CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
jadi obat nyamuk



hari ini mel menepati janjinya untuk kembali bertemu dengan tari seperti yang ia katakan kemarin. untuk membicarakan pekerjaan yang ditawarkan tunangan arnold tersebut yang tak lain adalah tari.


tapi sungguh bila boleh jujur hati mel masih sangat sakit mengingat kata-kata lelaki arogan itu yang menyebut ia ******. sebenarnya malu rasanya bagi untuk keluar rumah, tapi dia adalah seorang yang selalu menepati janjinya. ia harus tetap terlihat tegar dan kuat. tidak ada seorang yang boleh melihat bahwa ia terluka dan merasa kasian padanya. ia melamun didepan cerminnya cukup lama. memikirkan kejadian kemarin.


mel tersadar dari lamunannya saat ponsel mel berdering dan tertulis nama tari disana.


"halo mel kau dimana"? tanya tari


"halo ri aku masih dirumah"jawab mel


"aku akan menjemputmu, mumpung bebebku hari ini ambil cuti" ucap tari.


"ahh kau ini buat aku iri saja, aku ga mau jadi obat nyamuk" ucap mel.


"kau bukan obat nyamuk tapi kau lotion anti nyamuk" jawab tari sambil tertawa.


"dasar teman durhaka" ucap mel tertawa.


setelah selesai bertelepon ria mel langsung bersiap. setelah memilih pakaian yang ia rasa nyaman ia langsung menuju kamar mandi dan kemudian bersiap.


deru suara mesin mobil dan klakson mobil pertanda tari dan arnold telah tiba. mel segera keluar dari rumahnya dan langsung menguncinya pintu. tari dan arnold sudah menunggunya di depan rumah mel.


"mel fotoin kita donk, please.... " ucap tari manja


"yank, jangan foto-foto terus donk"ucap arnold


"bolehkan mel"ucap tari


mel hanya menjawab dengan anggukan kepalanya dan mengambil foto tari dan arnold.


"Fix aq jadi obat nyamuk" batin mel



"mel hari ini kita diajak bebebku untuk jalan-jalan dan ditraktir" ucap tari


"tapi ri bukannya kita mau bahas pekerjaan"ucap mel


"lain kali saja mel, kita refreshing dulu ok"ucap tari


"baiklah" ucap mel. pasrah


tari memperhatikan wajah sahabatnya itu yang sama sekali tidak ada terlihat luka sisa kemarin. mel tetap semangat dan tersenyum seolah baik-baik saja dan tidak sedang terluka.


"aku akan menghiburmu hari ini mel, aku tau kau paling tidak suka dikasihani jadi aku pakai cara ini"ucap tari dalam hati.


mereka menuju arah mall tari mengajak mel menonton film. tangan tari tidak terus menggenggam tangan mel ia ingin memberi kekuatan pada mel agar mel tidak merasa sendiri. dan diikuti arnold dari belakang. tiba di bioskop arnold memesan tiket dan membeli popcorn dan minuman.



pandangan tari masih fokus menatap jam tangan yang melingkar ditangan mel. sahabatnya itu masih memakainya. padahal jelas gara-gara jam tersebut lelaki kemarin menghinanya. mel menatap sahabatnya


"apa benar mel seperti itu, tidak.. tidak.. mel tidak mungkin begitu" batin tari


"hei, ri kenapa kau menatapku seperti itu"?tanya mel.


"tidak ada apa-apa kasian kau mel cantik tapi jomblo"usap tari asal. yang membuat mel kesal


"filmnya satu jam lagi"ucap arnold


"sayang temani aku ketoilet ya, mel kau tunggu sebentar ya"ucap tari dijawab anggukan oleh mel sambil ia menikmati camilan yang mereka beli tadi.


"ayo" ucap arnold


arnold mengantar tari ke toilet dan menunggu didepan toilet sambil menerima telepon.


"siang tuan, saya sedang bersama tunangan saya dan mel tuan dan saya lihat mel memakai jam tangan yang anda beli"ucap arnold


tari mendengar ucapan arnold tunangannya dan penasaran dengan siapa tunangannya itu berbicara.


"sayang, kau terima telepon dari siapa"?tanya tari.


"ooo.. sayang aku tadi mendengar kau menyebut nama mel" selidik tari


"oh, kemarin saat aku dan tuan mandala bertemu mel tuan mandala membelikan mel jam tangan yang couple dengan istri dan katrine anaknya"ucap arnold


"couple"? tanya tari


" ya couple, tuan mandala membelikan wanita kesayangannya buat istrinya, katrine anaknya dan juga mel.


"dan kau tau sayang, mel sebenarnya anak dari sahabat tuan mandala. tuan mandala merasa bersalah karena membiarkan mel hidup sendiri"


"mungkin saja kalau kau juga ikut kemarin, kau akan menyangka mereka adalah ayah dan anak sungguhan" jelas arnold panjang lebar.


"berarti lelaki yang kemarin memfitnah mel jahat sekali"batin tari


"hei kenapa kau melamun sayang" ucap arnold


"tidak-tidak, ayo kita kembali mel pasti bosan menunggu" ucapnya


tari menggandeng tangan arnold menghampiri mel yang masih setia menunggu.


"maaf lama, tadi mules"ucap tari memberi alasan


"no problem" ucap mel


setelah menunggu cukup lama mereka memasuki ruangan bioskop.mereka duduk satu baris dan tari setengah antara arnold dan mel. tari memeluk sebelah tangan arnold dan menyandarkan kepalanya ke bahu arnold


"aku sudah firasat yang jadi obat nyamuk"ucapnya dalam hati.


film dimulai mel sama sekali tidak bisa menikmati film yang diputar.matanya terus melirik dua sekali yang kasmaran itu.


"apalagi ini si tari suap-suapan segala, ei kalian seperti bioskop ini milik kalian berdua"batin mel.


mel mulai betah bukan karena tidak suka filemnya tapi melihat kelakuan tari dan arnold.sungguh berada diantar pasangan yang dimabuk asmara itu tidak enak.


"ehhh... ehhh apa-apaan lagi nie si arnold mau mencium tari wah..wah..mentang-mentang gelap"batin mel kesal


mel sengaja batuk dengan sangat keras dan menghentikan tingkah laku mereka. terlihat raut malu-malu.


"dasar Kak Ar. sok-sok an cold ternyata tingkatnya minus melukai hati seorang jomblo sepertiku"batin mel


"ada apa mel, kau sakit" tanya tari


"ia,mataku sakit melihat tingkah kalian"ucap mel


"ahh kau seperti tidak mengerti saja, makanya cari pacar biar tau rasanya"ucap tari


"kenapa jadi aku "ucap mel yang ngambek melipat kedua tangannya kedada.


"cie....cie..yang jomblo lagi ngenes"ucap tari terus menggoda mel


arnold dan tari tersenyum melihat mel .tari melepas genggaman tangannya dari arnold .tari membujuk sahabatnya yang yang sedang kesal terhadapnya dan arnold. tari lalu memeluk mel


"anak cantik jangan ngambek nanti jomblo terus"ucap tari. merekapun keluar dari ruang bioskop dan tidak mengetahui awal dan akhir cerita film yang mereka tonton.


"sayang kita makan ya, aku dan mel sudah lapar "ucap tari


"kau lapar mengapa bawa-bawa aku makanya tadi didalam ruang bioskop kalian jangan buat film sendiri"ucap mel.


ditanggapi arnold dengan tertawa ternyata dirinya dan tasya tertangkap basah. arnold membawa tunangannya dan mel kesebuah restoran.


mereka memesan makanan dan tidak lama pesanan datang. dan benar mereka sudah sangat lapar. arnold membantu tari mendinginkan supaya dengan menghembus sup itu agar cepat dingin dan lalu menyuapinya.


"kan mulai lagi" batinnya


"hei kalian ingat aku ada disini, kau tari apa tidak bisa makan sendiri" ucap mel sewot


"yang jomblo ga boleh iri"ucap tari sambil menjulurkan lidahnya.