
kini mel dan abizar bisa bernafas lega karena hubungan antara mel dan rendy ataupun abizar dan sherly sudah selesai dengan damai dan happy ending. untuk merayakannya mel mengajak sherly dan rendy untuk acara barbeque dirumahnya. abizar sudah tiba membantu kekasihnya mel menyiapkan segalanya sedari siang hari. rendy datang bersama stephani dan juga sherly. mel dan abizar saling pandang saat mereka datang bersama dalam satu mobil.
"mommy!!"teriak stephani
"kau datang juga sayang" ucap mel
"ia mommy aku tadi jemput tante cantik jadi aku senang" ucap stephani
"kalian cocok sekali kenapa tidak..." ucap abizar
"mas... " ucap mel
"aku serius mereka memang cocok mel lihatlah stephani juga sangat menyukai sherly" ucap abizar
"mel, kenapa kau mau kembali dengan pria tengil ini 100 kali lipat lebih baik kau pilih papinya stephani " ucap sherly
"Hei kau jangan memprovokasimu kekasihku" ucap abizar
"dokter lebih baik kau pikirkan sherly untuk menjadi ibunya stephani" ucap abizar
"maaf ya kak mas abi suka bercanda" ucap mel
"aku tidak bercanda aku serius kalian sama single kenapa tidak mencoba " ucap abizar
"mel tolong urus kekasihmu ini buat malu saja" ucap sherly merajuk dan ia duduk sendiri diteras rumah mel
" kak ren, maaf ya nanti aku akan beri balsem mulut mas abi" ucap mel
rendy menghampiri sherly dan duduk disampingnya.
"kau marah" ucap rendy
"abi menyebalkan sekali" ucap sherly
"kalau tidak merasa kenapa harus marah" ucap rendy
"merasa apa? " ucap sherly
"kita kan tidak punya hubungan kenapa harus marah" ucap rendy
"ya sih tapi kan" ucap sherly
"tarikan dulu kau mengejar-ngejarnya" ucap rendy
"mungkin dulu ia pakai pelet jadi aku bisa menyukai makhluk aneh seperti dia" ucap sherly
ucapan sherly mengundang tawa rendy. pria itu merasa sangat lucu dengan ucapan sherly hingga wajahnya memerah saat tertawa.
"pria ini tampan juga jika tertawa begini" batin sherly sambil dirinya ikut tersenyum melihat rendy.
"apa kau besok mau ikut aku dan stephani ke pantai" ucap rendy
"tentu saja aku sudah lama tidak kepantai" ucap sherly
"baiklah besok pagi aku akan menjemputmu" ucap rendy
stephani datang menghampiri mereka sambil menguap dan meminta susunya.
"papi susu" ucap stephani
"kita tidak bawa susu sayang" ucap rendy
"aku mau susu papi" ucap stephani menangis
mel yang melihat stephani menangis menghampiri gadis kecil itu. ia mencoba menenangkan gadis kecil itu. tetapi stephani menginginkan susunya sekarang. stephani makin histeris karena ia mengantuk juga.
"tante cantik ayo kita pulang" ucap stephani menarik sherly sambil menangis.
"mel, sepertinya kami harus pulang, maaf ya" ucap rendy
"Ok kak tidak tidak apa-apa, yang penting stephani" ucap mel
"aku juga ikut pulang ya mel" ucap sherly
"ia sherly hati-hati ya" ucap mel
sherly menggendong stephani menuju mobil karena gadis kecil itu hanya ingin bersama tante cantiknya. stephani tidak menangis lagi ia sudah tertidur dipangkuan sherly.
"maaf ya aku merepotkanmu lagi" ucap rendy
" tidak masalah, kasian sekali menangis sampai tertidur" ucap sherly
"biasanya mel atau nanny yang mempersiapkan segalanya dan ikut bersamaku saat pergi, dia tadi bersemangat sekali ingin bertemu dirimu dan mel" ucap rendy
"namanya juga anak kecil" ucap sherly
" apa orang tuamu tidak keberatan kau dekat dengan aku dan anakku" ucap rendy
"kenapa harus keberatan" ucap sherly
" aku takut saja mereka akan marah" ucap rendy
"syukurlah kalau seperti itu" ucap rendy
"bagaimana kalau akhir pekan kau kerumahmu untuk makan malam bersama kedua orang tuaku" ucap sherly
"makan malam" ucap rendy
"kau jangan salah sangka, agar kau mengenal orang tuaku mereka sangat asik" ucap sherly
"boleh juga" ucap rendy
kini rendy dan sherly ngobrol lebih santai dan terkadang mereka saling melempar canda dihadapan gadis kecil yang sedang tertidur dipangkuan sherly.
akhirnya mereka sampai dirumah rendy. sherly sedikit kesusahan turun dari mobil karena menggendong stephani. rendy membantu sherly menggendong putrinya dan mereka masuk kedalam rumah bersama. saat ibunya rendy sedang ngobrol santai dengan nanny.
"ehh kenapa cepat sekali pulangnya" ucap mama rendy
"cucu mama tadi mengamuk karena minta susu" ucap rendy sambil ia berjalan menuju kamar stephani.
"malam tante" ucap sherly
"malam nak sini duduk dulu, maaf ya stephani memisahkannya lagi" ucap mama rendy
"tidak kok tante, dia anak yang baik dan aku menyukainya" ucap sherly
"bagaimana kalau papinya, apa kau menyukainya juga" ucap mama rendy sambil tersenyum
"maksudnya tan" ucap sherly
"jangan hanya suka anaknya saja papinya juga harus karena mereka paket komplit buy 1 get 1" ucap mama rendy
"mungkinkah tante" ucap sherly
"kau harus berusaha. mau kan"
"maunya sih seperti itu tapi sepertinya anak tante susah didekati" ucap sherly
"jika kau serius tante akan membantumu"ucap mama rendy
"membantu apa ma" ucap rendy menyambung borokan antara sherly dan mamanya
"tidak mama hanya bertanya apa orang tuanya tidak marah dekat dan pergi dengan mu" ucap mama rendy
"Oh.. itu sudah kami bahas tadi, dan akhir pekan aku dan stephani akan makan malam bersama orang tua sherly" ucap rendy
"wah...1 langkah lebih baik" ucap mama rendy dan berlalu
rendy tidak mengerti ucapan mamanya. kini ia akan mengantar sherly pulang.
"kau pasti lelah biar aku menghubungi supirku agar ia menjemputku" ucap sherly
"ahh tidak kok, aku harus bertanggung jawab mengantarmu apalagi ini sudah malam" ucap rendy
"mmm...baiklah kalau begitu" ucap sherly
rendypun mengantar sherly dan banyak sekali yang mereka obrolkan dan mereka sudah sangat akrab hingga sampai mobil tiba didepan rumah sherly.
"terima kasih rendy, jangan kapok mengantarku" ucap sherly
"terima kasih nona sherly maaf selalu merepotkanmu" ucap rendy
"aku menyukai stephani jadi tidak masalah" ucap sherly
"kalau papinya?" ucap rendy
"mmmmmm..." ucap sherly pura-pura berpikir
"maksudnya apa" ucap rendy
"kalau diizinkan siapa takut" ucap sherly
" masuklah" ucap rendy
"boleh tidak" ucap sherly
"boleh, jika mau dibawa ke jerman" ucap rendy
" siapa takut" ucap sherly
"masuk sana, sudah malam" ucap rendy
"baik, hati-hati ya" ucap sherly sambil melambaikan tangan kepada rendy.
setelah mobil rendy berlalu, sherly masuk sambil senyum-senyum sendiri. ia tidak menyangka rendy ucapan-ucapan rendy.
"dia tadi itu serius atau hanya bercanda ya" batin sherly.
sambil melempar tas kecilnya keatas tempat tidur dan Menjauhkan tubuhnya ke tempat tidur juga.
"kalau ia serius aku dapat buy 1 get 1" batin sherly