
setelah masalah dengan mama abizar selesai.nanti malam abizar berencana mengajak mel kerumahnya untuk bertemu dengan papanya. mama juga mengatakan akan masak yang enak dan banyak untuk menyambut kedatangan calon menantunnya yang cantik.
"bagaimana sayang, apa kau sudah lega masalah dengan mama sudah clear" ucap abizar kepada mel
"ya mas aku sudah lega semua selesai dengan baik tanpa ada yang tersakiti" ucap mel
"mana mungkin aku tega menyakiti dua wanita yang paling aku cintai" ucap abizar lalu menci•m pipi mel
"ahh sebel mas selalu ambil kesempatan" ucap mel
"tapi kau menyukainya kan sayang" ucap abizar
"siapa yang bilang begitu, dasar ngarang" ucap mel
"buktinya kau berani menc•umku kemarin, kau banyak kemajuan sayang" ucap abizar
"ihh... mas menyebalkan" ucap mel merajuk.
"sudah jangan merajuk, bagaimana kalau kita cari gaun untuk kau kenakan nanti malam" ucap abizar
"baju dilemariku banyak mas" ucap mel
"malam ini spesial sayang calon menantu bertemu calon mertua" ucap abizar
"haruskah ada persiapan khusus" ucap mel
"tentu saja harus sayang, nanti kita kebutik kemudian kesalon" ucap abizar
"apa itu tidak berlebihan mas" ucap mel
"tentu tidak sayang, kau calon menantu keluarga mandala jadi itu wajar" ucap abizar
"tapi aku merasa itu tidak perlu mas aku bisa bersiap sendiri untuk nanti malam" ucap mel
"kau harus menurut mereka akan membuat penampilannya sempurna dan akan terlihat berkelas" ucap abizar tanpa sadar menyakiti hati mel
"berkelas? apa aku kurang pantas" ucap mel sedikit sedih menundukkan kepalanya mendengar perkataan abizar
"sayang, maksudku bukan begitu kau adalah wanita paling sempurna dimataku" ucap abizar
"tapi tidak berkelas" ucap mel
"bukan begitu sayang, maafkan aku sayang aku bukan berniat menghinamu sayang. aku hanya ingin memberikan kau penampilan terbaik, agar nanti kau terbiasa saat jadi istriku" ucap abizar berusaha meyakinkan mel.
"aku mau memakai pakaianku sendiri dan bersiap sendiri biarin aja klo jelek" ucap mel lalu berlalu kekamarnya.
abizar mengusap kasar wajahnya, ia sama sekali tidak bermaksud berkata hal yang menyakiti hati mel. dia hanya bermaksud membuat mel tampil sempurna sama sekali tidak berniat menghinanya atau bahkan menjatuhkan harga diri calon istrinya tersebut.
abizar menyusul mel kekamarnya. ia mengetuk pintu tetapi mel tidak menjawabnya. ia mencoba membuka pintu kamar gadis itu tetapi mel menguncinya dari dalam. ia mendekatkan telinganya ke pintu. samar terdengar suara tangis dari gadis itu.
"Ya Allah aku membuatnya menangis" batin abizar
abizar mengetuk pintu kamar mel berusaha membujuk gadis itu untuk membukakan pintunya. cukup lama ia mengetuk dan membujuk gadis itu. tetapi gagal malah tangis mel semakin kencang.
"aku bisa diblacklist jadi calon suami jika ini dibiarkan" batin abizar
abizar berencana akan mendobrak pintu kamar mel, karena gadis itu enggan membukakan pintu kamarnya. abizar sudah memasang kuda-kuda untuk mendobrak pintu kamar berwarna putih itu. ia memberi aba-aba pada dirinya sendiri.
1
2
3
saat akan mendobrak mel membuka pintunya dengan lebar. abizar langsung menubruk tempat tidur mel. sebaliknya menc•um keras sisi depan ranjang jati milik mel.
"aww...aww..." rintih abizar
mel hanya mematung melihat tingkah calon suaminya itu. abizar secara bergantian memegang salah satu dengkulnya.
"mana yang sakit" ucap mel dengan suara seraknya yang habis menangis
"kau mengkhawatirkanku" ucap abizar
"tentu saja mas, mana yang sakit biar aku obati" ucap mel.
"aku tidak terluka tapi kau" ucap abizar
"kenapa aku" ucap mel
"hatimu sakit karena aku, aku lelaki paling jahat karena tega menyakiti hati wanita yang aku cintai" ucap abizar
abizar meletakkan jarinya dibibir mel menghentikan kata-kata gadis itu. ia memandang wajah mel dengan mata bengkak dan masih ada sisa air mata dipipinya. abizar sungguh merasa bersalah membuat gadisnya menangis.
"maafkan aku mel, aku sungguh tidak bermaksud begitu, kau wanita paling istimewa dihatiku dan wanita paling sempurna dimataku, jangan menangis lagi kau jelek sekali kalau menangis" ucap abizar
"aku memaafkanmu mas" ucap mel
"benarkah sayang" ucap abizar
" ia mas aku sudah memaafkanmu" ucap mel sambil tersenyum dan menghapus sisa air matanya.
"aku perlu bukti kau sudah memaafkanku" ucap abizar
"bukti"ucap mel
"ia sayang seperti kemarin kau memberi bukti rasa cintamu dengan menc•umku" ucap abizar
"tidak akan pernah" ucap mel lalu menuju lemari pakaiannya sambil menjulurkan lidahnya.
"sayang jangan lupa mengompres matamu sebelum kita berangkat, aku tidak mau orang tuaku berpikir aku KDRT dini terhadapmu" ucap abizar.
mel pun membuka lemarinya meminta bantuan abizar memilihkan ia pakaian yang akan dikenakan makan malam.
"sayang ini tempat apa" ucap abizar
"heh, mas jangan dibuka" ucap mel
"kenapa, kau merahasiakan sesuatu padaku" ucap abizar curiga
"bukan mas, tapi itu.." ucap mel sambil menutup matanya dengan tangan karena abizar sudah membuka laci tersebut.
"wah ada harta karun rupanya, apa aku perlu membantumu memilih salah satu dari mereka sayang aku sangat pintar untuk urusan ini" ucap abizar senyum-senyum sendiri melihat isi laci yang berisi set pakaian d•lam mel berikut segala keperluan pribadi khusus wanita.
"dasar mes•m, sana keluar dari kamarku jika orang masuk dan melihat kita berdua dikamar mereka akan menduga yang tidak-tidak" ucap mel sambil mendorong tubuh abizar dari belakang keluar kamarnya.
"tadi katanya minta tolong, kenapa sekarang mengusirmu sayang" ucap abizar
"tidak jadi" ucap mel lalu menutup dan mengunci pintunya.
"dandan yang Cantik ya sayang" teriak abizar dari luar kamar mel
gadis itu malu dengan kejadian tadi tetapi ia tersenyum saat abi mengatakan ia harus dandan yang Cantik. mel pun bergegas masuk kekamar mandi setelah selesai ia memilih baju yang pantas, sesuai dan juga sopan saat akan berjumpa calon mertua dan kemudian ia berdandan tipis memoles wajahnya. setelah selesai ia memandang pantulan dirinya dari kaca meja riasnya.
"calon menantu sudah siap" batinnya
ia keluar dari kamar dan tidak melihat abizar didepan pintu.
"apa dia sudah pergi, masa sih meninggalkanku" batin mel
kemudian ia melihat ke arah dapur dan melihat abizar sedang menyeduh sesuatu.
"sedang apa mas" ucap mel
"sedang buat kopi aku ngantuk menung..... " ucap abizar tapi tidak selesai karena melihat calon istrinya sudah tampil sangat cantik
"menung... apa maksudnya menungguku begitu" ucap mel menyelidiki
"wah, bisa gawat kalau nyonya ini tau maksud perkataanku tadi, bisa ditalak sebelum ijab kabul aku" batin abizar.
"tidak sayang mana mungkin, tadi pagi aku belum sempat nyopi maksudnya, mau keluar malas jadi aku buat sendiri saja" ucap abizar berkilah
"ohh, aku kira kau bosan menungguku mas" ucap mel menyelidiki
"tentu tidak Sayang, ayo kita berangkat ini sudah sore dan jalanan pasti macet" ucap abizar mengalihkan pembicaraan
mel hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju. mereka keluar dari rumah mel dan menuju mobil abizar. sang CEO membukakan pintu untuk sang calon istri dan mempersilahkannya masuk kemobil. sepanjang jalan abizar terus menggenggam tangan mel.
"kau cantik calon menantu keluarga mandala"ucap abizar.
mel hanya menanggapi dengan tawa ucapan abizar. setelah hampir setengah jam mereka sampai dikediaman abizar ,ketika turun dari mobil mel langsung disambut hangat oleh orang tua abizar.
"menantu mama sudah datang" ucap mama sambil memeluk mel.
mereka pun membicarakan tentang pertunangan abizar dan mel. tuan mandala dan nyonya rossa menyerahkan sepenuhnya keputusan ditangan abizar dan mel tentang kapan waktunya atau apapun persiapan yang mereka ingin lakukan.
abizar dan mel memutuskan akan bertunangan bulan depan. agar mereka berdua bisa melakukan persiapan dengan matang.