CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
pamit mundur



sesampai dirumah tari mel menceritakan semuanya kepada tari. membuat tari begitu emosi.


"kau berangkat lebih dulu mel, Kak Rendy akan membantumu" ucap tari


"kenapa kita tidak pergi bersama, aku juga belum pernah keluar negeri ri" ucap mel


"aku akan mengantarmu kebandara dan nanti kak Rendy yang menjemputmu" ucap tari


"bagaimana dengan usahaku disini ri"ucap mel


"habiskan barangmu dan mundur, sesampai disana kau bisa jadi reseller para bule jangan khawatir aku dan Kak Rendy akan selalu membantumu" ucap tari


"terima kasih ri" ucap mel sambil memeluk sahabatnya itu


dan besok berencana ia akan mendatangi tuan mandala walau tari melarangnya. mel tidak ingin masalahnya dan abizar berdampak pada kedua orang tua abizar. mel akan mengembalikan segalanya yang mereka berikan termasuk uang dan juga emas hantaran. dan hari ini ia memutuskan pulan kerumahnya untuk membereskan semua barang yang akan ia kembalikan.


sedangkan abizar ia memutuskan pergi ke club malam untuk menghilangkan penat dipikirannya tentang hubungannya dengan mel.


"seharusnya aku yang marah kenapa jadi dia" batin abizar sambil menenggak wine miliknya.


keesokan paginya mel menghubungi nyonya rossa memintanya untuk bertemu dikantor tuan abraham tanpa memberitahukan abizar dan disetujui oleh tuan abraham dan nyonya ivanka.


mel tiba disaat yang sama nyonya rossa tiba.


"sayang, ada apa ini" ucap nyonya rossa


"kita bicara diatas saja ma" ucap mel


mel berjalan beriring dengan nyonya rossa sambil berpegangan tangan. setelah sampai diruangan tuan mandala. mel menceritakan duduk masalah abizar dan mengatakan keputusan abizar. menunda pernikahan hanya keputusan abizar. dan tadi pagi dia mengatakan bertemu abizar dikantornya dan menceritakan segalanya. orang tua abizar begitu terkejut dan kecewa dengan kejadian yang sedang dialami abizar dan mel.


mel meletakkan paperbag diatas paha nyonya yang berisi uang kepada nyonya rossa.


"aku akan pergi pa mama, mel pamit mundur" ucap mel sambil memberikan 2 kotak berhiasan yang pernah nyonya rossa berikan


"sayang, kenapa nak" ucap nyonya rossa


"aku hanya mengabulkan permintaan mas abi Ma, maaf mengecewakan mama dan papa mel akan kembalikan segala pa" ucap mel sambil menangis


"nak, jangan begitu kau adalah calon menantu idaman kami, maafkan abi nak" ucap tuan mandala


"maaf pa, keputusan mel sudah bulat, dan aku mohon rahasiakan semua kepada mas abi sebelum aku pergi" ucap mel


"kau mau kemana" ucap nyonya rossa


"ketempat yang sangat jauh, aku mohon papa dan mama mengerti" ucap mel


"lakukan jika itu menurutmu baik, jika kau bukan jodoh abizar kami bisa apa" ucap tuan mandala


mel pun mengatakan ia akan mengembalikan segala dan mengantarnya tapi tuan abraham mengatakan akan langsung menjemputnya. mel tidak ingin meninggalkan sedikitpun ingatan tentang abizar. ia akan memusnahkan apapun itu walau hati dan pikirannya tidak bisa berpaling.


usahanya ia titipkan dina untuk dijalankan, dua hari lagi ia akan berangkat kenegara orang meninggalkan rumahnya, pekerjaannya, dan juga cintanya. mel kini sedang mempacking seluruh pakaiannya. sejak kejadian pertemuan terakhirnya dengan abizar. mel tak lagi menghubungi pria itu. ia pasrah apa yang terjadi dengan cintanya kali ini. jika mereka berjodoh mungkin akan bertemu suatu saat nanti. abizar juga benar-benar melupakan dirinya tidak pernah sekalipun datang.


dan hari itu tiba dan saatnya mel harus berangkat. tari dan arnold mengantarnya kebandara. hingga pesawat lepas landas. sedangkan nyonya ivanka yang kesal dengan anak laki-lakinya ingin memberikan pelajaran pada abizar. ia memasang foto prawedding yang telah siap dicetak dengan besar, baju pengantin, perhiasan turun temurun dan berbagai seserahan yang pernah mereka berikan sudah mel kembalikan seluruhnya termasuk surat yang mel titipkan untuk terakhir kali untuk abizar.


saat itu abizar pulang tengah malam. mamanya menunggu kepulangan abizar ia ingin melihat penyesalan abizar. abizar membuka kamarnya yang tidak biasanya gelap. dan terkejut dengan isi kamarnya, semua yang pernah ia berikan pada mel. ia memandangi semuanya.


"semua sudah berakhir bi" ucap nyonya ivanka masuk kekamar abizar


"apa maksud semua ini ma" ucap abizar


"Ma, abi hanya ingin break sebentar agar mel berpikir" ucap abizar


"dia sudah memikirkan semuanya dan memilih pergi jauh meninggalkanmu" ucap nyonya rossa sambil menyerahkan sebuah amplop putih kepada abizar surat dari mel.


hai mas abi


aku mendoakanmu baik-baik disana


maaf saat ini aku sudah tidak ada disampingmu lagi.


maaf aku mengganggumu lagi kali ini tapi ini untuk terakhir kalinya aku berjanji.


saat kau membaca suratku, aku sudah pergi sangat jauh sampai kau tidak akan menemukanku lagi maaf ya,


terima kasih atas segala kebaikanmu padaku selama ini


maaf aku tidak patuh padamu


maaf aku yang banyak maunya ini


maaf aku bukan wanita baik yang kau cari


maaf aku mengirim surat padamu karena aku tidak bisa berbicara kepadamu lagi.


semoga kelak kau mendapatkan jodoh yang sesuai dengan yang kau inginkan mas tidak seperti aku ini.


maaf aku harus pergi jaga dirimu dan berbahagialah dengan kehidupanmu


selamat tinggal dari aku yang mencintaimu.


hati dan tangan abizar bergetar saat membaca surat itu dan kertas itu terjatuh. ia mendekati semua barang yang ia persiapkan bersama mel untuk pernikahan mereka. mel mengembalikan semuanya pada dirinya.


abizar berlari keluar kamar berniat untuk pergi bertemu dengan mel


"kau mau kemana?" ucap tuan mandala dengan suara beratnya


"mellll pa, dia mau meninggalku" ucap abizar bergetar


"dia sudah pergi, dia mengabulkan apa yang kau mau" ucap tuan mandala


"aku bukan mengatakan ini padanya pa, aku hanya ingin break dan menunda pernikahan ini" ucap abizar


"enak saja kau bicara, kau pikir seorang wanita tidak akan hancur saat pasangan mengatakan itu, kau melakukan semuanya tanpa bertanya padanya itu artinya kau tidak menginginkan dia lagi" ucap tuan mandala dengan marah


"pa, abi tidak bermaksud seperti itu" ucap abizar


"sudahlah, kau tidak usah kerumah mel, dia sudah tidak ada disana, dia meninggalkan segalanya gara-gara keegoisanmu. rumahnya, pekerjaannya, sahabatnya dan kau orang yang paling dia cintai" ucap tuan mandala


"tidak pa, mel tidak boleh melakukannya" ucap abizar


"kau cari saja perempuan lain untuk kau nikahi, mel memang bukan jodohmu lagi, setelah semua yang ia lakukan padamu kau tega melakukan itu padanya papa kecewa denganmu bi" ucap tuan mandala.


abizar jatuh berlutut, dilantai menerima kenyataan mel pergi meninggalkan dirinya.


sedangkan didalam sebuah pesawat kelas bisnis seorang gadis tidak bisa memejamkan matanya. ia terus memandangi foto profil ponselnya dengan gambar berdua ia dan abizar. air matanya berlinang mengingat semua yang telah ia lewati bersama abizar. ia berusaha agar tidak mengeluarkan suara saat menangis agar tidak mengganggu penumpang pesawat lainnya.


"selamat tinggal mas abi, selamat tinggal" batin mel sambil mengusap gambar dirinya dan abi diponselnya.