
jadwal persidangan abizar dan aliando digelar hari ini. mel didampingi oleh arnold, tari, ricky dan rendy bahkan keluarga tari memberi dukungan penuh pada mel walau tidak bisa mendampingi mel disana. para saksi memberi kesaksian sesuai yang mereka ketahui. kini giliran mel untuk duduk didepan memberi kesaksian didepan hakim. sebelumnya mel diambil sumpah atas kesaksiannya.
"pak hakim saya menarik kasus ini kembali, saya hanya ingin damai dengan cara kekeluargaan tanpa harus ada yang dihukum, saya memaafkan tuan aliando dan tuan abizar. bebaskan mereka saya mohon dengan sangat. saya melati putih tidak ingin melanjutkan kasus ini" ucap mel dengan mantap tanpa raut sedih atau pun menangis ia menahan hatinya.
"apakah ada yang mengancam atau menekan anda nona melati" ucap hakim
"sama sekali tidak ada pak hakim, ini semua murni dari diri saya sendiri dan saya dengan tulus memaafkan mereka" ucap mel dengan yakin bahkan gadis ia masih bisa tersenyum.
"apa anda yakin dan tidak akan menyesal" ucap hakim
"saya sangat yakin pak hakim dan tidak akan menyesal dengan apa yang saya perbuat hari ini, anda juga bisa melihat saya sudah baik-baik saja jadi saya akan mengakhiri kasus ini" ucap mel lantang.
semua yang ada disalam ruang sidang terkejut mendengar pernyataan mel. bahkan tari tidak menyangka mel juga membebaskan aliando juga. tuan abizar tidak bisa berkata-kata ia terdiam dengan apa yang dilakukan mel. ia yakin ada yang menekannya. apalagi ia mengetahui keluarga aliansi tidak memberikan pembelaan bagi anak mereka. apa mungkin mel mendapat tekanan dari pihak keluarganya.
hakim memberi keputusan menutup kasus mel dan membebaskan abizar dan aliando tanpa syarat. nyonya Retno datang menghampiri mel ia langsung memeluk mel.
"apa yang kau lakukan nak" ucap nyonya retno
"aku melakukan apa yang seharusnya aku lakukan bu" ucap mel
"apa ada yang memaksanya nak, apa ada yang mengancammu nak" ucap nyonya rosa
"tidak ada bu, aku hanya tidak bisa melihat seorang ibu menangisi kesalahan anaknya dan memohon padaku itu saja" ucap mel.
"hatimu begitu mulia sayang" ucap nyonya retno
aliansi menghampiri mel ia berlutut dihadapan mel
"maafkan atas perbuatanku padamu, aku tidak pantas kau maafkan" ucap aliando
"bangkitlah, aku melakukan ini agar kau menjadi lebih baik tanpa harus dipenjarakan, dan kau beruntung memiliki ibu seperti bu Retno, dia begitu menyayangi bu dia ibu yang baik jadi kau harus jadi anak yang baik untuknya" ucap mel
"terima kasih melati, aku tidak akan melupakan apa yang kau lakukan padaku" ucap aliando
"baiklah bu dan aliando aku permisi" ucap mel
semua itu disaksikan dan didengar oleh keluarga mandala. tuan mandala mendekati mel.
"mel" ucap tuan mandala
" ya tuan" ucap mel
"mengapa kau memanggilnya seperti itu, aku ini orang tuamu bukan orang lain" ucap tuan mandala.
"semua sudah berakhir tuan, maafkan aku selalu menyusahkanmu dan tidak bisa membalas budi baikmu kepadaku hanya ini yang bisa aku lakukan" ucap mel
"aku mendatangimu seperti putriku tanpa mengharap balasanmu nak" ucap tuan mandala
"aku merasakannya tuan, terima kasih atas segala apa yang selama ini anda lakukan untukku, aku permisi" ucap mel sambil tersenyum meraih tangan tuan abizar dan mencium punggung tangannya tanda hormatnya. tanpa wajah sedih tanpa air mata dan ia berlalu diikuti oleh tari, arnold dan juga rendy.
abizar dan mamanya hanya melihat dan mendengar percakapan mel dan papanya .mereka tak berani mendekati melati dan merasa bersalah pada gadis itu. terutama abizar ia melihat ada yang aneh dari sikap melati hari ini. ia bisa melihat mel mencoba menyimpan lukanya. bagaimana bisa gadis itu masih bisa tersenyum padahal disini dia yang jadi korban. abizar juga penasaran siapa dibalik pernyataan mel dipersidangan tadi. bahkan mel menyebut papanya dengan sebutan tuan. itu sangat aneh.
sedangkan nyonya rossa diliputi rasa bersalah kepada mel, ia memaksa gadis itu demi anaknya yang jelas ia tau abizar juga bersalah. ia tidak menyangka mel juga membebaskan aliando. memaafkan orang yang jelas hampir menghilangkan nyawa gadis itu. bahkan aliando berlutut menyesali perbuatannya padahal dari awal dia tidak mengakui kesalahannya.
"apa yang sudah aku lakukan aku menekan anakku, aku begitu egois kata-kataku pasti menyakitinya" batin nyonya rossa
mel hanya diam melamun selama perjalanan dimobil.
"kau baik-baik saja mel" ucap tari yang duduk samping mel
"tentu, aku baik-baik saja" ucap mel berusaha tegar
"kau ingin menangis, hari ini aku mengijinkanmu agar hatimu lebih lega" ucap tari.
"aku......... " ucap mel terbata mencoba menahan gejolak dihatinya yang ia tahan sedari memasuki ruang persidangan.
mel akhirnya memeluk sahabatnya dan menumpahkan isi hatinya dengan tangisan yang begitu memilukan hati bahkan tari ikut menangis juga dibuatnya. arnold dan rendy hanya diam tanpa komentar melihat tari dan mel menangis bersama.
Rendy berinisiatif membawa para gadis yang sedang menangis itu ke mall.dia berpikir para wanita akan senang dan melupakan kesedihannya dengan diajak shopping. setahunya wanita akan berubah suasana hatinya 100 derajat saat diajak shopping.
tiba-tiba Rendy menghentikan mobilnya disebuah minimarket.
"aku mau beli sesuatu, lihatlah mereka belum berhenti menangis bahkan tidak sadar mobil sudah berhenti, apa yang mau ikut turun" ucap rendy
"tidak aku dihuni saja menjaga mereka" ucap arnold
"kau ternyata budak cinta adikku" ucap Rendy lalu ia keluar dari mobil
Rendy masuk ke mini market dan mencari ice cream untuk dua wanita yang sedang mennagis dimobilnya. ia mengambil 2 ice cream ukuran 5 liter. kasir mini market itu sampai terheran karena melihat penampilan rendy yang rapi.
"mas mau dijual lagi ya" ucap kasir
"hah, apa? " ucap Rendy
"itu beli ice cream sebesar itu mau dijual eceran ya" ucap kasir
"oh ini, bukan aku membeli untuk adikku" ucap Rendy
"oh begitu ya" ucap kasir
"si•lan, aku dikira tukang es krim, tampan begini masa tukang es krim" batinnya
ia masuk kedalam mobil, arnold heran melihat apa yang dibeli kakak iparnya itu.
"kakak beli cat" ucap arnold
"apa kau tidak p•nya mata ini es krim" ucap rendy
"untuk apa es krim sebanyak itu kak" ucap arnold
"untuk mereka" ucap Rendy menunjuk arah matanya kepada kedua wanita yang sedang menangis itu.
"tapi kak kenapa sebanyak itu" ucap arnold
"hei para wanita kalau kalian menangis terus mobilku bisa kebanjiran" ucap rendy
"kau ini kak apa-apaan orang lagi sedih" ucap tari
"nah ini untuk kalian biar tidak sedih lagi" ucap Rendy menyerahkan 2 tong es krim kepada mel dan tari
"apa ini" ucap tari
"es krim" ucap rendy
"kau gila menyuruh kami menghabiskan es krim sebanyak ini" ucap tari
" untuk mendinginkan hati dan pikiran perlu es krim yang banyak" ucap rendy
"kau kira kami anak kecil akan diam saat diberi es krim" ucap tari
"setidaknya aku sudah berusaha" ucap rendy
mel tidak berkata apa-apa tetapi ia tertawa terbahak-bahak mendengar maksud Rendy. mel tidak menyangka apa yang Rendy lakukan untuk menghentikan tari dan dirinya menangis.
"hore!!! nah gitu dong sudah ketawa tidak sedih lagi" ucap Rendy sambil bertepuk tangan seperti anak kecil yang girang dapat mainan baru.
"hore!!! " ditimpali arnold
dan merekapun tertawa bersama.mel dan tari tertawa melihat ulah dua lelaki yang mencoba membuat mereka berhenti menangis.
"karena kalian sudah tidak sedih aku akan memberi hadiah kalian boleh shopping ke mall sekarang" ucap rendy
"ahh tidak mata kami bengkak seperti korban KDRT" ucap tari menolak
"ia kak benar, lebih baik kita pulang dan istirahat" ucap mel
"kalian wanita yang aneh diajak shopping tidak mau" ucap rendy
hari ini berakhir dengan bahagia mel sudah tertawa. hatinya sudah lega tidak ada lagi amarah, dendam, kecewa atau saling menyalahkan orang lain. kini ia mengikhlaskan semuanya demi semua kebahagiaan bersama. dan kini ia sedang berusaha bangkit kembali diatas kakinya.