CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
cintakan membawamu



mel terbangun saat cahay matahari masuk dari jendela kamarnya menyilaukan matanya. hari ini mel sedikit kesiangan. ia bangun masih berjalan dengan sedikit pincang. ia menuju dapur dan melihat seorang lelaki sedang memasak dengan menggunakan apron. ia terkejut dan lupa bahwa ada orang selain dirinya didalam rumah ini. pria tampan itu berbalik dan tersenyum padanya.


"guiten morgan princess" ucap abizar


"pagi" ucap mel


"kau kaku sekali sayang, kau lupa apa yang kita lakukan tadi malam" ucap abizar membuat wajah mel merah merona


"kau sedang apa?" ucap mel


"hei, kenapa kau memanggilku seperti orang asing" ucap abizar


"kita memang dua orang asing" ucap mel


"buktinya kemarin kau membalas dan menikmati c•mb•anju, kau semakin agresif sayang dan aku menyukainya" ucap abizar sambil memainkan sebelah matanya.


"apa ini? " ucap mel saat abizar menghidangkan sebuah hidangan sarapan pagi untuknya


"ini namanya nasi goreng cinta yang aku buat dengan penuh cinta yang kubawa" ucap abizar


"mas aneh sekali" ucap mel


"nah, panggil aku seperti dulu ok lebih enak didengar" ucap abizar


hingga dering ponselnya mengalihkan perhatian mel, sebuah panggilan video dari Rendy.


"hai mommy" ucap rendy


"hai papi" ucap mel


"bagaimana, apa kau merindukanku" ucap rendy


"sangat....sangat... dimana anakku, aku merindukannya" ucap mel


"dia sedang bermain dengan kakaknya audrey" ucap rendy


"ya sudah tidak masalah kak" ucap mel tersenyum


"panggilan apa itu, mereka tidak menganggapku" batin abizar


tiba-tiba tari mengambil ponsel kakaknya Rendy, ia ingin berbicara dengan mel


"hai mel, apa kabarmu" ucap tari


"hai ri, aku baik" ucap mel


"aku dengar si br•••sek itu ada disana" ucap tari


"siapa? ucap mel pura-pura tidak tau


"aku malas menyebut Namanya, mel menikahlah dengan kak rendy dan jadilah ibu untuk stephani, kau tau kan perasaan kakakku padamu" ucap tari


dan semua itu didengar oleh abizar dan pria tampan itu terus menatap serius pada mel dan ingin tau jawaban wanita yang ia cintai itu.


"kau, bicara apa ri, stephani anak selalu tetap jadi anakku dan ini sudah pernah aku bicarakan dengan kak rendy" ucap mel


"apa kau tidak ingin menikah, aku saja sebentar lagi akan punya dua anak" ucap tari


"aku pasti akan menikah ri, kau tenang saja" ucap mel


"kau masih menyimpan perasaan dengan pria ku••ng aj•r itu?" ucap tari


"kau ini, sudah bahas yang lain saja diraba stephani aku merindukannya" ucap mel


"jangan mengalihkan pembicaraan mel, aku tidak mau jadi sahabatmu lagi jika kau kembali kepada pria jah•t itu, sebenarnya aku tidak yakin jika kak Rendy meninggalkanmu disapa seorang diri" ucap tari


"aku baik-baik saja ri" ucap mel


"aku tidak percaya dengan hatimu mel, kau masih mengharapkan si s•mpah itu, aku tidak akan memaafkanmu jika kau kembali cinta yang salah" ucap tari


"ia" ucap mel


"ya sudah hati-hati disana dan jangan sampai hatimu terluka lagi" ucap tari mengakhiri panggilan.


abizar sudah sangat marah dan kesal dengan ucapan sahabat mel dan tidak lain adalah tari segala umpatan ditujukan untuk dirinya, tari begitu benci terhadap dirinya.


"apa aku seburuk itu, kenapa dia lebih galak daripada mel" batin abizar.


mel menjadi tidak enak hati abizar mendengar semua obrolannya dengan Rendy dan tari. tapi mau bagaimana lagi ya sudah terjadi. abizar terus menatapnya.


"kenapa menatapku seperti itu" ucap mel tidak suka tatapan abizar


"mel, apakah kau belum sepenuhnya percaya padaku" ucap abizar.


"kembalilah padaku, cintamu yang dulu tidak berubah kan mel" ucap abizar


"jujur cintaku masih ada untukmu mas, tapi aku takut... " ucap mel


"apa yang kau takutkan mel ada aku" ucap abizar


"aku takut bermimpi bersamamu" ucap mel


"apa kau akan mengorbankan dirimu kepada Rendy demi stephani" ucap abizar


"aku dan Kak Rendy itu seperti kakak dan adik tidak lebih, kalau stephani itu seperti pelitaku, ia membuat aku lupa akan rasa sakit dan luka dihatiku pada saat itu" ucap mel


"maafkan aku mel" ucap abizar


"aku sudah memaafkanmu mas" ucap mel


"cintakan membawamu kembali padaku, seperti aku yang hampir gila mencarimu selama lima tahun ini, hingga aku mendapatkan titik terang keberadaanmu" ucap abizar


"hampir gila apanya kau bahkan punya tunangan mas, omonganmu tidak sesuai dengan realita" ucap mel kesal


"kau cemburu ya" ucap abizar senang


"untuk apa, itu hakmu mas Karena kita sudah memutuskan berpisah dulu" ucap mel


"mel, aku mohon maaf atas keegoanku aku janji tidak mengulangnya lagi" ucap abizar


"selesaikan dulu urusan cintamu dengan sherly" ucap mel


"setelah itu kau mau kan kembali padaku" ucap abizar


"akan aku pikirkan sambil melihat usaha ma" ucap mel.


setelah obrolan itu mereka sarapan dengan kebisuan, mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. abizar yang ketakutan kehilangan mel sedangkan mel memikirkan obrolan ia dan tari tadi.


sebuah chat masuk memecah kesunyian saat abizar dan mel berada dimeja makan. sebuah chat dari sherly untuk abizar. wanita itu mengatakan ia sedang berada Dibandara dan akan kembali ke Indonesia. mel yang penasaran langsung bertanya perihal chat yang sedang dibaca abizar.


"siapa?" ucap mel


"sherly" ucap abizar


"ada apa mas" ucap mel


"dia sudah dibandara dan akan kembali ke Indonesia" ucap abizar


"apa? ya sudah mas susul dia" ucap mel


"untuk apa, aku senang dia mundur" ucap abizar


"tapi bukan seperti ini caranya mas" ucap mel


"kau kenapa mel" ucap abizar


"aku mandi dulu, setelah itu kita susul sherly kebandara" ucap mel beranjak kekamar untuk mandi.


mel mandi dengan kilat dan bersiap ala kadarnya lalu keluar dari kamarnya. abizar masih santai sambil menonton tv.


"ayo mas" ucap mel


"aku rasa kita tidak perlu kesana" ucap abizar


"kenapa?" ucap mel


"dia yang mengikutiku sendiri ya sudah dia pulang sendiri" ucap abizar


"aku tidak mau dia salah paham tentang kita" ucap mel


"sekarang dia tunanganmu dan aku orang asing" ucap mel


"dia bukan tunanganku, dia hanya mengaku-ngaku" ucap abizar


"ia ikut denganmu mas, seharusnya kau harus menjaga dia dan juga perasaannya" ucap mel


"ayo cepat kita berangkat, jika kau tidak mau aku pergi sendiri naik taksi" ucap mel


"ok aku ikut" ucap abizar.


mel teringat kata-kata sherly saat dicafe beberapa hari lalu, ia rela mundur.


"apakah kepulangannya ini karena ia memilih mundur" batin abizar


"cinta mas abi dan membawanya kembali padaku, tapi aku tidak mau hubungan ini ada korbannya" batin mel lagi.