
mel langsung masuk kerumah setelah abizar mengantarnya pulang setelah dari pernikahan sherly. mel langsung masuk kerumah kemudian menguncinya kembali. ia cepat menuju kamarnya mengambil perlengkapan mandi untuk membersihkan diri kemudian ia memilih untuk tidur.
keesokan harinya mel terbangun oleh dering pada ponselnya. yang berdering berulang kali. tertulis nama sherly diponsel sedang memanggil.
๐hallo ucap mel sambil menguap
๐hallo mel kau tidak jadi mengantarku ucap sherly
๐kemana? ucap mel yang mengantuk
๐aku akan kejerman hari ini apa kau lupa
๐astaga, aku lupa aku akan segera kesana ucap mel terkejut
๐ baiklah aku akan menunggumu mel ucap sherly
mel menutup panggilan teleponnya ia tidak menyangka bisa lupa berjanji akan mengantar sherly dan rendy kebandara jam 12 siang ini dan sekarang sudah jam 11 siang.
"kenapa aku bisa lupa, bod*h sekali aku ini" batin mel
ia bergegas mandi secepat kilat dan bersiap seadanya tanpa memoles wajahnya dan mengikat rambutnya panjangnya seadanya. lalu memesan ojek online agar lebih cepat sampai. jalan begitu padat mel sangat takut telat kebandara. hampir hampir setengah jam lebih ia sampai dibandara ketika pasangan pengantin baru itu akan bording. ia segera masuk dan berlari
mencari sherly.
"sherly!!!!" teriak mel sambil ngos-ngosan
"aku kira kau tidak datang mel" ucap sherly
"maaf ya aku lupa dan kesiangan" mel
"asal kau datang aku sangat senang" ucap sherly
stephani gadis kecil yang sedari bayi ia rawat mendekati mel.
"mommy" ucap stephani
"sayang sekarang stephani sudah punya mommy sherly apa stephani senang" ucap mel
"sangat mommy" ucap stephani
"mulai sekarang panggil mommy hanya pada mommy tante cantik" ucap mel
"kenapa begitu kau kan mommyku juga" ucap stephani
"panggil aunty ya jangan mommy nanti mommy sherly sedih kan mommynya sekarang mommy sherly" ucap mel
"baik mommy ehh aunty" ucap stephani
"anak pintar" ucap mel sambil memeluk stephani dengan sangat sayang seperti tidak sanggup untuk berpisah.
"mel kami pergi ya sepertinya sudah waktunya" ucap rendy
"hati-hati kak, aku berdo semoga kalian menjadi keluarga yang bahagia nanti saat pulang kesini semoga stephani sudah bawa adik" ucap mel
" bukan seperti itu yang seharusnya, kami menunggu kau dijerman untuk bulan madu" ucap sherly menyambung
"baiklah" ucap mel
"kami tunggu undanganmu dengan abimu itu" ucap rendy
akhirnya mereka berpamitan dan melambaikan tangan dan menghilang untuk masuk keruang tunggu pesawat.
"tante juga menunggu kabar bahagia darimu" ucap mama rendy saat mendekati mel
"doakan mel ya tante" ucap mel
"kau sudah tante anggap seperti putriku sendiri, jadi tante juga ingin kau bahagia" ucap mama rendy
" terima kasih tante" ucap mel
"ayo ikut tante pulang biar tante antar pulang" ucap mama rendy
"mel masih ada urusan tante dan juga mas abi akan jemput" ucap mel
"baiklah tante pulang dulu ya sayang" ucap mama rendy sambil berlalu
mel mengeluarkan ponselnya lalu ia mengirim pesan singkat pada Abizar.
โ mas aku dibandara, bisa jemput aku tulis mel
โ baiklah sayang tulis abizar
sambil menunggu abizar mel memilih untuk masuk ke coffee shop yang ada dibandara sambil menunggu kedatangan abizar untuk menjemputnya.
hampir satu jam mel menunggu hingga dering ponsel tanda panggilan dari abizar.
๐ dimana tanya abizar
๐ aku dicoffee shop mas jawab mel
abizar naik kelantai 2 dimana coffee shop dimana mel berada.
" tidak kok mas" ucap mel sambil tersenyum
"kau sedang chat siapa?" ucap abizar
"sherly mas, dia mengatakan akan masuk kedalam pesawat" ucap mel
" apa kau tidak cemburu dengan mereka sayang" ucap abizar
"tentu saja tidak mas, aku malah bersyukur dan tenang sekarang" ucap mel
"kau begitu menyanyanginya gadis kecil itu?" ucap abizar
"sangat" ucap mel
"sekarang sherly sudah bersama mereka jadi kau tenang saja" ucap abizar
"ia mas, mas abi mau kopi juga" ucap mel sambil mengaduk kopi yang tadi ia pesan
"tidak sayang, terus bagaimana dengan kita" ucap abizar memastikan
"mas maunya seperti apa?" ucap mel menantang
"tentu saja kita segera menikah" ucap abizar
"baik, siapa takut" ucap mel
"kau yakin sayang, ini tidak bercanda kan" ucap abizar
"aku serius dengan ucapanku kemarin dan hari ini" ucap mel
"ternyata ini bukan mimpi sayang, mari kita persiapkan segalanya" ucap abizar
"aku hanya mau yang sederhana saja mas" ucap mel
"terserahmu saja sayang, sepulang dari sini kita bicakan dengan mama dan papa" ucap abizar
mel hanya mengangguk setuju. setelah menghabiskan kopinya mel dan abizar memutuskan untuk pulang. diperjalanan menuju rumah mel. gadis itu mengajak abizar untuk makan rujak.
"aku ingin makan rujak mas " ucap mel
"boleh, dimana?" ucap abizar
" disimpang sebelah rumah sakit kirana mas" ucap mel
"tapi kau baru saja minum kopi aku takut kau sakit perut sayang" ucap abizar
"aku sangat menginginkan rujak disana dari kemarin" ucap mel
"ka seperti orang yang ngidam saja" ucap abizar
"mungkin mas rasanya memang seperti orang ngidam" ucap mel
"belum juga diham*li kenapa bisa ngidam" ucap abizar
"apa harus hamil dulu baru boleh ngidam" ucap mel yang sudah menantap abizar tajam
"sepertinya aku tidak perlu membantah mel atau dia akan mengamuk dan tidak mau lagi menikah denganku" batin abizar
"lets go sayang, apapun untukmu" ucap abizar nyengir
"nah gitu donk" ucap mel
mereka sudah tiba ditempat penjual rujak yang menjajahkan rujak dengan aneka buah diatas gerobaknya. mel langsung turun membuka pintu mobil dan meninggalkan abizar yang masih di mobil yang baru ia parkirkan. abizar hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah mel.abizar kemudian menyusul mel dimana sekarang gadis itu berada. mel sedang memilih buah-buah segar yang dengan dominan dengan rasa asam.
abizar menelan air liurnya saat mel pilihan buah mel dan bumbu kacang yang sangat pedas yang ia minta pada pedagang rujak tersebut. merasakan keberadaan abizar mel menarik tangan abizar untuk duduk di tempat pedagang rujak tersebut.
"sayang, kau tidak salah memilih buah dan bumbu rujaknya kau bisa sakit perut" ucap abizar khawatir
"tenang mas aku sudah biasa dengan porsi ini dan level pedasnya" ucap mel tenang
"mel ini bukan mimpikan kau akan menghabiskan semua ini" ucap abizar
"tentu saja tidak mas ini bukan mimpi dan mas harus membantuku menghabiskan rujak ini" ucap mel
"sayang maaf aku tidak suka yang terlalu pedas" ucap abizar
saat satu piring rujak sudah dibawakan dihadapan mel dan abizar. mel ingin menyuapkan buah pertama untuk abizar.
" mas ayo buka mulutnya" ucap mel
"aku melihatmu saja" ucap abizar
mel memakan rujaknya dengan sangat lahap
"coba dulu nanti mas pasti ketagihan" ucap mel
"tidak mau, pesankan saja aku buah yang lain aku tidak mau sakit perut" ucap abizar sambil menutup mulutnya seperti anak-anak yang sedang gerakan tutup mulut saat disuapi ibunya.