
abizar mendekati gadis yang terbaring lemah ditempat tidur pasien ICU. ia masih setia menutup matanya tetapi bibirnya bergerak berusaha mengatakan sesuatu ia memanggil ujung nama panggilan abizar.
"to.........long bi" ucap mel terbata
deg.....
jantung abizar berdetak saat mendengar ucapan mel dalam tidurnya. gadis itu meminta tolong padanya. air mata abizar mengalir kembali mendengar ucapan terbata mel. abizar berlutut didekat pembaringan mel lalu ia meraih tangan gadis itu, menc•um punggung tangan mel.berusaha menyalurkan besarnya penyesalan yang ia rasakan kepada mel
"aku sudah jahat padamu mel, aku mohon maaf beri aku kesempatan" batin abizar
dokter datang setelah mengetahui keadaan mel dari laporan suster.ia kemudian memeriksa keadaan mel. dokter menjelaskan bahwa mel butuh semangat dan doa dari keluarga untuk hidup. dokter mengatakan bahwa nama yang ia sebut mungkin karena kedekatan, kebaikan rasa sayang atau amarah si pasien kepada orang tersebut itu bentuk emosi dan luapan hati pasien itu biasa terjadi. setelah itu dokter pergi. meninggalkan abizar bersama mel.
abizar menatap kembali gadis yang sangat ia cintai tetapi juga ia sakiti. abizar masih terbayang saat mel tidak ingin ikut dirinya dan gabby ke kas•no, ia juga menolak saat tau kas•no itu apa, ia juga menolak aliando tetapi ia malah memberi mel kepada aliando orang yang baru ia kenal. padahal biasanya ia tidak suka mel didekati lelaki manapun. ini semua memang salah dirinya. ia bahkan tidak melindungi mel karena egonya.
abizar teringat pada aliando lelaki itu harus dihukum berat, mel harus mendapat keadilan untuk dirinya. mel mengingau kembali menyebut nama abizar.
"bi..... to.... lo...ng" ucap mel
"maafkan aku mel, aku tidak menolongmu saat itu, mungkin jika aku tidak mengizinkan aliansi mendekatimu kau tidak akan seperti ini" ucap mel sambil menangis.
semua orang menyaksikan penyesalan abizar. kedua orang tuanya, arnold dan tari. mereka ikut menangis.
"pa, anak kita sungguh mencintai mel jangan pisahkan mereka" ucap nyonya rossa sambil menangis pilu.
"ia mencintai dengan cara yang salah ma, jika ia mencintai mel dengan sesungguhnya ia akan lebih mendengarkan kata hatinya dari pada egonya" ucap tuan mandala.
"mereka masih muda pa, beri abi kesempatan sekali lagi" ucap nyonya rossa
" ini kedua kalinya mel terluka karena anak kesayanganmu itu, apa mama masih berpikir mereka itu berjodoh" ucap tuan mandala.
"biarkan abi berjuang pa, biarkan dia berjuang mendapatkan hati mel kembali" ucap nyonya rossa.
"mama ini cepat sekali memaafkan anak nakal itu" ucap tuan mandala
" dia anak kita, mama yakin abizar akan berjuang mendapatkan hati mel kembali walau itu sulit" ucap nyonya rossa
" kau sudah tau itu sulit kenapa memberi ia kesempatan" ucap tuan mandala
"dia akan berguru padamu bagaimana mendapatkan dan memperlakukan wanita dengan baik" ucap nyonya rossa.
"kau ini" ucap tuan mandala memeluk istrinya tersayangnya.
abizar keluar dari ruangan ICU dengan mata sembabnya karena selama bersama mel ia menangis karena menyesali kebodohannya.
"papa dan mama akan pulang dulu, kau boleh disini menunggunya" ucap tuan mandala kepada abizar
"terima kasih papa mengijinkanku disini untuk menunggunya"ucap abizar lega
"ini kesempatan terakhir bagimu bi ingat kesempatan terakhir" ucap tuan mandala memperingatkan abizar
"ia pa terima kasih abi janji" ucap abizar
"terima kasih pa" ucap abizar
"arnold sebaiknya kau dan istrimu juga pulang untuk istirahat biarkan abi yang menjaga mel" ucap tuan mandala
"ia kami akan pulang sebentar lagi tuan" ucap arnold
"aku duluan" ucap tuan mandala berlalu bersama istrinya dan para bodyguard.
tinggallah abizar, arnold dan tari yang sedari tadi masih menyimpan amarah terhadap abizar.
"aku sampai kapanpun tidak akan memaafkanmu" ucap tari
"sayang, sudahlah tahan emosimu" ucap arnold
"kau membela bosmu ini daripada istrimu, kau yang pertama kali melihat apa yang dilakukan lelaki itu pada mel" ucap tari
" ia aku tau aku juga ingin menghajar tuan abizar jika mengingat kejadian itu, tetapi kita harus ingat mel sayang" ucap arnold
"maafkan aku, aku mohon jangan bertengkar karena aku disini aku yang salah" ucap abizar
"bagus jika kau sadar tuan, aku juga berharap kau juga sadar untuk jauh-jauh dari mel" ucap tari
"untuk itu aku tidak bisa, aku akan berjuang untuk mendapatkan maafnya dan hatinya lagi" ucap abizar
"egois dan enak sekali hidupmu kau menyakiti lalu minta maaf, kemudian menyakiti lagi kemudian minta maaf lagi" ucap tari emosi
"setelah mel sadar aku akan mengajaknya tinggal dirumah kami, aku tidak ingin dia berurusan dengan dirimu lagi" ucap tari
"tidak akan ku biarkan" ucap abizar
"kau memang tidak tau diri, karenamu tidak bisa bela diri lagi" ucap tari
"apa maksudmu" ucap abizar
"apa kau tidak sadar ada perubahan pada diri mel, dia tidak bisa lagi membela dirinya lagi tulang punggungnya patah ia tidak bisa lagi bela diri karena menyelamatkanmu baj•ngan" ucap tari
"sayang sudah hentikan, lebih baik kita pulang sekarang ini rumah sakit kau seorang dokter tidak baik jika orang melihat kau ribut disini" ucap arnold
"kau membelanya lagi dan mengatakan aku yang cari ribut" ucap tari emosi kembali
"bukan begitu, ayo sayang kita pulang saja kau pasti sudah lelah" ucap arnold
"baiklah kau cari perkara denganku suamiku" ucap tari
" tuan abizar kami pamit" ucap arnold dan berlalu membawa istrinya yang masih emosi dengan abizar.
"maafkan aku tari, aku tau aku salah telah menyakiti sahabatmu bahkan ia tidak menyadari perubahannya" batin abizar.
malam pun tiba, abizar masih setia menunggu disana ia tidak beranjak kemanapun bahkan untuk sekedar membeli minuman. hingga sopir datang membawa baju hangat dan juga bekal makanan untuknya. saat ia akan menyedu kopi bekal dari rumahnya suster keluar dari ICU dan mendatanginya lalu mengatakan mel sudah sadar sepenuhnya dan membuka matanya. jika malam ini keadaannya stabil besok pagi ia akan dipindahkan keruang rawat inap. suster menawarkan agar abizar bisa menjenguk mel karena sedari tadi mel ingin bertemu keluarganya, tetapi abizar beralasan agar mel untuk istirahat saja. abizar tau diri mel pasti tidak ingin bertemu dengannya dan nanti kondisinya akan drop lagi jika melihat dirinya. tetapi ia tetap sangat bersyukur akan keadaan mel yang menunjukkan kemajuan. ia ingin menghubungi kedua orang tuanya tetapi ia ingat bahwa handphonenya tertinggal dikamar. ia meminjam ponsel salah satu bodyguard dan mengabari kedua orang tuanya dan meminta salah satu bodyguard untuk mengambil ponselnya dirumah.