CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
orang paling bahagia



setela puas menikmati sepiring rujak yang ia inginkan dari kemarin. akhirnya mel memutuskan pulang. sambil berjalan menuju parkiran mobil. abizar terus memperhatikan mel


"sayang, kau makan sangat banyak dan sangat pedas" ucap abizar


"nanti setelah kita menikah, mas harus sering mengajakku kesini dan mas harus makan rujak juga" celoteh mel sambil sesekali mengipasi mulutnya yang pedas.


"sudah jangan banyak bicara nanti mulutmu keluar apinya" ucap abizar


" aku bukan dinosaurus" ucap mel


"jadi apa?" ucap abizar


"ntahlah aku tidak tau, aku ingin cepat sampai dan tidur" ucap mel


"kapan kita mempersiapkan keperluan untuk pernikahan kita" ucap abizar


"secepatnya dan seserhana mungkin mas" ucap mel


"apa kau tidak punya pernikahan impian seperti wanita lain" ucap abizar


mel menarik lengan abizar agar mendekat padanya lalu ia mensejajarkan tubuhnya dihadapan tubuh tinggi tegap abizar. dan melingkarkan kedua tangannya ditengkuk abizar. dengan jarak antara mereka setipis kertas.


"impianku adalah jadi milikmu selamanya" bisik mel pada abizar.


abizar merasa malam ini menjadi orang paling bahagia didunia saat ini juga karena ucapan mel.


"efek makan rujak sangat bagus untukmu sayang makan rujak saja kau bisa begini ya, ok sekarang giliranku" batin abizar


abizar mempererat jarak mereka mengalungkan kedua tangannya dipinggul ramping mel dan mendekatkan wajahny kepada


mel


"i love you" ucap abizar lalu menc*um b*bir mel tanpa permisi dan aba-aba sebelumnya. cukup lama mereka melakukan adegan itu karena membalas ci*mannya.


"terima kasih sayang, ayo kita pulang" ucap abizar


mel hanya mengangguk dengan wajahnya yang sudah memerah karena malu lalu merekapun masuk kedalam mobil . abizar tera mencium sebelah tangan mel sambil menyetir setengah jam kemudian akhirnya sampai dirumah mel.gadis itu turun dari mobil.


"bye mas" ucap mel


"bye sayang mimpi yang indah" ucap abizar


setelah melihat mel masuk kedalam rumah


abizar pun melajukan mobilnya menuju rumah abizar.


sesampai dirumah abizar melihat kedua orang tuanya belum tidur.


"mama dan papa belum tidur" ucap abi sambil menutup pintu


"bagaimana kami bisa tidur ABG tua kami belum pulang" ucap tuan mandala


"ok, karena papa dan mama belum tidur abi mau bicara" ucap abizar


"bicara apa lagi" ucap tuan mandala


"kami akan segera menikah" ucap abizar


"kau mau menikah dengan siapa?" ucap tuan mandala


"tentu saja dengan mel, ia sudah setuju untuk menikah denganku" ucap abizar


"kau tidak memaksanya lagi kan" ucap tuan mandala


"tentu tidak pa, mel yang sudah yakin padaku" ucap abizar


"bi, kali ini mama dan papa mohon kau jangan main-main lagi" ucap nyonya rossa


"tidak ma kali ini serius dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan abi yang kemarin" ucap abizar


"papa pegang janjimu ingat bi kau sudah berulang kali menyakitinya, dia itu yatim piatu jadi papa tidak akan tinggal diam jika kau mengulangi kesalahanmu" ucap tuan mandala


"abi berjanji pa, mel hanya memberi syarat ingin pernikahan sederhana saja" ucap abizar


"kalau itu terserah kalian berdua saja" ucap tuan mandala


"ya sudah kalau ingin yang sederhana mama mendukung apapun keputusan kalian" ucap Nyonya rossa


"besok saja pa, kan hanya mama papa saja" ucap abizar


"baiklah, ma sepertinya papa mulai mengantuk ayo kita masuk kamar sayang" ucap tuan mandala


"ya pa, mama juga mulai mengantuk" ucap nyonya rossa


"abi juga mau kekamar pa" ucap abizar


abizar dan kedua orang tuanya masuk kekamar mereka masing-masing. ada sedikit kelegahan dihati abizar karena kini mel bersedia menikah dengannya


"mel, aku akan membahagiakanmu" ucap abizar sambil foto mel dan dirinya dari galeri ponselnya.


abizar meletakkan ponselnya di nakas samping tempat tidurnya. ia akan membersihkan dirinya sebelum tidur. pria ini sangat bahagia hari ini karena mel menunjukkan cinta dan keinginannya untuk mereka menikah ditambah c*uman tadi yang tanpa penolakan.


"mel, aku sudah tidak sabar kau jadi istriku" batin abizar sambil tiduran.


sedangkan mel sama seperti abizar baru saja selesai membersihkan diri dan handuk kecil juga melilit rambutnya yang bawah. setelah memakai baju yang nyaman untuk tidur. mel duduk didepan meja riasnya. ia menatap pantulan dirinya dikaca.


"kenapa aku terlalu agresif sekali dengan mas abi, malu sekali" ucap mel pada dirinya


ia memperhatikan bibirnya dan menyentuhkan, mel tidak menyangka ia berc*uman dengan abizar ditempat umum dan ia tidak menolaknya.


"astaga dasar tidak malu kau mel abizar pasti berpikir kau perempuan gen*t " ucap mel lagi pada dirinya lagi sambil menggelengkan kepalanya.


abizar dan mel sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. abizar yang tidak sabar menanti esok hari tiba sedangkan mel sedikit malu dengan kelakuannya malam ini.


keesokan paginya abizar bangun lebih awal, ia akan jogging ringan disekitaran rumahnya. sudah sangat lama ia tidak berolahraga. ia meninggalkan ponselnya dikamar. ia keluar dari kamar keadaan rumah masih sepi. ia melihat satpam rumahnya sudah terbangun duduk didepan posnya dengan secangkir kopi panas ditangannya.


"pagi pak" ucap abizar


"pagi tuan, mau jogging tuan" ucap satpam


"ia pak" ucap abizar sambil berlalu


abizar jogging 25 menit setelah itu ia kembali kerumahnya. papa dan mamanya sudah ada dimeja makan untuk sarapan.


"kau mimpi apa tadi malam bi tiba-tiba jogging" ucap tuan mandala


"abi sudah lama pa tidak olahraga" ucap abizar


"anak kita kan mau jadi pengantin pa jadi biar sehat dan fresh dan yang paling penting biar cepat kasih kita cucu" ucap nyonya rossa


"tenang ma, abi pasti akan kasih mama cucu yang banyak" ucap abizar


"terima kasih sayang" ucap nyonya rossa


"abi mau mandi dulu ya sambil mau kasih kabar sama mel kalau hari ini kita datang" ucap abizar dan kemudian berlalu dar kedua orang tuanya yang sedang sarapan.


"lihatlah pa, wajah anak lelakimu itu sangat bahagia dan semangat" ucap nyonya rossa


"kita doakan saja ma semoga kali ini semua berjalan lancar dan mereka hidup bahagia" ucap tuan mandala


"amin pa" ucap nyonya rossa


selesai mandi abizar menghubungi mel dengan panggilan video. gadis itu juga baru saja mandi dan sedang membereskan tempat tidurnya. ia menerima telepon abizar saat ponselnya berbunyi dan tertulis nama abizar.


📱"pagi sayang" ucap abizar


📱pagi mas, ihh kenapa belum pakai baju" protes mel sambil memalingkan wajahnya


📱"hahaha kau sangat lucu sayang, aku baru saja mandi aku masih pakai handuk tidak....." ucap abizar menggoda mel


📱"mas abiii" omel mel


📱" ia maaf, aku hanya mau bilang aku dan orangtuaku akan kerumahmu nanti malam untuk meminangmu jad kau harus dandan yang cantik" ucap abizar


📱" ia mas aku akan bersiap" ucap mel tanpa bantalan


📱" ya sudah aku siap-siap ke kantor, atau kau mau melihatku ganti baju" ucap abizar kembali menggoda mel


📱"mas abiiiiiiii" ucap mel ngomel langsung mematikan ponselnya


"dasar cantik-cantik galak untung cinta" batin abizar