CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
panik



setelah mel memintanya untuk pulang.rendy trus berpikir tentang mel. ia kasian mel yang dituduh abizar yang bukan-bukan karena merasa cemburu pada dirinya. bahkan sudah seminggu ini abizar mendiami mel dan tidak menjawab telepon mel.


"kasian sekali mel, aku akan beri pelajaran pada lelaki t•ngil itu" batin rendy


ia akan mengerjai abizar dan ia akan membuat abizar berpikir bawa ia akan membawa mel. salah paham harus dibalas salah paham juga. agar abizar bisa belajar. berpikir dulu sebelum bertindak dan tidak lebih mengutamakan ego dan rasa cemburunya yang sama sekali tidak beralasan itu.


Rendy menyusun rencana dibantu oleh arnold dan tari. tari mengetahui masalah antara mel dan abizar dari arnold untuk meminta bantuan darinya.


"abizar memang tidak berubah, dia sudah tua tapi seperti anak kecil cara berpikirnya "batin tari kesal.


rencana sudah disusun tanpa sepengetahuan mel. Rendy meminta tolong mel packing koper milik Rendy dan membawanya langsung kebandara. ia beralasan sibuk harus mengurus berkas kepindahan dan tiket yang memakan waktu cukup lama dan Rendy mengatakan untuk menghubunginya saat mel sudah sampai dibandara. mel pun dengan suka rela membantu Rendy yang ia anggap seperti kakaknya sendiri. ia pergi kerumah tari dan melakukan semua yang rendy tugaskan kepadanya.


hari ini memang Rendy akan berangkat kembali ke jerman. ia akan meneruskan kariernya kembali disana. selain patah hati karena mel sudah ada yang memiliki ia merasa lebih cocok tinggal dan berkarier disana. ia akan menggunakan pesawat malam. tetapi sebelum berangkat ia akan mengerjai abizar siang ini agar abizar tobat. Rendy ingin melihat muka panik abizar saat mengetahui mel akan pergi bersamanya walau itu hanya kebohongan Rendy semata.


Rendy melajukan mobilnya dan mendatangi kantor abizar. sesampai disana rendy menuju lantai kantor abizar dan bertanya pada sekretarisnya yang mejanya ada didepan ruangan sang CEO.


"permisi, saya ingin bertemu dengan tuan abizar" ucap rendy


"sudah buat janji sebelumnya pak" ucap sekretaris


"belum, katakan ini penting" ucap rendy


"dengan bapak siapa" ucap sekretaris


" saya Rendy" ucap Rendy


"baik pak, mohon ditunggu" ucap sekretaris


sekretaris menelepon abizar dengan sambungan telepon. dan abizar menerima kedatangan Rendy. kemudian sekretaris mempersilahkan Rendy untuk masuk keruangan abizar.


"hal apa yang membawamu ketempatku" ucap abizar


"ini tentang mel" ucap rendy


"kalau masalah itu yang mau kau bahas denganku, lebih baik kau pergi" ucap abizar dengan angkuh


"dasar bocah egois, jadi kau menyerahkan mel padaku, seperti dulu kau menyerahkan dia pada aliando" ucap Rendy memancing emosi abizar


"tutup mulutmu, jangan ikut campur" ucap abizar


"kalau tentang mel aku akan terus ikut campur, karena aku mencintainya walau ia tidak membalas cintaku" ucap Rendy


"beraninya kau"ucap abizar bangkit dari kursi kebesarannya.


"aku akan membawanya ke jerman untuk selamanya dan jauh darimu lelaki egois" ucap rendy


"apa hak mu membawanya dia itu masih kekasihku" ucap abizar marah


"hah! kekasih tak dianggap maksudmu, aku tidak akan membiarkan kau menyakiti wanitaku lagi" ucap Rendy


abizar berjalan ke arah Rendy berdiri, kini ia ingin memukul dokter tampan itu.


"apa kau mau memukulku?,pukul saja dan mel akan semakin menjauh darimu, kau sudah memutuskan tidak memperdulikan dia lagi bukan" ucap rendy


"apa maksudmu" ucap abizar yang sudah mencengkeram kerah kemeja Rendy.


"kau mengacuhkannya, kau tidak mau mendengar penjelasan dan kau mengabaikan panggilannya" ucap rendy sambil melepas cengkeraman abizar


"aku hanya ingin dia berpikir dengan kesalahannya" ucap abizar.


"kesalahan kau bilang, kau yang salah paham" ucap rendy


"tidak mengaku sudah salah" ucap abizar


kemudian rendy menyerahkan plasdisk kepada abizar. ia mengatakan itu adalah rekaman cctv diyayasannya pada saat mel dan dirinya kesana. ponsel Rendy berdering tertulis nama mel disana. dan ia sengaja mengaktifkan loudspeaker ponselnya.


📞kak, aku sudah sampai dibandara, kau dimana


📞kau langsung masuk saja, kau sudah bawa kopernya


📞sudah Kak, aku membawa dua koper


📞baiklah aku akan segera kesana, tunggu jangan kemana-mana.


Rendy menutup panggilannya. dan menatap pada abizar lagi.


"aku beri kau kesempatan untuk bertemu mel sekali lagi sebelum aku membawanya dan lihat dulu isi plashdisk tadi agar kau punya bahan bicara kepadanya" ucap Rendy lalu meninggalkan abizar.


abizar melihat plashdisk yang Rendy letakkan diatasi meja kerjanya.ia langsung membuka laptopnya dan memasukkan plashdisk tersebut. dan membuka data plasdisk tersebut. data pun loading dan disana terlihat mel dan rendy dan apa yang mereka lakukan. masuk keruangan dimana ada arnold disana, masuk kekelas anak-anak yang ada diyayasan dan abizar juga melihat mel membawa makanan dan membagikan kepada anak-anak disana sambil bercengkrama bersama. posisi rendy dan mel juga jauh. kini abizar menyesal menuduh me. ia memukul udara dan melempar semua yang ada diatas meja kerjanya.


abizar teringat kata-kata Rendy yang akan membawa mel. ia lalu menyambar kunci mobil dan akan menuju ke bandara. ia berusaha menghubungi ponsel mel tetapi ponsel gadis itu sudah tidak aktif.


"please mel jangan tinggalkan aku" batin abizar


sedangkan dibandara mel menemani tari yang akan mengantar Rendy.


"ri apa kau baik-baik saja" ucap mel melihat wajah pucat tari


"ntahlah perutku sedikit mulas dan terkadang sakitnya hilang" ucap tari


"lebih baik kita duduk disana sambil menunggu Kak Rendy, apa kau butuh kursi roda biar aku ambil agar aku bisa mendorongmu" ucap mel yang khawatir


"tidak perlu mel aku masih sanggup berjalan. anakku sepertinya tidak rela berpisah sebelum bertemu dengan uncle nya" ucap tari


"sabar ya dedek nanti uncle datang lagi bertemu dedek" ucap mel singkat perut tari yang buncit sambil mengelus perut sahabatnya itu


"kau ini" ucap tari.


"tari ponselku lowbet aku juga lupa membawa charger lebih baik kau kabari kak Rendy. aku takut nanti dia mengkhawatirkan kita" ucap mel


"ok siap bu bos" ucap tari.


"kak arnold kenapa belum sampai ri" ucap mel


" mungkin suami tampanku itu terjebak macet" ucap tari


kini abizar sedang terjebak kemacetan. hatinya begitu ketakutan ditinggal pergi oleh mel. ponsel gadis itu juga tidak aktif membuat abizar sangat risau.


"sial, bodoh sekali aku ini tidak boleh terjadi mel tidak boleh meninggalkanku" ucap abizar


setelah bebas dari kemacetan abizar melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai. setelah 20menit akhirnya ia sampai dibandara. ia berlari tak tentu arah mencari keberadaan mel dan Rendy dibandara. ia berkeliling bandara dan hampir putus asa. ia juga melihat jadwal keberangkatan untuk memastikan pesawat yang mel tumpangi.


hingga ia melihat tari yang baru keluar dari toilet.


"dimana mel" ucap mel


"buat apa kau mencarinya, dia sudah di dalam pesawat" ucap tari


"kau bohongkan" ucap abizar


"untuk apa, lebih baikkan jika mel pergi jauh darimu" ucap tari


"please tari, dimana mel" ucap abizar menghalami wanita yang sedang hamil tua itu


"sana pergi, mel tidak memerlukan kau lagi" ucap tari yang memegang perutnya yang mau mulas.


mel yang ditinggal tari begitu lama ketoilet mulai panik . ia menyusul sahabatnya itu.


"apa terjadi sesuatu padanya" batin mel


mel berjalan menuju toilet dengan menyeret dua koper milik rendy. ia melihat tari sedang berbicara dengan seseorang yang ia lihat hanya punggungnya saja.


"ri, kau lama sekali" ucap mel


deg... jantung abizar berdetak mendengar suara yang sangat ia kenali dan ia rindukan. abizar membalikkan tubuhnya dan melihat gadis itu sudah ada dibelakangnya. mel begitu terkejut melihat itu adalah abizar.


"mas abi" ucap mel


"mel, kau tidak pergi meninggalkan aku kan" ucap abizar memeluk mel


"hah, maksudnya apa mas" ucap mel


"kau mau pergi jauh ke jerman" ucap abizar


"apa?? bukan aku tapi kak rendy" ucap mel


aww.. aww.. perutku sakit rintih tari


"ri, kau kenapa mana yang sakit" ucap mel sambil mendekat dan menuntun tari.


"mel, perutku sakit sekali sekarang" ucap tari yang kesakitan dan mencoba menarik nafasnya.


"ri, air apa ini,menunjuk kearah kaki tari" ucap mel


"air ketubanku pecah mel, aku mau melahirkan" ucap tari panik dan kesakitan.