
mel dam abi sudah selesai berbelanja untuk keperluan rumah mereka. kini mereka menuju rumah orqng tua abizar untuk berkunjung dan tak terasa sore sudah hampir beranjak berganti malam tapi tadi tidak lupa mel membeli beberapa makanan tradisional kesukaan kedua mertuanya saat berada di mall tadi.
akhirnya mereka sampai setelah memarkirkan mobilnya mel dam abizar masuk kedalam rumah.
"malam ma" ucap mel dan abizar secara bersamaan
"malam, wah ada pengantin baru pasti mau nginep disinikan" ucap nyonya rossa
"tidak bisa ma besok kan abi sudah mulai kerja" ucap abizar
" kenapa cepat sekali, kalian tidak bulan madu" ucap nyonya rossa
"kami memutuskan bulan madunya ditunda dulu ma" ucap abizar
"kalian tidak bertengkar kan ini baru hari pertama kalian menikah" ucap nyonya rossa
" tidak ma, mas abi dan mel tidak bertengkar " ucap mel
"jadi bagaimana malam pertama kalian bebas hambatan atau ada lampu merah" ucap nyonya rossa dengan semangat
"astaga kenapa semua orang ingin tau malam pertama kami, tadi tari sekarang mama" ucap abizar
"mama hanya kepo saja sayang" ucap nyonya rossa
"tidak boleh, hanya abi dan mel saja yang boleh tau" ucap abizar
" mama kan sudah tidak pengen punya cucu dari kalian" ucap nyonya rossa
" didoain ma bukan dikepoin" ucap abizar
"ini mel bawain jajanan pasar kesukaan mama dan papa" ucap mel
" terima kasih sayang" ucap nyonya rossa
" dimana papa ma" ucap abizar
" ada tuh lagi dikamar, sebentar mama panggil" ucap nyonya rossa kemudian berlali dihadapan mel dan abizar
sedangkan mel tanpa perintah ia sudah mengambil sebuah piring dari dapur dan menyusun makanan tradisional yanh tadi ia beli dan tidak lupa ia membuat dua gelas air putih hangat untuk kedua mertuanya
"bagaimana kalau kita menginap saja sayang" ucap abizar
"terserah mas saja" ucap mel
"kau mau kan" ucap abizar
"apa alasanku untuk tidak mau mas tapi bukannya tadi mas menolak ajakan mama untuk menginap disini" ucap mel
"aku hanya bercanda dengan mama" ucap abizar
"tidak boleh seperti itu sama orang tua mas nanti rezekinya jauh" ucap mel
"ok istriku suamimu yang tampan ini berjanji tidak akan melakukannya lagi" ucap abizar berjanji
mel hanya menjawab dengan senyuman. mereka. mereka dudum santai diruang keluarga. tuan mandala turun dari kamarnya bersama istrinya.
"ayo sudah waktunya makan malam" ucap tuan mandala
"aku juga sudah lapar" ucap abizar
mel mengikuti ajakan mertuanya unntuk mereka makan bersama.
"bagaimana bi, apa papa sudah bisa pensiun" ucap tuan mandala
"kenapa berkata seperti itu pa" ucap abizar
"sudah saatnya kau menggantikan papa" ucap tuan mandala
"pa lebih baik papa tetap menempati posisi tertinggi perusahaan kita" ucap abizar
"papa ingin istirahat karena papa sudah tua" ucap tuan mandala
"benar sayang kau adalah penerus kami" ucap nyonya rossa
"tapi kan abi pengen mandiri denga. perusahaan abi sendiri" ucap abizar
"aku akan coba pa" ucap abizar
merekapun kini fokus dengan makanan mereka yang ada dipiring.
"kalian menginap kan" ucap nyonya rossa
"ia ma" ucap abizar
"mama akan panggilan art untuk membersilih kalian dulu, coba sebelum kesini kabari mama dulu pasti sudah bersih
" tidak apa-apa ma" ucap mel
setelah selesai makan mereka sekeluarga berkumpul diruang keluarga. saling ng bertukar cerita diselingi tawa dan canda hingga pukul sepuluh tepat mereka semua masuk kekamar.
"mas, aku tidak bawa baju ganti" ucap mel
" aku akan ambil kaos milikku untukmu" ucap abizar
"terima kasih mas" uca mel
tanpa mel sadari abizar sengaja ingin menjahili mel ia akan memilih kaos yang yang tipis dan membuat abizar cuci mata.. ia masuk kedalam ruangan khusus untuk berganti baju. Keluar dari ruangan khusus yang ada dkamarnya abizar berpura-pura ingin mandi dengan alasan karena kegerahan
abizar mandi dengan semangat karena malam ini ia akan mendapatkan pemandangan indah dengan baju kaos tipisnya yang dikenakan oleh mel walau tanpa bisa meminta haknya sebagai suami atas mel.
abizar sudah keluar dari kamar mandi lalu segera menuju walkcloset untuk memakai pakaiannya.
mel kemudian masuk kekamar mandi untuk mandi juga seperti abizar sambil membawa baju gantinya. hampir setengah jam mel mandi dam abizar sudah tidak sabar untuk melihat mel menggunakan baju pilihannya.
mel keluar dari kamar mandi wangi semerbak sabun mendominasi, mel juga keramas. penampilannya juga seksi denhan kaos pilihan abizar.
"tuhan kuatkan aku hingga tujuh hari untuk tidak memaksa istriku" batin abizar menatap mel istrinya
"mas kenapa menatapku sepe bajunya tidak cocok" ucap mel
"seksi" ucap abizar
"hoam... aku sudah ngantuk mas" ucap mel sambil menguap
" sini sayang " ucap abizar menepuk ranjang tempat tidurnya
mel pun menuruti ucapan abizar suaminya, ia naik ketempat tidur ia tidur tidak membelakangi abizar.
"kau cantik sekali mel" ucap abizar sambil mengelus pipi mel sambil menatap h nir merah milik mel
"aku sungguh sudah tidak tahan lagi" ucap abizar
"sabar ya mas ingat masih tujuh hari kedepan" ucap mel
" ia....ia sampai membatu aku juga akan menunggu sayang" ucap abizar
"kenapa mas harus jadi batu" ucap mel
"sudah tidak perlu dibahas mari kita tidur dan ijinkan aku mem*lukmu saja" ucap abizar
mel pun mengiakan ucapan suaminya itu dan mereka tidur saling berpelukan. dan mel tidak merasa takut dan canggung lagi malah kini ia merasa nyaman dengan perlakuan abizar malam ini. mel mulai merasa ia tidak adil jika abizar suaminya tidak ia ijinkan. mel membuka matanya dan berpikir abizar sudah tidur. ia memandang wajah tampan abizar dan mengelus wajah itu.
"sayang, apa ini termasuk dalam menggoda suami aku harus kuat" batin abizar
setelah puas mengelus wajah abizar ia tertidur. abizar membuka matanya mencoba menetralkan dirinya. posisi yang begitu intim dengan mel ditambah dengan istrinya mengelus wajahnya hampir merobohkan pertahanannya. ia memilih untuk menyelesaikan semuanya dikamar mandi. ia turun perlahan dari tempat tidur karena takut membuat mel terbangun.
hampir satu jam abizar didalam kamar mandi lalu ia keluar. suara kran air membuat mel terjaga.
"kenapa mas" ucap mel dengan suara khas orang mengantuk dengan rambut sedikit berantakan
"tidakkk ada apa-apa tadi aku sedikit sakit perut" ucap abizar gugup
abizar bukan gugup karena ia takut mel mengetahui apa yang ia lakukan dikamar mandi tetapi melihat mel seperti itu membuat jantungnya sedang tidak baik-baik saja.
"ayo sini kita bobo lagi" ucap mel dengan manja sambil dengan muka mengantuknya
"ia...ia... sebentar sayang" ucap abizar