CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
wanita tidak pernah salah



sesampai ditempat yang ditujuan. mereka mencari tempat yang rindang untuk bersantai, mel membuka bekal makanan yang ia bawa dari rumah.


"astaga aku lupa membawa minum untuk kita" ucap mel


"pi, sana beli minum untuk kita" ucap tari


"baik mi" ucap arnold


"aku ikut" ucap abizar


"dasar suami takut istri" batin abizar sambil mengikuti arnold kepenjual minuman.


mereka membeli beberapa botol minuman dan juga cemilan.setelah itu mereka kembali.


"ini" ucap arnold sambil menyerahkan bungkusan berisi minuman dan cemilan


"pi, kenapa kau beli minuman soda" ucap tari


"sekali ini saja" ucap arnold


"tidak, tukar sana" ucap tari


"mi, mana bisa ditukar" ucap arnold


"cepat tukar aku tidak mau tau" ucap tari


"kenapa kau marah, minumlah apa yang ada" ucap abizar kesal


"aku berbicara pada suamiku bkn kau" ucap tari


"ok mi, tapi beli lagi ya jangan marah-marah malu" ucap arnold


"papi sih kenapa beli soda aku kan tidak suka kau minum itu" ucap tari


"ia maafkan papi ya mi, ok papi beli yang lain" ucap arnold


"hei, arnold kau takut dengan istrimu yang bawel ini" ucap abizar


"memang saya yang salah tuan" ucap arnold


"apa? " ucap abizar tidak percaya apa yang arnold katakan


"aku beli yang lain dulu ya" ucap arnold dan berlalu kepenjual minuman tadi.


"kau kejam sekali jadi istri" ucap abizar


"dia saja tidak keberatan kenapa kau yang repot" ucap tari kesal


"sudah mas tari benar, Kak ar ada masalah lambung jadi tidak bisa minuman soda" ucap tari.


"kalian menggunakan asas wanita tidak pernah salah" batin abizar


tak berapa lama arnold kembali dengan beberapa botol air mineral dan sebuah icecream untuk istrinya.


"untuk mami" ucap arnold


"terima kasih papa sayang" ucap tari lalu menc•um pipi arnold


"maafkan papi ya" ucap arnold.


"selalu dimaafkan" ucap tari


mel dan abizar melihat adegan itu. pasangan yang baru berseteru karena minuman soda kini mencair beradegan manis seperti icecream.


"mana ice cream untuk kami, kenapa hanya istrimu yang kau belikan" ucap abizar


"kau kan seorang CEO yang kaya raya kenapa memerintah suamiku membeli ice cream untuk kalian, sana beli sendiri" ucap tari menyambung


"benar sayang, aku juga mau mas belikan seperti kak ar" ucap mel


"tapi aku malas jalan kesana itu jauh dan panas" ucap abizar mengeluh


"tidak usah lagi, nanti aku akan meminta rudi membelikanku icecream saat acara reuni" ucap mel


"sayang, kau sekarang ikut sahabatmu ini suka mengancam" ucap abizar


"aku tidak mengancam hanya memberi tahu ada orang lain yang menunggu dan rela berjuang" ucap mel


"ok, aku akan kesana dan membelikan semua icecream untukmu" ucap abizar dan bangkit dari duduk mereka bersantai.


"mau saya temani tuan" ucap arnold


"tidak perlu, ini gara-garamu" ucap abizar kesal menatap arnold dengan tajam


"wanita dilawan" ucap tari


"apa kau mau bilang wanita tidak pernah salah"ucap abizar


abizar berjalan dengan kesal meninggalkan arnold, tari dan mel


"kena juga kau tuan, kau juga takut dengan mel" batin arnold.


sesampai disana icecream hanya tinggal satu, abizar pun kembali dengan satu icecream ditanganinya yang hampir meleleh.


"ini untukmu" ucap abizar sambil memberikan mel ice cream rasa vanilla.


"terima kasih mas" ucap mel


"tadi katanya ada yang mau borong icecream, kenapa hanya satu, dasar CEO pelit" ucap tari


"enak saja kau bilang aku pelit, icecreamnya saja yang sudah habis" ucap abizar


"sudah ri, lihat wajah mas abi jadi merah dan wajah berkringatnya karena membeli aku icecream" ucap mel membela


"kau harus tegas mel, agar suamimu melakukan hal yang benar saat disuruh" ucap tari


"hei kau, jangan memprovokasi calon istriku menjadi sekejam dirimu" ucap abizar


"sudah mas, nih kita bagi dua icecreamnya" ucap mel sambil menyodorkan icecream corn yang tadi abizar belikan padanya sambil menghapus pelu diwajah abizar.


"terima kasih sayang, i Love you" ucap abizar sambil mengesap icecream dari tangan mel.


"setelah ini kita makan dulu ya, aku masak banyak untuk kita tadi" ucap mel


mereka pun makan bersama. tari meminta satu piring dan meminta arnold menyuapinya. abizar terus memantau tingkah aneh kedua pasangan suami istri ini yang membuat ia kesal.


"ini bukan double date tapi ini perang date" batin abizar.


"hei, apa kau tidak punya tangan untuk makan, lihat mel saja makan sendiri" ucap abizar


"mel, kenapa calon suamimu ini cerewet dan suka sekali ikut campur urusan rumah tangga orang lain"ucap tari.


"mas, sudahlah kau lebih baik makan yang benar, apa aku harus menyuapimu agar kau diam mas" ucap mel menatap tajam abizar.


abizar pun diam dan meneruskan makannya. begitu juga dengan mel dan pasangan suami istri tari dan arnold.


setelah selesai makan mel meragukan peralatan bekal makan yang ia bawa. ia melihat abizar memandang ke arah bukit yang lebih tinggi dari yang mereka berada sekarang. mel mendekati abizar dengan membawakan dua botol minuman.


"masih marah" ucap mel


"tidak" ucap abizar


"kenapa singkat sekali jawabnya mas" ucap mel


" tidak tau" ucap abizar


"aku minta maaf jika salah" ucap mel


"kau tidak salah, tapi wanita galak itu" ucap abizar


"hahaha tari maksud mas" ucap mel


"siapa lagi" ucap abizar


"tari itu manja, dan tidak ada salahnya bermanja dengan suaminya setiap pasangan punya cara sendiri mas untuk menjaga cinta" ucap mel


"kan.. kau membelanya lagi" ucap abizar


"apa mas tidak akan memanjakanku setelah menikah" ucap mel


"tentu saja aku akan memanjakanmu tapi aku tidak akan takut padamu sayang seperti arnold" ucap abizar


"kak ar bukan takut pada istrinya tp dia teramat sayang pada tari mas" ucap mel


"dia bukan sayang mel tapi dia seperti dijajah istri" ucap abizar


"mana ada istri menjajah suami mas, jangan asal bicara" ucap mel


"pokoknya kau tidak boleh seperti wanita galak itu saat kita menikah" ucap abizar


mel tertawa terbahak melihat ekspresi kesal abizar kepada tari. bahkan sang CEO memasang muka cemberutnya seperti anak kecil yang tidak dibelikan ice cream oleh ibunya.


"ayo kita duduk disana aku ingin kita foto berdua mas, aku akan meminta kak ar mengambil dengan camera ponselku" ucap mel


"lebih baik kita selfie saja, nanti tari ikut lagi membuat telingaku panas dengan ocehannya" ucap abizar


"tari itu sahabat yang baik, istri yang baik dan ibu yang baik mas" ucap tari


"kalian sesama wanita saling membela dan mendukung walau itu salah" ucap abizar


"karena wanita selalu benar dan tidak pernah salah" ucap mel sambil berjalan lebih dulu dari abizar.