
weekend pun tiba kini rendy pergi mengajak sang putri ke mall. ia berencana membawa gadis kecilnya utk quality time dengan sang anak. stephani begitu senang dan sang nanny menyiapkan gadis itu. kali ini rendy hanya pergi dengan stephani tanpa sang nanny.
sambil memainkan ponsel sang papi. selama perjalanan menuju mall stephani agar ia tidak bosan. tidak perlu lama hanya butuh 20 menit mereka tiba dimall. gadis kecil itu menggenggam erat tangan papinya. niat awal gadis itu adalah toko mainan stelah itu arena permainan. tapi tatapannya tanpa sengaja melihat sosok yang sedang begitu ia rindukan.
"mommy!!!! " teriak stephani
"sayang tunggu dulu" ucap rendy yang mau menghentikan putrinya
dan benar itulah mel sedang bersama abizar disebuah tempat makan. tapi wanita cantik itu tidak mendengar teriakan gadis kecil yang memanggilnya karena jarak yang cukup jauh. stephani melepas pegangan tangan papinya dan berlari menuju kearah dimana mel berada.
hingga tepat didepan sebuah restoran.seorang waiter menghentikan gadis kecil itu.
"cari siapa dek, disini bukan tempat bermain anak-anak" ucap sang waiter
"mommy" ucap stephani sambil menunjuk kearah mel
"itu mommy kamu? " ucap waiter.
"Yes, mommy" ucap stephani
"siapa namamu dek" ucap waiter
"stephani" ucap stephani
"sebentar kakak akan sampaikan pada mommymu kau mencarinya" ucap waiter
"ok" ucap stephani dan memberi kedua jempol pada waiter tersebut.
waiter tersebut masuk kedalaman restoran dan mendatangi meja dimana mel dan abizar duduk.
"selamat siang mbak, ada yang mencari anda didepan" ucap waiter
"saya?, siapa? " ucap mel
"seorang gadis kecil namanya stephani" ucap waiter.
"dia anakku" ucap mel lalu bangkit dari duduknya dan mengikuti arah waiter berjalan.
saat mel berjalan dan mendekati stephani gadis itu langsung lompat kegirangan.
"mommy, i miss you" ucap stephani dan langsung memeluk mel yang sudah berjongkok
"sayang, kenapa bisa Disini?, sama siapa? " ucap mel
"papi" ucap stephani
"mana papi" ucap mel
gadis itu menoleh kekanan dan kekiri mencari papinya. Ia kebingungan
"Ok nanti kita cari papi ya" ucap mel
"aku disini" ucap rendy yang tiba-tiba sudah ada dibelakang stephani bersamaan abizar yang menyusul mel juga.
"mommy ayo pulang, aku ingin bobo sama mommy lagi" ucap stephani
"sayang kau suka icecream kan ayo kita masuk, om abi akan mentraktir kita semua" ucap mel mengalihkan pembicaraan gadis kecil itu.
"ayo papi kita makan icecream sama mommy" ucap stephani dan meraih tangan daddynya untuk ikut masuk.
rendy tidak bisa berdebat dengan putrinya akhirnya ia juga ikut masuk kedalaman restoran. suasana meja menjadi sangat canggung antara mel, abizar dan juga rendy.
hanya stephani yang terus berceloteh.
saat icecream pesanannya datang pandangan stephani menangkap sosok baru yang ia juga sayang tanpa disadari orang dewasa yang satu meja dengannya.
"tante cantik!!!" teriak gadis itu
"tante cantik? " ucap mel heran
"itu tante cantik mommy, ajak kesini mommy" ucap stephani sambil menunjuk siapa yang ia maksud
"sherly" ucap mel
"ayo mommy panggil tante cantik kesini juga" ucap stephani
akhirnya mel mengikuti kemauan stephani dan ia keluar restoran menuju butik yang baru dimasuki sherly.
"tante cantik" ucap stephani
sherly yang tidak merasa dirinya dipanggil dengan sebutan seperti itu terus melangkah
"sherly" ucap mel
"mel" ucap sherly terkejut bisa bertemu mel disini
"dia stephani dan ia ingin bertemu denganmu" ucap mel
"denganku?" ucap sherly
"dia hanya memanggilmu tante cantik dan aku tidak mengerti itu" ucap mel
sherlypun akhirnya menceritakan bagaimana ia bisa kenal dengan stephani. dan mel terkejut dengan cerita sherly. setelah itu gadis kecil itu meminta sherly untuk makan icecream bersamanya. sherly akhirnya mengabulkan keinginan gadis kecil itu tanpa ia tau siapa saja yang sudah ada didalam restoran.
sedangkan didalam restoran abizar dan rendy hanya sibuk dengan ponsel mereka masing-masing tanpa berniat memulai obrolan satu sama lain. saat sherly ikut bergabung dimeja mereka.
"kalian?" ucap sherly terkejut melihat kedua pria yang ada dimeja yang sama dengan dia
"sherly kau? " ucap abizar bingung lalu menatap mel
"uncle perkenalkan ini tante cantik aku" ucap stephani
"mas ceritanya panjang" ucap mel menjawab tatapan abizar
sherly duduk disebelah rendy diantara stephani
"kalian cocok ya seperti keluarga" ucap abizar
"mas.... " ucap mel
"aku heran mel kenapa kau mau kembali dengan dia" ucap sherly kesal karena ucapan abizar
"kau saja dulu mengejar-ngejarku" ucap abizar mengejek.
mel menginjak kaki abizar agar pria itu diam dan tidak mengoceh yang aneh-aneh didepan anak kecil seperti stephani sedangkan rendy hanya menggelengkan kepalanya tak merespon pembicaraan receh mereka ia memilih diam.
hanya mel, Sherly dan juga stephani yang saling berinteraksi sedang para pria memilih diam sibuk dengan pikiran masing-masing dan hanya sibuk dengan ponsel mereka. hingga waktu hampir sore mereka dan akan beranjak.
"papi kita nanti antar tante cantik pulang ya" ucap stephani membujuk papinya
"tidak sayang, tante bawa mobil sendiri kok" ucap sherly
"please papi, mommy kan pulang sama uncle kasian tante cantik pulang sendiri" ucap stephani lagi.
"benar pak dokter, kau harus mengantar tante cantik kesayangan stephani" ucap abizar meledek rendy
"masss" ucap mel
"sayang, aku berkata apa adanya" ucap abizar
"kak rendy maaf ya mas abi tidak bermaksud apa-apa dia hanya bercanda" ucap mel.
"ayolah papi" ucap stephani lagi
"baiklah" ucap rendy yang terlihat terpaksa
abizar mendekati stephani lalu berjongkok didepannya.
"anak cantik, cantikan mana mommy atau tante cantik" ucap abizar
"dua-duanya" ucap stephani
"anak cantik mommy atau tante cantik" ucap abizar lagi
"dua-duanya" ucap stephani
"mau bobo sama siapa mommy atau tante cantik" ucap abizar
gadis itu berpikir keras menjawab pertanyaan abizar.
"aku mau bobo sama tante cantik, mommy kan sibuk kerja" ucap stephani
"anak pintar, besok-besok kita makan icecream cream lagi ya" ucap abizar
"Ok uncle terima kasih" ucap stephani lalu mencium pipi abizar lalu memeluk pria itu.
sherly dan mel tersenyum melihat begitu so sweetnya perlakuan stephani kepada abizar. akhirnya stephanipun melambaikan tangan pada mel dan abizar karena ia akan lebih dulu pulang bersama sherly dan papinya.
"anakku menyukaimu mas" ucap mel tersenyum
"dia bukan anakmu, nanti kita buat anak kita sendiri" ucap abizar
"dia seperti anakku aku merawatnya dari bayi, dan aku cemburu pada sherly karena ia bisa menaklukkan hati stephani " ucap mel
"buat apa iri sayang, kau lebih hebat bisa menaklukkan hatiku" ucap abizar dengan percaya diri
"itu perasaan mas saja" ucap mel