CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
aku tidak percaya



stephani tidak sengaja menumpahkan pancake strawberry di pakaian mel. gadis itu merasa bersalah hingga menangis walau mel sudah berusaha menenangkannya. rendy mengambil alih putrinya agar mel dapat membersihkan pakaiannya ditoilet.


"aku permisi ketoilet sebentar" ucap mel


"apa kau perlu baju ganti mel, kau bisa memakai bajuku" ucap bella


"aku rasa tidak perlu, aku akan mencoba membersihkannya dengan air" ucap mel


"anak mommy jangan menangis, mommy tidak akan marah dan tidak bisa marah dengan princessnya mommy" ucap mel


"sure" ucap stephani


"I'm sure" ucap mel


gadis itu kembali ceria kembali. dan meminta ponsel Rendy untuk menonton video princess favoritenya. sedangkan mel menuju toilet ara toilet bersama ricky


"toiletnya disana, apa aku perlu menunggui mel" ucap ricky


"tidak perlu kak" ucap mel tersenyum


ia masuk ketoilet mencoba membersihkan noda strawberry yang ada dipakaiannya. mel mencuci dengan air dan menggosoknya dengan tidur tapi nodanya tidak bisa hilang malah Membuat pakaiannya basah.


"ya, tidak bisa hilang sekarang malah bajuku yang basah" batin mel


ia pun keluar dari toilet, mel akan mengajak Rendy dan stephani pulang saja, tetapi seseorang telah menunggu dirinya dan menghalangi jalannya yaitu abizar.


"permisi tuan, saya mau lewat" ucap mel


"kenapa kau begini mel, kenapa kau meninggalkanku" ucap abizar


"maaf tuan saya mau lewat" ucap mel


"kau bisa lewat setelah memberi penjelasan padaku, kenapa kau meninggalkanku" ucap abizar


"maaf tuan, saya wanita bersuami jadi jangan ganggu saya" ucap mel


"aku tidak percaya kau sudah menikah, aku tidak akan biarkan kau pergi lagi dariku" ucap abizar sambil mendorong tubuh mel kedalam toilet lagi bersama dirinya.


"apa maumu" ucap mel


"penjelasan" ucap abizar


"dengan cara seperti ini" ucap mel


"kau yang memintaku seperti ini" ucap abizar merapatkan tubuhnya ketubuh mel


"lepaskan aku atau aku akan teriak" ucap mel


"teriaklah, agar semua orang tau kau seorang pembohong" ucap abizar


mel hanya diam ia membalas tatapan abizar dan mencoba memutar otaknya untuk bebas dari pria ini. sedangkan abizar terus mendekatkan wajahnya ke wajah mel. seperti ingin menciumnya. hingga ia memilih menginjak kaki abizar dengan heelsnya untuk menyelamatkan diri.


awwwww!!!


abizar mengeluh kesakitan memegang kakinya yang diinjak mel. ia langsung berlari keluar dari kamar mandi dan mengunci abizar dari luar.


"rasakan kau, berani sekali mengancamku mantan jah•nam" ucap mel kesal.


mel lalu kembali lagi dimana tadi ia duduk. ia mendekati Rendy dan mengawalnya pulang. Rendy dan mel pun berpamitan pada ricky dan bella.


"kami menunggu kalian mengundang kami kerumah kalian" ucap bella


"tentu saja, kami akan mengatur waktu yang tepat ya" ucap Rendy sambil saling bersalaman


Sedangkan abizar kakinya masih berdenyut berusaha keluar dari toilet tetapi ia terkunci dari luar.


"melatiii" batin abizar geram


setelah kepergian mel sekeluarga mereka mencari keberadaan abizar.


"pergi kemana dia" batin ricky


Ricky meminta izin pada istrinya untuk mencari abizar. hingga ricky mendengar suara memanggil dari arah toilet saat ia melewatinya


"siapa didalam" ucap ricky


"buka pintunya aku terkunci dari luar" ucap abizar


Ricky membuka kunci pintu toilet dan abizar berjalan keluar dengan terpancang. ricky aneh dan penasaran dengan jalan abizar dan apa yang terjadi pada pria ini.


"kau kenapa?" ucap ricky


"mel menginjak kakiku dan mengunciku dari luar" ucap abizar


"kau pasti mengganggunya?" ucap ricky


"tidak" ucap abizar


"mana mungkin dia menginjak kakimu, jika kau tidak mengganggunya" ucap ricky curiga


"aku hanya bertanya kenapa dia meninggalkanku" ucap abizar


"astaga bi, lebih baik kau urus saja tunanganmu itu bukan istri orang" ucap ricky


"dia bukan tunanganku" ucap abizar


"dasar kau bilang masih mencintai mel, malah sekarang sudah punya tunangan" ucap ricky


"sudah aku bilang bukan" ucap abizar


"kau mengawalnya Kesini itu sudah jadi bukti" ucap ricky


"aku tidak percaya mel sudah menikah" ucap abizar


"astaga bi, sudahlah aku mohon kau jangan ganggu dia lagi" ucap ricky


"terserah kau saja" ucap ricky meninggalkan abizar


abizar kembali ketempat tadi ia duduk, ia mencari keberadaan seseorang menoleh kekanan dan kekiri sambil berjalan pincang


"kemana dia?" batin abizar


"mantanmu itu sudah pulang dengan suami dan anaknya" ucap sherly


"kau tidak usah ikut campur urusanku" ucap abizar


"tentu aku ikut campur kalau kau berbuat salah, ingat bi dia itu istri orang" ucap sherly


"lebih baik kau kembali, aku masih banyak urusan" ucap abizar


"kau mau mengejar istri orang, tidak malu" ucap sherly


"ingat aku tidak minta pendapatmu" ucap abizar


"kenapa kau jaha sekali padaku, sebentar lagi kita akan bertunangan" ucap sherly


"itu maumu bukan mauku" ucap abizar


"aku akan mengatakan pada tante rossa kau mengejar mantanmu disini" ucap sherly


"silahkan, aku tidak perduli" ucap abizar


" pantas saja mel meninggalkanmu kau tidak pernah mendengar perkataan pasanganmu bi" ucap sherly


"lebih baik kau diam jika tidak tau apa-apa, aku tidak akan kembali sebelum aku mendapatkan kebenaran yang aku inginkan" ucap abizar lalu pergi meninggalkan sherly.


sherly duduk sendiri melamun sambil berpikir apa yang harus ia lakukan selanjutnya. sherlypun memutuskan akan menemui mel untuk berbicara dengan hati kenari sesama wanita. ia menginginkan abizar jadi miliknya. ia pun meminta no ponsel mel kepada Ricky. awalnya Ricky menolak tetapi setelah mendengar penjelasan dari sherry akan niatnya akhirnya ricky luluh walau akibatnya mel akan marah padanya. dan abizar juga pasti akan marah jika tau sherly akan menemui mel.


keesokan harinya mel bersiap untuk seminarnya ia diundang oleh sebagai motivator penggerak usaha bagi kaum wanita tapi kali ini stephani tidak ikut karena Rendy hari ini off dari tugas rumah sakitnya. mel masih menyempatkan diri menyuapi stephani untuk sarapan bersama.


"mommy ijin kerja dulu ya sayang" ucap mel mengecup pipi gembul merah jambu milik stephani


"bye-bye mommy" ucap stephani


"hati-hati mel" ucap rendy


"ia kak" ucap mel lalu berlalu dari mereka


ponsel mel berdering saat ia sedang menyetir. dari nomor tidak dikenal. mel menjawab telepon tersebut.


"hallo" ucap mel.


"aku sherly tunangan abizar" ucap sherly


"ya ada apa" ucap mel


"aku ingin bertemu" ucap sherly


"maaf hari ini aku sibuk" ucap mel


"temui aku dicafe liber jam 1 siang" ucap sherly


"aku tidak bisa" ucap mel


"jika kau tidak datang artinya kau masih mencintai abizar" ucap sherly


"kau mengancamku" ucap mel


"tidak" ucap sherly


"baik aku datang" ucap mel


"dia dengan tunangannya sama saja suka mengancam" batin mel


abizar kembali mendatangi Ricky ia ingin meminta nomor ponsel dan alamat rumahnya.


"aku curiga kalau kau tiba-tiba datang kerumahku tanpa aku minta" ucap ricky


"berikan aku nomor ponsel mel" ucap abizar


"kemarin tunanganmu sekarang kau" ucap Ricky


"apa sherry meminta nomor ponsel mel? untuk apa" ucap abizar


"sherly ingin bertemu dengan mel hari ini" ucap ricky


"astaga kenapa kau memberikan nomor mel kepadanya" ucap abizar


"biarkan saja tunanganmu dan mantanmu berbicara" ucap ricky


"kau ini, mereka bisa bertengkar" ucap abizar


"kenapa mereka bisa bertengkar?" ucap Rizky aneh


" ya karena aku" ucap abizar


"aku tidak percaya kau mengatakan itu abizar" ucap ricky


"apa kau tidak memikirkan itu sebelumnya" ucap abizar


"aku akan berpikir dua kali jika kau yang meminta nomor ponsel mel" ucap ricky


"aku tidak percaya kau mengatakan itu padaku, sahabat macam apa kau" ucap abizar


"sudah pergi kau, aku tidak mau ikut campur urusan percintaan ABG tua sepertimu" ucap Ricky lalu menutup pintu rumahnya


"dasar sahabat S••lan" batin abizar