
arnold yang mendapat kabar tanpa memberitahukan apapun kepada mel dan yang lainnya.
"kenapa jadi rumit begini" batin arnold
tari yang melihat kegusaran suaminya setelah menerima telepon dari seseorang.
"ada apa sayang" ucap tari
"hah, tidak ada apa-apa" ucap arnold berbohong
"kau berbohong padaku" ucap tari
"tidak, hanya masalah kantor aku pergi dulu nanti setelah selesai aku menjemputmu" ucap arnold
"baiklah sayang" ucap tari.
arnold bergegas melajukan mobilnya menuju kantor polisi dimana abizar dibawa. sepanjang perjalanannya arnold tidak menduga masalahnya jadi serumit ini. bagaimana jika mel sampai tau itu saja yang ia takutkan. untuk memberitahukan kepada istrinya saja ia enggan.
arnoldpun sampai bersamaan dengan kedua orang tua abizar dan para pengacara mereka.
"kenapa bisa jadi begini" ucap tuan arnold
"saya juga baru dapat kabar dari ricky tuan" ucap arnold.
mereka masuk bersama kekantor polisi. disana mereka melihat abizar dan aliando sedang di interogasi oleh polisi diruangan juru penyidik. mereka tidak diperbolehkan masuk dan menemui abizar. hanya tim pengacara yang diperbolehkan masuk. nyonya rossa menangis melihat anaknya juga terseret kasus penganiayaan mel. aliando keluar dari ruangan penyidik dan dibawa kembali ke sel tahanan. keluarganya juga terlihat disana dengan tim pengacara mereka. wanita paruh baya menangis dan memeluk aliando sangat erat. wanita itu memberi dukungan pada anaknya.
nyonya rossa yang menatap kearah aliando dan keluarganya .ia kenal wanita itu teman sosialitanya.ia berdiri dan mendatangi mereka.
"jadi nyonya Retno adalah keluarga aliando" ucap nyonya rossa
"ya saya ibunya" ucap nyonya retno
"apa yang kau ajarkan pada anakmu, sehingga ia berlaku kejam terhadap wanita dan sekarang menuduh anakku" ucap nyonya rossa
"saya tau anak saya bersalah, saya juga menerima jika anak saya dihukum atas kesalahannya tetapi ingat nyonya anakmu juga ada peran dikasus ini" ucap nyonya retno
"berani sekali kau berkata seperti itu tentang anakku" ucap nyonya rossa
"itu memang kenyataannya anakmu yang menyerahkan gadis malang itu pada anakku" ucap nyonya retno.
"kalian mau cuci tangan dikasus ini dan menyalahkan anakku" ucap nyonya rossa
"tidak nyonya, saya malas berdebat denganmu.jika anakku harus dihukum atas kesalahannya aku akan menerimanya. dia sudah berani melakukan jadi dia harus berani bertanggung jawab begitu pula dengan anak anda" ucap nyonya Retno lalu meninggalkan nyonya rossa.
kini nyonya Retno sudah tau alamat mel ia menuju kerumah gadis yang menjadi korban penganiayaan yang dilakukan putranya. wanita itu ingin bertemu mel dan meminta maaf padanya bukan untuk meminta pembelaan pada mel untuk meringankan hukuman anaknya.
nyonya retno sudah sampai dirumah mel. wanita paruh baya yang masih cantik itu mengetuk pintu rumah mel.
"permisi, assalamualaikum" ucap nyonya Retno
"walaikumsalam, sebentar" ucap mel membuka pintu
"maaf apakah saya bisa bertemu dengan melati" ucap nyonya retno
"saya melati nyonya, ada apa ya anda mencari saya nyonya " ucap mel
"bisa kita bicara sebentar dan panggil saja ibu" ucap nyonya retno
"silakan masuk nyonya eh ibu" ucap mel sambil mempersilahkan ibu retno masuk dan duduk.
"saya adalah ibu dari aliando" ucap nyonya Retno.
seketika wajah mel yang tersenyum ramah berubah menjadi sendu.
"untuk apa anda kesini bu" ucap mel khawatir
"kau jangan khawatir aku kesini bukan untuk membela anakku ataupun meminta kau mencabut laporannya pada anakku, aku kesini hanya ingin minta maaf atas nama anakku nak" ucap nyonya retno yang sudah berkaca-kaca.
"kenapa anda yang minta maaf bu, anda tidak bersalah sama sekali bu aku bahkan sangat senang kau sudi mengunjungiku" ucap mel yang juga mulai matanya berkaca-kaca ia tidak bisa melihat seorang ibu menangis karenanya.
"anakku sudah sangat bersalah telah melukaimu hingga separah ini" ucap nyonya Retno sambil menatap bekas luka yang masih sangat jelas terlihat dikepala dan wajah mel.
"tidak apa bu, semoga ini jadi pelajaran bagi aliando agar tidak menyakiti orang lain lagi dan katakan padanya aku sudah memaafkannya" ucap mel.
"terima kasih nak, hatimu sangat baik datanglah saat persidangan minggu depan, berilah kesaksian sebenar-benarnya beri keadilan bagi dirimu.kami akan menerimanya" ucap nyonya retno
"baik, aku pasti datang nyonya" ucap mel
"terima kasih nak, boleh aku memelukmu" ucap nyonya retno
"tentu saja nyonya" ucap mel
mel memeluk nyonya Retno, ia tidak menyangka wanita selembut dan sebaik ini adalah ibu dari seorang aliando yang telah menyakitinya. wanita ini bahkan tidak memberi pembelaan pada anaknya. ia tulus datang untuk minta maaf. setelah itu nyonya Retno berpamitan pada mel setelah sudah menyampaikan permohonan maafnya.
bersamaan dengan tari dan Rendy yang pulang dari mini maret membeli makanan untuk merayakan kepulangan mel dari rumah sakit. mereka sempat melihat nyonya Retna keluar dari rumah mel.
" dia ibu aliando" ucap mel
"apa?? mau apa dia, apa mau membela anaknya seperti nyonya rossa" ucap tari
"tidak ri, dia datang Kesini tulus minta maaf padaku" ucap mel
"benarkah, dia memang terlihat seperti wanita yang baik beda sekali dengan anaknya" ucap tari
"dia memang sangat baik ri, ayo kita siapkan apa yang kita buat untuk nanti malam" ucap mel.
"sudah kau duduk manis saja, biar aku dan Kak Rendy yang menyiapkan sambil menunggu arnold datang" ucap tari
"baiklah" ucap mel
sedangkan dikantor polisi nyonya rossa begitu gelisah ia belum diijinkan bertemu dengan abizar anaknya. kuasa hukum juga belum keluar dari ruangan ini untuk memberi kabar. ia tidak ingin anaknya dijadikan tersangka dan lalu dijadikan tersangka.
"aku harus melakukan sesuatu" batinnya.
ia meminta izin pada suaminya beralasan ingin pulang karena merasa sakit kepala. tuan mandala memaklumi keadaan istrinya yang begitu sedih melihat situasi yang dihadapi anak mereka abizar. nyonya rossa kini menuju rumah mel. ia harus menemui gadis itu demi abizar.
tari dan Rendy membuat perapian untuk memanggang makanan, sedangkan mel hanya diijinkan membantu mengupas buah saja sambil duduk. saat nyonya rossa tiba dirumah mel.
"kau gadis yang sungguh hebat, berpesta diatas penderitaan orang lain" ucap nyonya rossa murka
"apa maksudmu nyonya" ucap tari
"aku tidak bicara denganmu jadi jangan ikut campur dan apa kau tidak diberitahukan oleh suamimu apa yang sedang terjadi" ucap nyonya rossa.
"ada apa Ma, kenapa mama datang marah" ucap mel
"kau jangan bersandiwara, aku sudah muak padamu aku menyesal sudah baik padamu" ucap nyonya rossa emosi
"apa yang sebenarnya terjadi ma" ucap mel
"jangan panggil aku mama aku bukan ibumu panggil aku nyonya " ucap nyonya rossa membuat mel begitu terkejut
"baik nyonya, apa kesalahanku hingga kau marah padaku" ucap mel menahan kesedihannya atas perubahan sikap nyonya rossa.
" abizar anakku sekarang berada diantar polisi karenamu kau senang sekarang sudah menghukumnya" ucap nyonya rossa
"apa? aku tidak tau kenapa dia bisa disana" ucap nyonya rossa
"dia terseret kasusmu abizar dan aliando sama-sama jadi tersangka.anakku jadi tersangka karenamu"ucap nyonya rossa kini menangis
"hei, nyonya kau jangan asal bicara mel tidak bersalah disini dia yang jadi korban, anakmu memang bersalah dia menyerahkan mel pada lelaki itu" ucap tari geram
"kau jangan ikut campur atau aku akan memecat suamimu" ucap nyonya rossa
"kau begitu egois nyonya, melimpahkan kesalahan anakmu kepada orang lain" ucap tari
"aku tidak mau tau, kau telah merusak masa depan anakku" ucap nyonya rossa menunjuk wajah mel
"apa yang harus aku lakukan" ucap mel
"kau harus tau balas budi atas kebaikan kami selama ini bebaskan anakku" ucap nyonya rossa
"kau g•la nyonya meminta itu pada mel ini tindakan pidana kau mengancam mel" ucap tari
"baik aku akan melakukannya" ucap mel
"bagus,aku pegang kata-katamu" ucap nyonya rossa menunjuk mel lagi dan berlalu.
"mel, jangan lakukan itu kau harus mendapatkan keadilan untuk dirimu " ucap tari
"semua harus diakhiri ri, kau lihat tadi kemarin nyonya rossa menganggapku anaknya sekarang aku dianggap orang lain kembali bahkan jadi musuh" ucap mel
"tapi mel" ucap tari
"sebuah hubungan ada nominalnya, semua sudah berakhir ri" ucap mel terisak kemudian masuk kekamar.
kini hati mel sungguh terluka orang yang sudah ia anggap sebagai ibunya sendiri begitu kejam malam ini membuat jurang pemisah hubungan mereka yang dulunya layaknya ibu dan anak.
"Kak bagaimana ini" ucap tari
"biarkan mel yang memutuskan yang terbaik menurutnya ri dan kita tunggu kabar dari arnold" ucap rendy
"aku akan menghubunginya kenapa ia tidak mengatakan masalah sebesar ini padaku, mel terluka lagi kak" ucap tari menangis dipelukan kakaknya.
"tenanglah dulu kita tunggu arnold, pasti dia punya alasan tidak memberi kabar padamu, tuhanmu sekarang adalah mendampingi mel sebagai sahabat" ucap rendy
"kenapa nyonya rossa begitu egois dan tega menyakiti mel sangat dalam kak" ucap tari
"terkadang orang tua bisa berlaku gila demi menyelamatkan anaknya" ucap Rendy.