CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
packing



mel kini sudah dirumah abizar sejak pagi. setelah acara masak memasak bersama calon mertuanya kini ia membantu abizar mempersiapkan barang bawaan sang CEO dan akan mempacking ke dalam bag nya dikamar sang CEO yang pria yang begitu ia cintai.


"ternyata jika pria bepergian tidak serumit wanita" batin mel setelah selesai mempacking segala keperluan abizar.


"terima kasih ya sayang, kau telah membantu, sebagai hadiah aku akan memelukmu"ucap abizar langsung memeluk mel tanpa izin mel


"mmm dasar cari kesempatan" ucap mel


"apa kau tidak akan merindukanku sayang" ucap abizar


"sedikit" ucap mel


"kenapa sedikit, harusnya banyak" ucap abizar protes


"ia mas banyak rindu yang harus aku tahan untuk menunggumu pulang" ucap mel


"oo kau so sweet juga ya sayang" ucap abizar begitu senang dengan ucapan mel.


"kenapa mas hanya membawa sedikit pakaian" ucap mel


"nanti disana aku bisa membelinya disana sayang, kami para lelaki itu tidak ribet seperti kaum wanita" ucap abizar


" oh begitu ya mas" ucap mel


"ingat kau tidak boleh naik ojek lagi saat bepergian, lebih baik panggil sopir disini untuk mengantar kemanapun kau mau" ucap abizar


" aku tidak suka merepotkan, lagi pula aku sangat senang naik ojek karena cepat" ucap mel


"dasar tidak bisa dikasih tau ya, apa aku harus menutup ojek online" ucap abizar


"jangan mas itu namanya merusak rezeki orang, kalian tukang ojeknya" ucap mel.


"kasian mana dari diriku kekasihmu ini yang menahan cemburumu" ucap abizar


"mas, lucu sekali masa cemburunya sama tukang ojek" ucap mel


mel tersenyum sambil menampilkan gigi putihnya. abizar akan merindukan gadis ini, merindukan gadis yang suka berdebat dengannya walau ia selalu kalah. abizar sengaja mengajak mel kerumahnya agar ia bisa menghabiskan waktu bersama gadis yang paling ia cintai sebelum berangkat kebelanda. mereka turun dari lantai atas untuk makan malam karena waktu sudah menunjukkan saatnya makan malam.


"malam Ma pa" ucap mel


"kalian seperti pengantin baru saja betah amat dikamar" ucap nyonya rossa


"mama, jangan berpikir aneh-aneh, mel membantuku packing ma" ucap abizar


"mama percaya mel tetapi tidak kepadamu bi" ucap nyonya rossa


"mama tanya saja pada mel" ucap abizar


"ia Ma mel hanya membantu mas abi" ucap mel tidak enak hati


"sayang kau harus terbiasa ditinggal urusan bisnis oleh abi" ucap nyonya rossa


"ia ma" ucap mel


"jika waktu memungkinkan kau juga boleh ia abi keluar negeri" ucap nyonya rossa


"abi sudah ajak dia tidak mau" ucap abizar


"kalian belum menikah, Mama juga akan melarang" ucap nyonya rossa


"sudah habiskan makanan kalian setelah itu baru ngobrol" ucap tuan mandala.


setelah selesai makan mereka berkumpul diruang keluarga.


"mel nginep disinikan sayang, abi kan berangkatnya pagi" ucap nyonya rossa


"ia Ma kalau mama dan papa tidak keberatan" ucap mel


"mana mungkin mama dan papa keberatan, kau kan calon menantu keluarga ini" ucap tuan mandala


karena sudah malam orang tua abizar masuk kekamarnya untuk beristirahat sekalian memberi ruang waktu untuk pasangan ini menghabiskan waktu bersama mereka. mereka memilih ketaman belakang rumah mel dengan kolam renang disana. sepasang kekasih itu duduk disebuah gazebo kayu agar mereka bisa berbicara santai disana.


"nyaman sekali dirimu mas" ucap mel


"kau suka tempat ini sayang?" ucap abizar


"tentu mas sangat suka" ucap mel


"kau tau sayang gazebo ini dibuat karena katrine senang bermain didekati kolam renang" ucap abizar.


"oya?" ucap mel


"ini tempat favorit kami saat masih kecil, bahkan katrine suka tidur siang disini" ucap abizar


"pasti sangat senang ya mas punya saudara kandung dan punya orang tua yang masih lengkap" ucap mel mulai sedih


"hei,kenapa kau berbicara begitu,bukankah katrine sekarang sudah menjadi adikmu juga dan orang tuaku juga begitu menyayangimu" ucap abizar


"ia mas maafin aku ya bicara aneh seperti itu" ucap mel


"jangan berbicara seperti itu lagi ya sayang" ucap abizar sambil merangkul mel dan gadis itu menyenderkan kepalanya kepundak abizar sambil memainkan air kolam dengan kaki mereka. sampai mel tertidur dipundak abizar


"dasar tukang tidur, aku c•um juga kau sayang" batin abizar merasa digoda dengan b•bir merah mel.


abizar berusaha menahan keinginan selain pembantunya yang seliweran dan juga ada mama papanya dirumah ini.akhirnya ia membiarkan mel tidur cukup lama. hingga timbul ide aneh untuk mengerjai kekasihnya itu.


"mel, ada kecoa dikepalamu sayang" ucap abizar


sontak mel terbangun dan langsung jatuh kekolam renang.


"hahahahaha" tawa abizar menggelegar dimakan yang dingin itu.


"mana kecoanya mas"ucap mel


"ada, tapi bohonh" ucap abizar


mel merasa diketuai abizar menarik kaki abizar agar masuk kekolam renang juga sepertinya.


"sayang hentikan, besok aku masuk angin" ucap abizar


mel tidak peduli ia tetap menarik kaki abizar dan akhirnya sang CEO ikut jatuh kelola renang bersama dirinya. gelak tawa mel juga sangat keras menertawakannya kekasihnya yang juga jatuh dan masuk kedalaman kolam renang. mereka berdua saling menyiram satu sama lain seperti anak kecil. abizar ingin mengerjai mel lagi. ia masuk kedalam air seperti menyelam dan menangkap kaki mel. gadis itu pun tertarik kedalam dasar kolam yang lebih tinggi Karena abizar menariknya. hingga akhirnya mereka berdua beradegan menyelam. abizar tidak menyiakan kesempatan ini dan langsung m•ncium b•bir mel didalam air. tidak ada penolakan mel mencengkram kedua bahu abizar dengan tangannya. setelah sepuluh menit akhirnya mereka kembali keatas untuk bernafas dan keluar dari kolam renang.


"kau semakin pintar sayang, aku jadi tidak sabar" ucap abizar


"mas, lebih baik kita masuk untuk ganti baju, besok mas bisa masuk angin" ucap mel sambil memeluk tubuhnya sendiri


"kau mengakali t•dur bersama sayang" ucap abizar menggoda


"enak saja, aku duluan ya mas" ucap mel langsung berlari kekamar katrine


"sungguh manis" batin abizar


setelah berganti pakaian dikamar katrine. mel turun untuk membuatkan dirinya dan abizar teh hangat.setelah itu ia membawa keatas teh buatannya. ia mengetuk pintu kamar abizar


"mas, ini aku buatkan teh hangat" ucap mel dari luar kamar


"sebentar sayang" ucap abizar dari dalam kamar.


setelah abizar membuka pintu mel menyerahkan teh tersebut pada abizar


"terima kasih sayang, kamu itu istri idaman namanya" ucap abizar


"langsung diminum, setelah itu istirahat ya mas" ucap mel


"siap sayang" ucap abizar


mel menunggu abizar menghabiskan tehnya lalu ia kembali kedapur untuk meletakkan gelas. setelah itu ia kembali kekamarnya meminum teh hangat buatannya.