CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
valentine



abizar hendak tidur, sambil membuka diemail dari laptop yang dibawanya. dan ia baru sadar hari ini adalah tanggal 14 februari. artinya hari ini adalah hari valentine atau hari kasih sayang. mel juga tidak menyadari hari apa ini atau memang wanita itu tidak pernah merayakan atau menyadari akan hari valentine. abizar pun mereservasi sebuah restoran mewah didekat rumah mel, ia ingin merayakan hari valentine bersama wanita yang sangat dan paling ia cintai. ia pun mengetuk pintu kamar gadis itu. dan mel keluar dengan wajah mengantuk dan rambutnya yang acak-acakan khas orang baru bangun tidur.


"hoam.....!!!,ada apa sih mas, ini kan belum pagi" ucap mel kesal karena merasa ada yang mengganggu tidurnya.


"aku lapar" ucap abizar singkat


"apa??? sekarang??" tanya mel heran


"ya" ucap abizar


"dilaci dapur ada stok mie instant masak saja itu" ucap mel sambil menguap.


"aku tidak ingin itu, aku ingin makan diluar denganmu" ucap abizar


"apa??? ini sudah tengah malam mas, aku tidak makan jam sekarang aku bisa gend•t" ucap mel menolak


"tidak akan gend•t, malah bahagia sayang" ucap abizar membujuk


"aku malas ganti baju" ucap mel


"ya sudah, kau pakai piyama saja dan pakai mantelmu agar tidak dingin" ucap abizar


"tapi aku ngantuk mas" ucap mel


"please mel kali ini saja" ucap abizar


"baiklah" ucap mel pasrah.


merekapun keluar dengan piyama tidur dibalut dengan mantel agar hangat. mel masih menyempatkan diri tidur dimobil tanpa memperdulikan jalanan yang masih ramai yang dipenuhi muda-mudi yang berpasang-pasangan yang sedang merayakan hari kasih sayang teraebut. ia masih tertidur dan melanjutkan mimpinya sampai tiba direstoran yang abizar sudah pesan. abizar menggoyangkan tubuh mel agar terbangun dan mereka turun dari mobil dengan mel masih dengan wajah mengantuknya.


mel bahkan tidak menyadari suasana romantis yang ada didepan matanya. yang ia pikirkan hanya cepat menyelesaikan makan disini lalu pulang dan melanjutkan mimpi indahnya dirumah.mel menyandarkan kepalanya kemeja dengan dipangku kedua tangannya yang ia lipat.


"sayang, ayo kita makan" ucap abizar


"aku ngantuk mas" ucap mel merengek manja


"ia setelah makan kita langsung pulang ya sayang" ucap abizar


mel pun memperbaiki posisi duduknya dan melihat kesamping terlihat abizar memegang bucket mawar merah sambil berlutut.


"mas abi sedang apa sebenarnya? " batin mel


"sayang" ucap abizar


"hemmm" ucap mel


"masih ngantuk" ucap abizar


"tidak" ucap mel sambil menggelengkan kepalanya


"sayang, aku......" ucap abizar


"ia mas, kenapa?" ucap mel penasaran dengan apa maksud dan tujuan abizar.


"mau kah kau menikah denganku mel" ucap abizar lantang


"mas....kita sudah bahas masalah ini kan" ucap mel berkilah


"sayang, aku mencintaimu malam ini aku ingin melamarmu kembali untuk menjadi istriku aku sadar kebodohanku lima tahun lalu dan aku tidak mau itu terulang lagi, aku berjanji" ucap abizar


mel diam tidak menjawab perkataan abizar, ia masih menyimpan kebingungan walau dalam hatinya memang masih sangat mencintai abizar. hingga ia membaca hiasan direstoran yang bergantung berlukiskan happy valentine. ia sekarang mengerti abizar memang sengaja mengajaknya kesini. pria ini ingin merayakan valentine bersamanya. dan pria ini masih dengan posisinya berlutut pada mel dengan bucket bunga menanti jawaban darinya.


"happy valentine mas" ucap mel sambil tersenyum.


"aku bukan mau jawaban itu mel" ucap abizar


"bukankah ini malam valentine, kau belum memberiku coklat" ucap mel mengalihkan pembicaraan.


"mel, yes or no" ucap abizar


"mas ayo kita makan dulu, jangan berlutut terus seperti itu kita dilihat semua orang" ucap mel berkilah lagi


"biarkan saja" ucap abizar


"please mas" ucap mel


"aku hanya butuh jawabanmu, jika yes kau ambil bunga ini, jika no ambil w*ne itu dan minum" ucap abizar


"kau suka bunga" ucap abizar dengan semangat


"tidak juga" ucap mel


"aku akan terus berlutut sampai kau memberi jawaban" ucap Abizar


"tadi katanya lapar dan ingin makan" ucap mel


"yes or no" ucap abizar


mel diam kembali, ia sebenarnya belum ingin menjawab apapun untuk abizar tetapi untuk minum ia takut, abizar pasti sedang mengerjai dirinya itu pikirnya. mel terus memikirkan apa yang harus ia lakukan. ia pun meminum w*ne diatas meja yang telah disediakan untuk dirinya dan abizar. dan kini kepalanya mulai pusing dan mulai mengoceh.


abizar menyudahi acara makan malam mereka, membayar bill tanpa mereka menyentuh makanan yang disajikan.lalu mengikuti arah kemana mel berjalan yang mulai sempoyongan.


"mel, tunggu! " ucap abizar


"mas abi malam ini ganteng sekali" ucap mel mulai mab•k sambil memeluk pria tampan dihadapannya itu sambil menangkup kedua pipi abizar.


"ayo kita pulang kau mab•k" ucap abizar


"aku tidak mau dan aku tidak m*buk" ucap mel sambil membuka mantelnya dan membuangnya sembarangan


"mel, jangan seperti itu" ucap abizar menarik mel


"i Love you tuan abizar, awas saja kau berani meninggalkanku seperti dulu" ucap mel mulai kehilangan kendali.


"mel.. " ucap abizar mencoba menghentikan mel


"Hei kalian, pria tampan ini mencintaiku" teriak mel diparkiran


"mel, hentikan" ucap abizar


"kau tau, aku begitu sedih waktu dulu kau meminta kita berakhir, kau sangat menghancurkan hatiku" ucap mel mulai terisak dan duduk berjongkok didlm parkiran restoran.


"maaf" ucap abizar merasakan sakit yang ia rasakan mendengar kata-kata mel


"kau mengacuhkanku sekarang aku sudah berlari sejauh ini kenapa kau datang lagi" ucap mel meracau sambil menangis.


"mel, aku datang ingin menjemputmu pulang" ucap abizar


"kau kira aku tidak Sedih, ada seorang wanita mengaku sebagai tunanganmu, kau jahat kau begitu mudahnya melupakanku" ucap mel mendekat kearah abizar dan memukul dada pria dihadapannya itu.


"mel, sudah berapa kali aku bilang, sherly itu bukan siapa-siapa bagiku" ucap abizar


"kau tau aku benci minum, kau selalu berhasil membuatku lemah dan setelah ini kau pasti meninggalkan aku lagikan" ucap mel


"aku tidak akan melakukannya mel" ucap abizar


"bohong, lima tahun yang lalu kau melakukannya kau membenciku dan mengacuhkanku" ucap mel masih menangis


"maafkan aku, aku janji tidak akan melakukannya" ucap abizar


"kau berjanji" ucap mel sambil memberikan jari kelingkingnya pada abizar dan disambut abizar


"lebih baik kita pulang dan pakai mantelmu" ucap abizar sambil memakaikan mel mantelnya dan membantu mel masuk kemobil.


mereka akhirnya kembali kerumah, mel sudah tertidur didalam mobil. abizar pun menggendongnya sampai kekamar. abizar membaringkan mel diranjangnya dan memakaikan wanita cantik itu selimut. ia menatap wajah mel masih ada sisa air mata disana.


"aku sungguh menyakiti hati wanitaku" batin abizar sambil mengusap air mata mel yang masih tersisa.


saat akan beranjak dari kamar mel, langkah abizar terhenti saat mendengar kata-kata mel.


"mas abi, jangan tinggalkan aku lagi aku sungguh mencintaimu dengan segenap jiwa ragaku" ucap mel mengingau.


abizar mendekat kembali ke mel. ia melihat wajah cantik wanita yang paling ia cintai dan pandangannya turun keb•*•r merah muda mel sambil tersenyum penuh kemenangan.


"kau yang memanggilku sayang, aku mau ambil hadiah valentineku sekarang dan dibayar lunas" ucap abizar singkat ke


wajah mel.


walau wanita itu tidak merespon apa-apa ia lelap dalam tidurnya. dan abizar pun beraksi merengkuh nikmat b•b•r mel yang selalu jadi candu baginya lima tahun lalu.dan mereka melewati valentine dengan cumb••n panas dari abizar yang dibalas oleh mel dalam keadaan tidak sadar membuat abizar semakin bersemangat. mereka melewati malam satu ranj•ng bersama tanpa peny•••an. dan ini merupakan jackpot bagi abizar. abizar mengakhiri cumb••n panasnya pada mel dengan menc•um kening mel lalu tidur sambil memeluk wanita yang ia cintai.


"terima kasih sayang, happy valentine for us" batin abizar bahagia