CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
selangkah lebih maju



ternyata rendy tidak bercanda dengan ucapannya kepada sherly. ia menerima undangan makan malam keluarga sherly akhirnya pekan ini. ia tidak hanya akan pergi bersama stephani tetapi juga akan membawa ibunya.


sekarang ia sedang berada dimall ia akan mendatangi sebuah toko perhiasan langganan ibunya. ia memilih sebuah cincin berlian koleksi terbaru dari toko tersebut. ia sendiri yang memilih cincin yang akan ia berikan kepada sherly sebagai tanda keseriusannya. ia juga merahasiakan kepada sherly tentang cincin dan juga keikutsertaan ibunya untuk makan malam nanti. setelah mendapatkan cincin yang diinginkan rendy langsung pulang kerumah.


rendy meminta kepada nanny untuk mempersiapkan stephani putrinya untuk acara makan malam. dan ia juga meminta ibunya ikut dan bersiap. Ia sudah menceritakan niatnya tentang sherly kepada Ibunya dan wanita paruh baya itu mendukung sepenuhnya keputusan anaknya.


"ma, tolong jangan ajak dan beritahu tari dulu, Mama taunan dia itu mulutnya ember" ucap rendy


"ren, dia adikmu jangan seperti itu, hari ini akan mama rahasiakan karena kita belum tau tanggapan keluarganya tentang lamaran dadakanmu ini" ucap mama rendy


"baiklah ma, sekarang mama dandan yang cantik ya" ucap rendy


"harusnya kau katakan itu pada sherly" ucap mama rendy


"dia sudah cantik ma" ucap rendy


"sepertinya anak mama ini benar-benar tertarik pada sherly" ucap mama rendy


"mama bisa saja" ucap rendy


malam telah tiba rendy sudah bersiap dengan stephani. sedangkan mamanya rendy masih dikamar.


"OMa lama sekali sih papi" ucap stephani


"OMa sedang dandan biar cantik" ucap rendy


"aku sudah cantik tetapi tidak lama" ucap stephani


"orang dewasa memang seperti itu sayang" ucap rendy mengedipkan mata kepada putrinya.


mamanya rendy turun dan ia sudah selesai berdandan.


"mama kenapa lama sekali dikamar" ucap rendy


"mama kan dandan yang maksimal agar orang tua sherly menerimamu" ucap mama rendy


"baiklah mama ratunya" ucap rendy tidak ingin berdebat dengan mamanya.


kali ini rendy dan keluarga menggunakan supir menuju rumah sherly. jalanan tidak terlalu ramai membuat mobil yang ditumpangi rendy lebih cepat sampai dan sudah tiba didepan pintu gerbang rumah sherly yang amat besar. penjaga rumah sheely membuka pintu gerbang mereka dan mempersilakan mobil rendy masuk.


jantung rendy berdegup kencang saat tiba didepan rumah sherly walaupun ini bukan pertama kalinya ia akan melamar seorang wanita. dan mamanya rendy menyadari dan melihat kegugupan putranya.


"ren, santailah kau sudah pernah melakukan ini kan" ucap mamanya rendy.


sherly menyambut kedatangan rendy dan stephani.ia tidak menyangka rendy membawa mamanya juga.


"tante ikutan makan malam bersama kalian boleh kan" ucap mamanya rendy.


"tentu saja tante, sherly senang sekali tante ikut hadir" ucap sherly.


"terima kasih nak" ucap mamanya rendy


"ayo tante silakan masuk" ucap sherly


"dia bawa mamanya apa dia benar mau melamarku" batin sherly


pandangan sherly beralih ke stephani gadis itu begitu cantik dan mengemaskan memakai gaun tutu berwarna merah.


"hai cantik" ucap sherly


"hai juga tante cantik" ucap stephani.


gadis kecil itu berpegangan tangan pada sherly disebelah kanan dan sejak tadi berpegangan tangan sebelah kiri pada papinya.


"sherly, kenapa tamunya tidak disuruh masuk" ucap mama sherly sambil mendekati rendy dan keluarga


"ia ma, maaf ini mau masuk" ucap sherly


"Oh ini dokter rendy" ucap mama sherly ramah


"ia tante saya rendy dan ini ibu saya" ucap rendy


" selamat datang ya buk dirumah kami" ucap mama sherly


"ayo kita masuk" ucap sherly


"sebentar ini pasti si cantik stephani" ucap mama sherly


stephani hanya mengangguk karena malu, mamanya sherly mengajak keluarga rendy langsung masuk keruang keluarga.


"selamat datang dirumah kami ya pak dokter" ucap papa sherly


"panggil saja saya rendy om" ucap rendy


"sher, katakan kepada pelayan membawa minuman dan cemilan kesini" ucap papa sherly


"baik pa" ucap sherly


"sherly banyak cerita tentang dirimu terutama anak cantik ini" ucap papa sherly


"cerita yang baik kan om" ucap rendy


"tentu saja apalagi ada niat baik untuk putri kami pasti akan langsung kami sambut" ucap papa sherly


"sher...duduk sini" ucap papa sherly memanggil sherly


"begini om, niat saya dan ibu saya kesini selain untuk menerima undangan makan malam dari keluarga om saya juga ada niat melamar anak om sherly" ucap rendy tanpa basa basi


semua diam keluarga sherly diam walau mereka sangat bahagia dengan sikap rendy berani langsung melamar anak gadisnya.


"apa? dia melamarku aku tidak mimpikan" batin sherly


"bagaimana sherly, apa kau menerima lamaran rendy kalian baru saja kenal apa kau siap nak" ucap papa sherly


"mama dan papa akan menerima segala keputusanmu sayang ikuti kata hatimu" ucap mama sherly


"tante disini hanya pendamping rendy menyampaikan niat baiknya tetapi segala keputusan kami serahkan kepada sherly" ucap mamanya rendy.


sherly menatap rendy yang duduk didepannya pria itu serius dengan ucapannya terlihat dari wajah dan sikapnya.


"tante, mas rendy aku menerima lamaranmu malam ini" ucap sherly yang malu-malu


"Alhamdulillah" ucap mamanya rendy


"om dan tante apakah setuju dengan keputusan sherly dan menerima lamaran saya" ucap rendy


"tentu aku menerimamu nak, jagalah anakku walau dia gadis yang manja tetapi aku yakin kau akan bisa membimbingnya" ucap papa sherly


"mama juga begitu, apapun keputusan dan keinginan sherly mama akan mendukung" ucap mama sherly


"sekarang kita besan ya buk" ucap mama rendy


mama sherly mendekati mamanya rendy dan memeluk calon besarnya tersebut.


"dan kau anak cantik sekarang panggil aku oma" ucap mama sherly


"baik oma" ucap stephani


"apa kau senang tante cantikmu akan menjadi mamimu" ucap mama sherly


"aku senang sekali OMa, nanti aku ada teman bermain dan bobo" ucap stephani yang mengundang tawa semua yang ada diruang keluarga.


"saya akan kembali ke jerman bulan depan om" Ucap rendy


"bagaimana dengan sherly" ucap papa sherly


"jika sherly mau dan om mengijinkan saya ingin menikahi sherly dalam waktu dekat dan setelah itu membawanya kejerman" ucap rendy


"bagaimana sher. apa kau tidak masalah tidak diadakannya pesta resepsi pernikahan" Ucap papa sherly


"baik pa sherly terima saran dari mas rendy dan aku akan ikut bersamanya kejerman" ucap sherly


"Pa, anak kita sudah dewasa dalam berpikir sekarang mama bangga padamu nak" ucap mama sherly sambil menangis dan memeluk putri


"baiklah jika itu keputusan kalian kita tinggal melengkapi berkas dan menyiapkan segalanya" ucap papa sherly


"nak, berdirilah didekat rendy" ucap mama rendy


"ia tante" ucap sherly lalu ia berdiri didekat rendy.


rendy ikut berdiri sejajar dengan sherly.


"terima kasih telah menerimaku dan putriku dikehidupanmu" ucap rendy lalu memakaikan cincin kejari manis sherly.


sherly menangis terharu dengan ucapan rendy dan ia mengangguk tanda setuju.


tanpa mereka sadari stephani mengambil video moment sherly dan rendy saat memasangkan cincin dan ia juga tanpa sengaja membagikan kepada tantenya tari dan mel.