CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
tercipta untukku



setelah mengetahui niat dan rencana abizar dan mel yang ingin serius. nyonya rossa berniat menemui mel. ia ingin menanyakan langsung kebenaran dari apa yang disampaikan putranya tadi malam padanya. ia akan pergi kerumah mel tanpa memberitahukan abizar ataupun suaminya. ia ingin berbicara sebagai sesama wanita kepada mel. ia tidak mau abizar dan mel salah langkah ataupun menjalani semua dengan keterpaksaan.


ia sering mendengar dari teman sosialitanya tentang pernikahan anak atau kerabat sosialitanya yang hanya seumur jagung itu menjadi ketakutan tersendiri bagi nyonya rossa mengingat awal pertemuan abizar dan mel yang tidak baik.


nyonya rossa sudah bersiap dan akan pergi kerumah mel ia memilih menggunakan taksi Online agar suami atau abizar tidak curiga. saat nyonya rossa sudah naik taksi Online abizar baru saja selesai lari pagi. ia bertanya pada sarapan dirumahnya


"mama mau kemana pak" ucap abizar


"saya tidak tau tuan" ucap satpam


abizar sedikit curiga dengan tindakan mamanya belakangan ini yang suka sekali bertindak rahasia.


"apa mama mau kerumah mel, tapi buat apa sepagi ini" batin abizar


abizar memutuskan untuk mandi dan bersiap lalu ia akan ke rumah mel. ia ingin mencari cincin pertunangan untuk mereka berdua dan beberapa kebutuhan lainnya. abizar kini diliputi hati yang bahagia karena kekasih pujaan hatinya akhirnya mau menikah dengannya.


abizar hari ini berpakaian santai ia akan menjemput mel setelah itu mengajaknya mencari cincin untuk mereka di sebuah mal. ia mengemudikan mobilnya menuju rumah mel dikarenakan masih pagi dan hari minggu jalan begitu sepi.


nyonya rossa sudah sampai dirumah mel, wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu turun dari taksi Online. ia masuk karena pagar rumah mel tidak terkunci. ia kemudian masuk menuju rumah mel dan mengetuk pintu rumah gadis itu.


"assalamualaikum" ucap nyonya rossa


"walaikumsalam, sebentar" jawab mel dari dalam rumah sambil membukakan pintu


"mama, silakan masuk ma" ucap mel yang baru saja selesai mandi terlihat handuk masih terbalut dirambutnya.


"apa kabar mel" ucap nyonya rossa sambil masuk kerumah mel dan lalu duduk setelah mel mempersilakannya.


"kabar baik Ma, Mama apa kabar" ucap mel sedikit canggung karena ia melihat mama abizar sedikit berubah


"baik, mel mama tanya apa benar kau sudah setuju menikah dengan abi" ucap nyonya rossa


"ia Ma, mel sudah setuju dan sudah memakai ini" ucap mel menunjukkan cincin yang pernah ia berikan kepada mel.


"kau serius dengan abi mel, kau tidak terpaksa menerimanya" ucap nyonya rossa menyelidiki


"tidak Ma ini keputusan mel yang ambil, mel tulus mencintai mas abi, dan mel juga percaya mas abi juga punya perasaan yang sama dengan mel" ucap mel


"mel, menikah itu bukan sehari dua hari, tapi selamanya apa kau sudah yakin dengan abi" ucap mama


"insyaAllah Ma, atas izin Allah dan dukungan mama dan papa" ucap mel.


"mama tidak mau kau menggunakan asas kasihan atau ada hal lain" ucap nyonya rossa curiga.


"hal lain apa Ma, menikah dengan mas abi adalah pilihan hati mel ma" ucap mel


"mama hanya tidak ingin kau dan abi nantinya saling menyakiti" ucap nyonya rossa


"mel mau tanya sama mama sebagai mamanya mas abi, Mama merestui mel dengan mas abi atau tidak jika mama tidak merestui, mel akan mundur ma" ucap mel


"kenapa kau berkata begitu" ucap nyonya rossa terkejut


"Ridho dan restu orang tua adalah Ridho Allah Ma, jadi mel tidak mau menjadikan mas abi anak durhaka hanya karena cinta kami" ucap mel


"mama hanya khawatir dengan hubungan kalian" ucap nyonya rossa mulai tidak enak hati


"mama tenang saja jodoh tidak akan kelana, aku tidak akan memaksakan kehendakku karena cinta, jika mas abi memang tercipta untukku dia pasti akan berjodoh kembali denganku" ucap mel


mel hanya diam tak berniat menanggapi nyonya rossa. ia tidak ingin melawan atau membantah kembali perkataan wanita dihadapannya. wanita yang sudah ia anggap seperti ibunya sendiri.


abizar mendengar semua percakapan antara mamanya dan mel. ia senang dengan ungkapan hati mel yang tulus padanya bahkan gadis itu berusaha menjelaskan segala yang ia rasakan dan alasan ia bersedia menikah dengan abizar. membuat abizar terharu tetapi ada apa dengan mamanya tiba-tiba datang dan bertanya yang aneh seperti tidak merestui hubungan abizar dengan mel. padahal dulunya mamanya selalu ingin menjodohkan mel dengannya. mengapa kini berbalik arah.


abizar muncul setengah kediaman dua wanita yang sangat ia cintai. mel dan mamanya terkejut dengan kehadiran abizar.


"mas abi" ucap mel dengan senyum terpaksa ia takut abizar tadi mendengar semua pembicaraannya dengan nyonya rossa


"mama sedang apa pagi-pagi sudah Disini, meninggalkan papa dirumah" ucap abizar


"mama hanya ingin ngobrol dengan mel bi" ucap nyonya rossa


"secara sembunyi dan rahasia tanpa memberitahukan papa atau abi ma" ucap abizar


"bukan begitu sayang ini hanya pembicaraan sesama wanita" ucap nyonya rossa


"abi sudah dengar semuanya ma" ucap abizar


"kau mendengar semuanya" ucap nyonya rossa


"ya Ma semuanya, apa yang mama khawatirkan ma" ucap abizar


"mama hanya ingin kalian bahagia bi" ucap nyonya


"abi dan mel sekarang bahagia Ma, dan akan semakin bahagia jika mama merestui kami" ucap abizar


"mama hanya khawatir pernikahan kalian seperti anak dan kerabat teman sosialita mama" ucap nyonya rossa jujur


"astaga mama, ini alasan abi tidak suka mama kumpul-kumpul tidak jelas dengan teman-teman mama ujungnya ngegibah" ucap abizar


"mama tidak ngegibah bi, mama hanya dengar dari teman-teman mama" ucap nyonya rossa


"sama saja ma" ucap abizar kesal karena mama terpengaruh oleh temannya


"maafkan mama ya bi mel" ucap nyonya rossa


"Ma, mel itu tercipta untukku begitu abi tercipta untuknya" ucap abizar sambil merangkul mel


kemudian nyonya rossa berpindah duduk mendekati mel dan meraih tangan gadis itu.


"mel, mama mohon maafkan mama sungguh mama tidak ada niat memisahkan cinta kalian" ucap nyonya rossa


"Ma, Mana ada orang tua yang meminta maaf kepada anaknya, harusnya mel yang minta maaf tidak mengerti maksud mama yang khawatir kepada mel dan mas abi" ucap mel


"mama merestui kamu dan abi sayang, Mama senang mendengar atas ketulusanmu mencintai anak mama yang nakal ini" ucap nyonya rossa


"mama, abi ini bukan anak nakal, sebentar lagi abi akan jadi suami" ucap abizar


"ia..ia..sayang mama berdoa semoga semua dilancarkan dan kalian berbahagia saat sudah menikah" ucap nyonya rossa


"amin" jawab abizar dan mel


abizar dan nyonya rossa memeluk mel secara bersamaan karena posisi mel duduk ditengah antara mereka.