
"sudah belom" ucap mel menyadarkan abizar dari hayalannya dan menelan salivanya.
"sudah, hei istri kau mau mengg*da suamimu yang tampan ini" ucap abizar tersenyum
"menggoda apanya mas, aku memang tidak bisa membuka kancing yang ada dibelakang makanya aku minta tolong padamu" ucap mel membela diri sambil membalikkan tubuhnya sambil memegang kebaya bagian depan
"ok..kalau kau menggod*ku juga tidak apa-apa kok sayang sudah halal" ucap abizar mengedipkan matanya
" aku mau mandi dulu" ucap mel melangkah masuk kembali kekamar mandi
"jangan lupa ya sayang" ucap abizar
"lupa apa mas, perutku sakit nie?" ucap mel
"hadiah dari sahabatmu dipakai, aku tunggu dikamar" ucap abizar lalu berlalu menuju kamar
"astaga mas abi masih ingat saja, tari memang sahabat l*knat menghadiahkan aku barang seperti itu aku kan jadi malu didepan mas abi" batin mel mulai stres
mel membuka satu persatu pakaiannya untuk mandi. ia kegirangan karena tidak jadi memakai pakaian l*knat itu. detik ini tamu bulanannya datang ia mandi cukup lama tanpa peduli sang suami sudah menunggunya dikamar. ia hampir stress membayangkan keluar memakai pakaian yang lebih tipis dari horden warteg didepan komplek rumahnya dihadapan abizar suaminya.
mel memakai baju daster rumahnya yang biasa ia pakai dengan aksen bunga. ia masuk kamar dengan rambut dililit handuk karena ia baru saja keramas.
ia membuka pintu kamarnya perlahan dan melihat abizar sudah tertidur karena menunggu dirinya.
"apa aku termasuk istri yang durhaka tidak menurut dan membuatnya menunggu aku mandi terlalu lama" batin mel memandang wajah abizar.
mel membuka handuk dikepalanya dia ingin tidur juga karena ia pun merasa lelah. semerbak wangi sampoo dan sabun masuk ke indra penciuman abizar ia terbangun saat mel akan naik keatas tempat tidur. pria itu mengucek matanya memastikan itu istrinya.
"kenapa pakai baju ini" ucap abizar
"aku datang bulan mas mana mungkin memakainya mas" ucap mel santai
" apa???? kau tidak bohong kan sayang" ucap abizar menyelidiki
"astaga mas abi mana mungkin aku bohong pada suamiku" ucap mel
"mana aku periksa" ucap abizar bangkit
"aku teriak nie kalau mas abi macam-macam" ucap mel
" mel kita ini suami istri kau tau kan malam ini malam pertama kita" ucap abizar
"ia aku tau tapi kan aku sedang datang bulan" ucap mel
"ya sudah aku tidur diluar saja aku takut kita malah bertengkar" ucap abizar
abizar melangkahkan kakinya keluar dari kamar dan ia memilih tidur disofa.
"sensitive sekali, aku kan tidak berbohong memang sedang datang bulan" batin mel
ia mengintip abizar yang mencoba tidur disofa dengan tidak nyaman dan banyak nyamuknya . mel sedikit merasa bersalah mungkin ia sedikit berlebihan kali ini. ia mengambil hpnya ia mengetik diberanda pencarian geogle cara menyenangkan suami.
mata mel melotot membaca setiap penjelasan artikel yang ia dapat semuanya merujuk pada hal er*tis.
"ini jebakan namanya masa aku harus mengg*da dan merayu mas abi untuk disent*h ini pasti salah" batin mel
mel dalam kebingungan ini hari baru beberapa jam ia menjadi istri tapi sudah mengecewakan abizar.
"ini tidak boleh terjadi, mas abi tidak boleh marah sampai besok ok aku akan merayunya" batin mel
mel melangkahkan kaki mendekati abizar. ia mencoba duduk disofa yang hanya tersisa sedikit ruang untuk ia duduki.
"suamiku ayo pindah kekamar" ucap mel dengan manja dan terpaksa
"mel sudah sana tidur, aku mau disini saja aku tidak mau dituduh mau memp**kosa istriku sendiri" ucap abizar dengan matanya yang masih tertutup.
"tidak mas, aku tidak bilang begitu ayo kita kekamar mas abi pasti capek aku pijitin ya dikamar" ucap mel
"tentu saja bisa, aku bisa pijat enak" ucap mel
" pijat enak?" ucap abizar
" ia setelah dipijat pasti enak" ucap mel
"hahahahaha sayang kau ini sudah mirip dengan tukang pijit plus plus jangan lakukan kecuali padaku" ucap abizar bangkit dari tidurnya menjadi duduk
"mas abi tidak marah lagi" ucap mel
"mana bisa marah punya istri se imut dirmu, oya kapan datang bulanmu selesai" ucap abizar
" biasanya 7-8 hari" ucap mel santai
"oklah aku akan bersabar kali ini" ucap abizar
"terima kasih mas abi" ucap mel dengan replek mencium pipi suaminya itu
" kau memang menguji imanku sayang" ucap abizar lalu bangkit dari duduknya dan menggendong mel ala bridal style menuju kamar mereka sambil tertawa.
untuk kali ini tidur berp*lukan diselingi cium*n manis tidak masalaj bagi abizar sambil menunggu tamu bulanan mel selesai. ia tidak ingin membuat mel takut dan akhirnya mereka bertengkar kembali.
keesokan paginya mel bangun terlebih dahulu. ia menatap pria yang tidur disampingnya masih tertidur pulas dengan wajah yang nyaris sempurna.
"aku bisa bayangkan nanti pasti punya anak yang tampan seperti papanya" batin mel
ia bangkit dari tempat tidur kali ini ia belum menyiapkan pakaian kantor abizar karena abizar mengambil cuti beberapa hari. ia keluar kamar menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok giginya lalu akan menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya.
mel sudah terbiasa masak dan bisa dianggap jago untuk urusan dapur ia dengan cepat mempersiapkan segalanya. Untuk sarapan kali ini ia memilih memasak nasi goreng karena hanya itu bahan yang tersisa dikulkas miliknya.
nasi goreng hampir selesai saat tangan kekar melingkar di pinggangnya sedikit membuatnya terkejut.
" sudah bangun" ucap mel kepada pria yang wajahnya masih terlihat mengantuk
"ehmmmm" ucap abizar
"ya sudah tidur lagi mas kalau masih ngantuk" ucap mel
"tapi wangi sedap masakanmu membuat perutku keroncongan sayang" ucap abizar sambil mendaratkan kecup*an dipipi mulus mel
"sekarang lepaskan aku, agar nasi gorengnya cepat matang dan mas bisa makan" ucap mel
"tidak mau" ucap abizar manja
hingga ketukan pintu menghentikan kemesraan pengantin baru itu.
"isssss siapa pagi2 sudah datang mengganggu pengantin baru tidak sopan sekali" ucap abizar kesal
" bisa tolong bukakan pintu suamiku, aku takut masakanku gosong" ucap mel memohon
"baiklah" ucap abizar
abizar berjalan menuju pintu depan untuk membuka pintu. ia sangat kesal melihat tamu yang datang sepagi ini kerumah mereka tari dan pasukannya dimana ada arnold dan anak-anaknya kemudian sherly, rendy dan stephani.
"selamat pagi, kami mau numpang sarapan disini boleh kan" ucap tari
" apa kalian tidak punya rumah menggangu saja" ucap abizar kesal
"kau sangat tidak ramah" ucap tari tidak mau kalah
"siapa mas!!" teriak mel dari dalam rumah
"ini rombongan ondel-ondel" ucap abizar
"enak saja kau, ayo semua kita masuk nyonya rumah ini pasti menyambut kita dengan baik" ucap tari tanpa memperdulikan abizar yang ada didepan pintu