CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
arnold dan tari



sore ini mel dan abizar akan ikut dengan fitting baju pengantin untuk tari yang terakhir kalinya karena minggu depan mereka akan menikah. mereka berempat berada dalam satu mobil setelah sebelumnya arnold menjemput mel dan abizar.


"kita mau kemana" ucap mel


"aku mau fiting gaunku mel" ucap tari


"kenapa kami harus ikut" ucap mel


" ya mana tau setelah ini kau yang menikah" ucap mel


"kau yang kebelet kawin kenapa jadi aku" ucap mel


"ehmmm" deheman dari abizar


"Kak ar, kau sudah yakin menikahi wanita disampingmu ini" ucap mel


"astaga mel pertanyaan apa itu, tentu saja dia sudah tidak sabar, benarkan sayang" ucap tari


"ya sayang aku sudah sangat tidak sabar" ucap arnold sambil mengusap kepala calon istrinya itu.


"kalo ngetir itu yang fokus" ucap abizar tidak suka melihat tingkah arnold yang bucin.


"kau irikan abizar" ucap tari


"aku iri dengan kalian" ucap abizar


"ia karena kami akan menikah, sedangkan kau pacar saja belum punya" ucap tari


"kau ini benar-benar tidak sopan aku ini bos calon suamimu, kau dan sahabatmu ini sama-sama tidak sopan padaku" ucap abizar


"kenapa jadi aku"ucap mel


"ya memang kau tidak sopan denganku"ucap abizar.


"heiiii kenapa kalian yang bertengkar, kalian ini menemani kami. lama-lama ku biarkan kalian berdua" ucap tari


"aku tidak mau" ucap mel


"kau kira aku mau" ucap abizar.


mereka sampai dibutik langit sudah gelap karena kemacetan jalan. arnold berjalan terlebih dahulu, sedangkan mel dan abizar mengikuti mereka dari belakang.



"menyebalkan sekali mereka mesra-mesra didepanku dasar asisten asem" batin abizar


"hei kalian berdua bisa tidak beradegan aneh-aneh didepanku" ucap mel


"iri bilang bos" ucap tari


"wah kau cari masalah denganku ri" ucap mel kesal


"sayang jangan menggoda mel" ucap arnold


"begini sayang kalau punya teman jomblo dan tidak pernah pacaran bawaannya baper" ucap tari.


mereka masuk kebutik dan tari langsung keruang ganti ditemani mel untuk fiting bajunya.


"ini gaungnya Mbak silahkan kita coba dulu" ucap karyawan butik


"waw gaun tari sangat indah" batin mel


"ayo mel" ucap tari


"ok" jawab mel.


tari mencoba gaun putihnya ia dua gaun yanh sama cantik berwarna putih dan hijau mint. tari sedang mencoba gaun putihnya dibantu mel.


"bantu aku mengancing dari belakang mel" ucap tari yang sudah menahan batasnya.


"kenapa gaunmu sempit sekali ri, aku tidak dapat mengancingnya" ucap mel


"ini model terbaru mel, sesuai dengan ukuranku 1bulan yang lalu waktu mereka mengukurnya" ucap tari


"ayo mel pelan-pelan saja, aku sudah tahan nafas" ucap tari


"astaga ri kau rela menyiksa diri menggunakan baju kesempitan begini" ucap mel


"kalau pakai gaun harus pas body mel biar cantik dan seksi jadi ar suka" ucap tari


"perutmu juga besar sekali, kau tidak hamil duluan kan" ucap mel rugi


"enak saja kau, aku tambah gend•t itu karena aku dimanja dan disayangi oleh calon suamiku" ucap tari


"kau serius, aku jadi curiga kenapa kau buru-buru menikah" ucap mel


"enak saja kalau bicara, sudah cepat kancing gaunku" ucap tari kesal.


"ok aku akan memanggilnya karyawan butik ini saja, aku takut merusak gaunmu"ucap mel


akhirnya datang salah satu karyawan butik membantu mel mengancing gaun tari. mereka sekuat tenaga mengancingnya. akhirnya gaun itu terkancing dengan sempurna. tirai ruang pitting pun dibuka untuk memperlihatkan gaungnya kepada arnold sang calon suami.



"kau cantik sekali sayang, i Love you " ucap arnold mendekati sang calon istri


"sungguh sangat cantik" ucap arnold


"terima kasih sayang aku fitting yang gaun kedua ya.


"ok"jawab arnold


abizar dan arnold berbincang kembali rencana menunda mel pulang kembali kerumahnya.



ini adalah gaun kedua tari. calon istri arnold sangat memukau dengan kedua gaun yang cocok dengannya. selesai fitting gaun tari. mereka berencana makan malam bersama direstoran terdekat dari butik.


"sayang aku sudah lapar sekali"ucap tari


"ingat gaunmu ri bukannya diet" ucap mel


"kau tau kak sr, tadi gaun tari tidak bisa dikandung karena kesempitan" Ucap mel


"hei kau tukang madu ternyata" ucap tari kesal


"apa itu benar sayang" ucap arnold


"benar Kak itu demi terlihat seksi didepanmu" ucap mel


"tidak kok sayang, nanti aku diet kok"ucap tari


"Kak aq mau tidak menanam saham duluankan" ucap mel


"maksudnya apa mel" ucap arnold


"kau tidak menghamili tari kan" ucap mel


citttttttt rem mendadak oleh arnold mendengar ucapan mel


"hei arnold kau harus fokus menyetir, aku sudah katakan dari tadi kan" ucap abizar kesal


"mel apa yang kau katakan, tentu tidak" ucap arnold


"perut tari besar sekali, seperti perut ibu hamil 5 bulan" ucap mel


"kan tadi aku bilang aku makan banyak karena arnold memanjakanku dasar jomblo" ucap tari kesal


"wah... wah... arnold aku tidak menduga kau begitu ternyata" ucap abizar menyambung.


"tidak tuan itu tidak benar, tari memang banyak makannya" ucap arnold


"sayang kenapa kau mengataiku kau jahat sekali huaaaa...huaaaa " ucap tari


"aku tidak bermaksud begitu sayang, aku hanya menjelaskan pada mereka agar mereka tidak salah paham kepada kita" ucap arnold


akhirnya arnold melakukan kembali mobilnya, hingga tiba disebuah restoran.


"ayo sayang turun, kita makan dulu"ucap arnold


"aku tidak mau" ucap tari


"tadi katanya lapar" ucap arnold membujuk tari


"hei kami tambah lapar melihat adegan kalian ini"ucap abizar.


"sayang besok jangan ajak mereka lagi ya"ucap tari.


"siapa juga mau ikut dengan kalian seperti tidak ada kerjakan saja" ucap abizar


mereka pun turun dari mobil berjalan menuju restoran. tari dan arnold terus menempel seperti prangko dan bermesraan sesuka mereka.


"kalau aku tidak butuh bantuan mereka malas sekali mengikuti tari dan arnold yang sedang diminum cinta" batin abizar



mereka memesan makanan sambil menunggu makanan datang tari memulai berkata pada mel.


"mel kau menginap dirumahku saja ya"ucap tari


"kenapa ri, aku besok mau pulang dan kembali berjualan" ucap mel


"mel aku kan sebentar lagi menikah, aku ingin kau menemaniku dipesta lajang sampai aku menikah" ucap tari


"aku akan Menemanimu tapi tidak usah menginap ya ri" ucap mel


"kau tega sekali kau kan satu-satunya sahabatku"ucap tari


"baiklah aku mau" ucap mel


"terima kasih mel"ucap tari sambil memeluknya


pesanan makanan mereka pun datang, mereka makan dengan sesekali melempar candaan, abizar mulai berbaur dengan pergaulan mel. semakin mengenal sosok mel sebenarnya. baik hati, penyayang dan setia kawan itulah yang terlihat dari persahabatan tari dan mel.


"i Love you mel, aku juga ingin kau juga memakai gaun putih disampingku" batin abizar


"