CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
rumah keluarga mandala



mel hari ini sudah diijinkan pulang oleh dokter. ia sangat bersemangat untuk pulang kerumahnya.


"pa, mel sangat senang akan pulang keruma mel sudah rindu dengan ayah dan ibu" ucap mel semangat.


"ia nak, papa juga senang kau sudah diizinkan pulang, tapi kau pulang kerumah papa ya " ucap tuan mandala.


"kenapa pulang kerumah papa?. mel mau pulang kerumah bertemu ayah dan ibu" ucap mel sedikit heran.


" ada yang ingin papa bicarakan kepadamu nak"ucap tuan mandala.


"ada apa pa?"ucap mel


"nanti sesampai dirumah akan papa beritahukan kepadamu" ucap tuan mandala mengelus pipi mel.


nyonya rossa dan kat membantu merapikan barang-barang mel


"maaf ya Ma dan kat, aku membuat kalian repot"ucap mel tidak enak hati.


"tidak masalah sayang tidak repot kok, kau kan seperti anak mama" ucap nyonya rossa sambil tersenyum


"oya mel nanti kita tidur sekamar ya" ucap katrine


"baiklah" ucap mel sambil tersenyum.


setelah mama dan katrine siap menyusun barang-barang mel, abizar membantu mel turun dari tempat tidur perawatan dan mendudukkan gadis itu dikursi roda


"kau pasti bisa berjalan kembali, ini hanya efek dari koma dengan rajin terapi kau akan bisa berjalan lagi "ucap abizar.


"ia kak, maaf aku menyusahkanmu"ucap mel merasa bersalah.


"jangan bicara seperti itu mel, besok jadwal terapymu kau harus semangat"


"baik kak, terima kasih kak abi sudah baik kepadaku ucap mel merasa tak enak hati


abizarpun mendorong mel dengan kursi rodanya keluar rumah sakit menuju parkiran mobil.


selama perjalanan mel hanya diam, gadis itu masih bingung kenapa orang tuanya tidak datang selama ia dirumah sakit dan sekarang mereka tidak menjemputnya pulang.


hingga mobil memasuki tiba kediaman keluarga mandala. abizar kembali membantu mel untuk turun dari mobil dan menduduki mel dikursi rodanya dan mendorongnya memasuki rumah.


"selamat datang nona melati, saya elis asisten rumah tangga dirumah ini, senang melihat anda sudah sehat"ucap kepala pelayan kediaman mandala.


"terima kasih bik, terima kasih atas sambutannya" ucap mel tersenyum sambil memegang tangan wanita tua itu.


"mel, kamu istirahat dulu ya sayang dikamar katrine" ucap nyonya rossa


"yuk, mel kekamarku" sambung katrine"


"bi, bawa mel kekamar katrine" ucap nyonya rosaa


"baik ma" ucap abizar


mel memperhatikan setiap sudut bangunan rumah itu sambil kursi rodanya didorong abizar menuju kamar katrine menurutnya ini bukan rumah tapi istana besar dan megah, halaman rumah yang luas seperti lapangan bola, pelayan yang banyak dan perabotan mahal.


mel terlihat canggung dengan kebaikan keluarga mandala, dalam pikiran mel mereka memperlakukan mel dengan sangat baik dan penuh kasih sayang. kini mel sedang ditemani katrine dikamar.


" mel menurutmu kak abi itu bagaimana?" tanya katrine.


"bagaimana maksudnya kat?"ucap mel


"ya menurut penilaianmu kak abi itu bagaimana?" tanya katrine.


"kak abi menuruti baik sama seperti dirimu dan mama papa" ucap mel


"menurutmu Kak abi itu tampan tidak" ucap katrine lagi.


"maksudnya apa sih kat"ucap mel


"ya menurutmu saja, kau tau mel Kak abi itu belum punya kekasih sampai saat ini, jomblo akut" ucap katrine sambil tertawa.


"terus???" ucap mel.


"coba kau kasih beri penilaian" ucap katrine


"menurutku dia baik sih, selama di rumah sakit dia sudah membantuku itu aja" ucap mel


" emm menurutmu kak abi tampan tidak"ucap katrine.


"kakakmu tampan karena kau juga cantik" ucap mel.


"jawabanmu tidak jelas"ucap katrine


"ya sudah aku mau istirahat dlu"ucap mel


" Klo begitu aku keluar dulu, anggap ini seperti kamarmu sendiri mel" ucap katrine sambil tersenyum dan berlalu.


jam sudah menunjukkan waktunya makan malam. mel belum juga bangun. saat yang lain sudah berada simeja makan.


"kat, diraba mel" ucap tuan mandala.


"dia masih tidur pa" ucap katrine


"dia pasti lelah, biar mama yang bangunin" ucap nyonya rossa sambil bangkit.


"Ma, biar kak abi saja yang bangunin mel" ucap katrine.


"kenapa aku, lagi pula itu kamar perempuan"ucap abizar.


"ya sudah sana sayang bangunkan mel"ucap nyonya rossa.


abi menuju kamar dimana mel tidur. dia mengetuk pintu sebelumnya tetapi tidak ada sahutan dari mel. saat membuka pinru kamar benar saja gadis itu masih tidur dengan sangat pulas.


"cantik" ucap abizar sambil memandangi wajah mel yang sedang tidur.


"kak abi baru tau kalo mel cantik" ucap katrine yg ternyata ada dibelakangnya membuat abizar terkejut.


"kau sedang apa disini buat kaget saja""ucap abizar.


"ini kan kamarku kak, cie.. baru sadar ya mel cantik,aku bilangan nie" ucap mel sambil senyum-senyum.


"mellll ada yang.... "ucap katrine yang terhenti karena mel terbangun karena tingkah kakak adik ini.


"maafkan aku kat, aku ketiduran sampai jam segini" ucap mel sambil menguap.


"tidak masalah mel, lagi pula ada yang terpesona melihat kau tidur tadi" ucap katrine menyindir abizar membuat kakaka laki-lakinya itu langsung memberi pelototan..


"maksudnya??" ucap mel


"nyamuk mel, biasanya dihuni banyak nyamuk tapi karena ada kau mereka terpesona dan pergi" ucap katrine asal kepada mel.


"kat bilakah kau bantu aku kelakar mandi"ucap mel


"biar Kak abi saja mel, dia siap siaga untukmu"ucap katrine langsung pergi dari kamar beralasan membantu mamanya. tinggallah abizar dan mel dikamar.


"aku akan membantumu"ucap abizar.


"tidak Kak, aku bisa sendiri kakak keluarlah"ucap mel


tiba-tiba menggendong mel.


"kak abi turunkan aku, tidak enak dilihat orang, bantu saja aku kejutan rodaku" ucap mel menolak karena tidak enak hati.


abizar tidak menjawab dan membawa mel kekamar mandi dan mendudukinya diatas kloset. mel sangat malu kali ini


"aku tunggu diluar, Klo sudah selesai panggil aku"ucap abizar.


"terima kasih kak"ucap mel


setelah mencuci mukanya. saat mel berusaha bangkit sendiri mel hampir terjatuh tapi dengan sigap abizar menangkap tubuh gadis itu yang membuat posisi ia diatas tubuh abizar. sepersekian detik mata mereka bertemu dan dua jantung sama-sama berdegup sangat kencangnya dengan wajah berjarak setipis kertas dan saling merasakan hembusan nafas satu sama lain.


"kak" ucap mel yang menyadari wajah abizar semakin mendekat kewajahnya


"maaf" ucap abizar gugup sambil bangkit dan menggendong mel ke kursi rodanya.


"terima kasih" ucap mel yang sama gugup dan canggung karena kejadian dikamar mandi.


"ayo kita sudah ditunggu semua orang dimeja makan" ucap abizar


"ahh gila kau abizar kenapa kau mau menciumnya" batinnya


abizar dan mel telah sampai di ruang makan.


"sayang kau sudah bangun, apakah tidurmu nyenyak" ucap nyonya rossa


"sangat ma" ucap mel.


mereka mulai makan dalam diam yang terdengar hanya piring dan sendok yang beradu. malam ini tuan mandala akan memberi tau mel tentang orang tuanya. ia tidak tega harus berbohong setiap hari pada mel.


"mel, papa ingin bicara tentang orang tuamu" ucap tuan mandala denga hati-hati.


"apakah mereka mau datang Kesini untuk menjemput mel pa"ucap mel semangat.


"nak, sebenarnya orang tuamu sudah meninggal"ucap tuan mandala.


"apa??. papa jangan bercanda pa, orang tuaku masih hidup" ucap mel mulai berkaca-kaca.


"tidak sayang orang tuamu meninggal saat kau masih sekolah dasar, dan itu sudah lama sekali"


"mereka meninggal karena kecelakaan diruas jalan tol"


"dan ini adalah buktinya ada beritanya dikoran ucap tuan mandala


mel membaca koran tersebut dan membaca nama korban itu tertulis nama ayah dan ibunya. mel menangis setelah mengetahui bahwa apa yang dikatakan tuan mandala


"kau gadis yang kuat sayang, Mama tau kau berat mengetahui semua ini, tapi ini semua efek dari kau koma kemarin, sebagian memori hilang dari pikiranmu.ucap nyonya rossa mendekat dan memberi semangat kepada mel.


"benar nak jauh sebelum kau kecelakaan dan koma yang kau alami.kau adalah anak yang semangat dan pantang menyerah dalam hidup"ucap tuan mandala kemarin.


"tapi kau sekarang tidak sendiri ada kami untukmu kau jangan bersedih. perlahan ingatanmu pasti kembali" ucap nyonya rossa


"mama aku ingin mengunjungi makam orang tuaku boleh"ucap mel


"tentu saja sayang. kau jangan bersedih dan merasa sendiri. mama, papa, abizar dan katrine sangat menyayangimu termasuk abizar. ucap nyonya rosaa.


"papa mohon tinggallah disini bersama kami. sampai kau pulih betul.sambil terapymu selesai dan kau benar-benar sehat".ucap tuan mandala


"baik pa" ucap mel


"papa tau ini berat buatmu, tapi kami ada untukmu"ucap tuan mandala


mel hanya mengangguk tanda ia setuju akan tinggal dikediaman tuan mandala untuk sementara waktu sampai ia sehat, walau ia merasa canggung.sedangkan abizar dan katrine hanya diam mendengar percakapan orang tua mereka dan mel.


.