CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
karena cemburu



mel yang belum paham atas perkataan abizar.mencoba mengingat masa lalunya yang membuat kepalanya sakit.aku harus menghubungi tari. mel berencana akan bertanya kepada tari besok. karena begitu lelah mel pun tertidur.


keesokan harinya mel sudah bangun pagi berjalan kedapur dengan pelan dengan sedikit pincang.


"aku mau buat nasi goreng untuk sarapan dan aku mau bawa bekal untuk tari dan kak riko" batin mel


mel pun meracik semua bumbu dan bahan dikulkas yang diperlukan.


"ehh neng mel udah bangun, maaf bibi tidak membantu" ucap salah satu pelayan.


"tidak apa-apa bik, sudah hampir selesai kok" ucap mel.


"kau sedang apa sayang" ucap nyonya rossa


"masak nasi goreng ma, mama suka ga nasi goreng" ucap mel


"suka banget sayang apalagi papa dan abi ,tapi kok banyak banget masaknya"ucap nyonya rossa.


"oh ia ma, mel mau bawakan bekal untuk tari dan kak riko" ucap mel


"sayang dimana krukmu"ucap nyonya rossa yang memperhatikan mel yang berdiri tanpa alat bantu.


"dikamar ma, kak riko yang bilang aku tidak boleh ketergantungan kruk lagi" ucap mel


disaat yang sama abizar melewati mamanya dan mel. abizar juga mendengar mel menyebut dokter itu beberapa kali.


"bukannya membujukku agar memaafkannya, malah mau bertemu dengan lelaki itu lagi" batin abizar.


abizar masih kesal pada mel hingga dia melewatkan sarapannya tadi pagi dan memilih berangkat lebih pagi.


"abi sayang sarapan dulu sayang, ini mel masak makanan kesukaanmu" ucap nyonya rossa


"abi buru-buru ma, abi berangkat dulu ya ma pa" ucap abizar dan berlalu.


ekspresi mel berubah, ia merasa bersalah kepada abizar karena marah padanya abizar melewatkan sarapannya. mel akan kekantor abizar. mel bertekat menyelesaikan masalah antara mereka dan harus minta maaf kepada abizar.


hari ini mel tidak jadi bertemu dengan tari dan riko. tapi hari ini ia akan kekantor abizar. ia berniat membawa bekal makan siang untuk abizar dan juga arnold. mel memasak dan setelah selesai mel pun bersiap.



ia tidak memberitahukan kepada keluarga mandala bahwa tujuannya ialah akan kekantor abizar. mel memilih naik angkutan umum menuju kesana.agar tidak membuat curiga.


setelah sampai ia menelpon arnold mengatakan ia ingin bertemu dengan abizar.


"mengapa kau ingin bertemu tuan abizar mel" ucap arnold.


"aku hanya ingin mengantar bekal makan siang untuknya dan untukmu kak" ucap mel sambil menunjukkan yang ia bawa ditangannya


"baiklah langsung masuk saja tuan abizar sedang tidak sibuk dan tidak ada tamu" ucap arnold.


"baiklah kak ar dan ini bekal untukmu"ucap mel sambil memberikan kepada arnold


"terima kasih mel kau baik sekali dan waw kau sudah tidak pakai kruk lagi."ucap arnold dan dijawab senyum oleh mel.


mel berjalan menuju ruangan abizar dilantai 13 menggunakan lift.mel sangat gugup karena ia sungguh tidak enak hati kepada abizar. setelah sampai dilantai yang dituju mel langsung menuju ruangan abizar setelah sebelumnya bertanya kepada sekretarisnya yang ada didepan ruangan abizar.


"mbak saya mau bertemu tuan abizar" ucap mel


"mbak melati ya, tadi arnold sudah memberitahukan saya, silahkan masuk mbak.


mel mengetuk pintu ruangan yang tertulis CEO.tidak ada sautan atau apapun. akhirnya mel membuka pintu tersebut saat abizar baru keluar dari ruang pribadi yang ada dikantornya.


"sedang apa kau disini, apa kau tidak ada sopan santun masuk keruangan orang" ucap abizar yang masih terlihat kesal pada mel.


"aku tidak butuh, lebih baik kau pergi dari sini" ucap abizar mengusir mel.


"kak aku mau minta maaf membuat kau khawatir karena tidak mengabari kemarin" ucap mel


"khawatir?? jangan terlalu percaya diri nona, kau kira aku suka padamu" ucap abizar


"kak aku mohon maafkan aku, aku tau aku salah gara-gara aku kakak kesal dan tidak sarapan tadi pagi, dari itu aku kesini membawa bekal untukmu" ucap mel sambil meletakkan bekal untuk abizar.


"aku tidak butuh, lebih baik kau pergi sekarang sebelum aku kasar" ucap abizar yang mulai emosi.


"aku tidak akan pergi dari sini sebelum kak abi memaafkanku" ucap mel


abizar meraih bekal yang dibawa mel membuka dari tas bekal lalu membuka kotak tersebut, mel terlihat tersenyum merasa niatnya tidak sia-sia. tapi senyum itu hanya sesaat berganti kesedian.abizar melemparkan kotak bekal tersebut ke arah dinding hingga isinya berantakan.


"aku tidak sudi makan makanan dari gadis sepertimu, sekarang pergi kau jangan perlihatkan wajahmu itu didepanku" ucap abizar yang begitu menusuk kehati mel.


mel hanya diam dengan ucapan abizar sekelebat bayangan dan potongan ingatannya pada pria yang selalu tersirat diingatannya seperti menemukan jawaban siapa pria itu. wajah cantiknya sudah dibanjiri air mata. ia keluar dari ruang abizar tanpa sepatah katapun untuk membela dirinya.


sekretaris abizar terkejut melihat keadaan mel yang sudah menangis. sebenarnya ia juga penasaran apa yang terjadi. mel melewatinya dan memasuki lift. gadis itu hanya diam ia akan menghubungi tuan mandala.ia ingin bicara kepada tuan mandala yang ia anggap sebagai pengganti ayahnya.


"aku sudah ingat siapa lelaki yang ada dibayangan itu, aku sudah ingat siapa kau tuan abizar mandala krisna sejak awal kau selalu menganggapku wanita mur•••n" batin mel sambil terus menangis.


mel berjalan keluar kantor dan menghentikan taksi ia ingin sampai dengan cepat dikantor tuan mandala. tak berapa lama mel pun sampai


ia memasuki gedung yang menjulang tinggi itu.sebelumnya ia memghapus jejak air matanya dan terus melangkah menuju ruangan tuan mandala sampai didepan ruangan tuan mandala. mel mengatakan ia sudah buat janji kepada sekretaris tuan mandala.dan mel dipersilahkan masuk.


"papa" ucap mel berhambur kepelukan tuan mandala dan meluapkan kesedihannya


"kau kenapa nak" ucap tuan mandala


"aku sudah ingat semuanya pa" ucap mel yang membuat tuan mandala sedikit terkejut.


"maafkan papa ya nak, selalu membuatmu menangis" ucap tuan mandala.


"pa, aku ingin kembali kerumahku besok pagi" ucap mel.


"kenapa nak, tinggallah bersama kami" ucap tuan mandala


"tidak pa, itu bukan tempatku, aku ingin berusaha untuk diriku sendiri" ucap mel


" apa kau bertengkar dengan abi" ucap tuan mandala menerka.


"tidak pa, tapi aku hanya ingin tinggal dirumah peninggalan alm orang tuaku" ucap mel.


"tapi nak, mama dan katrine pasti sedih" ucap tuan mandal


"pa, kami pasti bisa saling mengunjungi, karena aku sudah ingat siapa abizar ini akan sulit bagiku pa" ucap mel


"jika kau marah mengapa kau menyelamatkannya waktu itu" ucap tuan mandala


"kemanusian pa, menolong sesama manusia itu kewajiban pa" ucap mel


"begitu mulia hatimu nak, bahkan kau mengorbankan nyawamu demi abi" ucap tuam mandala.


"pa ijinkan aku kembali ya pa, dan aku mohon jangan beritahukan ingatanku sudah kembali pa biarkan seperti ini saja." ucap mel


"baiklah jika itu keinginanmu, tapi kau tetap anakku sayang" ucap tuan mandala dan mel


"aku yakin terjadi sesuatu antara mel dan abi, aku harus menyelidikinya" batin tuan mandala


"maaf pa, aku berbohong padamu, aku tidak ingin jadi penyebab pertengkaran ayah dan anak disebabkan orang asing sepertiku" batin mel