
setelah stephani menutup panggilannya mel terdiam sejenak dan memikirkan apa yang arus lakukan dan katakan kepada rendy dan juga stephani. gadis kecil itu pasti akan sedih dengan kenyataan yang terjadi. melihat mel abizar pura-pura batuk dan masuk kekamar mel dan mengejutkan wanita itu.
"siapa yang menelepon, apa begitu rahasia" ucap abizar
"Oh, tidak mas, itu... tadi... " ucap mel terbata
"apa kau tidak mau berbagi cerita denganku?" tanya abizar lagi
"bukan begitu mas, tadi itu stephani" ucap mel
"lalu?" tanya abizar
"ia mengatakan kak rendy akan menjemputku ke jerman, karena mereka tidak tau jika aku disini" ucap mel
"jadi apa rencanamu sekarang? "ucap abizar
"aku harus jujur pada kak rendy, aku harus memenuhinya sekarang juga" ucap mel
"perlu aku temani?"ucap abizar
"tidak mas, biar aku yang bicara dengan kak rendy, bagaimanapun dia banyak membantuku selama dijerman" ucap mel
"bagaimana dengan gadis kecil yang menganggapnya itu itu?" ucap abizar
"dia hanya anak kecil mas, dia kehilangan ibunya biar saja dia tetap menganggapku seperti itu" ucap mel
"aku takut kau lemah karena anak itu,bisa samakan rendy memanfaatkan anaknya" ucap abizar
" kak rendy tidak seperti itu dia pria yang baik, selama aku dijerman dia tidak pernah memaksakan hatinya kepadaku" ucap mel
"semoga saja ucapanmu benar karena aku benar-benar cemburu kau ingin menemuinya" ucap abizar
"kau tidak percaya padaku mas?" ucap mel
"aku percaya padamu tapi tidak pada pria itu" ucap abizar
"percayalah dan aku akan berbicara padanya" ucap mel
abizar keluar dari kamar mel, rasa cemburunya tidak bisa ia tutup didepan mel. Ia menunggu mel untuk mengantar wanita itu pulang lalu berangkat kekantor. mel berpamitan dengan kedua orang tua abizar. selama perjalanan abizar dan mel saling diam didalam mobil. mereka sibuk dengan pikiran masing-masing sampai dirumah mel. wanita itu turun dari mobil dan abizar langsung melajukan mobilnya. mel langsung mengambil ponsel ditas kecilnya lalu mencari kontak rendy. Ia akan menghubungi rendy dan membuat janji bertemu hari ini.
rendy cukup terkejut mendengar mel sudah ada disini juga.
"apa dia pulang dengan abizar" batin rendy dengan raut wajah Kecewa.
mel langsung langsung memberhentikan taksi yang kebetulan lewat. lalu memberitahukan alamat yang dituju kepada sang supir.
satu jam kemudian ia tiba ditempat yang ia tuju dan melihat rendy sudah ada disana sedang menikmati kopinya.
"kak rendy" sapa mel
"hai mel, tidak disangka kau sudah disini" ucap rendy
"maafkan aku kak" ucap mel menyesal
"kenapa harus minta maaf ?" ucap rendy
"sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan dengan kakak" ucap mel
"apa ini ada hubungannya dengan abizar" ucap rendy sambil menatap tajam pada mel
"ia kak" ucap mel
"kau kembali padanya dan akan meninggalkan kami?" ucap rendy
"aku tidak ada maksud seperti itu kak" ucap mel
"jadi apa mel?, pikirkan mel kau selalu terluka bersama abizar" ucap rendy
"kak" ucap mel
"aku bukan ingin memprovokasimu tapi itu kenyataan, apa kau tidak merasa hidupmu lebih baik setelah kau jauh darinya" ucap rendy
"aku mencintainya kak dan itu tidak bisa aku ingkari" ucap mel
"kau melukai hatiku mel, bahkan aku berjuang mendapatkan hatimu dan tidak sekalipun memaksakan hatiku" ucap rendy
"maafkan aku kak, aku tidak pernah ada niat melukaimu dan juga stephani" ucap mel
"kau tau mel tadi pagi stephani menghubungimu itu permintaan mama, Ia mau aku menjemputmu untuk menjadikanmu menantunya kau tega karena abizar kau menyakiti orang-orang yang menyayangimu" ucap rendy
tiba-tiba ada suara anak kecil yang begitu ia kenal memanggilnya dengan panggilan kesayangan gadis kecil itu.
"mammy.... mammy..." ucap panggil gadis itu sambil berlari kearah mel.
mel begitu terkejut ada stephani dan juga tari disana.
"mammy sudan disini, terima kasih papi" ucap stephani
"iya.. sayang" ucap mel
"mammy naik jet ya jadi cepat sampai" ucap stephani.
rendy menatap anaknya yang minta gendang pada mel.
"maafkan aku mel kali ini aku egois, stephani tidak bisa jauh darimu begitu juga dengan diriku" batin rendy
tanpa mereka sadari abizar memantau mereka.
"Oh, jadi kau pakai anakmu untuk menaklukkan dan menahan wanitaku baik dokter aki akan ikuti permainanmu" ucap abizar dalam hati.
abizar melihat gadis kecil itu dalam pangkuan mel, dan wanitanya begitu menjaga perasaan gadis kecil itu dan menuruti keinginan rendy. abizar menghubungi ponsel mel, Ia ingin melihat apa respon mel saat mendapat panggilan telepon dari dirinya. dan benar dugaan abizar mel lemah dihadapannya ayah yang memanfaatkan anaknya tersebut. lalu ia memutuskan untuk pergi dari tempat itu. dan akan menemui mel dirumahnya malam ini
"kenapa tidak mengabari kalau kau sudah pulang" ucap tari sambil menggeser kursi
"maaf ri, ini mendadak" ucap mel
"mendadak atau karena abizar" ucap tari
"ri... " ucap mel
"mel kau harus memikirkan langkah yang kau ambil" ucap tari
rendy pun mengajak stephani ke toko mainan agar tari bicara dengan mel.
"maafkan aku ri, aku tidak bermaksud lupa diri atau melupakan kebaikan keluargamu" ucap mel sedih
"mel, apakah tidak ada kak rendy sedikitpun dihatimu selama lima tahun ini" ucap tari
"aku hanya menganggap kak rendy seperti kakakku sendiri ri" ucap mel
"tapi tidak dengan kak rendy mel" ucap tari
"ri..... aku sungguh mencintai mas abi" ucap mel
"aku tau mel, tapi kami tidak mau kau terluka lagi kau harus ingat bagaimana abi itu" ucap tari
"aku yakin dia sudah berubah" ucap mel
"jika abi tidak datang apa kau bisa membuka hatimu untuk kakakku" ucap tari
"ri.... maafkan aku" ucap mel
"aku tidak akan memaksanya karena kau yang menjalani walau aku kecewa dengan pilihanmu kali ini" ucap tari
"aunty..... aunty......." teriak stephani
"ayo kita pulang sayang oma pasti menunggu kita" ucap tari
"mammy ikut kita kan" ucap stephani
"coba tanya mammy" ucap tari
"mammy" ucap stephani
"kali ini mammy tidak ikut dulu ya sayang, ada yang harus mammy lakukan" ucap mel
gadis itu kecewa karena mel tidak ikut pulang bersamanya ia menangis dan membujuk papinya untuk membawa mel bersama mereka.
"lain kali ya sayang" ucap mel membujuk
"mammy jahat" ucap stephani sambil menangis digendongan papinya.
"baiklah mel, kami pulang dulu dan pikirkan apa yang akan kau lakukan selanjutnya" ucap tari.
mereka berlalu meninggalkan mel sendiri, Ia merasa bersalah pada stephani. gadis kecil itu tidak tau apa-apa.
"maafkan mammy sayang" ucap batin mel