokan paginya mel dijemput oleh arnold dan tari beserta baby audrey untuk menuju kampus tari. tari sudah dengan kemeja putih dibalut dengan blazer hitam dan rok hitamnya. mel mengabarkan kepada abizar melalui chat bahwa dirinya akan menemani tari.


"jangan lupa silent ponselmu, nanti CEO bucinmu itu akan bolak balik menanyakan keberadaanmu" ucap tari


"ia ri" ucap mel


"sayang, mami mau sidang kamu harus anteng Dengan tante mel dan papi nanti ya" ucap tari pada baby audrey.


mobil melaju dengan cepat dan hanya tidak sempat terjebak macet. kini mobil arnold memasuki wilayah kampus istrinya melalui gate 1 menuju Fakultas kedokteran yang ada dibagian depan. mobil diparkirkan dan mereka turun. mel bertugas menggendong audrey sedangkan arnold membantu istrinya membawa perlengkapan sidang keruangan sidang dan tari mendapat giliran kedua untuk sidang.


tepat jam sepuluh pagi giliran tari untuk sidang mel dan arnold menunggu diluar.


"saudari tari, sekarang giliran anda untuk masuk dan persiapkan segalanya" ucap salah satu pengawas sidang.


"baik pak, terima kasih saya akan mempersiapkan segalanya" ucap tari


"baby audrey hari ini sungguh mengerti bahwa maminya butuh dukungan. ia sangat tenang dan tertidur digendongan mel sama sekali tidak rewel.


"anak cantik dan baik hati kau tau ya Mamimu sedang sidang didalam sana" ucap mel sambil mengelus pipi gembulnya.


sedangkan arnold mondar mandir didepan pintu ruang sidang tari. sangat cemas menunggu tari keluar dari sidangnya.


"kau, kenapa kak? tenanglah tari sedang sidang meja hijau untuk skripsinya bukan sidang kasus KDRT dan menjadi tersangka yang akan dihukum" ucap mel.


"hahaha kau ini, aku hanya panik ia kurang istirahat tadi malam dan juga tidak tidur tadi malam audrey rewel" ucap arnold


"tenanglah kak, audrey mungkin merasakan kegugupan maminya mempersiapkan hari ini tadi malam" ucap mel.


hampir satu jam lebih mel dan arnold menunggu tari yang tidak kunjung keluar dan membuat arnold khawatir apakah tari tidak dapat menyelesaikan sidangnya dengan baik. hingga pintu terbuka dan keluarlah tari dengan wajah semringah


"aku lulus....aku lulus" ucap tari dengan bahagia


"alhamdulillah selamat ri" ucap mel sambil memeluk tari sekadarnya karena sedang menggendong baby audrey.


"selamat sayang kau berhasil dan perjuanganmu tidak sia-sia kau membuktikannya" ucap arnold dan kemudian memeluk tari erat


"terima kasih pi, ini berkat dirimu juga yang selalu mendukung istrimu ini, kau sekarang paham kan istrimu ini sangat pintar" ucap tari


tari kemudian menngambil audrey dari gendongan mel dan memeluk putrinya tersebut.


"terima kasih sayang mami anak cantikku" ucap tari sambil mencium anaknya.


mereka pun meninggalkan kampus tari menuju suatu tempat untuk merayakan kelulusan tari. arnold mengajak mereka untuk makan siang bersama.


"mel, lebih baik kau ajak abizar dan menyuruhnya menyusul kita" ucap tari


"ide bagus sayang" ucap arnold menyambung


"baiklah aku akan mengirim pesan padanya, memintanya untuk menyusul kita" ucap mel


"aku harus minta kado kelulusan kepada si CEO itu" ucap tari


"kenapa kau meminta kado pada mas abi" ucap mel


"karena dia kaya pasti kadonya besar" ucap tari


"lihat kak ar istrimu ini ternyata matrek" ucap mel


"sayang aku boleh minta kado darimu" ucap arnold


"kenapa jadi papi yang minta kado harusnya aku yang diberi kado" ucap tari


"aku hanya mengajukan proposal dulu padamu mi" ucap arnold


"proposal apa pi" ucap tari


"proposal pengajuan anak kedua mi" ucap arnold sambil mengkerlingkan matanya


"rasakan kau" ucap mel


"aishh, Anak kita masih bayi sayang" ucap mel


"kan baru pengajuan proposal belum sidang meja hijaunya" ucap arnold menggoda istrinya


"dasar maunya" ucap tari.