
seorang dokter tampan yang terlihat sedang fokus memandangi layar laptopnya. ia sedang memandang foto seorang gadis cantik yang berpose layaknya seorang model. gadis yang menyita perhatiannya dari dulu.pria itu adalah riko yang sedang memandangi foto mel dari laptopnya saat jam istirahat.
"sangat cantik, seandainya saja mel" batin riko
tari juga berada di Cafe rumah sakit tersebut. saat akan duduk tepat dibelakang riko pun berujar.
"dokter, kenal dengan mel" ucap ricky
"tentu saja, dia adalah mel tetangga lamaku dan kau teman mel yang kemarin kan? " ucap riko
" ia dok perkenalkan saya tari, dokter suka ya dengan mel" ucap tari
"tentu saja siapa yang tidak menyukai gadis secantik dan sebaik dia" ucap riko
"ada dok, orang jahat yang selalu buat mel menangis bahkan hampir mati" ucap tari
riko terkejut mendengar perkataan dari tari pun meminta penjelasan. tari pun menceritakan siapa orang tersebut. membuat riko marah kepada pria tersebut.
"dokter harus membalas dia untuk mel" ucap tari
"caranya" ucap riko
"dokter harus jadi pacar mel, jadi dok bisa melindungi dia dari orang jahat itu" ucap tari.
"hahaha mel mana mau denganku" ucap riko sambil tertawa aneh.
"aku akan membantumu dok demi mel, besok kan ada malam donasi dokter bisa. merekomendasikan mel dan teman-temannya sebagai pengisi hiburan, suara mel sangat bagus dok" ucap tari.
"baiklah akan aku lakukan" ucap riko
terlihat tari sangat bersemangat dan bahagia mendengar perkataan dokter riko, dan ia lihat dokter riko merupakan sosok yang cocok berada disamping mel.
"maafkan aku mel, kalau kau tidak suka dengan caraku tapi dengan begitu kau ada yang melindungi dan menyayangimu" batin tari
tari kemudian mengambil ponselnya untuk menghubungi mel. mereka berjanji akan bertemu sore nanti dicafe ricky dan tari berniat mengajak dokter riko juga.
sedangkan siang ini abizar ke Cafe ricky.
"hai Bro akhirnya Mr. jomblo datang juga"ucap ricky sambil tertawa.
"sudah langsung saja mengapa kau mengajakku bertemu " ucap abizar
"santai-santai sedikit bro jangan suka marah nanti kau cepat tua " ucap ricky
"aku sebenarnya malas bertemu dengan playboy sepertimu" ucap abizar
"itu tandanya aku normal bro" ucap ricky
" maksudmu aku tidak normal" ucap abizar
" bukan begitu Bro, sudahlah aku ingin menjelaskan padamu bahwa aku akan membuka cabang cafeku" ucap ricky
Ricky menjelaskan dan menunjukkan konsep cafe barunya kepada abizar melalui laptopnya. abizar terlihat tertarik dengan penjelasan ricky dan mereka akan bekerja sama.
disaat yang sama tari, arnold dan mel tiba dicafe ricky.
Kak Ricky!!!! ucap mel sambil melambaikan tangannya kearah Ricky.
hai mel!!! jawab Ricky lalu pria gondrong itu bangkit dari duduknya dan mendatangi mel. ia begitu senang melihat kehadiran mel dicafenya dan keadaann mel benar-benar sudah sehat dan kembali cantik kembali.
Ricky sedikit heran karena abizar pernah mengatakan mel lupa ingatan tapi yang ia lihat mel dapat mengingat dirinya.
"kau mengingatku mel" ucap ricky bahagia
"pastilah kak aku mengingatmu, karena kau aku bisa menyalurkan bakat menyanyiku" ucap mel.
"aku senang melihatmu sudah sehat kembali, karena kau sudah sehat dan mengingatku. aku akan memberikanmu makan gratis hari ini" ucap Ricky.
"kami juga dapat gratisan juga kan " ucap tari menyambung ucapan Ricky.
"tentu saja kalian kan teman-teman mel berarti temanku juga" ucap ricky
"Alhamdulillah rezeki anak sholeha, terima kasih kak ricky" ucap tari bersemangat
" ya sudah silakan menikmati tempat dan makanannya ya, aku harus kembali bersama temanku untuk membahas kerjasama disana" ucap ricky.
mata mereka mengikuti arah jari ricky.
tari dan arnold terkejut melihat abizar disana. begitu pula dengan mel. gadis itu sangat tidak ingin bertemu pria itu dan berusaha menghindari seorang abizar. mel sangat trauma jika berada ditempat yang sama bersama abizar. dia sangat takut dipermalukan oleh pria itu didepan umum. ia memilih memalingkan wajahnya seolah tidak melihat abizar dan berniat keluar dari cafe.
"Kak Ricky sebaiknya ka.. ucapan mel terhenti saat seseorang menepuk pundaknya
"sudah lama menunggu semua" ucap riko
"oh tidak Kak, kami baru tiba" ucap mel
"yuk kita cari tempat duduk" ucap riko sambil merangkul mel.
"apakah kalian sedang double date" ucap ricky penasaran saat melihat kedekatan mel dengan pria yang merangkulnya.
"ia kak, perkenalkan Kak ini pacarnya mel, namanya riko dia seorang dokter. ucap tari mengencangkan suaranya agar abizar mendengar.
"ya sudah dilanjutkan, selamat menikmati" ucap ricky dan berlalu.
"kau apa-apaan sih ri" ucap mel
"kan benar kau kan calon bridesmadeku dan nanti aku akan memintanya ada dipihak arnold, mana tau jodoh beneran" ucap tari enteng.
"aku rela kok jadi pacar pura-pura apalagi pacar beneran rela banget" ucap riko
mendengar perkataan riko mel hanya geleng-geleng. gadis itu tidak percaya riko yang seorang dokter mau saja mengikuti permainan tari.
"dokter dan calon dokter yang aneh" batin mel
kini mel, tari, arnold dan riko sudah duduk dan menyantap hidangan mereka masing-masing. mereka makan sambil saling melempar candaan. arnold dan tari terlihat pamer kemesraan dan itu sudah jadi kebiasaan mereka.
"ei.... kalian ini suka sekali begitu didepanku" ucap mel kesal melihat tari dan arnold saling suap.
"apa yang salah mel, sayang lihat mel iri dengan kita" ucap tari mengadu pada arnold sambil bergelayut manja memeluk lengan tunangannnya itu.
"sini mel biar aku saja menyuapinya mu" ucap riko sambil mengarahkan sendok ke mulut mel.
"anggap saja kau sedang latihan dengan dokter riko mel" ucap tari menggodanya.
"mel ayolah " ucap riko lagi.
mel pun membuka mulutnya dan menerima suapan dari riko.
"oh so sweet kalian mengalahkan pasangan yang beneran ya" goda tari lagi.
"aku pasti akan menghajarmu ri" ucap mel
"dasar cewek galak" ucap tari sambil menjulurkan lidahnya.
"sayang, please jangan begitu kau senang sekali menggoda mel" ucap arnold
dan semua itu tidak luput dari perhatian abizar sejak tadi.
"tadi merangkul sekarang suap-suapan menyebalkan sekali" batin abizar sambil mengepal tangan.
ricky yang melihat perubahan wajah dan arah pandangan sahabatnya itu.
"kau cemburu" ucap ricky
"apa????aku cemburu kau sudah gila" ucap abizar tidak senang dengan ucapan Ricky.
"ya dari tadi aku melihat ekpresimu seperti orang yang cemburu" ucap ricky
"buat apa aku cemburu pada gadis seperti itu"ucap abizar
"aku merasa kau mulai menyukai mel" ucap ricky.
"aku atau kau" ucap abizar kesal
"aku memang tertarik dan menyukainya tapi seperti mel tidak tertarik denganku" ucap ricky
"ternyata ada juga gadis yang tidak menyukaimu" ucap abizar.
"kita sama" ucap ricky
"sama" ucap abizar
"ia kita sama-sama tidak bisa membuat mel tertarik pada kita, malah lebih parah kau malah jadi musuhnya" ucap ricky
"aku tidak tertarik padanya" ucap abizar.
"kau itu benar-benar pria mengenaskan bi, bibir dan hatimu tidak sejalan" ucap ricky
"apa kau tidak merasa debaran saat dekat dengannya apalagi kalian pernah tinggal di satu rumah dan menghabiskan waktu bersama, jangan sampai kau menyesal seperti tasya dulu" ucap ricky sambil menepuk bahu abizar lalu Ricky menuju dimana meja mel.
Ricky tau abizar mulai menyukai mel, hanya ego abizar lebih tinggi. dari ekspresi abizar saja ricky bisa menangkap sinyal itu.
"hai semua bagaimana makanan dan minuman di cafeku" sapa ricky
"perfect Kak buat ketagihan" ucap tari
"kalian harus sering-sering kesini" ucap ricky
"pasti kak, oya karena Kak Ricky disini kami ingin bicara tentang band dicari kakak" ucap tari.
"apa ada masalah dengan band nya" ucap ricky
"tidak Kak kami hanya akan memakai band kakak dan mel untuk mengisi malam donasi dirumah sakit embun" ucap tari.
"oh kalau begitu aku panggil temanku dulu karena sekarang aku bekerja sama dengan temanku abizar dan berencana membuka cabang, sebentar ya"ucap ricky lalu kembali kekursi dimana abizar berada.
"aku tidak mau aku mau pulang saja" ucap mel sambil beranjak dari kursinya.
"tunggu mel, aku tidak menyangka ini ada kaitannya dengan abizar, aku bersumpah" ucap tari yang mengetahui ketakutan sahabatnya itu.
"mel kau tenang dulu, aku pastikan Pria itu tidak akan mengganggumu" ucap riko berusaha menenangkan mel sambil memegang kedua tangan gadis itu.
"aku takut kak, kau tidak kenal dia" ucap mel menunduk
"buat apa takut mel ada aku, tari dan arnold bersamamu kau tenang saja" ucap riko
abizar dan Ricky datang menghampiri meja mereka. hanya tari, arnold dan riko yang menjelaskan maksud dan tujuan mereka. sedangkan mel hanya diam memainkan ponselnya untuk menutupi ketakutannya. hingga terjadi kata sepakat dari mereka. riko mendekat ke mel pria itu membelai rambut mel lalu menggenggam kedua tangan mel.
"mel apakah mau menunjukkan kepadaku bakat menyanyimu itu" ucap riko membujuk mel
"tapi kak, aku.. " ucap mel takut
"ada aku, aku akan mengiringimu dengan piano kau tidak perlu takut" ucap riko
"kakak bisa main piano" ucap mel tidak percaya
"tentu saja, kalau kau bisa bernyanyi aku juga harus bisa mengiringi orang yang sangat aku sayangi" ucap riko sambil meraih tangan mel menuju stage.
riko membawa mel ke stage sambil terus menggenggam erat sebelah tangan mel. riko mulai memainkan piano dan mel mulai mengikuti alunan piano yang dimainkan riko dan mulai bernyanyi.
If I had to live my life without you near me
The days would all be empty
The nights would seem so long
With you I see forever, oh, so clearly
I might have been in love before
But it never felt this strong
Our dreams are young and we both know
They'll take us where we want to go
Hold me now, touch me now
I don't want to live without you
Nothing's gonna change my love for you
You oughta know by now how much I love you
One thing you can be sure of
I'll never ask for more than your love
Nothing's gonna change my love for you
You oughta know by now how much I love you
The world may change my whole life through
But nothing's gonna change my love for you
If the road ahead is not so easy
Our love will lead the way for us
Like a guiding star
I'll be there for you if you should need me
You don't have to change a thing
I love you just the way you are
So come with me and share the view
I'll help you see forever too
Hold me now, touch me now
I don't want to live without you
Nothing's gonna change my love for you
You oughta know by now how much I love you
One thing you can be sure of
I'll never ask for more than your love
Nothing's gonna change my love for you
You oughta know by now how much I love you
The world may change my whole life through
But nothing's gonna change my love for you
Nothing's gonna change my love for you
You oughta know by now how much I love you
One thing you can be sure of
I'll never ask for more than your love
Nothing's gonna change my love for you
You oughta know by now how much I love you
The world may change my whole life through
But nothing's gonna change my love for you
Nothing's gonna change my love for you
You oughta know by now how much I love you
One thing you can be sure of
I'll never ask for more than your love
Nothing's gonna change my love for you
You oughta know by now how much I love you
The world may change my whole life through
But nothing's gonna change my love for you
Nothing's gonna change my love for you
tepuk bergemuruh dicafe Ricky menandakan mereka puas dengan tampilan mel dan riko.
"sayang mereka membuatku iri mereka sangat serasi" ucap tari sengaja sambil melirik ke abizar.
"kau pasti menyesal bro" ucap ricky berbisik ketelinga abizar.
mel dan riko kembali ketempat duduk mereka dan teman-teman mereka dengan riko berjalan sambil memeluk pinggang mel dengan sebelah tangannya. mel membuang wajahnya kearah lain agar tidak melihat abizar.
.
"apa mungkin aku sudah tertarik dengan mel, dia mengacuhkan dan tidak menganggap ku, mengapa rasanya ada yang nyeri dihatiku" batin abizar.