CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
kejujuran mama



abizar tidak habis pikir dengan sikap mel tadi. abizar terus marah-marah sepanjang perjalanan saat dimobil menuju pulang. ia membantu mamanya turun dan mendudukan mamanya diruang tamu.mama hanya diam ia tak menanggapi percakapan suaminya dan anaknya.


" sudah bi, bisakan kau rubah sifat cepat emosimu itu" ucap tuan mandala.


"bagaimana abi tidak emosi pa, papa lihat sikapnya kepada mama dan papa" ucap abizar


"dia pasti punya alasan" ucap tuan mandala


"alasan apa pa, aku harus memberinya pelajaran karena sikapnya yang tadi" ucap abizar penuh emosi.


"kau mau dia semakin membencimu" ucap tuan mandala.


"abi rela dibenci olehnya, tapi sikapnya tapi abi tidak bisa terima sikapnya tadi" ucap abizar yang beranjak akan pergi lagi


"Hentikan !!!, cukup!! ini salahku mel berubah karena aku" ucap nyonya rossa yang sudah berurai air mata.


"apa maksud mama" ucap abizar


"Mama yang mengancamnya, Mama yang menyuruhnya membebaskanmu, Mama yang memutuskan hubungan dengannya, arnold keluar juga karena ancaman mama, mama minta membalas semua kebaikan keluarga kita kepadanya" ucap nyonya rossa.


abizar dan tuan mandala begitu terkejut jadi yang selama ini yang menjadi dalang masalah ini adalah nyonya rossa. istri dari tuan mandala sendiri yang tak lain adalah ibu dari abizar


"kenapa mama melakukan itu semua ma" ucap abizar


"karena aku seorang ibu yang egois yang tidak mau mengakui kesalahan anaknya, Mama tidak mau kau dipenjara abizar" ucap nyonya rossa.


"aku sudah curiga dari awal mel tidak mungkin berubah separah ini hanya karena masalahnya dengan abizar. gadis itu selalu menghormati aku ataupun kau" ucap tuan mandala


"pa maafkan kesalahan mama, aku tau kesalahanku sangat besar, bahkan aku sudah menutupi semua ini begitu lama" ucap nyonya rossa


"kau membuat semua orang salah paham padanya bahkan ia merelakan keadilan untuk dirinya sendiri" ucap tuan mandala


"pa, aku menyesal aku juga sedih melihat sikap mel yang menjauhi kita aku sungguh sayang padanya" ucap nyonya rossa.


"sayang kau bilang?.kau mengancam akan memecat arnold agar dia menuruti keinginanmu, jadi kau juga yang menyuruh dia memanggil tuan dan nyonya kepada kita, kau sungguh kejam" ucap tuan mandala


"abi, mama mohon maaf darimu, mama menyesal bi, bahkan setahun ini mama dihantui rasa bersalah kepadanya" ucap nyonya rossa.


"Ma, Mama tau abi mencintai mel Ma, abi berusaha mendapatkan hatinya tapi karena mama, mel semakin membenci abi ma" ucap abizar marah sambil memukulkan tangannya kedinding.


"mama akan minta maaf kepadanya pa, abi mama akan memohon ampun padanya" ucap nyonya rossa


"jangan ganggu dia lagi, biarkan dia bahagia tanpa gangguan dari keluarga kita lagi bukankah itu yang kau inginkan membuang dia dari keluarga ini" ucap tuan mandala. yang sangat kecewa dengan istrinya


"jangan seperti itu pa, Mama akan menemui besok" ucap nyonya rossa


"aku bilang jangan ganggu dia lagi, kau kira dia barang saat kau tidak suka kau buang lalu saat kau butuhkan kau pungut lagi" ucap tuan mandala.


"abi harus minta maaf padanya pa, abi sudah salah paham dengannya" ucap abizar.


"kau juga, jangan ganggu dia biarkan saja seperti ini. aku melihat dia jauh lebih bahagia tanpa kita" ucap tuan mandala.


"kau hanya perlu datang padanya dan menyuruhnya kasini saat aku mati" ucap tuan mandala.


abizar dan ibunya terdiam mendengar ucapan tuan mandala, pria paruh baya itu meninggalkan ibu dan anak itu diruangan tamu, ia menuju ruang kerjanya untuk menenangkan dirinya. ia duduk dikursi kerjanya ia tertunduk banyangan keakrabannya dengan mel bermunculan dari awal ia bertemu gadis itu dan menganggapnya sebagai putrinya sendiri. pria paruh baya itu menangis sendiri diruang kerjanya. begitu sakit mengetahui dalang dari masalah ini adalah istri tercintanya. ia begitu malu tidak bisa mendidik istrinya dengan baik. ia begitu sakit saat mel merubah panggilannya dari papa menjadi tuan dan gadis itu tidak mau lagi menanggapi telpon darinya dan' menjauhinya.itu semua karena perbuatan istri tercintanya. tuan mandala tidak dapat menerima kenyataan ini. kini ia telah benar-benar hancur ia gagal menjadi kepala keluarga itu menurutnya. tiba-tiba dadanya sesak dan sangat sakit ia memegang dada bagian sebelah kirinya mencoba menarik nafasnya untuk mengurangi rasa sakit yang ia alami. ia mencoba meraih air putih didalam gelas bening disudut meja kerjanya. ia mencoba bangkit dari duduknya tetapi tiba-tiba tubuhnya ambruk dilantai dan ia tidak sadarkan diri diruang kerjanya.


abizar meninggalkan ibunya diruang tamu ia memilih masuk kekamarnya ia sangat kecewa dan tidak menyangka semua ini adalah perbuatan mamanya.


nyonya rossa menangis sedih ia akan menyusul suaminya dan akan berlutut didepan kakinya agar dimaafkan. nyonya menyadari suami dan anaknya sangat kecewa akan sikapnya. ia berjalan menuju kamar utama tapi tidak menemukan suaminya disana. ia berpikir suaminya pasti dibuang kerjanya. ia berjalan menuju ruang kerja suaminya. saat ia sudah sampai didepan ruang kerja Suaminya ia mengetuk pintu tersebut dan memanggil suaminya.ia kembali mengetuk berulang kali dan memanggil suaminya lebih keras tetapi tidak ada jawaban dari dalam. nyonya rossa memutuskan masuk walaupun tanpa ijin suaminya.


"pa, Mama mau minta.... "ucap nyonya rossa sambil membuka pintu.


nyonya rossa terkejut melihat suaminya sudah tergeletak dilantai dan tidak sadarkan diri. ia berteriak sangat kencang memanggil semua orang yang ada dirumah untuk membantu suaminya.


abi!!!!!


papa!!!


tolong!!!!


tolong!!!


para asisten rumah tangga datang kesumber suara melihat tuan mandala sudah tidak sadarkan diri


tuan!!


"panggil abi, bik panggil abi"ucapnya kepada salah satu asisten rumah tangga


"baik buk" ucap salah satu asisten dan kemudian berlari kekamar abizar


"tuan abi.... tuan...abi" ucap salah satu asisten memanggil abi dan mengetuk pintu dengan keras.


"ada apa bik" ucap abizar


"tuan... tuan... besar pingsan dibuang kerjanya" ucap asisten rumah tangga itu


"apa, cepat telpon ambulance" ucap abizar dan langsung berlari keruang kerja papanya


abizar melihat kepala papanya sudah dalam pangkuan mamanya. ia memegang nadi papanya yang sangat lemah ia mengangkat papanya kesofa yang terdapat diruang kerja tersebut.


"bi papa bi" ucap mama


"mama tenang" ucap abizar


tak lama ambulance datang dan membawa tuan mandala menuju rumah sakit. abizar dan mamanya juga ikut didalam ambulance bersama tuan mandala.


"pa, papa bertahan pa" ucap abizar sambil memegang erat tangan papanya.


"pa, jangan begini pa maafkan mama pa" ucap nyonya rossa sambil menangis menyesali perbuatannya


"Ya Allah selamatkan suamiku"batin nyonya rossa