
hari ini abizar harus berangkat ke Singapore untuk urusan bisnis selama satu minggu. pagi-pagi sekali ia sudah berada didalam pesawat.
"****, aku lupa mengabari mel" batin abizar kesal.
"anda kenapa tuan, kenapa gelisah sekali" ucap arnold
"kenapa kau tidak mengingatkanku untuk mengabari mel" ucap abizar
"maaf saya lupa tuan" ucap arnold
"kau ini, hanya ingat dengan calon istrimu saja" ucap abizar
"tentu saja, aku hanya mengingat calon istriku, dari pada kau tuan hubunganmu tidak jelas" batin arnold
sedangkan mel sedang sibuk membantu tari menyiapkan persiapan pernikahan sahabatnya itu yang tinggal 2 minggu lagi.
"ri dimana kak ar" ucap mel
"dia sedang ada perjalanan bisnis dengan abizar selama satu minggu" ucap tari
"Kak ar masih kerja, dia tidak cuti sebentar lagi kalian kan menikah " ucap mel
"ahh kau seperti tidak tau abizar saja" ucap tari
"kenapa dia tidak mengatakan kalau mau pergi selama itu menyebalkan" batin mel.
"mel saat aku menikah kau ingin berpasangan dengan siapa" ucap tari
"kau yang menikah bukan aku ri" ucap mel
"ya kau ingin berpasangan dengan siapa dokter riko atau abizar" ucap tari.
"udah ahh tidak usah bicara aneh-aneh lebih baik kita periksa lagi apa yang kurang dari persiapan pernikahanmu" ucap mel mengalihkan pembicaraan
"tapi mel, aku juga ingin melihatmu bahagia" ucap tari.
"kau ini ya, umur kita baru 22 kau saja yang kebelet kawin kalau aku belum berpikir kearah sana" ucap mel
"enak saja aku kebelet kawin aku cuma takut kak ar berubah pikiran padaku" ucap tari
dan mereka pun tertawa karena perkataan tari.
malam harinya mel sudah pulang kerumahnya
ia bolak-balik melihat ponselnya tidak ada pesan atau panggilan dari abizar.
"dasar tidak punya perasaan" batin mel kesal.
ponsel mel berbunyi saat ia akan kekamar mandi.
"itu pasti dia" batin mel semangat
tapi nama yang tertulis nama riko
"ya halo kak" ucap mel
"mel aku didepan rumahmu" ucap riko
"sebentar kak" ucap mel
mel pun tidak jadi mandi, ia bergegas membukakan pintu rumahnya untuk riko,
"hai kak" ucap mel
"hai mel, jalan yuk" ucap riko
" aku capek kak, baru pulang menemani tari seharian prepare persiapan pernikahannya" ucap mel yang merasa kelelahan
"please mel sebentar aja, ini kan malam minggu masa sih cuma dirumah aja" ucap riko
"baiklah tapi sebentar saja ya, aku juga belum mandi gerah" ucap mel
"oke sayang" ucap riko.
"Kak riko kenapa ya sikapnya kenapa aneh begini" batin mel
selama di dalam mobil riko terus berusaha memegang tangan mel walau mel menolak terus.
"mel aku merindukanmu"ucap riko
"kakak ini bicara apa" ucap mel heran dengan ucapan riko
"kita ke tempat asik ya" ucap riko
"kemana Kak " ucap mel yang sedikit curiga
" ikut saja denganku" ucap riko
mobil terus melaju ketempat yang belum pernah mel datangi sebelumnya.
"ayo turun" ajak riko
"ini tempat apa kak" ucap mel
"tempat asiklah" ucap riko
mel turun dari mobil mengikuti riko membaca tempat yang tertulis club malam. suara dentuman musik sudah terdengar dari arah pintu yang terbuka tersebut.
"Kak aku tidak mau masuk kesini" ucap mel
"tidak apa-apa mel kan ada aku" ucap riko
"tidak Kak, aku tidak mau" ucap mel
"ikut" ucap riko memaksa dan menarik tangan mel.
"aku tidak mau
"sekarang kau pilih temani aku bersenang-senang disini atau menemaniku di apartementku malam ini" ucap riko.
"kau kenapa nak, kau berubah jadi jahat lepaskan aku mau pulang" ucap mel berusaha melepaskan diri dari cengkraman tangan riko yang menariknya masuk ke akun malam itu.
mel berusaha melepaskan tangannya dari riko yang akhirnya bisa terlepas juga. ia berlari dan memberhentikan taksi yang lewat. sepanjang jalan ia menangis tidak menyangka apa yang dilakukan dan dikatakan riko, lelaki itu seperti menganggapnya wanita mu•••an.
"kau jahat kak" batin mel.
mel melihat pendeknya yang belum ada kabar dari abizar, membuatnya semakin sedih. ia juga tidak memberitahukan kepada sahabatnya tari tentang apa yang dilakukan riko padanya.
sedangkan abizar merasa gelisah seperti ada firasat buruk yang terjadi.tiba-tiba ia mengkhawatirkan mel. abizar masih dalam pertemuan jamuan makan malam dengan kliennnya.
"semoga kau baik-baik saja mel, aku sangat, mengkhawatirkanmu" batin abizar
mel sampai dirumah ia langsung bergegas kekamar mandi dan membersihkan tubuhnya setelah mandi ia mengistirahatkan tubuhnya.
pendeknya berdering tertulis nama abizar disana. mel menangis melihat nama yang tertulis itu ia mencoba untuk menahan tangisnya saat mengangkat telepon dari abizar
📞👩hallo
📞👨hallo mel, apa kau baik-baik saja aku mengkhawatirkan mu dari tadi.
📞👩aku baik kok
📞👨kau habis menangis, kenapa suaraku begitu
📞👩aku sedang flu
📞👨kau harus jaga kesehatan, aku sedang disingapore
📞👩kapan pulang
📞👩tidak
📞👨kau istirahatlah besok aku akan menghubungimu lagi, bye
📞👩bye
mel menutup teleponnya dalam hatinya ia ingin abizar ada dihuni segera. ia benar-benar takut melihat riko yang berubah.
hari mel kembali disibukkan dengan orderan. hampir pukul sembilan malam akhirnya mel dan karyawannnya sudah menyelesaikan rekapan orderan.
"besok saja kita lanjutkan lagi ya, kalian sudah kerja keras hari ini, kalian sudah boleh pulang" ucap mel pada karyawannya.
"baik Mbak" ucap para karyawan mel
mel sibuk merapikan kotak, plastik dan kertas-kertas yang berserakan hingga ia lupa menutup dan mengunci pintu. hingga ia merasakan kehadiran seseorang yang sangat ia takuti saat ini yaitu riko
"mel" ucap riko
"ini sudah malam, lebih baik kakak pulang" ucap mel
"mel aku mencintaimu" ucap riko
"maaf kak, aku menganggapmu seperti kakakku sendiri" ucap mel
"aku tidak suka jawabanmu mel, kenapa kau menolak hah karena lelaki itu" ucap riko
"apa maksud kakak" ucap mel
"apa aku harus memperjelas nama abizar agar kau mengingatnya" ucap riko sambil mendekati mel sambil meneguk minuman ditangannya. yang mel tidak tau minuman apa
"Kak kau m•••k, lebih baik sekarang kau pulang tidak baik jika kita hanya berdua disini" ucap mel.
"kau selalu menolakku dan aku benci itu, aku akan buat kau jadi milikku" ucap riko terus berjalan mendekat ke arah mel.
"p•••kan aku malam ini" ucap riko
mel menampar riko karena ucapan lelaki itu, mel menangis. riko semakin marah melihat apa yang baru saja mel lakukan padanya. pria mem•••ting botol minuman itu hingga pecah
"kau akan menyesal mel" ucap riko
riko menarik mel kedekapannya berusaha menc•••m gadis itu
"hentikan... tolong..tolong...kak jangan lakukan itu padaku" teriak mel
"aku meminta hatimu baik-baik tapi kau menolaknya, jadi rasakan apa yang bisa aku lakukan" ucap riko dengan amarah..
mel berusaha melepaskan diri dari riko, ia menggigit lengan riko dan berlari kearah kamarnya berusaha mengunci kamarnya. tapi riko men•••rak paksa pintu kamarnya mel kalah kuat dengannya. pria itu seperti kesetanan ingin me•••kam mel.
" Kak aku mohon jangan lakukan hal ini padaku" ucap mel memohon.
"pu••kan aku baik-baik atau aku akan mema•••mu dengan kasar" ucap riko
mel melihat ponselnya dan berusaha menghubungi abizar.
"kau mau menghubungi siapa hah lelaki itu, dia sedang disingapore, dia tidak bisa menolongmu" ucap riko
"baj•••an, kau sudah merencanakannya" ucap mel
"kau bilang aku apa tadi, kau saja sudah membawa lelaki itu kekamarmu kau pasti sudah melakukan itu dengannya " ucap riko
"tutup mulutmu itu" ucap mel
"ayo kita lanjutkan sayang" ucap riko yang sedang membuka kemeja yang ia pakai dan berjalan mendekat ke arah mel.gadis itu berusaha menghindar dari riko. kali ini ia begitu ketakutan. riko mencoba menodainya.
riko menangkapnya dan melemparnya keranjang riko me•••par pipi mel kanan dan kiri. m•••bek kedua lengan bajunya.berusaha m•••bek pakaian mel dan menyen••h gadis itu.
mel terus berteriak minta tolong.
sedangkan abizar sudah dibandara setelah menyelesaikan urusan bisnisnya lebih cepat.
"kau pulanglah aku ingin kerumah mel terlebih dahulu"ucap abizar
"baik tuan" ucap arnold
abizar menghubungi mel, tapi tidak diangkat
"apa dia sudah tidur, lebih baik aku kesana memastikan" batin abizar.
abizar diantar oleh supir menuju rumah mel sepanjang jalan ia begitu tidak tenang dan terbayang wajah mel terus.sesampai dirumah mel. abizar melihat pagar dan pintu mel masih terbuka dan ada sebuah mobil terparkir dipekarangan rumah mel.
"mobil siapa itu" batin abizar
saat memasuki rumah mel ia melihat rumah itu berantakan
"mel kau dimana" ucap abizar sambil mencari mel tapi tidak ada jawaban
hingga ia mendengar teriakan dan tangisan mel
"tooolonggggg....tolonggg siapapun tolong aku" teriak mel.
abizar berlari kearah kamar mel ia melihat seorang lelaki mencoba menodai mel.
"b•••ngan lepaskan dia" teriak abizar kemudian men•••ang lelaki itu dari belakang hingga lelaki itu terjungkang kedepan.
mel berlari dalam dekapan abizar dan menangis terlihat pipinya yang lebam disana. abizar membuka jasnya untuk menutupi tubuh mel.
"cepat kau hubungi arnold dan tunggu aku diluar" ucap abizar
mel mengangguk dan keluar kamar mencoba menghubungi arnold. riko bangkit dan melihat abizar.
"sang pahlawan kesiangan sudah datang rupanya" ucap riko
"berani kau melakukan itu padanya" ucap abizar
"jadi cuma kau saja yang boleh melakukan itu dengannya, begitu maksudmu" ucap riko
"dasar pria baj•••an aku akan mem•••uhmu" ucap abizar yang begitu emosi
"kenapa kau marah bukannya dulu kau yang menyebutnya wanita mur•••n aku hanya membuktikan kata-katamu dulu" ucap riko
abizar maju dan menendang riko, mereka bertarung riko tidak tinggal diam ia juga melawan pukulan abizar balik. hingga abizar berhasil melumpuhkan riko . ia me•••ul riko bertubi-tubi dan mengambil guci dikamar mel ia ingin mengh••r riko dengan itu.arnold dan mel masuk kekamar dimana abizar dan riko sedang berkelahi.
"tuan berhenti jangan mengotori tangan anda dengan memb•••hnya" ucap arnold
"lelaki ini berusaha menodai gadis yang aku cintai" ucap abizar yang didengar jelas oleh mel
"tuan serahkan dia kepada pihak yang berwajib, dia sudah jadi DPO oleh polisi selama satu bulan inj, mereka sedang menuju kesini" ucap arnold.
"kau tidak boleh jadi pem•••uh karena aku" ucap mel bergetar dan menangis
akhirnya abizar membuang sembarang guci tersebut dan langsung memeluk mel. gadis itu menangis dengan senggugukan. seandainya saja ia datang terlambat, abizar tidak tau apa yang terjadi pada gadis yang ia cintai.
"kau sudah aman ada aku disini, lebih baik kau tinggal dirumahku untuk sementara waktu" ucap abizar yang masih memeluk mel
"aku tidak mau papa mama melihatku dalam keadaan seperti ini" ucap mel.
"sekarang ganti bajumu dan bawa tas pakaianmu juga" ucap abizar.
"baiklah" ucap mel.
polisi datang dan membawa riko. untuk diproses secara hukum atas segala perbuatannya yang ia lakukan.
"nantinya kami akan memanggil anda dan juga kekasih anda untuk memberikan keterangan" ucap polisi.
"baik pak terima kasih" ucap abizar