
mel sangat menikmati obrolannya dengan adrian. mel tertarik mendengar cerita adrian bahwa ia adalah anggota teater dikapal ini.
"waw kau pasti hebat sekali bisa melakukan pertunjukan disini" ucap mel
"bukan aku tapi seluruh tim" ucap adrian
"kalian semua hebat" ucap mel
"iya nanti malam aku mengundangmu untuk menyaksikan penampilan kami nanti malam" ucap abizar.
" ia tentu, kau kan temanku sekarang" ucap adrian
"pasti mahal untuk masuk kepertunjukan itu" ucap mel
"hahaha kau lucu sekali, semua fasilitas untuk seluruh penumpang.kalian sudah bayar sangat mahal untuk dapat berlayar dan menikmati seluruh fasilitas yangvada dikapal ini" ucap adrian
"oh begitu ya, aku tidak tau karena temanku yang bayar" ucap mel
"kau menempati hotel kelas apa mel"ucap adrian
"suites kalo aku tidak salah" ucap mel
"wow kau ternyata orang kaya, setahuku sih penumpang dikamar hotel suites itu harga tiketnya 10 juta pertiketnya" ucap adrian
"hah??? 10juta" ucap mel tidak menyangka
"masa kau tidak tau, baiklah aku harus pergi kapan-kapan kita berbincang lagi, dan besok kita akan bersandar di thailand" ucap adrian
mereka pun berpisah karena adrian harus bersiap-siap untuk pertunjukan nanti malam bersama teman-temannya. mel sempat berpikir abizar sudah banyak membuang uang untuknya, tapi mel juga masih kesal terhadap abizar.
"aku tidak mau bicara dengannya, sebelum ia minta maaf" batin mel
ia melangkahkan kakinya menuju kamar untuk membersihkan diri. sebelum masuk kamar ia sempat melirik ke arah pintu kamar abizar. tetapi karena ia masih kesal ia langsung masuk kekamarnya. mel mandi dan siap telah itu ia berdandan untuk melihat pertunjukan Ardian. ia keluar dari kamarnya. ia dikejutkan oleh abizar yang sudah ada didepan pintu kamarnya.
"kau mau kemana" ucap abizar yang melihat penampilan mel yang sudah rapi
"terserahku" ucap mel
"oh.. kau mau menemui lelaki tadi sampai rapi begini" ucap abizar
"namanya Ardian, dia anggota tim teater dikapal ini, ia mengundangku menyaksikan pertunjukannya malam ini. jelas" ucap mel
"kalian sudah seakrab itu rupanya" ucap abizar
"dia temanku sekarang, minggu aku mau lewat" ucap mel.
"aku ikut denganmu" ucap abizar kemudian meraih tangan mel
"dia mengundangku bukan kau" ucap mel
"kau itu kekasihku aku akan menemanimu" ucap abizar
"kita sudah putus tadi siang" ucap mel
"aku tidak mau kau masih kekasihku" ucap abizar.
"terserahmu, aku tidak perduli" ucap mel sambil berlalu menuju lantai dimana teater akan diadakan.
abizar terus mengikuti mel bahkan pria itu duduk disebelah mel. ia tidak akan memberi kesempatan pada pria manapun untuk mendekati mel.
"kau kenapa ikut duduk disini" ucap mel
"akukan sedang melindungimu" ucap abizar
"melindungi??? kau justru membuatku kegerahan" ucap mel kesal
"aku akan mengipasimu jika kau gerah" ucap abizar
"kau yang membuatku gerah" ucap mel
ia memalingkan wajahnya dari abizar. mel sebenarnya sejak bertengkar dengan abizar ia takut jika berjalan sendiri dikawal seluas ini. ingin mengajak tari atau arnold ia amat segan.
seorang pria dari atas panggung melambaikan tangan kearah mel. gadis itu juga melambai kearah pria tersebut.abizar sangat marah melihat apa yang dilakukan kekasihnya itu
"berani sekali melambaikan tangan kepada pria lain" batin abizar.
"tega sekali kau selingkuh didepanku" ucap abizar
"hah?? " ucap mel
" ia kau selingkuh didepan mataku" ucap abizar
"kau berlebihan, siapa juga yang selingkuh" ucap mel
"kita itu sudah putus jadi tidak ada istilah selingkuh, lagi pula Ardian itu hanya temanku" ucap mel
"aku tidak suka mendengar nama lelaki itu" ucap abizar
" ya sudah tutup saja telingamu" ucap mel
"mel aku itu sangat mencintaimu aku cemburu jika kau dekat dengan lelaki lain" ucap abizar pelan.
"apakah selalu mengataiku itu termasuk cinta, aku akan berpikir ulang untuk jadi kekasihmu" ucap mel
saat pertunjukan teater dimulai mel dan abizar saling diam. mereka tidak fokus menyaksikan pertunjukan tersebut. mel yang baru kali ini menyaksikan pertunjukan saat awal mula teater ia masih mengikuti. tetapi ditengah pertunjukan ia tertidur. abizar yang melihat itu langsung menyenderkan kepala mel kebahunya. gadis mengeluarkan air mata di tidurnya yang membasahi jas yang dipakai abizar.
"apakah kau begitu sedih karena aku, maafkan aku baby" batin abizar.
mel tidur sampai pertunjukan teater selesai. saat pertunjukan usai Ardian menghampiri gadis yang tidur itu.
"maaf, apakah anda temannya mel" ucap ardian
"aku kekasihnya, aku akan membawanya kekamar kami" ucap abizar sambil berusaha menggendong gadis itu ala bridel style.
"silahkan tuan, oya apa tadi kalian tadi bertengkar, kekasihmu tadi sangat sedih dan menangis sendiri " ucap ardian yang menghentikan langkah abizar
" hanya salah paham" ucap abizar
"oh semoga kalian segera akur dan terus bahagia" ucap Ardian tulus
"terima kasih, dan pertunjukan kalian sangat bagus" ucap abizar
"terima kasih tuan" ucap ardian
abizar pun menggendong mel menuju kamar gadis itu. abizar tadi mengatakan kepada adrian bahwa ia akan membawa mel kekamar mereka. abizar hanya ingin lelaki itu tahu bahwa mel adalah miliknya. semua penumpang kapal melihat kearah mel dan abizar begitu juga tari dan arnold yang berada disana saat abizar melewati mereka sambil menggendong mel.
"sepertinya mereka sudah berbaikan sayang" ucap arnold
"semoga saja sayang" ucap tari.
abizar sampai sisipan Pintu kamar mel lalu membukanya dan membaringkan kekasihnya itu diatasi kasur kemudian menyelimutinya.
"maafkan aku membuat kau sedih hari ini, aku hanya tidak ingin lelaki lain terpesona melihatmu" batin abizar
lelaki itu duduk dikasur mengelus pipi gadis yang telah tertidur itu. ia memandangi wajah cantik mel dan sebelum keluar kamar ia memberikan kec•pan manis dikening mel. lalu meninggalkan kamar mel menuju kamarnya.
abizar sampai dikamarnya tetapi ada yang mengetuk pintu kamarnya saat ia akan membersihkan diri.
siapa? tanya abizar
"saya arnold tuan" ucap arnold
abizar membuka pintu kamarnya dan mempersilahkan arnold masuk kekamarnya.
"ada apa" ucap abizar
"tuan apa anda bertengkar dengan mel" ucap arnold
"langsung saja arnold" ucap abizar
"tadi aku melihat ia menangis saat melewati kami tuan" ucap arnold
"hanya salah paham" ucap abizar
"tuan apakah tuan benar-benar mencintai mel" ucap arnold bertanya
"kenapa kau bertanya begitu padaku" ucap abizar
"maaf jika saya lancang tuan, mel itu gadis yang baik tuan" ucap arnold
" lalu" ucap abizar
"jangan sakiti dia tuan" ucap arnold
"apa kau melihat aku melakukan itu" ucap abizar.
"wanita itu ingin dimengerti dan didengar tuan bukan perkara diberi kemewahan" ucap arnold
"kau ingin mengguruiku" ucap abizar
"bukan tuan, anda ingat saja mel melupakan perlakuan anda terhadapnya, ia mengorbankan diri untuk menolong anda ia mengalahkan egonya" ucap arnold kemudian berlalu
abizar terdiam memikirkan kata-kata arnold yang ada benarnya. egonya lebih tinggi dari cintanya pada mel seharusnya cintanya lebih tinggi dari pada egonya.