
abizar dan mel segera membawa tari kerumah sakit terdekat. mobil abizar melaju dengan sangat kencang
"mel, aku sudah tidak tahan" ucap tari sambil menarik nafas dan menghembuskannya.
"sabar ri, sebentar lagi sampai kau" ucap mel
"anakku mau keluar, aku tidak mau melahirkan didalam mobil" ucap tari yang panik.
akhirnya abizar mendapatkan rumah sakit terdekat. ia turun dari mobil dan memanggil perawat untuk membantunya mengangkat tari.
"aku mau suamiku, aku tidak mau melahirkan ditemani belatung nangka ini" ucap tari kesal pada abizar
"ia aku akan segera menghubungi arnold" ucap abizar
"astaga ,wanita ini sempat-sempatnya mau ber•nak mengataiku" batin abizar.
abizar mengatakan bahwa arnold sedang dalam perjalanan kesini bersama rendy. tari dibawa keruang bersalin ditemani mel. dan dokter mengatakan pembukaan jalan lahir sudah lengkap dan tari sudah siap untuk melahirkan.
"mel, dimana suamiku" ucap tari
"sedang dijalan ri, tenanglah dan ikuti arahan dokter" ucap mel
"aku mau suamiku menemaniku, biar dia tau aku kesakitan dan berdarah melahirkan anaknya" ucap tari
"sudah jangan berpikir macam-macam" ucap mel
"ibu tari, kalau ada rasa seperti mau buang air besar ibu mulai mengejan ya" ucap dokter
"baik dok, suaminya yang tadi diluar tidak disuruh masuk" ucap dokter
"dia bukan suamiku dok" ucap tari
"ok baiklah, jika ibu mau minum bisa kok, santai dan jangan panik ya biar babynya tidak stres didalam" ucap dokter dengan ramah dan lembut.
"aduh dok perut saya sakit lagi, seperti mau buang air" ucap tari
"mulai mengejan ibu tari tarik nafas batukkan kearah perut agar bayi terdorong" ucap dokter
begitulah seterusnya hingga suara seorang bayi terdengar saat arnold akan masuk keruang bersalin dimana istrinya berada.
"selamat ya buk, anaknya perempuan dan sangat cantik" ucap dokter
suster langsung membersihkan bayi cantik dan memberikan kepada tari untuk inisiasi menyusu dini kepada ibunya.
"sayang mami" ucap tari mengecup pipi bayinya.
"sayang anak kita sudah lahir" ucap arnold mendekati tari.
"pergi sana, aku marah padamu sayang, kau lama sekali" ucap tari kesal
"hei, ibu satu anak, kau baru melahirkan kenapa marah-marah, berdamailah tidak malu bertengkar didepan bayi kalian" ucap mel tidak habis pikir.
"maafkan aku sayang, dia Cantik sepertimu" ucap arnold memeluk tari dan mencium keningnya
"baiklah kali ini ku maafkan"ucap tari
arnoldpun menggendong bayinya dan mengkhomatkannya. setelah itu tari akan dipindahkan keruang rawat setelah pengawasan untuk memastikan tidak ada pendarahan.
mel keluar dari ruang bersalin dan ia melihat abizar dan Rendy ada diluar.
"bagaimana keadaan tari mel" ucap rendy
"dia sudah melahirkan kak, anaknya perempuan dan sangat cantik" ucap mel
"syukurlah" ucap rendy
"sebentar lagi tari dan bayinya akan dipindahkan keruangan jadi kakak bisa melihat keponakan kakak" ucap mel
"terima kasih ya kau telah membantu tari" ucap Rendy
"bukan aku tetapi mas abi kak, bahkan tadi dia yang menggendong tari kemobil" ucap mel
"terima kasih tuan abizar kau telah menolong adikku" ucap rendy
"sudah kewajibanku menolong jika dibutuhkan" ucap abizar.
"baiklah aku mau lihat keadaan tari dulu" ucap Rendy
"baiklah kak" ucap Rendy
mel kemudian duduk disamping abizar dan ia lupa bertanya kenapa abizar bisa ada dibandara juga.
"maaf" ucap abizar
"untuk apa mas" ucap mel
"karena aku egois padamu dan menuduhnya yang bukan-bukan" ucap abizar
"aku sudah memaafkanmu mas, jadi lupakan saja" ucap mel
"jadi hubungan kita" ucap abizar
"kau masih kekasihku" ucap abizar
"aku mohon jangan lakukan lagi kau harus percaya kepada orang yang kau cintai" ucap mel
"baiklah aku berjanji" ucap abizar
"katakan padaku siapa yang mengirimmu video itu" ucap mel
"sudah lupakan saja" ucap abizar
"mama kan mas aku melihat mama ada di cctv dihari yang sama" ucap mel.
"jangan marah pada mama mel" ucap abizar
"aku tidak mungkin marah" ucap mel
"jadi kau mau pergi ke jerman" ucap abizar
"tidak mas, yang berangkat itu kak Rendy nanti malam aku hanya membantunya packing dan mengantar kopernya kebandara" ucap mel
abizar terdiam ia sudah paham sekarang ternyata Rendy membalas ke salah pahamannya kemarin dengan seperti ini seolah mel akan pergi dengan. Rendy.
"dia membohongiku" batin abizar
tari dan bayinya akhirnya dipindahkan keruangan dan menempati ruangan Vip. arnold membantu tari mengambil bayinya untuk disusui oleh tari.
"setelah dia menyusu aku ingin menggendongnya ya" ucap mel semangat
"tidak boleh, buat saja sendiri" ucap tari.
"hei, emak anak satu bagaimana bisa kau menyuruhku buat anak sendiri" ucap mel kesal.
"kau tinggal pilih mel, kau ingin bapak anakmu itu siapa, disini ada Kak Rendy dan si abizar itu" ucap tari
"dasar ya bun, sehabis melahirkan mulut lancar kayak jalan tol" ucap mel
"kau mau menunggu apa lagi mel, mau nunggu anakku masuk PAUD atau kau mau jadi maduku" ucap tari dan semua orang langsung menatap tari
"jangan gila ri, ucapan itu doa, kau harusnya mendoakan aku dapat suami yang baik" ucap mel
"baiklah aku ganti doanya" ucap tari
"sini biarkan aku menggendong keponakanku" ucap mel.
mel menerima bayi kecil itu dari gendongan. tari bayi merah dengan pipi yang sangat gembul. abizar yang melihat mel menggendong bayi terlihat sangat senang dan membayangkan jika mereka punya bayi.
"aku akan buat kau punya banyak bayi sayang" batin abizar.
setelah puas menggendong bayi tari mel meletakkannya di box bayi. abizar mengajak mel keluar. gadis itu mengganggu dan mereka menuju kantin.
"kau tidak ingin punya bayi sayang" ucap abizar
"kenapa pertanyaan mas sama anehnya dengan tari"ucap mel
"ya aku kan hanya bertanya" ucap abizar
"nanti saat aku sudah menikah aku ingin punya bayi lucu seperti bayi tari" ucap mel
"menikah dengan siapa" ucap abizar
"ntahlah sesuai rencana tuhan saja" ucap mel
"kau mau menikah denganku" ucap abizar serius ia sudah menggenggam tangan mel
"mas.. " ucap mel
"ya atau tidak" ucap abizar
"jangan memaksa dan kita jalani saja hubungan kita ini, ok" ucap mel.
"kenapa kau takut" ucap abizar
"karena aku tidak mau jadi janda sesaat karena mas itu masih egoan dan emosian" ucap mel
"aku tidak seperti itu kalau sudah menikah aku akan jadi suami siaga seperti arnold" ucap abizar
" ia...ia aku percaya " ucap mel
"Jadi.. " ucap abizar
"apa" ucap mel.
" apa jawabanmu apa kau mau jadi istriku dan ibu dari anak-anakku" ucap abizar
"asal kau berjanji tidak membiarkanku melahirkan dibandara apalagi didalam mobil" ucap mel
mendengar jawaban mel yang begitu lucu abizar tertawa terbahak begitu juga mel.