
setelah kemarin bertunangan. malam ini keluarga mandala akan mengadakan makan malam bersama keluarga besarnya. mel juga turut hadir disana. ia sudah disana sedari pagi disana ia ikut pergi kepasar bersama calon mertuanya dan kini ia sedang sibuk membantu calon mertuanya menyiapkan hidangan special yang akan dimasak untuk makan malam nanti .
"kita akan masak apa Ma" ucap mel.
"banyak sayang karena kita keluarga besar" ucap nyonya rossa
"masakan indonesia atau western ma" ucap mel
" mereka request makanan indonesia, keluarga tante abi yang datang dari belanda rindu masakan indonesia" ucap nyonya rossa
"masak apa ma" ucap mel
"mama mau masak pepes ikan gembung, sate ayam, ayam taliwang, tongseng sapi, capcay, chicken steak saus enoki, gurame asam manis, oseng cumi asin pedas, beef steak dan pasta untuk abi" ucap nyonya rossa
"banyak sekali ma" ucap mel
"ia itu permintaan keluarga dan harus masakan Mama jadi mama sangat repot sayang" ucap nyonya rossa.
"wah mama hebat bisa memasak semuanya" ucap mel
"kan ada kamu yang membantu mama" ucap nyonya rossa.
"ok ma, mel akan membantu mama" ucap mel
"mas abi kemana Ma" ucap mel
"abi itu kalau minggu dia akan tidur sampai sore, sudah sana bangunkan anak nakal itu" ucap nyonya rossa
"biarkan saja Ma, mas abi pasti sangat lelah lagi pula jika dibangunkan ia pasti akan mengganggu acara masak kita ma" ucap mel
"kau ada benarnya juga sayang, para lelaki suka sekali mengganggu bukan membantu" ucap nyonya rossa
kini mel dan nyonya rossa sedang berjibaku didalam dapur layaknya para team Chef yang sedang berkompetisi. mel membantu dengan membersihkan ikan dan daging yang telah dibeli dipasar tadi. setelah itu ia melanjutkan mengupas aneka sayuran. sedangkan nyonya rossa meracik bumbu untuk masakan. mereka terlihat sangat akrab dan sesekali bercanda tawa didapur. abizar tidak mengetahui kekasihnya sudah dirumahnya sedari pagi karena ia masih tertidur dikamarnya.
abizar terbangun di jam dua belas siang karena merasa perutnya lapar. ia turun dari tempat tidurnya dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dan menyegarkan dirinya. setelah 20 menit selesai mandi ia memakai pakaian santai dirumah. kemudian ia keluar dari kamar dan menuruni anak tangga menuju meja makan. saat ia melewati dapur ia mendengar gelak tawa mamanya dan suara mel disana. tapi ia berpikir itu hanya halusinasinya saja karena selalu rindu dengan kekasihnya itu. ia duduk dimeja makan dan meminta asisten rumah tangga menyiapkan makan siang untuknya.
"bik, siapkan makanan untukku, aku lapar" ucap abizar
"baik tuan" ucap salah satu ART dirumahnya
abizar menunggu makanan tersedia sambil membuka ponselnya dan mengirim chat kepada kekasihnya. tapi tidak kunjung dibalas.
"mel, kemana sih" batin abizar
"silahkan tuan" ucap mel yang menyamar sebagai pelayan
"terima kasih" ucap abizar yang masih fokus dengan ponselnya
tadi setelah tau abizar ingin makan ia sengaja menyamar jadi pelayan dan membuat makanan pedas untuk abizar. abizar yang kesal karena tidak ada respon dari mel meletakkan ponselnya dimeja. ia melihat makanan yang disediakan untuknya adalah makanan pedas.
"bik, aku tidak suka pedas, kenapa disajikan ini cepat masakan aku pasta saja ingat jangan pedas" ucap abizar
"tidak sempat tuan" ucap mel sambil akan pergi dan membelakangi abizar
"kau tidak sopan sekali, cepat ganti makananku atau aku akan memecatmu" ucap abizar
"aku tidak peduli tuan" ucap mel menahan tawa
"kau menantangku" ucap abizar sudah emosi berdiri dari duduknya. Ia tidak tau ia sedang dijahili calon istrinya.
"sedikit tuan" ucap mel
"kau ini p•layan baru ya, cepat balikkan badanmu tidak pakai seragam lagi" ucap abizar
"tidak mau tuan" ucap mel
abizar yang sangat kesal mendekati mel yang ia sangka adalah pelayan dab membalikkan tubuh kekasihnya itu.
"sayang" ucap abizar terkejut
"ternyata kau bawel sekali kalau mau makan ya tuan" ucap mel
"pantas saja p•layanku aneh ternyata kau menyamar" ucap abizar
"mas ternyata masih galak" ucap mel
"sedang apa kau sayang sudah disini" ucap abizar
"kenapa kau tidak membangunkanku" ucap abizar
"aku tidak mungkin kekamarmu kan mas" ucap mel
"tidak masalah sayang, aku malah akan mengajak kau tidur juga" ucap abizar
"sudah makanlah pestamu sedang dimasak, aku akan kembali kedapur membantu mama" ucap mel
"tidak mau harus menemaniku makan" ucap abizar
"mama masak banyak aku harus kembali membantu mama, kalau tidak nanti tidak selesai" ucap mel
"mama memang begitu kalau masak seperti mau buka warung banyak sekali" ucap abizar
"ok mas makan disini makan dengan baik, aku kedapur dulu lagi pula aku sangat bau pulang dari pasar dan langsung masak" ucap mel
"coba aku cium dulu, biar jadi bukti" ucap abizar
"mas selalu ambil kesempatan" ucap mel berlalu dari abizar.
pasta abizar datang dan ia menyantapnya dengan cepat. ia berencana mengganggu acara masak memasak mertua dan menantu itu. setelah kenyang abizar menuju dapur dan ternyata pintu dapur dikunci dari dalam.
"dasar mama, tau saja aku mau mengganggu" batin abizar.
setelah hampir jam enam sore seluruh masakan telah matang tinggal menghidangkan diatas meja yang akan dilakukan para ART. nyonya rossa pun membuka kunci pintu dapur. terlihat abizar baru menuruni tangga.
"mama tega sekali memisahkan kami" ucap abizar
"kalau mama tidak mengunci pintu kau akan mengganggu kami, kau sama seperti padamu suka mengganggu" ucap nyonya rossa
"abi tidak seperti itu" ucap abizar
"sayang lebih baik kau mandi dan bersiap lalu dandan yang cantik" ucap nyonya rossa
"mel seperti pulang sebentar ya ma, mel tidak bawa baju ganti" ucap mel
"tidak boleh, kau tidak boleh pulang sayang" ucap abizar
"tapi mas" ucap mel
" ok kita keburu sekarang" ucap abizar
"tidak aku pulang saja mas" ucap mel.
"aku antar dan kita kesini lagi" ucap abizar
"aku naik ojek saja" ucap mel
"kau suka sekali naik ojek dan memeluknya" ucap abizar
"aku tidak memeluknya, aku berpegangan agar tidak jatuh" ucap mel
"alasan" ucap abizar
"kenapa kalian jadi bertengkar sudah mel lebih baik mandi disini saja, setelah itu pergi keburu cari pakaian" ucap nyonya rossa menengahi.
"baik ma" ucap mel
"cepat bawa mel keluar katrine biar mel mandi disana" ucap nyonya rossa
"kenapa tidak dilamar abi kan ada kamar mandi juga" ucap abizar
"mama tau yang kau pikirkan bi, mama takut kau memp•rkosa mel dikamarmu" ucap nyonya rossa
"astaga Ma, tega sekali menuduh anaknya begitu" ucap abizar terkejut mendengar ucapan mamanya
"sudah sana, mel jangan lupa kunci pintu kamar kartun mama takut ada curut nakal masuk" ucap nyonya rossa
"baik ma" ucap mel sambil menahan tawa
abizar kesal sekali mamanya mengatakannya curut.berbeda dengan mel yang menahan tawa sedari tadi sesampai dikamar katrine, mel langsung masuk dan menutup pintu kamar katrine sampai kening abizar menc•um pintu kamar katrine ia tidak boleh lengah karena abizar.
"mama sama calon istriku sama kejamnya" batin abizar sambil memegang keningnya yang sakit.