CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
apa maumu



ricky ikut menunggu mel sadar di IGD. mereka semua mengkhawatirkan keadaan mel. akhirnya mel sadar.


esssttt keluhnya sambil memegang kepalanya dan mencoba untuk bangkit


semua mendekat padanya


"mel" ucap ricky


"kak" ucap mel dengan raut sedih dan menangis


"sudah jangan menangis, aku tidak akan membiarkan dia nendekatimu lagi" ucap Ricky sambil meraih mel kepelukannya.


mel menangis tersedu dipelukan ricky seakan ia mengadukan dan melupakan kesedihannya kepada Ricky. lelaki gondong itu juga bisa merasakan kepiluan yang mel rasakan saat ini.


"apa maumu sebenarnya bi, lihatlah kau begitu menyakiti perasaan gadis yang kau cintai" batin Ricky.


Rizky melepas pelukan mel dan mengusap air mata gadis itu.


"sudah jangan menangis lagi, lihat kau jadi jelek jika menangis" ucap ricky


"aku ingin pulang kak" ucap mel


"bagaimana mungkin kau pulang, belum naik kemobil saja kau sudah pingsan" ucap ricky


"aku mohon kalian semua ijinkan aku pulang, kalau disini aku makin sakit" ucap mel membujuk semua orang.


"bagaimana pak dokter rendy dan buk dokter tari apakah pasien kalian yang cengeng ini bisa pulang" ucap ricky


"aku Tidak cengeng" ucap mel


"lihat hodieku sampai basah kuyup seperti disiram terkena air matamu tidak mengaku lagi" ucap ricky.


"aku akan marah jika kau terus mengejekku" ucap mel merajuk.


"sepertinya mel kita sudah kembali normal" ucap tari


"jadi aku bisa pulang sekarang" ucap mel semangat


"tidak" ucap tari


"please dokter tari yang cantik aku sudah bosan disini" ucap mel


"bagaimana bisa pulang dengan infus dan oksigen yang masih terpasang, apakah kau pikir kau manusia ikan tidak bisa bernafas didarat" ucap tari


"hehehe" kekeh mel


"jangan tertawa, ketawamu jelek awas saja kau berani menangis lagi aku akan memasukkanmu keruangan isolasi khusus orang yang suka menangis" ucap tari menakuti mel.


"emang ada" ucap mel


"ada khusus untukmu" ucap tari


"kau jahat sekali" ucap mel.


mereka semua tertawa melihat ekspresi mel dan akhirnya mel diperbolehkan pulang atas jaminan tari. suster pembuka infus ditangani kiri mel dan membantu mel melepas selang oksigen mel. ia dibantu ricky turun dari bed. dan memberikan mel agar dipegang dan dibantu Rendy.


"jaga dia baik-baik, kami begitu menyayanginya" ucap Ricky.


"tentu saja" ucap rendy


"jika kau menyakitinya kau berurusan denganku" ucap ricky


"tentu tidak akan aku lakukan" ucap Rendy


"aku pegang kata-katamu" ucap ricky


pria gondrong itu mengantar mel dan yang lain sampai ke mobil mereka dan melambaikan tangan saat mobil melaju.


"aku harus berbicara serius dengan abizar, aku akan bertanya apa maunya pria br•ngsek itu sebenarnya" batin Ricky.


ia pun menuju mobilnya yang terparkir di ujung.ia akan bertemu abizar. ricky mengambil ponselnya dan menghubungi abizar.


📞kau dimana


📞dikantor


📞aku ingin bertemu sekarang


📞baik aku tunggu disini


Ricky memutuskan sambungan teleponnya dan melajukan mobilnya menuju kantor abizar.


"aku akan mengh•jarmu anak nakal" batin ricky


sedangkan mel, gadis itu tertidur dimobil yang dikemudikan oleh rendy sampai tiba dirumahnya. arnold menurunkan barang mel dibantu oleh tari. Rendy bermaksud menggendong mel karena gadis tertidur sangat pulas dimobilnya.


"sebaiknya bangunkan saja dia kak" ucap arnold


"tetapi dia tertidur sangat pulas" ucap rendy


"aku hanya takut jika kau menggendongnya dia akan tidak enak hati padamu" ucap arnold


"baiklah kau begitu" ucap rendy


Rendy pun mencoba membangunkan mel dengan pelan. menepuk pundak gadis itu pelan, agar ia bangun.


"hahaha, kak jika kau membangunkannya dengan cara begitu dia akan bangun besok pagi" ucap tari


"kau ini mana mungkin aku mengagetkannya" ucap Rendy


"memang harus seperti itu, mel itu tidur seperti orang mati ia tidak akan peduli walau ada badai" ucap tari


"Aku tidak tega" ucap rendy


"biar aku saja" ucap tari


mel!!!!!


ada makanan gratis!!! teriak tari


"dimana..dimana..... aku mau" jawab mel


"dasar tukang makan, ayo bangun" ucap tari


"kau jahat sekali ri" ucap mel


"kak Rendy sudah pegal membangunimu" ucap tari


"apa" ucap mel


"apa kau berharap digendong kakakku" ucap tari


"tidak" ucap mel


"ya sudah turun" ucap tari


mel turun dari mobil. ia berjalan menuju rumah bersama tari, arnold dan juga Rendy. saat membuka pintu rumah didalam sudah rapi dan bersih seperti sedia kala. padahal sebelumnya ia berpikir rumahnya pasti sangat kotor dan berdebu. dan sudah ada makanan tersaji diatas meja makan.



"hri kau ini kalau sudah melihat makanan lupa segalanya ya, apa kau tidak ingin berterima kasih pada sahabatmu yang cantik ini" ucap tari


"kau yang melakukannya ri" ucap mel


"jadi menuruti siapa yang melakukannya" ucap tari


"terima kasih ri" ucap mel memeluk tari


" mel kau sudah berjanji tidak akan menangis lagi" ucap tari


"tapi kan aku terharu kau bisa baik seperti ini" ucap mel


"hei, aku ini memang baik kau saja yang tidak sadar aku cantik dan baik makanya suamiku jatuh cinta padaku" ucap tari.


"sudah kalian berdua ini, lebih baik kita makan sekarang" sambung Rendy.


"lihat kakakku sudah lapar karena kehabisan tenaga karena tadi menggendongmu saat pingsan" ucap tari


"maaf kak, terima kasih semuanya " ucap mel


"sudahlah mel lebih baik kita semua makan, aku sudah sangat lapar" ucap arnold yang sudah mengambil piring.


mel hanya mengangguk setuju. mereka pun makan diselingi canda tawa.


sedangkan dikantor abizar. lelaki itu sedang berdebat dengan sahabatnya Ricky.


"apa maumu sebenarnya tuan abizar" ucap ricky


"kau sudah tau apa yang aku mau" ucap abizar


"kini aku tidak tau apa maumu, kau sekarang begitu menyakiti mel" ucap ricky


"apa maksudmu" ucap abizar


"hentikan bi, jauhi dia biarkan dia menjalani hidupnya tanpa ada gangguan dari mu" ucap ricky.


"maksudmu aku mengganggunya"ucap abizar


"ya, kau tau bi tadi mel pingsan saat masuk mobil" ucap Ricky yang mengejutkan abizar


"apa" ucap abizar


"jadi hentikan mengganggunya kau dan mamamu membuatnya stress. jika kau sungguh mencintainya beri ia sedikit ruang untuk bernafas" ucap ricky


"tapi aku tidak bisa jauh dari dirinya" ucap abizar


"beri dia waktu menghilangkan traumanya padamu" ucap ricky


"kau tau kan aku sangat mencintainya" ucap abizar


"caramu mencintainya salah bi, lebih baik kau berfikir dan intropeksi diri" ucap Ricky.


abizar hanya bisa diam mendengar kata-kata ricky hingga ketukan pintu tangannya menyadarkan abizar


"masuk" ucap abizar


"permisi pak, diluar ada polisi yang mencari bapak" ucap sekretarisnya


"Polisi" ucap abizar terkejut


"ia pak, mereka ingin bertemu dengan bapak" ucap sekretarisnya


"suruh mereka masuk" ucap abizar


setelah mendapat ijin dari abizar sekretaris tersebut masuk bersama beberapa orang polisi.


"selamat siang pak abizar kami dari kepolisian, kami akan membawa bapak berkaitan dengan keterlibatan anda pada kasus penganiayaan saudari melati yang dilakukan oleh pak aliando saat dikapal pesiar beberapa minggu yang lalu" ucap polisi tersebut dan menyerahkan surat penangkapan kepada abizar.


"baik saya akan ikut" ucap abizar tanpa berkilah


kemudian abizar dibawa oleh beberapa polisi tersebut kekantor polisi menggunakan mobil patroli.


Ricky masih diruangan abizar saat polisi datang dan membawa abizar


"ada apa lagi ini" batinnya


Rickypun mengabari keluarga mandala dan juga arnold.