CEO VS Reseller

CEO VS Reseller
Asisten Arnold



seorang gadis sedang terduduk dipinggir jalan sambil menyeruput es teh dalam plastik dengan pipet. ia menghilangkan lelah dan dahaganya setelah mengantar orderannya ke pelanggan dan mengirimkan paket minuman pesanan pelanggan ke kantor ekspedisi. ia berniat libur dan mengistirahatkan tubuhnya dengan tidur seharian setelah melakukan itu semua.


gadis itu adalah mel yang sedang merenung dengan es teh dalam plastik yang masih ada digenggamannya.suara chat yang bertubi-tubi mengalihkan perhatian mel. ia mengambil ponselnya dan chat itu dari teman semasa ia duduk dibangku SMA bernama tari yang sedang menjalani pendidikan kedokteran.


mel membaca isi chat itu.


✉ Mel, besok malam aku bertunangan kau harus datang.


✉ jangan lupa bawa pacarmu ya.


mel tersenyum membaca chat dari tari ia hanya memberi emotion jempol kepada temannya itu pertanda ia suka.


ia lalu menghela nafasnya.


"pacar katanya, aku bahkan tidak memikirkannya" ucap mel dalam hati. lalu memasukkan kembali ponselnya ke waistbagnya.


ia kembali mengayuh sepedanya dan melanjutkan perjalanannya menuju ke pusat pasar. ia ingin membeli keperluan bulanannya dan juga ingin membeli pakaian untuk ia kenakan besok diacara pertunangan tari.


"aku harus pakai pakaian apa ya keacaranya tari" batin mel



mel membuka cacatan keperluan yang akan ia beli agar tidak terlupa. setelah selesai dengan membeli segala yang ia butuh selama sebulan kedepan. mel mendatangi sebuah toko baju yang ada disana juga.


ia mengatakan baju yang ia inginkan tapi semua mengarah pada dress. mel sangat tidak suka baju seperti itu ia lebih nyaman menggunakan kemeja atau kaos dia hanya memakai dress sewaktu pernikahan tasya itu juga karena paksaan ricky lagi pula tari akan menertawakannya jika mel memakai dress. setelah memilih akhirnya pilihannya jatuh pada baju model bolero dengan tanktop didalamnya dan akan ia padupadankan dengan jeansnya yang ada dirumah.


"ini baru gayaku" batin mel


mel pun pulang saat hari hampir gelap hari ini ia punya waktu luang karena ia libur menyanyi dicafe Ricky. malam ini ia akan langsung packing orderan.agar esok ia tidak kerepotan membagi waktu dan tak lupa ia izin pada Ricky untuk esok hari.


keesokan hari mel kembali dengan rutinitasnya seperti biasa membalas chat orderan, memeriksakan Ketersediaan barangnya dan memeriksa ulang barang yang akan dikirim melalui ekspedisi. mel mengerjakan smua sendiri.dia begitu mencintai rutinitasnya sejak memulai dari awal.


hingga sore beranjak malam, ia sudah bersiap untuk pergi ke acara tari.dengan tampilan sederhananya



malam ini ia memutuskan naik taksi menuju acara tari. pesta pertunangan yang sangat mewah dengan suasana yang sangat romantis


"hati jombloku sungguh meronta dengan suasana disini, mereka semua membawa pasangan" ucap mel dalam hati.


hingga suara melengking tari memanggil mel. memaksanya menoleh.


"Mel!!" ucapnya memanggil sambil mengisyaratkan tangannya agar mel mendekat padanya.


"selamat ya tari kau sangat cantik, kau membuat jiwa jombloku ahh sudahlah"ucap mel


"ahh kau ini, tapi terima kasih kau sudah mau datang kenalkan itu calon suamiku" tunjuknya keseorang pria yang masih membelakangi mereka. pria itu sedang berbincang dengan tamu yang lain.


"sayang kenalan ini temanku"ucap tari


tunangan tari menoleh kebelakang karena tari memanggil dan ia langsung menghampiri tari.


"tuan arnold"!! ucap mel terkejut begitu juga dengan arnold yang tidak menyangka mel disini.


"hei, darimana kau mengenal calon suamiku"selidik tari menaikkan alisnya


"kami satu kantor".ucap arnold cepat dan diangguki oleh mel. mel seketika menoleh kerah kanan dan kiri mencari keberadaan tuan galak. jika asistennya disini pasti lelaki itu juga disini.


"nona aku boleh minta tolong padamu"?ucap arnold


"ya ada apa tuan arnold"jawab mel


"tolong jangan beritahukan pada tuan abizar aku bertunangan" ucap arnold


"suasana hatinya sedang buruk, aku bisa tidak menikah menunggu hatinya membaik, maklum baru patah hati" ucap arnold


mel hanya ber O dan mengerti ucapan arnold


"baiklah aq tidak akan memberitahukannya" ucap mel


"eh, kau ini jangan memanggil calon suamiku dengan sebutan tuan seperti aku menikah dengan om-om saja" ucap tari


"ehh tapi tunggu, kau belum lulus kuliah kan" ucap mel


"sssttttt kecilkan suaramu mel" ucap tari


"kalian berdua tidak..... " ucap mel


"heh, singkirkan pikiran jelekmu itu aku masih segelan" ucap tari


"Alhamdulillah, syukurlah kalau begitu" ucap mel


"kau kenal bos kalian" ucap tari


"tidak telalu" ucap mel


"apa dia sangat galak" ucap tari


"dia itu sangat galak" ucap mel


"oya ngomong-ngomong dimana pasanganmu" ucap tari


"tidak ada " ucap mel


"mel kau tidak berubah, apa aku perlu mencarikan pria untuk dijadikan pacarmu" ucap tari


"maaf tawaran anda ditolak" ucap mel


"bosnya tunanganku kan jomblo kenapa kau tidak kau dekati" ucap tari.


"aku dengan dia? aku lebih baik jomblo seumur hidup ri" ucap mel


"ya sudah kau makanlah dulu aku mau sapa tamu yang lain" ucap tari


"baiklah" ucap mel


dan benar adanya mel juga sangat lapar, ia mengambil makanan lalu duduk sambil menikmati makanan yang disediakan. sambil ia memperhatikan desain dan konsep pertunangan raisa sungguh mewah. melihat raisa foto dengan keluarganya membuat mel berandai seandainya kedua orang tuanya masih hidup dan bisa menyaksikan ia bertunangan lalu menikah pasti ia sangat bahagia. tapi nyatanya mel hanya sendiri.


setelah menikmati hidangan mel memutuskan pulang dan tak lupa ia berfoto terlebih dahulu dengan tari dan berpamitan.


mel pulang dengan menggunakan jasa ojek motor agar terhindar dari kemacetan.


dinginnya udara malam mengingatkan ia kemasa lalu. teringat kenangan bersama orang tuanya. mampu sedikit mengobati kerinduannya kepada orang tuanya yang dulu sering mengajaknya naik motor dimakan hari untuk mencari makanan dipasar malam saat akhir pekan.


mel kecil duduk diboncengan depan dan ibu diboncengan belakang.


"aku merindukan kalian ayah ibu" batin mel tanpa sadar menitikkan air mata saat diboncengan ojek online.


tanpa terasa satu setengah jam waktu yang ia tempuh menggunakan jasa ojek online dari rumah tari untuk sampai dirumahnya . ia membayar lebih kepada sang ojek dan itu sering ia lakukan dan tak lupa I memberi bintang limanya.


mel masuk kerumahnya ia membersihkan diri lalu akan tidur, tetapi saat ia akan menutup matanya ia teringat kata-kata asisten arnold jangan memberitahukan bosnya tentang pertunangannya.


"aku yakin dia akan b*nuh diri lagi kalau tau asistennya bertunangan tanpa sepengetahuannya" batin mel sambil tersenyum geli membayangkan wajah bos galak itu.


dijawab anggukan oleh mel dan mereka bertigapun tertawa.