CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
Tanggung Jawab



mel membawa abizar dibantu para karyawannya. meletakkan abizar dikamarnya.


"dasar lemah kehujanan begitu saja pingsan" batin mel


"Mbak mel sepertinya, Mbak harus mengganti baju tuan abizar yang basah, saya takut dia akan masuk angin" ucap dina karyawan mel


"aku, kenapa harus aku" ucap mel menunjuk


diri nya sendiri.


"ya siapa lagi Mbak kan pacarnya" ucap dina yang merupakan salah satu karyawan mel


"aku bukan pacarnya" ucap mel kesal


"Mbak kalau marah masa lupa sama pacarnya" ucap dina lagi.


"aku sudah bilang aku bukan pacarnya" ucap mel kesal saat karyawannya menduga abizar adalah pacarnya.


"jadi Mbak mel harus tanggung jawab kepada tuan abizar" ucap dina.


"cepat hubungi kak ar dan tari katakan dia pingsan" ucap mel.


"ia tapi Mbak harus membuka pakaian tuan abizar dulu kalo tuan abizar sampai kenapa-kenapa siapa yang tanggung jawab, pasti Mbak yang jadi tertuduh" ucap dina


"sebenarnya bosmu itu siapa Aku atau lelaki lemah ini"ucap mel


dina langsung kabur dan menutup pintu kamar mel yang melihat mel mulai marah. mel menatap abizar yang mengingau


"maafkan aku.. maaf aku... sangat... men....ci... "ucap abizar terbatas dan terpotong diujung"


"begitu saja mengingau, menyusahkan saja" batin mel


lalu ia menempelkan punggung tangannya kearah kening abizar dan memandang wajah abizar cukup lama. kulit putih bersih, hidung mancung dan bibirnya yang merah.


"Ganteng" ucap mel tanpa sadar dan tercipta senyum disana saat memandang wajah tampan abizar.


"ternyata dia demam, pantas saja mengingau" batin mel


"baiklah aku akan bertanggung jawab dengan mengganti pakaianmu" berbicara sendiri sambil mengambil kaos yang longgar untuk abizar. mel akhirnya membuka pakaian atas abizar.mel sempat terpana melihat tubuh atletis milik abizar.


"gila kau mel kenapa kau punya pikiran kotor, dia itu musuhmu kenapa kau tergoda melihat tubuhnya" mel menggerutu dalam hati.


tinggal melepas pakaian bawahnya. mel sangat tidak bisa melakukannya.akhirnya setelah lama berpikir mel akhirnya melakukannya ia menutup matanya dan mengarahkan tangannya kearah sabuk abizar. ketika tangan mel sudah menyentuh sabuk abizar. tari dan arnold masuk


"mel apa yang kau lakukan" ucap tari yang mengejutkan mel dan menduga tidak-tidak pada sahabatnya


" untung kalian sudah datang" ucap mel lega


"kau mau berbuat me••m dengan pria ini" ucap tari


"kau bicara apa, dia demam jadi aku membuka pakaiannya yang basah untuk mengurangi demamnya" ucap mel berusaha meyakinkan sahabatnya agar tidak menduga yang tidak-tidak.


"kalau demam dikompres bukan ditela•••ngi kau kira dia bayi" ucap tari


"ya kan aku tidak tau" ucap mel


"kalau satu komplek tau kau pasti langsung dikawinkan dengannya" ucap tari menakuti.


"aku tidak mau" ucap mel


"tidak mau... tidak mau.. tapi tadi aku melihat dengan jelas arah tanganmu itu kemana ya kan sayang" ucap tari


"Kak Ar percayalah, aku tidak melakukan seperti yang tari tuduhkan" ucap mel


"sayang, coba saja kalau kita tidak datang tepat waktu ntah apa yang mel lakukan pada bosmu" ucap tari


"kau jangan asal tuduh menyebalkan sekali" ucap mel


"mengakulah bagian tubuh abizar yang mana yang telah kau sentuh" ucap tari


"kau keterlaluan menuduhku" ucap mel makin kesal.


"sudah-sudah jangan bertengkar kalian ini bertengkar saja. ri lebih baik kau periksa tuan abizar dan kau mel ambil air dan handuk untuk mengompresnya dan biarkan juga teh hangat" ucap arnold.


setelah abizar diperiksa oleh tari dan dekompresi oleh mel. arnold membuka pakaian bawah abizar. setelah sebelumnya tari dan mel telah keluar.


"apa dia sudah sadar Kak ar" ucap mel


"belum, biarkan saja dia istifahat dia mengingau mengucapkan maaf terus padamu" ucap arnold


"kau ini kenapa kejam sekali membiarkan dia kehujanan begitu sampai mengingau" ucap tari


"aku tidak menyuruhnya menunggu, itu salahnya sudah dewasa suka hujan-hujanan" ucap mel


"aku tidak melakukan apa-apa"ucap mel


"dikamar berdua, sayang mel ternyata mes••m juga ya" ucap tari


"sudah-sudah kalian ini bertengkar saja"ucap arnold


"Kak bantu aku mengatakan kepada keluarganya" ucap mel


"baiklah" ucap arnold


"jangan kepergok lagi, pintu jangan lupa dikunci dulu" ucap tari


mel melempar bantal kursi kearah tari, mel begitu tidak suka dituduh yang tidak-tidak oleh tari.mel merasa dia niat membantu dan bertanggung jawab. malah jadi begini.


mel sedang menyiapkan makan siang untuk abizar dan para karyawannya. gadis itu menuju kamar abizar dengan nampan ditangannya yang berisi makan siang untuk abizar. saat memasuki kamar ia melihat pergerakan abizar.


"awww kepalaku sakit sekali" ucap abizar berusaha bangkit dari tidurnya


"kau sudah sadar" ucap mel mengagetkan abizar.


"aku dimana" ucap abizar yang merasa asing


"Surga" ucap mel


"pantas aku melihat bidadari dihadapanku" ucap abizar sambil tersenyum


"efek kehujanan semalaman membuat otakmu terganggu sepertinya" ucap mel tidak suka mendengar kata-kata abizar.


"aku baik-baik saja sungguh" ucap abizar dengan senyum mengembang


"sudah jangan senyum-senyum segera makan dan minum obatnya lalu pergi dari sini" ucap mel.


"aku ingin kekamar mandi dulu, dimana kamar mandinya" ucap abizar


"diluar" jawab mel singkat


saat abizar mau bangkit dan menyibak selimut yang menutupi tubuh. dia terkejut tidak menggunakan sehelai benangpun. dia terdiam karena malu.


"kenapa kau diam saja, apa kau perlu bantuan" ucap mel


"apa kau memper••••ku" ucap abizar


"apa??? kau sudah gila mana ada wanita memperkosa pria" ucap mel tak terima dituduh


"kemana pakaianku kenapa aku tela•••ng begini" ucap abizar


"sebentar, aku akan jelaskan, aku memang yang membuka kemejamu, tapi kalau celanamu bukan aku" ucap mel


"jadi siapa?? hantu" ucap abizar


"mungkin kak ar atau tari, tadi mereka Kesini untuk melihat keadaanmu" ucap mel


"kau yakin tidak menggunakan atau menyentuh tubuhku" ucap abizar


"apa maksudmu kau sudah gila ya" ucap mel


"kan bisa saja saat aku pingsan kau menyentuh bagian tubuhku karena kau terpesona melihatnya" ucap mel.


"enak saja kau menuduh aku berbuat me••m" ucap mel.


abizar bangkit dengan mengikat selimut yang menutupi tubuhnya tadi. melilitkan selimut itu kepinggangnya dan berjalan mendekati mel


"hei kau mau apa" ucap mel melihat abizar yang semakin mendekat padanya.


"kau jujur tidak menyentuh bagian tubuhku sedikitpun" ucap abizar yang semakin mendekat bahkan hembusan nafasnya dapat mel rasakan.


"aku bersumpah" ucap mel takut karena sudah tersudut didinding dan kening mereka sudah bertemu


"aku...mel.. aku" ucap abizar terbata mencoba mengatakan isi hatinya langsung tapi melihat bibir merah mel ia tergoda .ia ingin menc••m bibir gadis itu. kemudian abizar dan mel dikejutkan kedatangan keluarga abizar


abi!!!!!!!!!!


"apa yang kau lakukan" ucap nyonya rossa


semua orang masuk ke kamar keluarga mandala, arnold, tari dan para karyawannya mereka terkejut melihat posisi abi yang hanya mengenakan selimut menempel di tubuh mel.


"kalian memang harus dinikahkan secepatnya" ucap tari.


"Kak abi, kau harus bertanggung jawab" ucap katrine.