
setelah selesai makan siang bersama untuk merayakan sidang meja hijau tari kini abizar mengantar mel kerumah.
"sayang, aku rindu" ucap abizar saat ia sedang mengemudikan mobilnya
"kita kan setiap hari bertemu mas dan komunikasi kita lancar, mengapa masih rindu" ucap mel aneh
"kenapa kita tidak menikah besok saja" ucap abizar sambil menghentikan mobilnya di taman pinggir kota.
"ada apa sih mas kenapa tiba-tiba mengatakan itu" ucap mel
"tidak ada, hanya aku ingin cepat menjadi suamimu dan punya anak darimu" ucap abizar
"sabarlah mas, bukannya mas sebentar lagi akan keluar negeri untuk perjalanan bisnis" ucap mel
"ia dari itu aku ingin segera menikah, agar kau bisa menemani sekalian bulan madu sayang" ucap abizar
"tapi mas, keluarga kita sudah menentukan segalanya tidak baik tiba-tiba merubahnya" ucap mel.
"apa kau bisa dipercaya saat aku dimuat negeri bekerja" ucap abizar
"maksud mas apa?" ucap mel
"ya, bisa saja kan saat aku diluar negeri kau kepincut pria lain" ucap abizar asal
"hahaha mana mungkin mas" ucap mel
"kata orang sebelum jamur kuning menengkung, semua bisa terjadi" ucap abizar
"kau tidak percaya padaku mas" ucap mel
"aku percaya padamu tetapi tidak pria-pria disekitarmu" ucap abizar
"cincin ini sudah mengikatku dan menegaskan aku sudah ada yang punya yaitu dirimu mas" ucap mel sambil menunjukkan pada abizar cincin dijari manisnya.
"kekasih yang baik, i Love you" ucap abizar memeluk mel
"i Love you too so much mas, tidak pernah terbesit dipikiranku untuk menggantikan namamu dihatiku" ucap mel
"sayang, aku ingin menc•ummu boleh, sudah lama kan" ucap abizar
"tidak boleh, lihat mas kau mau kita digrebek satpol PP disini" ucap mel
"mana mungkin" ucap abizar
" apa yang tidak mungkin, melihat sebuah mobil parkir ditaman kota pasti orang curiga" ucap mel
"baiklah kau pandai sekali cari alasan, aku memang harus mencurinya" ucap abizar
"aku akan berteriak" ucap mel
"aisshh kau ini kenapa sayang" ucap abizar kesal
"sabar sebentar lagi kita akan menikah dan bebas melakukan apapun mas" ucap mel
"aku kalah kalau berdebat denganmu" ucap abizar.
abizar menyalakan kembali mesin mobilnya dan melaju ketujuan awalnya mengantar mel. mereka terjebak kemacetan cukup lama. hingga seorang anak menawarkan dagangannya dari balik kaca mobil abizar. mel meminta abizar menurunkan kaca mobilnya dan membeli dagangan anak tersebut. mel hanya meminta dua bungkus kerupuk pedas tetapi abizar memborong dagangan anak tersebut. dan senyum bahagia terukir dari senyum anak tersebut.
"mas memang kekasih terbaik" ucap mel sambil menc•um pipi kekasihnya tersebut secara spontan
"kau menyebalkan sayang tadi aku tidak boleh menc•ummu kini kau menc•umku kau curang" ucap abizar
"anggap saja impas mas" ucap mel tertawa.
"kerupuk apa itu" ucap abizar
"kerupuk jengkol pedas mas" ucap mel sambil semangat membuka bungkus kerupuk tersebut.
"ha?? kau suka jengkol sayang" ucap abizar
"tentu, itu makanan terlezat mas nih cobaan deh mas" ucap mel sambil mengarahkan kerupuk tersebut kemelut abizar
"tidak, itu pasti bau sekali" ucap abizar
"enak mas tidak bau" ucap mel
"kau tadi mau menc•umku kan mas, ayo sekarang c•um" ucap mel
"kau benar-benar jahil ya, sengaja membeli makanan seperti itu" ucap abizar
"mas, apa kau punya minum, pedas sekali" ucap mel
"nah kan, kau berdosa karena mengerjaiku sayang, rasakan" ucap abizar
"mas cepat beli minuman, mulutku bisa terbakar" ucap mel sambil mengipas mulutnya yang merah.
"bibir merahmu begitu menggoda sayang, aku ingin mengg•gitnya sekarang juga .kau sengaja sekali makan kerupuk sialan itu kan" batin abizar
abizar kemudian memanggil seorang pedagang minuman yang menjajahkan dagangannya ditengah kemacetan lalu membeli minuman untuk mel dan dirinya. mel langsung menyambar minuman ditangan abizar dan langsung meneguknya untuk menghilangkan rasa pedas mulutnya.
"sudah jangan dimakan lagi nanti kau sakit perut sayang" ucap abizar
"tidak mas, walau pedas tapi ini sangat enak aku akan menghabiskannya mas yakin tidak mau" ucap mel melanjutkan memakan kerupuk pedas tersebut.
"tidak" ucap abizar cepat
"dasar gadis keras kepala, lihat saja jika kau sakit perut" batin abizar
mereka cukup lama berjibaku setengah kemacetan. karena kekeyangan mel akhirnya tertidur disamping kursi kemudi abizar.
" habis makan langsung tidur bagus sekali" batin abizar.
abizar akhirnya keluar dari kemacetan dan tancap gas menuju arah rumah mel. sedangkan mel tenang dalam tidurnya. ia sama sekali tidak terusik hingga sampai dirumahnya. abizar menggoyangkan tubuh mel dengan mel untuk membangunkan gadis yang terlelap itu.
"sayang, sudah sampai" ucap abizar
"mmm, sudah sampai ya mas" ucap mel sambil meregangkan tubuhnya.
"nyenyak sekali tidurnya" ucap abizar sambil mengelus puncak kepala mel
"maaf mas, aku ketiduran tadi malam aku membantu tari persiapan sidang hingga tengah malam" ucap mel
"selain kekasih yang baik kau sahabat yang baik" ucap abizar.
"mas pasti belum makan, ayo turun aku akan masakkan sesuatu untukmu" ucap mel
"aku sepertinya langsung pulang saja ya atau kau mau mengajakku mengisap dirimu sayang" ucap abizar menggoda mel
"no" ucap mel cepat.
mel turun dari mobil abizar dan kemudian melambaikan tangannya kearah abizar. kemudian mobil abizar berlalu.
"badanku pegal semua" batin mel
sambil menggerakkan badannya kekanan dan kekiri. ia langsung masuk kerumahnya. setelah selesai membersihkan diri ia langsung membaringkan tubuhnya untuk beristirahat.
mel terbangun oleh alarm diponselnya. ia langsung bergegas mandi dan bersiap karena hari ini stock barang akan datang dari produsen. suara ketukan pintu mengalihkan perhatian mel yang sedang mengeringkan rambutnya
"siapa pagi-pagi mau bertamu" batin nya
mel pun menuju pintu untuk melihat siapa yang datang kerumahnya sepagi ini. mel tidak menyangka yang datang ternyata abizar sambil menenteng bungkusan makanan.
"pagi sayang mari sarapan bersama calon suamimu yang tampan ini" ucap abizar yang sudah rapi dengan setelan jasnya sambil membanggakan diri didepan mel
"mas pagi-pagi sekali sudah rapi" ucap mel
"bertemu calon istri itu harus rapi dan wangi agar kekasih tidak lari kelain hati" ucap abizar
"terima kasih" ucap mel
"ini aku bawakan spesial untuk calon istriku yang paling cantik mie ayam komplit +sambel" ucap abizar
"mas tau saja aku sudah lapar" ucap mel
"tentu aku tau semua tentangmu termasuk kau yang senang sekali makan" ucap abizar
"terima kasih kekasihku yang baik hati" ucap mel