
abizar kini sudah berpakaian lengkap duduk berdampingan dengan mel dihadapan kedua orang tua abizar.
"kalian harus menikah" ucap tuan mandala
"aku tidak mau,kalian semua salah paham" ucap mel
"tapi apa yang baru saja kalian lakukan" ucap tuan mandala.
"dia tadi menuduhku mempe•••sanya" ucap mel
"benar seperti itu bi" ucap tuan mandala
"bagaimana abi tidak menuduhnya begitu saat abi sadar abi tela•••ng hanya selimut yang menutupi tubuh abi" ucap abizar
"begini pa, abizar pingsan jadi aku dan karyawanku membawanya kekamar, aku memang membuka pakaian atasnya karena dia demam, bermaksud menggantinya tapi celananya bukan aku yang melakukan, papa bisa tanya kak ar dan tari" ucap mel
"apakah itu benar arnold"ucap tuan mandala
"ya tuan dan saya yang membantu membuka pakaian bawah tuan abizar tapi... " ucap arnold
"tapi apa arnold" ucap tuan abizar
"kami melihat tangan mel sudah disabuk abizar" sambung tari
"astaga kalian berdua" ucap nyonya rossa
"ini semua gara-gara kau, aku mencoba membantu malah dituduh tidak-tidak" ucap mel
"coba tadi malam kau memaafkanku tidak akan terjadi seperti ini" ucap abizar.
"heh kau ini yang salah, kenapa marah padaku" jawab mel.
"bagaimana kalau kalian digrebek warga komplek kalian bisa dinikahkan ditempat" ucap tuan abizar.
"pokoknya aku tidak mau" ucap mel
"kau kira aku mau menikah dengan gadis mes•m sepertimu" ucap abizar
mel sangat kesal semua orang menuduhnya ia bangkit dari duduknya dan menginjak kaki abizar dan pergi kekamarnya. tari mendatangi kamar mel.
"udah tidak usah ngambek" ucap tari
"kau kenapa menambah-nambahi" ucap mel
"lah kan aku berbicara sesuai fakta" ucap tari
"fakta apanya kau ini temanku atau bukan sih" ucap mel
"aku rasa kau duluan deh yang bakal menikah dari pada aku dan arnold" ucap tari
"keluar...keluar dari kamarku kau memang tidak bisa diandalkan malah menuduhnya tidak-tidak" ucap mel sambil mendorong tubuh tari keluar kamarnya.
"mau diletakkan dimana mukaku didepan papa dan mama aku malu sekali" batin mel
seminggu setelah kejadian itu abizar datang menemui mel.
"Mbak dicariin Tuh sama mas ganteng" ucap yeni karyawan packing
" siapa" ucap mel
mel pun beranjak menuju teras depan rumahnya dan melihat abizar duduk disana.
"mau apa lagi" ucap mel ketus
"duduklah dulu, kita kan teman sekarang" ucap abizar
"teman! sejak kapan" ucap mel
"sejak hari ini" ucap abizar
"aku sibuk, cepat katakan apa yang kau inginkan" ucap mel
"aku ingin mengajakmu makan icecream" ucap abizar
"aku tidak mau" ucap mel
"kita harus merayakan pertemanan kita kayak di media sosial pertemanan harus dirayakan" ucap abizar
"tuan, sumpah aku sangat takut saat kau tiba-tiba baik padaku" ucap mel
"kalau kau tidak mau aku akan duduk disini sampai besok, terus sakit, terus terjadi seperti kemarin terus. ......" ucap abizar
"baik-baik aku mau, kau suka sekali mengancam" ucap mel.
mel dan abizar sudah berada dimobil menuju Cafe ice cream.
"kita makan icecream dimana" tanya mel
"di mall dekat lampu merah" ucap abizar
" jauh sekali aku tidak mau, didepan komplek juga ada kedai ice cream kita makan disitu saja" ucap mel
"aku tidak mau, aku lebih suka di mall, kan aku yang mengakali jadi kau harus menurut" ucap abizar
kini mel dan abizar menikmati ice cream mereka. abizar sengaja makan dengan pelan demi membuang waktu untuk duduk berdua dengan sambil memandangi wajah cantik mel
"ayo kita pulang aku sudah selesai" ucap mel
"ice creamku belum habis, tunggu dulu kau mau tambah" ucap abizar
"aku bisa gembung terlalu banyak makan ice cream" ucap mel
"apa kau masih marah denganku karena kejadian kemarin" ucap abizar
"tidak" ucap mel
"terus kenapa kau jutek sekali padaku" ucap abizar
"aku hanya perlu berjaga diri dan hati" ucap mel
"maaf.. maaf karena aku selalu membuat hatimu sedih" ucap abizar
"ia aku sudah memaafkanmu tapi aku tidak bisa terlalu lama meninggalkan pekerjaanku" ucap mel
"apakah kau mau bergabung diperusahaanku lagi"ucap abizar
"tidak mau, aku sudah nyaman dengan yang sekarang" ucap mel
"bagaimana kalau minggu besok kita jalan-jalan" ucap abizar
"tidak mau" ucap mel
"kau ini katanya sudah tidak marah padaku, kenapa masih tidak mau" ucap abizar
"pergi berdua nanti orang mengira kita kencan" ucap mel
"kau ingin kencan rupanya" ucap abizar menggoda mel.
"siapa yang bilang begitu" ucap mel
"kan tadi kau bilang begitu" ucap abizar
"kau menguji kesabaranku" ucap mel dan beranjak mau pergi
"kau mau kemana" ucap abizar
"pulang " ucap mel
"biar aku antar" ucap abizar
"tidak mau" ucap mel
"kau ini dari tadi tidak mau tidak mau terus" ucap abizar sambil mengejar mel
"tidak mau" ucap mel
"kalau kau bilang tidak mau lagi aku akan menc••mmu sekarang juga" ucap abizar yang terus mengejar mel
hingga abizar dapat meraih tangan gadis itu, dan menggenggam tangannya sambil berjalan
"lepas, aku tidak mau" ucap mel
"tidak mau lagi aku akan benar-benar menc•••mu disini sekarang juga" ucap abizar lalu berjalan menggenggam tangan mel sampai di mobil.
"kenapa dia jadi pemalas begini, dan bodohnya aku mau saja" batin mel
"saat tanganmu aku genggam, aku tidak akan pernah melepaskannya aku berjanji" batin abizar
abizarpun mengantar mel kerumahnya saat sudah sampai ia melihat gadis cantik yang duduk disamping kursi kemudinya tertidur.
"kau pasti melewati hari yang sulit karenaku" batin abizar sambil memandangi wajah cantik mel cukup lama, hidung mancung, pipi mulus dan bibir merah yang saat abizar idamkan sejak dulu.
"tahan bi, kalau dia terbangun karena kau menc••mnya kau bisa tamat" batin abizar.
abizar merapikan anak rambut yang menutupi wajah cantik mel dan mengelus pipi gadis itu tak lupa ia me•••cup kening gadis itu.
"terima kasih kau sudah memaafkanku" ucap abizar pelan kepada gadis yang sedang tidur itu
abizar turun karena ia tidak tahan berlama-lama berdua dengan mel. ia membuka pintu mobilnya dan menggendong gadis itu seperti pangeran sedang menggendong putri tidur. mel sama sekali tidak terjaga.karyawan mel terkejut melihat adegan ini.
"seperti adegan Difilm romantis ya, aku mau juga dong digendong pria tampan tuan abizar" ucap dina karyawan mel
"aku juga mau seperti itu beruntungnya mbak mel punya pacar seperti tuan abizar" ucap yeni karyawan mel.
abizar memberi isyarat untuk membuka pintu kamar mel dan abizar meletakkan gadis itu diatas kasurnya kemudian menyelimutinya.
"aku pulang dulu ya, tadi dia ketiduran dimobil" ucap abizar
"baik tuan terima kasih sudah mengantar Mbak mel" ucap yeni karyawan mel.